Sabtu, 15 September 2012

Tugas 5 - Perkembangan Teh


 Teh, Minuman Terpopuler Nomor Dua di Dunia

 

Bila kita merasa tidak enak badan, pusing, ataupun mual, biasanya minuman apa yang kita minum selain air putih, untuk meredakan hal itu?

Saat sedang berkunjung ke rumah orang lain, ataupun saat kedatangan tamu, minuman apa yang biasanya disuguhkan kepada tamu? 


Semua orang pasti mengenal “Teh”, minuman paling terkenal di dunia kedua setelah air mineral. Teh adalah sejenis minuman yang mengandung kafein yang dibuat dengan cara menyeduh daun, pucuk daun, atau tangkai daun yang dikeringkan dari tanaman Camellia sinensis dengan air panas.
Istilah teh tidak hanya digunakan pada minuman yang dibuat dengan daun teh, tetapi juga digunakan untuk minuman yang dibuat dari buah, rempah-rempah atau tanaman obat lain yang diseduh, misalnya, teh rosehip, camomile, krisan dan Jiaogulan. Teh yang tidak mengandung daun teh disebut teh herbal, sementara teh yang terbuat dari daun teh itu sendiri dibagi menjadi 4 kelompok: teh hitam, teh oolong, teh hijau, dan teh putih.

Daun Teh

Di Inggris, teh merupakan simbol sosialisasi. Masyarakat Inggris memiliki tradisi minum teh di sore hari. Tradisi ini bermulai kebiasaan Duchess of Bedford (1780-an) yang sering mengundang teman-temannya berkumpul untuk minum teh di rumahnya. Ternyata kebiasaan ini menjadi trend karena para bangsawan bisa saling bersosialisasi. Sejak saat itu acara afternoon tea menjadi tradisi turun menurun di Inggris. Selain menyajikan aneka jenis teh, tradisi afternoon tea ini juga dilakukan sambil menikmati kue-kue kecil dan melakukan aktifitas bersama seperti menonton acara berkuda dan berbagai permainan yang terkenal di Inggris.  

Afternoon Tea
Mad Hatters Tea Party di Inggris

Berbeda lagi dengan di Jepang, dimana teh merupakan simbol ketenangan. Di Jepang ada tradisi minum teh yang disebut Chanoyu yang dilakukan di sukiya (rumah teh). Acara chanoyu ini bukan sekedar menikmati teh saja, tapi juga sebuah ritual untuk belajar ketenangan dan kesopanan. Karena sepanjang acara semua orang harus bersikap tenang, tidak bersuara, berlaku sopan dan sabar. Semua orang yang hadir di acara chanoyu harus sabar menunggu teh dihidangkan, menuangkan teh secara perlahan dan menikmatinya dengan sepenuh hati.

Upacara Minum Teh

Sementara untuk di Cina, Negara asal teh, minuman ini dianggap sebagai simbol penghargaan bagi masyarakatnya. Bagi masyarakat Cina, menyugukan teh bagi tamu itu adalah wajib. Karena teh adalah simbol penghargaan dan penghormatan bagi mereka. Bahkan saat perkawinan, mempelai wanita dan pria harus menuangkan teh dan bersulang untuk Ayah dan Ibu mereka sebagai tanda hormat.
Dari hal di atas dapat kita ketahui bahwa teh merupakan minuman yang memiliki banyak sekali manfaat dan bisa digunakan dalam berbagai macam situasi. Tetapi, bagaimanakah sejarah perkembangan teh itu sendiri? Mulai dari ia ditemukan, sampai menjadi sangat populer seperti sekarang.

Sejarah Teh di Dunia 

 Pada mulanya, teh pertama kali ditemukan di Cina, dimana disanalah pohon teh Cina (Camellia sinensis) ditemukan dan berasal. Tepatnya di provisnsi Yunnan, bagian barat daya (South-West) Cina. Iklim wilayah di daerah itu tropis dan sub-tropis, dimana daerah tersebut memang secara keseluruhan adalah hutan jaman purba. Daerah yang seperti itu, yang hangat dan lembab menjadi tempat yang sangat cocok bagi tanaman teh, bahkan ada teh liar yang berumur 2,700 tahun, dan selebihnya tanaman teh yang ditanam yang mencapai usia 800 tahun juga ditemukan ditempat ini.
Bentuk dokumentasi tentang teh yang tertua berasal dari legenda, dimana diceritakan bahwa Shennong yang menjadi asal muasal pertanian dan ramuan obat -obatan, juga yang menjadi penemu teh. Dikatakan dalam bukunya bahwa ia secara langsung mencoba banyak ramuan herbal dan menggunakan teh sebagai obat pemunah bila ia terkena racun dari ramuan yang dicoba. Hidupnya berakhir karena ia meminum ramuan yang beracun dan tidak sempat meminum teh pemunah racun menyebabkan organ dalam tubuhnya meradang.
Teh Cina pada awalnya memang digunakan untuk bahan obat – obatan (di abad ke-8 SM), itupun sudah berumur ribuan tahun riwayatnya. Orang-orang Cina pada waktu itu mengunyah teh untuk menikmati rasa yang menyenangkan dari sari daun teh pada tahun 770 SM – 476 SM. Teh juga sering kali dipadukan dengan berbagai jenis makanan dan racikan sop.

Chinese Tea

Pada jaman pemerintahan dinasty Han pada tahun 221 SM – 8 M, teh mulai diolah dengan pemrosesan yang terbilang sederhana, dibentuk membulat, dikeringkan dan disimpan, teh mulai dijadikan sebagai minuman, teh diseduh dan dikombinasikan dengan ramuan lain (misalnya : jahe) dan kebiasaan ini melekat kuat dengan kebudayaan masyarakat Cina. Lebih jauh lagi, teh kemudian digunakan sebagai tradisi dalam menjamu para tamu. Setelah jaman Dinasti Ming, banyak ragam jenis teh kemudian ditemukan dan ditambahakan, teh yang populer nantinya ini banyak dikembangkan di daerah Canton(Guangdong) dan Fukien(Fujian).
Konsumsi budaya Cina akan kebiasaan minum teh pun menyebar, bahkan melekat erat pada setiap lapisan masyarakat. Pada tahun 800 M., Lu Yu menulis buku yang mendefiniskan tentang teh, dengan judul “Ch'a Ching”. Lu Yu adalah seorang anak yatim yang dibesarkan oleh cendekiawan Pendeta Budha di salah satu Biara terbaik di Cina. Sebagai seorang pemuda, dia memiliki kedisiplinan yang bagus, yang kemudian membuatnya memiliki daya pengamatan yang baik, prestasinya pun meningkat dari tahun ke tahun, meskipun demikian, ia merasa hidupnya hampa dan tidak bermakna.
Setelah setengah perjalan hidupnya, ia pensiun selama 5 tahun untuk mengasingkan diri. Dengan riwayat hidup dan perjalanan yang pernah disinggahinya, ia mengkondisikan beragam metode dalam bertanam dan mengelola teh jaman Cina Purba.
Pengaruh teh  Cina tersebut ternyata menulari masyarakat Jepang. Konsumsi teh menyebar melalui kebudayaan Cina yang akhirnya menjangkau setiap aspek masyarakat. Bibit teh dibawa ke Jepang oleh seorang pendeta Budha bernama Yeisei yang melihat bahwa teh Cina mampu meningkatkan meditasi. Ia dikenal sebgai Bapak Teh di Jepang, karena asal muasal inilah, teh Jepang erat kaitannya dengan Zen Buddhism. Teh diminati pula dalam kekaisaran Jepang, yang kemudian menyebar dengan cepat di kalangan istana dan masyarakat Jepang.
Kemudian, budaya mengkonsumsi teh yang sudah dilakukan di Cina dan Jepang pun menjadi buah bibir di Eropa. Kelompok kafilah bahkan mendengar bagaimana orang-orang mengkonsumsi teh, dan mendapatkan informasi yang samar, lucunya mereka mendengar bahwa teh di seduh, digarami, diberi mentega dan kemudian dimakan. Orang Eropa yang secara personal menemukan teh dan kemudian menulis tentangnya adalah Jesuit Father Jasper de Cruz pada tahun 1560.
Karena Portugis menjalin hubungan dagang dengan Cina, mengembangkan jalur dagang dengan mengkapalkan teh ke Lisbon dan kemudian kapal-kapal Belanda berangkat ke Perancis, Negeri Belanda dan baltik, teh kemudian semakin populer ke belahan dunia barat.
Teh singgah di Eropa pada jaman Elizabeth I, dan kemudian menjadi tren dalam kerajaan Belanda. Teh menjadi minuman yang mahal pada waktu itu, dimana ia berharga lebih dari $100 per pound-nya, sehingga para pedagang teh mendapatkan kemakmuran darinya. Masyarakat Belanda sangat menggemari teh, dan konsumsi teh pun meningkat pesat, meskipun demikian banyak yang mempertanyakan manfaat teh,dan berbagai dampak negatif lainnya. Apapun itu, masyarakat pada umunya tidak lagi mempermasalahkan/terpengaruh dan kembali menikmati minuman teh ini. Teh menjadi bagian dari masyarakat di eropa, dan ragam kombinasi konsumsi teh pun dicoba, seperti mencampurkan teh dengan susu. Pada masa itupun layanan teh disajikan pertama kali di restoran. Kedai minuman pun memberikan perkakas eh portable lengkap disertai alat pemanasnya.
Twinings, penyedia resmi teh untuk keluarga kerajaan Inggris

Twinings - Lady Grey Tea

Teh pun sangat populer di Perancis, tetapi tidak berlangsung lama, dimana ia kira-kira bertahan selama lima belas tahun, dan kemudian digantikan popularitasnya dengan minuman yang memiliki daya tarik yang lebih kuat seperti anggur, kopi dan cokelat.
Teh bahkan menjadi budaya dan bagian dari seni yang dituangkan dalam Japanese Tea Ceremony (Cha-no-yu atau air panas untuk teh). Upacara ini membutuhkan latihan yang panjang, bahkan hingga bertahun – tahun. Performasi dari Cha-no-yu adalah menjungjung tinggi kesempurnaan, kesopanan, pesona dan keanggunan.
Lalu, pada tahun 1650, orang – orang Belanda menjadi sangat aktif dalam perdagangan sampai pada dunia Barat. Peter Stuyvesant yang membawa pertamakali teh Cina ke Amerika untuk koloninya.     
Teh pertama kali tiba di Inggris sekitar tahun 1650-an, setelahnya teh menjadi minuman yang sangat populer bahkan dapat dikatakan sebagai minuman nasional masyarakat Inggris.

Sejarah Teh di Indonesia

Tanaman teh pertama kali masuk ke Indonesia pada tahun 1684, berupa biji teh dari Jepang yang dibawa oleh seorang Jerman bernama Andreas Cleyer, dan ditanam sebagai tanaman hias di Jakarta. Pada tahun 1694, seorang pendeta bernama F. Valentijn melaporkan melihat perdu teh muda berasal dari China tumbuh di Taman Istana Gubernur Jendral Champhuys di Jakarta.

Kebun Teh di Indonesia

Pada tahun 1826, tanaman teh berhasil ditanam melengkapi Kebun Raya Bogor, dan pada tahun 1827 di Kebun Percobaan Cisurupan, Garut, Jawa Barat. Berhasilnya penanaman percobaan skala besar di Wanayasa (Purwakarta) dan di Raung (Banyuwangi) membuka jalan bagi Jacobus Isidorus Loudewijk Levian Jacobson, seorang ahli teh, menaruh landasan bagi usaha perkebunan teh di Jawa.
Teh dari Jawa tercatat pertama kali diterima di Amsterdam tahun 1835. Teh jenis Assam mulai masuk ke Indonesia (Jawa) dari Sri Lanka (Ceylon) pada tahun 1877, dan ditanam oleh R.E. Kerkhoven di kebun Gambung, Jawa Barat. Dengan masuknya teh Assam tersebut ke Indonesia, secara berangsur tanaman teh China diganti dengan teh Assam, dan sejak itu pula perkebunan teh di Indonesia berkembang semakin luas. Pada tahun 1910 mulai dibangun perkebunan teh di daerah Simalungun, Sumatera Utara.

Teh Sosro, merek dagang teh yang populer di Indonesia

Manfaat Teknologi Terhadap Perkembangan Teh

Perkembangan teknologi yang semakin pesat akhir-akhir ini banyak mempengaruhi berbagai bidang lainnya. Perkembangan bidang pertanian dan perkebunanpun ternyata juga terpengaruhi oleh kemajuan teknologi.
Pada awalnya teh dibuat dengan cara sederhana yang menghasilkan teh yang sederhana pula, tetapi seiring berjalannya waktu, teknologi yang ada pun semakin canggih, dan saat ini beberapa jenis teh dibuat dengan bantuan teknologi yang menghasilkan teh dengan kualitas yang lebih tinggi.
Selain itu, petani saat ini juga dapat meningkatkan kualitas produksi pertaniannya dengan membaca berbagai informasi yang bermanfaat dari internet.


Beberapa Jenis Teh Saat Ini 

Setelah mengalami perjalanan yang cukup panjang hingga menjadi sangat populer di dunia, kini teh sudah ada dalam berbagai jenis yang berbeda.  Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut:
  •   Teh hitam



Teh hitam merupakan jenis teh yang paling umum, dan mendominasi 75 persen pasar teh dunia. Terbuat dari daun tanaman Camellia sinensis, yang biasanya digulung, fermentasi, kemudian dikeringkan dan dihancurkan. Teh hitam biasanya sedikit pahit dengan kadar kafein tertinggi dibandingkan jenis lainnya. Teh ini mencapai 40 miligram dibandingkan kopi yang mengandung kafein antara 50-100 miligram.
Penelitian menunjukkan orang yang minum tiga cangkir teh hitam atau lebih per hari mengurangi risiko stroke hingga 21 persen. Memiliki konsentrasi antioksidan cukup tinggi, yang dikenal sebagai flavin dan rubigins. "Senyawa ini memiliki efek yang baik untuk menurunkan kadar kolesterol darah," kata Rebecca Baer, seorang ahli diet di New York.
  
  •  Teh hijau

Teh hijau memiliki rasa yang lebih lembut dibandingkan teh hitam. Setelah dipetik, daun teh dikeringkan dan dipanaskan segera untuk menghentikan proses fermentasi. Berisi sekitar 25 miligram kafein per cangkir.
Sebuah studi menemukan, konsumsi teh hijau per hari menurunkan risiko penyakit kardiovaskular sebesar 10 persen. Teh hijau kaya akan antioksidan yang disebut katekin. "Senyawa aktif untuk mencegah kanker dan semua penyakit yang berkaitan dengan jantung," kata Karen Collins, pakar diet dan konsultan nutrisi di Institute for Cancer Research, Washington.

  • Teh oolong

Teh oolong mirip dengan teh hitam. Perbedaannya terletak pada proses fermentasi yang berlangsung lebih pendek. Teh ini mengandung sekitar 30 miligram kafein per cangkir, dan memiliki rasa yang lebih kaya.
Sebuah studi menunjukkan manfaat dari jenis teh ini untuk menurunkan berat badan. Wanita yang rajin minum teh oolong dapat membakar lebih banyak kalori daripada mereka yang hanya minum air. "Oolong mengaktifkan enzim yang bertanggung jawab untuk melarutkan trigliserida, suatu bentuk lemak makanan yang tersimpan dalam sel lemak," kata Baer.

  • Teh putih

Teh putih berasal dari daun teh yang dipetik saat mereka masih sangat muda, sehingga menawarkan rasa yang lebih ringan dibandingkan jenis teh lainnya. Setiap cangkir hanya memiliki sekitar 15 miligram kafein. Dengan proses yang tidak terlalu lama, jenis teh ini mampu menyimpan kandungan antioksidan tertinggi.
Sejumlah penelitian telah menunjukkan teh ini merupakan jenis teh yang baik untuk mereka yang mengidap diabetes. Uji klinis pada hewan percobaan juga menunjukkan meningkatnya glukosa dan menurunkan kolesterol jahat. Para ahli percaya akan memberikan efek yang sama pada manusia. "Teh putih bermanfaat untuk melindungi sistem terhadap kardiovaskular dan melawan potensi kanker," kata Joe Simrany, presiden Asosiasi Teh Amerika Serikat.

  •  Teh beraroma
Biasanya berupa teh hitam, teh hijau, atau teh putih yang dalam proses peracikan memiliki banyak penambahan aromatik seperti kayu manis, kulit jeruk, atau lavender.
  
  •  Teh herbal

Secara teknis, tipe teh ini tidak berasal dari daun teh asli. Melainkan dari pencampuran berbagai jenis tanaman yang biasanya terdiri dari buah kering, beberapa bunga dan herbal. Teh herbal juga bebas dari kandungan kafein.
Sebuah studi yang dipublikasikan dalam Journal of Nutrition menemukan, dengan minum tiga cangkir teh herbal setiap hari membantu menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi. Ada bukti juga yang menunjukkan teh chamomile berperan meningkatkan kualitas tidur atau teh peppermint yang dapat menenangkan perut. Yang kita harus waspadai saat mengkonsumsi teh herbal ialah penurunan berat badan karena dapat mengandung obat pencahar berbahaya.
Dengan tulisan ini, saya berharap agar lebih banyak orang, terutama masyarakat Indonesia, yang walaupun merupakan negara penghasil teh terbesar nomor lima di dunia, tingkat konsumsi tehnya  jauh di bawah negara-negara lain di dunia, agar mengetahui manfaat dan sejarah teh.




Sumber:
Petunjuk Kultur Teknis Edisi Kedua PPTK Gambung
Gambar: Google Image



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar