Sabtu, 22 September 2012

Tugas 2 - Plus Minus Labsky




Beragam Kegiatan Mendidik


Setiap sekolah pasti memiliki kekurangan dan kelebihan yang menjadikannya berbeda dengan sekolah lain. Dari segi beragam kegiatan yang diadakan turut memberi dukungan tidak hanya pada perkembangan dari segi fisik dan beragam materi pelajaran yang dikuasai, namun juga keutuhan rohani. Tak terkecuali SMA Labschool kebayoran, tempat saya bersekolah kini. SMA Labschool kebayoran merupakan sekolah swasta yang dibawahi oleh Universitas Negeri Jakarta (UNJ) dan  terletak di JL. Kyai H. Ahmad Dahlan No. 14 , Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.  Letak Labschool Kebayoran yang strategis ini mudah diakses dari berbagai lokasi.

Sekolah ini memiliki sejumlah kegiatan yang menjadikannya unik dan berbeda dengan sekolah lainnya, seperti Trip Observasi (TO).  Kegiatan ini dilakukan di saat tahun pertama siswa-siswi SMA Labsky. Kegiatan ini dilaksanakan selama 5 hari di suatu desa. Seperti angakatan saya sebelumnya, di Desa Parakan Ceuri, Jawa Barat. Siswa-siswi SMA Labsky akan tinggal di rumah orang tua asuh mereka. Turut membantu pekerjaan orang tua asuh dan mempelajari keadaan di kampung tersebut. Pada kegiatan ini diadakan beberapa lomba dan kegiatan penjelajahan yang menempuh medan yang tidak mudah. Tapi justru kegiatan inilah yang paling menyenangkan dan paling ditunggu oleg siswa-siswi SMA Labschool Kebayoran.

Teknisnya, siswa-siswi akan dibagi menjadi beberapa kelompok. Di setiap kelompok dicampur berbagai kelas sehingga menyediakan kesempatan untuk lebih mengenal masing-masing individu dalam angkatan.Setiap kelompok terdiri dari 8-10 orang. Setiap kelompok wajib memilih seorang ketua yang dapat bertanggung jawab atas segala yang terjadi dalam kelompoknya dan dapat mempersatukan kelompoknya. Maka dari itu, dipilih ketua yang tegas, kuat dan bertanggung jawab atas kelompoknya. Setiap siswa dan siswi wajib memiliki sebuah tongkat bambu bercorak yang wajib dibawa kemana-mana jika bepergian keluar rumah saat kegiatan TO berlangsung.

Kegiatan ini bertujuan agar siswa-siswi dapat merasakan bagaimana kehidupan di desa untuk lebih menghargai apa sudah mereka dapatkan. Selain itu kegiatan ini juga mengajarkan kita untuk saling lebih mandiri, membantu orang tua dan menjaga kekompakkan satu angkatan.

Selain TO, ada pula kegiatan militer yang dilaksanakan SMA Labschool Kebayoran di tahun pertama siswa-siswi angkatan baru, masuk. Kegiatan ini biasanya dilakukan di bawah pengawasan Tentara Nasional Indonesia (TNI) selama 6 hari, bernama BINTAMA. Bisa dibilang, masa-masa inilah yang paling berat dari seluruh kegiatan labschool. Kegiatan yang membutuhkan konsentrasi penuh, kesigapan, kedisiplinan, ketegasan dan kekompakan ini jugalah, yang nantinya akan paling berbekas di hati dan memori di samping kegiatan TO. Dan masih banyak kegiatan mendidik lainnya.

Menurut gw, kegiatan2 di Labsky macem MOS, TO & Pra-TO, Bintama dll tuh ngasih efek yg cukup dalem ke mental gw. Terutama ketika ngadepin rutinitas SNMPTN tertulis yg full pressure”, Komentar kak Fajar Fathiawan Pambudi, lulusan SMA Labsky tahun 2012, angkatan 9, Nawastra, yang sekarang kuliah di ITB, Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara, saat saya wawancarai via FB message. Kak Fajar berpendapat bahwa semua kegiatan yang pernah ia jalani di Labsky memberikan ia kemudahan untuk mengerjakan tugas yang cukup sulit dalam waktu singkat. Hal ini mengakibatkan, ketia ia menghadapi hal serupa, ia dapat menjalani dan melewatinya dengan lebih tenang dan mudah.



Menurut Kak Fajar pribadi, kegiatan yang paling berpengaruh dari semua kegiatan yang dilaksanakan oleh SMA Labsky adalah kegiatan yang diadakan Palabsky, bernama PDP. Namun yang paling membuat mentalnya tertekan adalah kegiatan Pra-TO. Menurutnya, di situlah kita dituntut untuk menanamkan jiwa kepemimpinan yang paling berharga, yaitu kesetiakawanan dan belajar menghargai nilai persahabatan.

Hal ini sangatlah penting, karena apabila kita dalam kondisi tertekan kita tak akan pernah bisa merasa kuat berdiri sendiri. Kita akan memiliki pendirian yang lebih kokoh dan mental yang lebih tajam, ketika kita ditopang oleh banyak teman di sekitar kita.

Rupanya, hal ini Kak Fajar buktikan sendiri saat ospek di universitas barunya. Ia merasa tidak kesulitan untuk beradaptasi dengan teman-teman baru dari berbagai daerah. Ia juga merasa percaya diri untuk mengutarakan pendapatnya kepada senior di kampusnya.

Pengalaman yang paling berkesan selama bersekolah di SMA Labschool Kebayoran, menurut kak Fajar adalah saat pendakian Gunung Rinjani bersama Palabsky. Salah satu cabang ekskul di Labsky, yaitu Pecinta Alam. Dalam pendakian itu, Kak Fajar belajar banyak sekali mengenai teamwork , keteguhan mental dan kesiapan fisik, serta skill organisasi yang matang. Baginya, perjalanan pendakian Gunung Rinjani tersebut, bukan hanya perjalanan fisik. Namun juga perjalanan hati. “Kemanapun kaki lo melangkah, selama lo tetap teguh pada tujuan lo, Allah pasti memberi jalan menuju puncak kesuksesan”.

Tapi ada satu hal lucu yang Kak Fajar utarakan di akhir wawancara kami. “Menurut gw semua kegiatan di Labsky itu penting dan minusnya plg gara2 gak gratis haha..” . Kak Fajar berpendapat, apaun jenis kegiatan yang diadakan oleh SMA Labschool Kebayoran, yang terpenting adalah bagaimana cara kita menjalaninya agar menjadi bermanfaat dan berharga untuk diingat di masa yang akan datang.

Yang penting selalu ingat satu prinsip, “Jadi orang penting tuh baik, tapi lebih penting menjadi orang baik” . Begitulah Kak Fajar, Mantan Jendral Bela Negara SMA Labschool Kebayoran, angkatan 9 (Nawastra), mengakhiri wawancaranya.

Sependapat dengan Kak Fajar, Kak Dimitri Alvin Wirjowerdojo, siswa akselerasi angkatan 10, Daswira yang lulus di tahun 2012 bersama angkatan Nawastra, juga mengungkapkan bahwa kegiatan di Labschool sangan berguna saat kita berada di kehidupan perkuliahan. Terutama kegiatan TO, yang menurutnya sangat membantu ia beradaptasi dan lebih mandiri bila jauh dengan orang tua, serta belajar memasak sendiri jugga mencuci baju sendiri.Selain itu, program Bintama juga membantu Kak Dimitri untuk mensyukuri segala anugerah makanan yang ia terima.

 

Menurut Kak Dimitri, tidak ada kegiatan SMA Labschool Kebayoran yan tidak bermanfaat, karena Kak Dimitri percaya, setiap kegiatan yang diadakan Labschool sudah direncanakan sedemikian rupa agar menjadi bekal hidup siswa-siswinya selepas SMA Labschool Kebayoran.

 


Sebagai siswa akselerasi, program pembelajaran yang dijalani Kak Dimitri tentu berbeda dengan Kak Fajar yang mengikuti kelas reguler. Jadwal belajar yang padat dan tergolong sulit memaksanya untuk tetap fokus agar bisa mengejar pelajaran dan bisa lulus bersama angkatan di atasnya. Untuk itu, ia harus pintar-pintar membagi waktu agar dapat mengejar ketertinggalan materinya. Menurutnya karena sudah terbiasa bekerja dan belajar efektif, ia menjadi lebih mudah untuk mengikuti mata kuliah di chemical nanotechnology, University of Leeds, Leeds, UK, yang dosennya hanya mengajarkan garis besarnya saja. Sedangkan segala macam detailnya harus dipelajari sendiri.

 

Dari sudut pandang Kak Dio Aufa Handoyo, slah satu murid akselerasi angkatan Daswira yang lulus tahun 2012 bersama Nawastra, Seluruh kegiatan yang diadakan SMA Labschool Kebayoran sangat lah bermanfaat bagi dunia perkuliahan. Seperti Trip Observasi. Dalam kelompok TO, tidak semua dari kita mengenal satu sama lain. Di situlah kita dipaksa untuk bersosialisasi dan membuka diri dengan sesama anggota kelompok. Kemampuan untuk membangun koneksi antar sesama kelompok dengan cepat itulah yang sangat penting di dunia perkuliahan. Karena, nantinya kita tidak hanya bertemu dan bekerja sama dengan orang yang kita kenal.




 

Contoh lainnya adalah BINTAMA. Untuk Kak Dio pribadi,  ada 3 manfaat yang paling ia rasakan dari kegiatan pertama di dunia perkuliahan.

 

 Yang pertama, disiplin. Bukan disiplin main-main, melainkan disiplin dalam arti kata yang sebenarnya. Bayangkan saja, kita berada dalam pengawasan Kopassus selama 6 hari 5 malam non-stop, bahkan ketika kita sedang tidur. Kegiatan ala militer ini, mau tidak mau membentuk mental kita menjadi lebih disiplin.

 

Yang kedua, kegiatan BINTAMA inimmengenalkan Kak Dio akan dunia militer dan nilai-nilai militer. “Kalo ga ikut Bintama gue mungkin ga bakal sanggup menyelesaikan Pendidikan Dasar Militer gue.”, komentar Kak Dio.

 

Yang ketiga, last but not least, “Buat pamer bahwa gue pernah dilatih Kopassus. haha...”. Wah, rupanya Kak Dio punya selera humor yang cukup baik. Ia mengutarakan bahwa manfaat yang ketiga ini sebenarnya tidak serius. Namun, ia sering melakukannya di depan teman-temannya. J

 

Ada satu pesan Kak Dio untuk siswa-siswi SMA Labschool Kebayoran, tetap seimbangkan antara nilai-nilai akademik dan kegiatan organisasi. Jangan sampai kesibukkan menggeser prioritas dan kewajiban utama kita untuk belajar. Usahakan masuk universitas negeri melalui SNMPTN undangan. Karena akan jau lebih nyaman dan mudah, daripada harus melawan ribuan calon mahasiswa baru yang ingin masuk ke universitas yang sama.

 

Narasumber yang ketiga adalah Kak Andi Audia Wira Tenri, angkatan 8, Hastara, yang lulus tahun 2011. Kak Putri (begitu sapaan akrabnya), kini kuliah di Universitas Indonesia, Fakultas Psikologi. Menurut Kak Putri, Pengalaman yang paling berkesan dan cukup membantu di masa-masa awal kuliah adalah Pra-TO dan TO. Kedua kegiatan ini sangat berguna saat kita menjalani ospek, tau semacam MOS. Di ospek itu, kita akan dimarah-marahi, persis seperti saat Pra-TO yang tujuannya adalah membangun mental dan kedisiplinan. Jika sudah melewati itu semua, ospekpun akan berjalan lancar.

 

Selain Pra-TO dan TO, kegiatan labschool yang lainnya seperti Bintama dan lain sebagainya sangatlah membantu di masa –masa kuliah nanti. Tidak ada kegiatan SMA Labschool Kebayoran yang tidak membawa manfaat apapun bagi masa depan siswa-siswinya kelak.

 

Saran yang diberikan Kak Putri bagi masa depan Labsky hanya satu. Tetap pertahankan kegiatan-kegiatan yang selama ini telah dijalankan, karena itu berpengaruh sangat baik baik masa depan siswa-siswinya.

 

Selain Kak Fajar, Kak Dio dan Kak Putri, saya juga mewawancarai seorang alumni SMA Labschool Kebayoran, bernama Assevittomiardi Mustaqim, dari angkatan 9 (Nawastra), yang baru lulus tahun 2012 ini. Kak Vitto rencananya akan melanjutkan kuliahnya di luar negeri, yaitu di Jerman.

 

Sama seperti Kak Putri, seluruh kegiatan yang diadakan oleh SMA Labschool Kebayoran untuk menunjang perkembangan mental dan fisik bagi siswa-siswinya sangat berguna di duia perkuliahan. Kegiatan-kegiatan tersebut mengajari kita tentang life skill, bagaimana cara berorganisasi, dan mengajari kita pula mengenai profesionalisme dalam bekerja dan belajar.

 

Berbagai program kerja yang dibuat selama menjadi siswa-siswi SMA Labschool juga cukup membantu mempermudah kita saat kuliah nanti. Apalagi bagi yang tergabung dalam sebuah organisasi. Tidak perlu organisasi osis, organisasi lain juga memiliki banyak manfaat bila kita mengikutinya dengan mksimal.

 

Pesan dari Kak Vitto kepada adik-adiknya yang masih bersekolah di SMA Labschool Kebayoran adalah tetap konsisten pada jadwal dan tujuan kita, profesional terhadap pekerjaan kita, dan yang terpenting tetap rendah hati kepada sesama. Dengan begitu, diharapkan siswa-siswi SMA Labschool Kebayoran akan menjadi individu yang lebih baik dan dapat menjadi calon pemimpin masa depan, seperti visi Labschool.

 

Bisa diambil kesimpulan dari seluruh wawancara di atas, bahwa seluruh kegiatan yang diadakan di SMA Labschool Kebayoran sangat bermanfaat bagi masa depan siswa-siswinya. Tidak hanya memberikan pendidik materi dan fisik, Labschool juga memberik pendidikan penting bagi perkembangan mental dan keutuhan rohani. Tak ada yang justru memberikan pengaruh buruk. Yang terpenting adalah bagaimana cara kita menjalani setiap kegiatan itu agar bermanfaat bagi masa depan kita sendiri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar