Sabtu, 22 September 2012

Tugas 5 - Perkembangan Telepon Seluler


Perkembangan Telepon Seluler


Telepon seluluer, atau telepon genggam (yang sering diucapkan sebagai handphone atau hp dalam bahasa Indonesia) adalah sebuah alat yang dapat membuat dan menerima panggilan telepon melalui radio link sementara bergerak di sekitar area geografis yang luas. Ia melakukannya dengan menghubungkan ke jaringan seluler yang disediakan oleh operator telepon seluler, yang memungkinkan akses ke jaringan telepon umum. Telepon seluler juga merupakan perangkat elekomunikasi elektronik yang mempunyai kemampuan dasar yang sama dengan telepon konvensional saluran tetap, namun dapat dibawa ke mana-mana (portabel, mobile) dan tidak perlu disambungkan dengan jaringan telepon menggunakan kabel (nirkabel; wireless).Sebaliknya, telepon tanpa kabel hanya digunakan dalam jarak dekat dari stasiun telepon itu sendiri.

SEJARAH

Penemu sistem telepon genggam yang pertama adalah Martin Cooper, seorang karyawan Motorola pada tanggal 03 April 1973, walaupun banyak disebut – sebut penemu telepon genggam adalah sebuah tim dari salah satu divisi Motorola (divisi tempat Cooper bekerja) dengan model pertama adalah DynaTAC. Ide yang dicetuskan oleh Cooper adalah sebuah alat komunikasi yang kecil dan mudah dibawa bepergian secara fleksibel. Cooper bersama timnya menghadapi tantangan bagaimana memasukkan semua material elektronik ke dalam alat yang berukuran kecil tersebut untuk pertama kalinya. Namun akhirnya sebuah telepon genggam pertama berhasil diselesaikan dengan total bobot seberat dua kilogram. Karena alat yang berada di dalam telepon genggam itu alat-alat yang pada masa itu tergolong dalam alat-alat yang sangat kecil, maka dari itu dalam bahasa Inggris telepon genggam disebut dengan cell phon dikarenakan ukurang bagian dalam yang kecil (seperti sel). Untuk memproduksinya, Motorola membutuhkan biaya setara dengan US$1 juta. “Di tahun 1983, telepon genggam portabel berharga US$4 ribu (Rp36 juta) setara dengan US$10 ribu (Rp90 juta).



Setelah berhasil memproduksi telepon genggam, tantangan terbesar berikutnya adalah mengadaptasi infrastruktur untuk mendukung sistem komunikasi telepon genggam tersebut dengan menciptakan sistem jaringan yang hanya membutuhkan 3 MHz spektrum, setara dengan lima channel TV yang tersalur ke seluruh dunia.



Tokoh lain yang diketahui sangat berjasa dalam dunia komunikasi selular adalah Amos Joel Jr yang lahir di Philadelphia, 12 Maret 1918, ia memang diakui dunia sebagai pakar dalam bidang switching.  Tidak lama setelah studi, ia memulai kariernya selama 43 tahun (dari Juli 1940-Maret 1983) di Bell Telephone Laboratories, tempat ia menerima lebih dari 70 paten Amerika di bidang telekomunikasi, khususnya di bidang switching. Amos E Joel Jr, membuat sistem penyambung (switching) ponsel dari satu wilayah sel ke wilayah sel yang lain. Switching ini harus bekerja ketika pengguna ponsel bergerak atau berpindah dari satu sel ke sel lain sehingga pembicaraan tidak terputus. Karena penemuan Amos Joel inilah penggunaan ponsel menjadi nyaman dan bisa berbicara sambil melakukan banyak hal dan kegiatan menjadi lebih produktif.

PERKEMBANGAN

Generasi 0



Sejarah penemuan telepon seluler tidak lepas dari perkembangan radio. Pada masa ini, baru lahir cikal-bakal dari telepon genggam, yang sebenarnya lebih sering dikenal sebagai handie-talkie, atau walkie-talkie. Alat ini lebih sering digunakan oleh pemerintah sebagai alat komunikasi untuk polisi atau tentara, agar lebih mudah memberikan informasi kepada teman sekelompok mereka tanpa terlihat musuh. Alat ini menambah efisiensi polisi dalam memberikan dan membantu orang banyak.



Awal penemuan telepon seluler dimulai pada tahun 1921 ketika Departemen Kepolisian Detroit Michigan mencoba menggunakan telepon mobil satu arah. Kemudian, pada tahun 1928 Kepolisian Detroit mulai menggunakan radio komunikasi satu arah regular pada semua mobil patroli dengan frekuensi 2 MHz. pada perkembangan selanjutnya, radio komunikasi berkembang menjadi dua arah dengan ‘’frequency modulated ‘’(FM).



Tahun 1940, Galvin Manufactory Corporation (sekarang Motorola)mengembangkan sebuah alat bernama Handie-talkie SCR536 yang bekerja secara portabel, yang berarti sebuah alat komunikasi di medan perang saat perang dunia II. Masa ini merupakan generasi 0 telepon seluler atau 0-G, dimana telepon seluler mulai diperkenalkan.



Setelah mengeluarkan SCR536, kemudian pada tahun 1943 Galvin Manufactory Corporation mengeluarkan kembali portabel FM radio dua arah pertama yang diberi nama SCR300 dengan model backpack untuk tentara U.S. Alat ini memiliki berat sekitar 35 pon dan dapat bekerja secara efektif dalam jarak operasi 10 sampai 20 mil.



Sistem telepon seluler 0-G masih menggunakan sebuah sistem radio VHF untuk menghubungkan telepon secara langsung pada PSTN landline. Kelemahan sistem ini adalah masalah pada jaringan kongesti yang kemudian memunculkan usaha-usaha untuk mengganti sistem ini.



Generasi 0 diakhiri dengan penemuan konsep modern oleh insinyur-insinyur dari Bell Labs pada tahun 1947. Mereka menemukan konsep penggunaan telepon hexagonal sebagai dasar telepon seluler. Namun, konsep ini baru dikembangkan pada 1960-an.

Generasi I



Telepon genggam generasi pertama disebut juga 1G. 1-G merupakan telepon genggam pertama yang sebenarnya. Tahun 1973, Martin Cooper dari Motorola Corp menemukan telepon seluler pertama dan diperkenalkan kepada public pada 3 April 1973. Telepon seluler yang ditemukan oleh Cooper memiliki berat 30 ons atau sekitar 800 gram. Penemuan inilah yang telah mengubah dunia selamanya. Teknologi yang digunakan 1-G masih bersifat analog dan dikenal dengan istilah AMPS. AMPS menggunakan frekuensi antara 825 Mhz- 894 Mhz dan dioperasikan pada Band 800 Mhz. Karena bersifat analog, maka sistem yang digunakan masih bersifat regional. Salah satu kekurangan generasi 1-G adalah karena ukurannya yang terlalu besar untuk dipegang oleh tangan. Ukuran yang besar ini dikarenakan keperluan tenaga dan performa baterai yang kurang baik. Selain itu generasi 1-G masih memiliki masalah dengan mobilitas pengguna. Pada saat melakukan panggilan, mobilitas pengguna terbatas pada jangkauan area telpon genggam. Jika kita keluar dari area jangkauan telepon genggam generasi pertama, secara otomatis panggilan akan terhenti dengan sendirinya.


Generasi II


Generasi kedua atau 2-G muncul pada sekitar tahun 1990-an. 2G di Amerika sudah menggunakan teknologi CDMA, sedangkan di Eropa menggunakan teknologi GSM. GSM menggunakan frekuensi standar 900 Mhz dan frekuensi 1800 Mhz. Dengan frekuensi tersebut, GSM memiliki kapasitas pelanggan yang lebih besar. Pada generasi 2G sinyal analog sudah diganti dengan sinyal digital. Penggunaan sinyal digital memperlengkapi telepon genggam dengan pesan suara, panggilan tunggu, dan SMS (Short Message Service). Telepon seluler pada generasi ini juga memiliki ukuran yang lebih kecil dan lebih ringan karena penggunaan teknologi chip digital. Ukuran yang lebih kecil juga dikarenakan kebutuhan tenaga baterai yang lebih kecil. Kebutuhan tenaga baterai yang lebih kecil ini menambah efisiensi, karena pengguna tidak perlu mengisi baterai telepon secara sering. Keunggulan dari generasi 2G adalah ukuran dan berat yang lebih kecil serta sinyal radio yang lebih rendah, sehingga mengurangi efek radiasi yang membahayakan pengguna.

Generasi III



Generasi ini disebut juga 3G yang memungkinkan operator jaringan untuk memberi pengguna mereka jangkauan yang lebih luas, termasuk internet serta video call berteknologi tinggi. Dalam 3G terdapat 3 standar untuk dunia telekomunikasi yaitu Enhance Datarates for GSM Evolution (EDGE), Wideband-CDMA, dan CDMA 2000. Kelemahan dari generasi 3G ini adalah biaya yang relatif lebih tinggi, dan kurangnya cakupan jaringan karena masih barunya teknologi ini. Tapi yang menarik pada generasi ini adalah mulai dimasukkannya sistem operasi pada ponsel sehingga membuat fitur ponsel semakin lengkap bahkan mendekati fungsi PC. Sistem operasi yang digunakan antara lain Symbian, Android dan Windows Mobile. 

Generasi IV



Generasi ini disebut juga Fourth Generation (4G). 4G merupakan sistem ponsel yang menawarkan pendekatan baru dan solusi infrastruktur yang mengintegrasikan teknologi nirkabel yang telah ada termasuk wireless broadband (WiBro), 802.16e, CDMA, wireless LAN, Bluetooth, dan lain-lain. Sistem 4G berdasarkan heterogenitas jaringan IP yang memungkinkan pengguna untuk menggunakan beragam sistem kapan saja dan di mana saja. 4G juga memberikan penggunanya kecepatan tinggi, volume tinggi, kualitas baik, jangkauan global, dan fleksibilitas untuk menjelajahi berbagai teknologi berbeda. Terakhir, 4G memberikan pelayanan pengiriman data cepat untuk mengakomodasi berbagai aplikasi multimedia seperti, video conferencing, online game, dan lain-lain. Pengiriman data yang cepat ini sangat memudahkan, dikarenakan kebutuhan dunia modern yang semakin meningkat. Kebanyakan dari ponsel generasi keempat ini sudah bisa menggantikan fungsi PC (Personal Computer) sehingga meningkatkan produktivitas pengguna. Kekurangannya adalah, harga ponsel dari generasi keempat ini masih relatif tinggi dan di Indonesia masih jarang pengguna ponsel generasi keempat yang ditemukan; kebanyakan hanya di daerah kota-kota besar saja. Selain itu, karena seringkali terjadi keterbatasan sinyal yang dibutuhkan oleh ponsel generasi keempat, ponsel yang berada dalam generasi keempat ini membuat baterai menjadi lebih cepat boros. Karena itu, banyak ponsel generasi keempat yang menawarkan pilihan untuk penggunanya; seperti mencantumkan pilihan apakah pengguna lebih ingin memilih sinyal 2G, 3G, atau 4G.

JENIS

Dikarenakan perkembangan ponsel yang telah menjadi jauh begitu pesat, kini ponsel-ponsel yang beredar lebih banyak dikategorikan berdasarkan jenisnya, yang tentunya sudah jauh lebih banyak dibandingkan dengan ponsel dari generasi-generasi awal. Ponsel bisnis merupakan sebuah jenis ponsel yang memang sengaja ditawarkan oleh para pekerja sibuk, yang tidak begitu memiliki waktu untuk berada di satu tempat dalam waktu yang lama. Seluruh ponsel bisnis ini sudah tergolong dalam katagori telepon pintar, atau smartphone. Dalam ponsel bisnis, semua fasilitas bisnis sudah ada di dalam ponsel tersebut. Banyak dari ponsel bisnis ini yang sudah bisa menggantikan fungsi PC, bahkan beberapa diantaranya sudah melebihi fasilitas dari PC.



Jenis yang kedua adalah ponsel hiburan, atau yang sering dijuluki sebagai playphone. Ponsel ini berjenis multimedia, dimana semua aktivitas yang berhubungan dengan musik, seni, foto, game, fitur sosial, dan yang lainnya dapat diatasi dengan sebuah ponsel. Biasanya, ponsel jenis ini memiliki variannya sendiri, seperti sebuah ponsel dari sebuah merk ternama yang menawarkan ponsel yang menunjang berbagai macam game dan dibuat senyaman dan semirip mungkin dengan PSP (Playstation Portable).



Ponsel fashion lebih banyak mengandalkan tampilannya, meskipun terkadang fiturnya masih kalah dari ponsel bisnis atau ponsel hiburan. Seringkali harganya bisa berkali-kali lipat dari ponsel lainnya. Hal itu disebabkan tampilannya yang mewah, dan tak jarang berasal dari para perancang terkenal.



Yang terakhir adalah ponsel standar. Kebanyakan dari ponsel standar ini diperuntukkan untuk para pengguna yang menginginkan ponsel dengan fitur yang sangat sederhana, hanya berisi fitur-fitur inti seperti telepon dan SMS, serta sedikit game sebagai hiburan.
Perkembangan telepon genggam atau ponsel tentunya sudah mencukupi kebutuhan kita akan kenyamanan. Teknologi-teknologi tersebut masih akan berkembang, dan tentu saja, segala kebutuhan, keinginan, dan keperluan kita suatu saat nanti akan bisa dipenuhi hanya dengan satu tombol di dalam ponsel di genggaman kita. 





Sumber:
www.wikipedia.com
www.id.wikipedia.org
www.google.com
www.mazipanneh.wordpress.com
www.engineeringtown.com
Dokumen Penulis




Tidak ada komentar:

Posting Komentar