Selasa, 25 September 2012

Tugas 5 - Perkembangan Uang

Seribu... Dua ribu... Tiga ribu...

Uang. Semua orang membutuhkan uang di dunia ini. Untuk membeli makanan, baju, dan peralatan lainnya. Tanpa uang, kita tidak bisa membeli apapun dan hasilnya, kehidupan kita akan kacau. Sebenarnya apakah uang itu sebenarnya?

Uang adalah segala sesuatu yang umumnya diterima oleh sekelompok orang untuk pertukaran barang, jasa, atau sumber daya. Fungsi uang dibedakan menjadi:
  1. Fungsi Asli
  • Alat tukar
  • Satuan Hitung
  • Alat penyimpanan nilai
  1. Fungsi Turunan
  • Alat pembayaran yang sah
  • Alat pembayaran utang
  • Alat penimbun kekayaan
  • Alat pemindah kekayaan
  • Alat pendorong kegiatan ekonomi
Ada anggapan bahwa uang diciptakan pertama kali di negeri Cina lebih kurang 2700 SM (Sebelum Masehi) oleh Huang (Kaisar Kuning). Sejarah purba juga telah mencatat bahwa orang Assyria, Phunisia, dan Mesir juga telah menggunakan uang sebagai alat tukar. Akan tetapi, dari seluruh perkembangan uang di negara mana pun awalnya dimulai setelah orang mengenal kegiatan tukar-menukar.

Perkembangan uang ini terdiri dari beberapa tahap, yaitu:
  1. Tahap sebelum barter

    Pada tahap ini, masyarakat belum mengenal pertukaran karena setiap orang berusaha memenuhi kebutuhannya dengan usaha sendiri. Apa yang diperolehnya itulah yang dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhannya

  2. Tahap barter

    Tahap selanjutnya ini menghadapkan manusia pada kenyataan bahwa apa yang diproduksi oleh diri sendiri tidak cukup untuk memenuhi kebutuhannya. Akibatnya dilakukanlah sistem barter ini. Pengertiannya? Yaitu barang ditukar dengan barang. Namun akhirnya dirasakan ada kesulitan-kesulitan dengan sistem ini. Di antaranya:
  • Kesulitan untuk menemukan orang yang mempunyai barang yang diinginkan dan juga mau menukarkan barang yang dimilikinya

  • Kesulitan untuk memperoleh barang yang dapat dipertukarkan satu sama lainnya dengan nilai pertukaran yang seimbang atau hampir sama nilainya. 

  • Untuk mengatasinya, mulai timbul pikiran untuk menggunakan benda tertentu untuk digunakan sebagai alat tukar
  1. Tahap Uang Barang
    Pada masa ini, timbul benda-benda yang selalu dipakai dalam pertukaran. Kesulitan yang dialami oleh manusia dalam barter adalah kesulitan mempertemukan orang-orang yang saling membutuhkan dalam waktu bersamaan. Kesulitan itu telah mendorong manusia untuk menciptakan kemudahan dalam hal pertukaran, dengan menetapkan benda-benda tertentu sebagai alat tukar.

    Benda benda yang ditetapkan sebagai alat pertukaran adalah benda-benda yang diterima oleh umum. Benda-benda yang dipilih bernilai tinggi (sukar diperoleh atau memiliki nilai magis dan mistis), atau benda-benda yang merupakan kebutuhan primer sehari-hari. Misalnya, garamoleh orang Romawi digunakan sebagai alat tukar, maupun sebagai alat pembayaran upah. Meskipun alat tukar sudah ada, kesulitan pertukaranpun tetap ada.
    Di antaranya:
    • Nilai yang dipertukarkan belum mempunyai pecahan
    • Sulit untuk penyimpanan dan pengangkutan
    • Mudah hancur atau tidak tahan lama
  1. Tahap uang logam

    Logam dipilih sebagai bahan uang karena:
  • Tahan lama dan tidak mudah rusak
  • Memiliki nilai tinggi
  • Mudah dipecah dengan tidak mengurangi nilainya
    Bahan yang memenuhi syarat-syarat tersebut adalah emas dan perak. Uang yang terbuat dari emas dan perak disebut uang logam. Uang logam emas dan perak juga disebut sebagai uang penuh (full bodied money), artinya nilai intrinsik sama dengan nilai nominalnya. Penggunaan emas dan perak sebagai bahan uang dalam bentuk koin diciptakan oleh Croesus di Yunani sekitar 560-546 SM.

    Bersamaan dengan itu, medium uang yang berfungsi sebagai instrumen alat bayar mulai dikembangkan, dibuat dari berbagai benda padat lainnya seperti tembikar, keramik atau perunggu. Sejalan dengan perkembangan perekonomian, maka perkembangan tukar menukar yang harus dilayani dengan uang logam juga berkembang. Sedangkan jumlah logam mulia terbatas. Penggunaan uang logam juga sulit dilakukan untuk transaksi dalam jumlah beaar. Sehingga terciptalah uang kertas.
  1. Tahap uang kertas

    Mula mula uang kertas yang beredar merupakan bukti-bukti kepemilikan emas dan perak sebagai alat/perantara untuk melakukan transaksi. Selanjutnya masyarakat tidak menggunakan emas secara langsung sebagai alat pertukaran. Sebagai gantinya, mereka menjadikan kertas bukti tersebut sebagai alat tulis.

    Desa Jachymod di Ceko, Eropa Timur, dianggap sebagai wilayah pertama yang menggunakan mata uang yang diberi nama dollar. Merupakan mata uang yang paling populer di abad modern. Dalam sejarah pemakaian kertas sebagai bahan pembuatan uang, Cina dianggap sebagai bangsa yang pertama kali menemukannya. Yaitu sekitar pada abad pertama Masehi, pada masa Dinasti Tang.

    Benjamin Franklin (AS) ditetapkan sebagai bapak uang kertas karena ia yang pertama kali mencetak dollar dari bahan kertas. Semula digunakan untuk membiayai perang kemerdekaan amerika serikat. Disinilah dapat dilihat fungsi asli uang yaitu sebagai:
  • Alat tukar
  • Satuan hitung
  • Penyimpanan nilai
  1. Tahap penggunaan uang elektronik

    Seiring dengan kemajuan teknologi, khususnya teknologi informasi, mulailah berkembang uang elektronik. Di mana untuk menyelesaikan transaksi ekonomi, pihak yang melakukan transaksi tidak perlu membawa uang tunai. Namun, cukup dengan melakukan pembayaran melalui kartu kredit, dan transfer antar rekening -yang saat ini bahkan dapat dilakukan melalui intrnet, sms, dan telepon seluler.
Setelah meilhat perkembangan uang yang ada di dunia ini, kita dapat menentukan syarat-syarat benda atau bahan apa saja yang bisa dijadikan uang. Syarat-syaratnya adalah:
  • Diterima secara umum
  • Tahan lama
  • Kualitas cenderung sama
  • Jumlah dapat memenuhi kebutuhan masyarakat
  • Tidak mudah dipalsukan
  • Mudah dibawa
  • Mudah dibagi tanpa mengurangi nilai
  • Nilai yang cenderung stabil dari waktu ke waktu
Di Indonesia, perkembangan uang mulai beredar pada masa awal kemerdekaan. Di masa itu, peredaran mata uang tidak terkendali, sementara pemerintah Republik Indonesia belum memiliki mata uang. Ada tiga mata uang yang dinyatakn berlaku oleh pemerintah RI, yaitu mata uang Jepang, mata uang Hindia Belanda, dan mata uang de Javasche Bank.

Akhirnya pada tanggal 26 oktober 1946 pemerintah RI memberlakukan mata uang baru ORI (oeang Republik Indonesia) sebagai alat tukar yang sah di seluruh wilayah RI. Sejak saat itu, mata uang Jepang, Hindia Belanda, dan de Javasche Bank tidak berlaku lagi.

Sekarang, jenis uang yan berlaku di Indonesia ada dua jenis yaitu: Uang kartal dan Uang giral.
  1. Uang Kartal
    Merupakan uang yang sehari-hari kita gunakan yang terdiri dari uang kertas dan uang logam. Alat bayar yang sah dan wajib digunakan oleh seluruh masyarakat.
  1. Uang Giral
    Uang yang dimiliki oleh masyarakat dalam bentuk simpanan. Dapat ditarik sesuai dengan kebutuhan. Hanya beredar di kalangan tertentu saja sehingga masyarakat berhak menolak apabila dilakukan pembayaran menggunakan uang giral. Contohnya deposito, giro, dll.
Berdasarkan bahan pembuatannya, uang di Indonesia dibagi menjadi 2 yaitu: Uang kertas dan uang logam.
  1. Uang Kertas
    Terbuat dari kertas dengan gambar dan cap tertentu dan merupakan alat pembayaran yang sah.

  2. Uang Logam
    Terbuat dari logam, biasanya emas atau perak. Karena kedua logam ini memiliki nilai yang cenderung tinggi dan stabil. Bentuknya mudah dikenali, dan tidak mudah hancur. Memiliki 3 macam nilai:
    • Nilai Intrinsik : Nilai bahan yang digunakan sebagai pembuatnya.
    • Nilai Nominal : Yaitu nilai yang tertera pada uang itu sendiri.
    • Nilai Tukar : Kemampuan uang itu untuk ditukar dengan suatu benda (daya beli uang).
Setelah kita membahas tahap-tahap uang, sekarang mari kita mulai membicarakan tentang bahan uang. Seperti yang kita tahu, teknologi di dunia ini berkembang sangat pesat. Ambil contoh saja perkembangan komputer. Mulai dari Abacus, kalkulator roda numerik, kalkulator mekanik. Lalu muncul mesin differensial yang ditemukan oleh Charles Babbage.

Mulai dari saat itu, mulai muncul komputer generasi pertama yang menggunakan tabung vacum untuk memproses dan mengolah data. Lalu penemuan transistor yang menyebabkan terciptanya komputer generasi kedua. Mengalami proses panjang sampai sekarang pada komputer generasi keempat. Komputer pada zaman sekarang sudah berukuran lebih kecil dari zaman dahulu. Fasilitasnya pun bermacam-macam. Menuntut untuk pembuatan berbagai mesin lain sebagai pendamping komputer itu sendiri.

Salah satunya adalah mesin pencetakan. Kegunaan dari mesin pencetakan ini juga berhubungan dengan uang. Dengan adanya mesin pencetakan, dapat tercetaklah uang kertas dan uang logam. Dengan bahan dasar kertas dan logam. Tetapi apakah anda tahu? Selain bahan-bahan tersebut, berbagai bentuk uang dari bahan yang tak lazim pun pernah dicoba oleh beberapa negara.
  1. Uang dari lembaran kayu (Jerman)

    Pernah digunakan sebagai uang darurat di Jerman semasa pemulihan pasca perang dunia 1. Saking daruratnya, uang dicetak dari alumunium foil, kain sutra, bahkan kartu remi sisa-sisa perang. Seorang kolektor uang pasti akan berani membayar mahal untuk uang-uang aneh ini. Yang paling mahal adalah batu yang dicetak menjadi uang koin pada masa tersebut

  2. Uang dari kumpulan voucher (Vietnam)

    Jika kita pernah berpikir bahwa uang bisa membeli segalanya, ternyata tidak. Uang Vietnam pada tahun 70-an ini berlaku sebagai kumpulan potongan voucher yang hanya bisa digunakan untuk membeli pakaian dan perlengkapannya.

  3. Mata uang berbentuk komoditas

    Garam adalah salah satu barang tertua yang digunakam sebagai pembayaran. Sebenarnya, kata salary (gaji) berasal dari bahasa latin "salarium" yaitu uang yang telah dibayarkan kepada prajurit Roma untuk membeli garam. Garam juga digunakan sebagai alat tukar utama di Gurun Sahara selama berabad-abad. Dan juga di seluruh Afrika Timur.

    Mata uang berupa komoditas yang lainnya:
  • "RENG", uang berbentuk bola benang yang dibungkus dalam sabut kelapa. Digunakan di Kepulauan Solomon
  • Kakao digunakan di seluruh Meksiko dan Amerika Tengah
  • Keju parmigiano reggiano, bahkan bisa digunakan sebagai pinjaman di Italia.

Saat ini, penggunaan uang sudahlah sangat mudah. Kita tinggal menunggu evolusi uang seperti apa lagikah yang akan terjadi di masa depan. Sampai saat itu terjadi, marilah kita terus merawat uang yang ada di Indonesia saat ini.

Sumber:
1. http://wonkcrb.blogspot.com/2010/06/sejarah-perkembangan-uang.html
2. http://www.anneahira.com/perkembangan-uang.htm
3. http://esdua.web.id/2012/07/sejarah-perkembangan-uang/
4. http://www.scribd.com/doc/38228931/Sejarah-Perkembangan-Uang
5. http://id.wikipedia.org/wiki/Uang

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar