Sabtu, 01 September 2012

Tugas 5-Sejarah Perkembangan Pensil


Perjalanan Pensil

Pensil adalah salah satu benda terpenting dalam hidup kita. Ketika belajar menulis, pasti kita diajari dengan menggunakan pensil. Sampai dewasa pun, kita masih menggunakan pensil. Pensil telah banyak memberi manfaat bagi kita. Tapi, tahukah Anda bagaimana sejarah pensil sampai menjadi pensil seperti yang Anda gunakan sekarang?


Pengertian Pensil

Dari Wikipedia Indonesia, “Pensil adalah alat tulis dan lukis yang awalnya terbuat dari grafit murni. Penulisan dilakukan dengan menggoreskan grafit tersebut ke atas media. Namun grafit murni cenderung mudah patah, terlalu lembut, memberikan efek kotor saat media bergesekan dengan tangan, dan mengotori tangan saat dipegang. Karena itu kemudian diciptakan campuran grafit dengan tanah liat agar komposisinya lebih keras. Selanjutnya komposisi campuran ini dibalut dengan kertas atau kayu.”

Sejarah Pensil
            Kata pensil berasal dari bahasa Prancis Kuno pincel yang berarti kuas kecil dari dari bahasa Latin  penicillus yang berarti buntut kecil. Bulu unta memang sempat digunakan untuk menulis sebelum ditemukannya kapur dan grafit. Meskipun kata pensil berasal dari bulunya, tetapi gagangnyalah yang mendekati pensil yang kita gunakan sekarang. Orang-orang Romawi menggunakan menggunakan batang besi untuk menggoreskan tulisan, gambar-gambar, dan sebagainya di kertas papirus atau tablet batu.
            Penggunaan timah hitam dan grafit sebagai alat tulis dimulai pada zaman Yunani. Grafit awalnya sangat jarang dipakai sampai ditemukan kandungan grafit murni di Borrowdale (sebuah lembah di Lake District, Inggris bagian utara pada tahun 1564. Saat ditemukan, grafit terlihat seperti batu bara. Namun, grafit tidak dapat terbakar, meninggalkan bekas berwarna hitam mengilap, dan mudah dihapus di atas permukaan yang bisa ditulisi. Karena sifatnya sama seperti timah, orang-orang salah mengartikan grafit sebagai timah sehingga grafit sering disebut sebagai timah, timah hitam, dan plumbago yang berarti “seperti timah”. Karena itu, istilah lead pensil atau pensil timah masih digunakan sampai sekarang.
            Karena tekstur timah hitam berminyak, maka digunakan kulit domba untuk membungkus atau tali untuk membebat timah hitam sehingga bisa digunakan untuk menulis. Tidak ada catatan sejarah tentang siapa yang pertama kali mempunyai ide untuk memasukkan timah hitam ke dalam kayu, namun pada tahun 1560-an, pensil primitif pertama sudah sampai di benua eropa.
            Tak lama setelahnya, untuk memenuhi permintaan para seniman, timah hitam banyak ditambang lalu diekspor dan pada abad ke-17, timah hitam telah digunakan dimana-mana. Pada waktu bersamaan, para pembuat pensil bereksperimen dan menghasilkan alat tulis yang lebih baik.
            Pada tahun 1779, seorang ahli kimia Carl W. Scheele meneliti dan menyimpulkan bahwa grafit memiliki sifat kimiawi yang jauh berbeda dengan timbal. Grafit adalah komposisi molekul karbon murni yang lunak. 10 tahun setelahnya, tepatnya tahun 1789, seorang ahli geologi dari Jerman bernama Abraham G. Werner memberikan nama grafit (berasal dari perkataan Yunani graphein) yang berarti menulis. Jadi, isi pensil adalah grafit bukan timah.
            Walaupun beberapa ahli kesehatan ada yang menentang grafit karena dianggap beracun, nyatanya tidak. Grafit bahkan aman jika tertelan. Tercatat grafit bubuk pertama (campuran grafit, sulfur, dan antimoni) yang dijadikan batangan grafit sebagai isi pensil terjadi di Jerman pada tahun 1662 dan dinyatakan aman.

Perkembangan Pensil

            Grafit Inggris memonopoli industri pembuatan pensil selama bertahun-tahun karena cukup murni untuk digunakan tanpa perlu diproses lagi. Sementara itu, grafit negara-negara Eropa lainnya kurang bermutu, sehingga pembuat pensil di sana bereksperimen dengan mencampurkan bahan-bahan ke dalam grafit.
            Nicolas-Jaques Conte, seorang insinyur Prancis, mencampur tanah liat ke dalam bubuk grafit, membentuk campuran itu menjadi batang-batang, dan membakarnya dalam perapian. Perbandingan grafit terhadap tanah liat ia ubah-ubah sehingga tercipta berbagai gradasi warna hitam. Proses ini masih digunakan sampai sekarang. Salah satu produk turunan Conte adalah pensil Konte.
            Pembuatan pensil menjadi bisnis besar sejak abad 19. Grafit ditemukan di berbagai tempat, termasuk Siberia, Jerman, hingga Republik Ceko. Di Jerman dan kemudian di Amerika Serikat, pabrik-pabrik pembuatan pensil mulai dibuka. Mekanisasi dan produksi massal dapat menekan harga, sehingga pada abad 20 bahkan anak-anak sekolah menggunakan pensil.
            Awalnya, pensil diberi balutan kertas yang dapat dirobek saat ujung grafit yang digunakan untuk menulis sudah terkikis. Namun kemudian, ditemukan cara yang lebih praktis dan efisien yaitu dengan menyelimuti seluruh batang grafit dengan dua bilah kayu yang ditoreh untuk menyediakan tempat bagi batang grafit dan kemudian disatukan.

Pemrosesan Modern

            Pensil di era modern dibuat dengan menghancurkan grafit murni dan tanah liat menjadi bentuk bubuk. Campuran ini diberi air, dianginkan, lalu dibakar selama tiga hari. Kemudian, isi pensil dicetak menjadi bentuk panjang yang tipis dan dilapisi kayu.
            Karena keterbatasan mesin produksi, pensil awalnya dibuat dengan bentuk persegi. Namun, di era modern, pensil dibentuk bulat sehingga lebih mudah digenggam. Isi pensil juga menjadi lebih banyak karena tidak adanya sudut. Walaupun diterima masyarakat, sebagian protes karena pensil jadi mudah menggelinding di bidang datar. Akhirnya, pensil ada yang dibuat menjadi bentuk heksagonal.


Pensil Penghapus

Pada 30 Maret 1858 Hymen Lipman dari Philadelphia, Pennsylvania, Amerika Serikat mematenkan pensil dengan ujung penghapus. Namun kemudian paten ini dibatalkan dengan alasan sebanenarnya tidak ada penemuan hal baru dari pensil tersebut. 
            Pensil disertai dengan penghapus untuk alasan kepraktisan. Pensil seperti ini sangat disukai pelajar. Namun kebanyakan seniman profesional yang mengutamakan mutu akan lebih menyukai pensil tanpa penghapus, mengingat penghapus ini diragukan mutunya dan frekuensi menghapus yang lebih besar akan membuat penghapus yang terlalu kecil akan cepat terbuang sia-sia.

 

Peraut Pensil

            Dari http://aneka-sains.blogspot.com/2012/01/inilah-fakta-mengenai-pensil.htmlPeraut pensil pertama kali dibuat dan dipatenkan oleh matematikawan asal Prancis, Bernard Lassimone, pada tahun 1828. Sebelumnya orang meraut pensil menggunakan pisau.” Puluhan tahun setelahnya, tepatnya pada tahun 1880, peraut mekanik dciptakan dan dengan cepat menjadi sangat populer.
  

Identitas Pensil

            Kita tahu bahwa pensil mempunyai identitas HB, 2B, dan sebagainya. Tapi tahukah Anda, bahwa identitas tersebut menunjukkan kandungan grafit dan tanah liat di dalamnya yang berpengaruh pada ketebalan pensil?
            Dari wikipedia Indonesia, “Pensil dibedakan menurut komposisi. Huruf B menginformasikan ketebalan (boldness), yang berarti kandungan grafitnya lebih banyak. Sementara huruf H menginformasikan kekerasan komposisi leadnya, yang berarti kandungan tanah liatnya lebih banyak. Pensil dengan tanda F berarti komposisinya sangat tepat untuk diraut hingga keruncingan maksimal. Sementara angka di depan huruf memperlihatkan tingkat ketebalan atau kekerasan komposisi suatu pensil. Misalnya 2H akan lebih keras daripada H, atau 2B akan lebih lembut dan tebal dibandingkan B. HB berarti pensil memiliki kedua sifat keras dan tebal.”
            Sementara itu, warna pensil menunjukkan dimana pensil itu dibuat (area prouksi). Warana kuning menunjukkan pensil itu dibuat di Amerika Utara, hitam dan merah di India dan beberapa wilayah di Asia, merah di Swiss, sedangkan kuning dan hitam di Inggris. Standardisasi ini kebanyakan dicptakan oleh Faber-Castell, namun banyak produsen yang tidak mengikuti standar ini.


Pensil Modern

Jenis pensil yang ada di era modern semakin bermacam-macam, diantaranya pensil mekanik dan pensil warna.
Dari http://www.kaskus.co.id/showthread.php?t=6900381“Pensil mekanik ditemukan di Britania Raya pada tahun 1822 oleh Sampson Mordan dan Gabriel Ridle. Pensil mekanik menjadi tenar di Jepang dengan beberapa pengembangan di tahun 1915 oleh Tokuji Hayakawa, seprang pekerja besi yang selesai magangnya. Pencil mekanik ciptaanya dinamakan Ever-Ready Sharp Pencil.” Karena kecanggihannya, isi pensil mekanis, yang tangkainya dari logam atau plastik, tidak perlu diraut.

 

Lain halnya dengan pensil warna. Untuk produk Faber-Castell, leads  atau isi pensil untuk pensil warna merupakan campuran antara pigment (organic dan inorganic), Kaolin, Carboxy Methyl Cellulose, Wax dan Surfactan. Campuran itu yang membuat isi pensil warna berkualitas baik.

Faber-Castell Yang Terkenal

            Dari www.faber-castell.co.id, “Faber-Castell merupakan salah satu produsen alat tulis tertua di dunia yang didirikan pada tahun 1761 di Stein, Jerman. Berawal dari pabrik pensil yang didirikan oleh Kaspar Faber di Nuremberg, dekat Stein, Jerman dan saat ini perusahaan Faber-Castell telah memasuki generasi ke - 8 yang dipimpin oleh Count Anton Wolfgang von Faber-Castell.”
            Jadi, Faber-Castell adalah perusahaan keluarga yang sampai saat ini telah berdiri selama 251 tahun.  Meskipun awalnya hanya memproduksi pensil, perusahaan ini bisa terus berdiri dan semakin berkembang karena kegigihannya memproduksi alat tulis yang berkualitas dan kepeduliannya terhadap alam.
            “Perusahaan memelihara perkebunan cemara sendiri, di hutan seluas 10.000 hektar yang sebelumnya adalah padang rumput, dekat Prata di Minas Gerais, ribuan mil dari hutan hujan Amazon yang dilindungi. Penanaman kembali yang dilakukan terus-menerus setelah menebang menghasilkan lingkaran ekologi: dua juta bibit Pinus caribea ditanam setiap tahun.  
Pemeliharaan lingkungan juga dilakukan Faber-Castell dalam proses produksi. Faber-Castell adalah satu-satunya perusahaan yang menggunakan cat berbahan dasar air ramah lingkungan yang diproduksi di Eropa, untuk semua pensil kayu Faber-Castell,” http://www.faber-castell.co.id/22950/Berita/Topik/Kayu-dari-Hutan-Sendiri/default_news.aspx menuliskan.


Fakta Mengenai Pensil

  • Jumlah pensil yang diproduksi seluruh negara dalam setahun adalah 14 miliar batang
  • Negara yang memproduksi pensil terbanyak adalah Amerika Serikat yaitu 2 miliar batang
  •  Jika pensil yang diproduksi dalam setahun digunakan untuk membuat garis, maka akan terbentuk 64 kali garis keliling dunia
  • Satu batang pensil dalam digunakan untuk menulis 40.000 kata yaitu sekitar 35 mil atau 56,3255 kilometer.
  •  Awalnya pensil (atau grafit, dalam bentuk aslinya) digunakan untuk menandai kambing. Sifat grafit yang lunak membuat para peternak mudah menorehkan tanda di kulit kambing.
  •  Pensil terbesar dibuat oleh Ashrita Furman di New York. Panjangnya 23 m, berat 10 ton, dan harganya AS$ 20 ribu.
  • Satu batang pohon dengan ukuran rata-rata dapat menghasilkan 170 ribu batang pensil.


Tren Pensil


Pensil yang mudah diganti kemasan luar atau kulitnya membuat muncul dan hilangnya produksi pensil-pensil dengan gambar tokoh-tokoh kartun, superhero, dan semacamnya. Contohnya, Disney konstan menjual pensil serta alat tulis lainnya yang bergambar tokoh-tokoh kartun yang dibuat penciptanya, Walt Disney, seperti Mickey Mouse dan Donald Duck. Begitu pula dengan Marvel Comics yang juga menjual barang-barang termasuk pensil dari koleksi superhero-nya seperti Hulk dan Spiderman.
Namun, banyak macam-macam pensil muncul karena tren. Mari kembali ke lima sampai sepuluh tahun yang lalu. Ingat ketika Pensil Inul yang elastis dan bisa dibengkok-bengkokkan serta Pensil Ajaib yang sangat besar booming-booming-nya? Hampir semua anak SD mempunyai kedua pensil tersebut.
Kenapa? Karena pada saat itu film Pensil Ajaib--serial anak-anak dari India--sangat digemari dan goyangan “ngebor” Inul Daratista yang sedang populer menjadi awal flexible pencil disebut Pensil Inul. Flexible pencil sendiri adalah pensil yang isinya mengandung PVC (PolyVinylChloride) atau yang biasa kita sebut dengan karet yang membuat grafitnya dapat membengkok serta diberi karet, bukan kayu, sebagai cover sehingga peensil bisa membengkok.
Baru-baru ini dapat kita temui pensil bergambar burung-burung dari permainan Angry Birds. Ini juga terjadi karena game tersebut sudah seperti ikon tablet sentuh yang sedang marak digunakan.






Tokoh Terkenal dan Pensilnya

  • Pensil-pensil Thomas Edison yang dibuat khusus oleh Eagle Pencil. Setiap pensilnya panjangnya 3 inci,  isisnya lebih tebal dari pensil biasa dan grafitnya lebih halus dari grafit yang biasa digunakan untuk membuat pensil.
  • Vladimir Nabokov biasanya menulis semua tulisan yang pernah dipublikasikan dengan pensil sebanyak beberapa kali.
  •  John Steinbeck sangat suka menggunakan pensil dan diberitakan menggunakan 60 pensil per harinya. Novelnya East of Eden menghabiskan lebih dari 300 pensil ketika ditulis.
  • Ronald Dahl hanya menggunakan pensil berwarna kuning untuk menulis bukunya. Ia mempunyai 6 pensil yang diraut runcing setiap memulai menulis dan hanya akan diraut lagi saat mereka benar-benar butuh diraut. 



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar