Selasa, 02 Oktober 2012

Tugas-2 Plus-Minus Bersekolah di SMA Labsky


Plus Minus SMA Labschool Kebayoran

 

SMA Labschool Kebayoran, sekolah ini terletak di Jl. K.H. Ahmad Dahlan No. 14, Jakarta selatan. Sekolah ini merupakan sekolah untuk mengikuti jenjang SMP dan SMA, teatpi kalau Labschool Rawamangun memiliki jenjang TK dan SD. Fasilitas di sekolah ini juga sangat terjamin, mulai dari kamar mandi yang bersih, masjid yang memadai, memiliki dua kantin ( masing masing kantin depan dan kantin belakang ), dan kelas yang memadai untuk dijadikan kelas belajar mengajar. Labschool Kebayoran adalah sekolah yang berada di 10 besar sekolah terbaik se-jakarta selatan, ini terbukti bahwa banyak program program khusus yang diadakan oleh labschool sendiri, seperti kegiatan Bina Mental Kepemimpinan Siswa ( BINTAMA ), Trip Observasi ( TO ), Pesantren Kilat, dan juga kegiatan lari pagi setiap hari jum’at. Banyak siswa siswa yang ingin bersekolah pada masa SMP dan SMA di Labschool Kebayoran, tak terkecuali saya. Saya bisa merasakan bahwa labschool kebayoran akan membuat saya lebih baik lagi dalam kehidupan saya kedepannya. Serangkaian tes pun dilangsungkan, mulai dari tes psikologi maupun tes tertulis. Angkatan saya termasuk angkatan yang ketika siswa/siswi yang mengikuti tes disana paling banyak, pada angkatan saya, siswa/siswi yang mengikuti tes disana mencapai angka 700 peserta, sedangkan pada akhirnya yang diterima oleh pihak labschool pada saat itu adalah 249 siswa/siswi. Alhamdulillah saya masuk ke sekolah itu dan saya sangat bersyukur dan bahagia atas kerja keras saya yang sudah dibayar dengan diterimanya di sekolah tersebut.

 

     

Pada tugas Sejarah kali ini saya di suruh mewawancarai 3 alumni SMA Labschool Kebayoran dan menanyakan apa kelebihan dan kekurangan bersekolah di SMA Labschool Kebayoran (plus minus di Labsky). Dan berikut laporannya.

 

Alumni yang akan saya wawancarai adalah kak Adinda, kak  M E Islamey, dan kak Gusti Rainada Dipta Noor. Kebetulan sekali ka Dinda adalah kakak sepupu saya, sehingga cukup memudahkan saya untuk mewawancarainya walaupun hanya ketemu saat ada kumpul bersama keluarga karena sekarang mereka sudah sibuk dengan kuliah tetapi masih mempunyai waktu untuk ini. Berdasarkan hasil wawancara saya, Labschool sudah menjadi sekolah yang bagus dan menarik tetapi tentu saja tidak sedikit yang masih harus di ubah dari sekolah ini. Walaupun sekolah Labschool Kebayoran baru berumur kurang lebih 12 tahunan, sudah menjadi sekolah yang cukup terkenal dan kualitas muridnya tidak meragukan.

 

 

 

1.Adinda ( kak Dinda):

Plus Minus:

Setelah saya mewawancarai kakak sepupu saya kak Dinda ia berkata bahwa pergaulan di SMA labschool kebayoran ini masih normal atau di batas wajar pergaulan anak SMA. Biasanya anak-anak labschool memiliki soft skill yang baik di karenakan program-program non akademik nya itu. Tidak ada tauran dan keanehan keanehan lainnya. Tidak sedikit guru labschool yang selalu ikut berpartisipasi dalam acara sekolah non akademis dan mereka memang baik di bidangnya.

Kekurangannya adalah, ada beberapa guru yang memang tidak berkompeten dalan mengajar, jadi tidak menanamkan konsep kepada muridnya. Tetapi biasanya beberapa guru itu berpartisipasi dalam acara sekolah non akademis tersebut, yang memang mereka baik dalam hal tersebut.   

Dengan begitu kekompakan dan rasa kepedulian di angkatan akan tumbuh dengan kuat. Minus dari SMA Labschool Kebayoran adalah peraturannya, menurut kak Dinda peraturan di SMA Labschool Kebayoran terlalu banyak sehingga murid - muridnya tidak terlalu bebas. Saran dari kak Dinda untuk SMA Labschool Kebayoran adalah memperbaiki peraturannya, buat peraturannya lebih longgar lagi, tidak terlalu ketat agar murid - murid SMA Labschool Kebayoran lebih bebas sedikit dan lebih santai dalam bersekolah.

 

2.M. Eldwin Islamey  (kak Eldwin)

Plus Minus sekolah di Lbsky

Saya tertarik untuk mengajukan banyak pertanyaan kepada kak Eldwin. Mengenai pengalaman, kak Eldwin tentunya memiliki banyak pengalaman yang menarik, maupun menyedihkan. Kak Eldwin memberikan plus minusnya selama berada di labsky. “Menurut gue sih, nilai positifnya banyak ya, salah satunya sih kayak lingkungan sekolah di labsky tuh enak banget, orang orang sampe pramubaktinya ramah, terus kalau lo pengen kemana mana itu ga perlu jauh jauh, terus pergaulan di sekolah itu bagus sekali karena antara adik kelas dan kakak kelas seperti tiada batasannya, tidak seperti sekolah lain yang menerapkan senioritasnya itu. Melalui program TO dan Bintama juga labsky berhasil menyatukan angkatan yang awalnya sedikit pecah. Dan kalau ditanya negatifnya, mungkin tugasnya banyak banget, kalau ngga ada tugas itu berasa surga banget deh, dan kadang kadang dari tugas itu suka nyusahin dan murid murid sudah merasa terbebani banget sama pelajaran yang berat, apalagi tugasnya yang bikin males parah”.

 

Tapi dibalik semua hal negatif yang dimiliki oleh labsky, sekolah ini menurut kak Eldwin tetap sekolah yang nyaman dan mengasyikan sekali, dan juga teman-temannya yang bisa dikatakan sangat solid sekali. Mungkin memang ini merupakan salah satu hasil didikan dari program-program yang dimiliki oleh labsky yaitu mengajarkan kesolidan terhadap angkatan sendiri serta membantu sesame angkatannya dan juga menaruh hormat pada angkatan atas serta bawahnya. Kak Eldwin mengatakan bahwa kenangan-kenangan selama bersekolah disini pasti tidak akanpernah ia lupakan.

 

 

3. Gusti Rainada Dipta Noor ( kak Nada)

Saya telah mewawancarai kak  Gusti Rainada Dipta Noor pada (kak Nada) hari jumat tanggal 7 september lalu setelah selesai melaksanakan sholat Jumat berjamaah.  Kak Nada adalah alumni angkatan ke 3 TRISEKA dan dahulu merupakan salah satu anggota OSIS. Kak Nada mengambil jurusan ilmu pengetahuan sosial di SMA Labschool Kebayoran ini. Setelah lulus, beliau berkuliah di Universitas Trisakti dan mengambil jurusan kesenian.

     Menurut Kak Nada keunggulan atau kelebihan (plus) SMA Labschool kebayoran adalah memiliki fasilitas yang sangat baik, sistem pelajarannya juga cukup bagus, ektrakulikuler atau ekskul yang terdapat di Sma Labschool Kebayoran  menarik, biaya yang diperlukan untuk sekolah di Sma Labschool Kebayoran  juga tidak terlalu mahal seperti sekolah swasta lainnya dan guru-guru yang mengajar cukup baik kepada murid-murid Sma Labschool Kebayoran.  Ia merasa senang bersekolah selama tiga tahun di SMA Labschool Kebayoran ini.                                                                                                                                          

     Tetapi Kak Nada mengatakan kekurangan (minus) bersekolah di SMA Labschool Kebayoran ini adalah dulu saat ia Sma di Labschool Kebayoran ia pernah menghadapi konflik-konflik kecil terutama karena beliau adalah seorang anggota OSIS, dan beliau menyayangkan pelajaran kesenian karena waktu yang diberikan oleh Sma Labschool Kebayoran kurang di konsentrasikan, menurut Kak Nada sekolah seharusnya menyeimbangkan antara seni dan akademik, menurut ia di Sma Labschool Kebayoran kesenian kurang di hargai atau beliau anggap tidak penting karena di Sma Labschool Kebayoran hanya diadakan satu minggu sekali dan hanya dua jam pelajaran, menurut kak Nada materi kesenian yang diberikan kepada siswa di Sma Labschool Kebayoran kurang penting dan harus ditingkatkan lebih baik lagi, baik dalam segi materi maupun jam pelajarannya. Menurut beliau semua pelajaran di Sma Labschool Kebayoran Baru secara tidak langsung akan terpakai pada kehidupan dan saat kuliah nantinya