Selasa, 18 September 2012

Tugas 5- Perkembangan Tank

“Tangguh, Kuat, Efektif Serta Efisien”

Jika mendengar kata tank maka dalam benak pikiran anda pasti akan menhubungkannya dengan sesuatu hal yang berbau peperangan atau militer. Sejak pertama kali di kembangkan, tank merupakan alat peperangan yan cukup bahaya bagi manusia.
Kendaraan berlapis baja ini merupakan transportasi darat yang efektif dalam peperangan. Kapabilitasnya dalam menaklukan segala medan peperangan, kekuatan dalam menyerang serta bertahan menjadikan tank sebagai armada perang darat yang tangguh. Meskipun tank adalah alutsista (alat utama system senjata) yang mahal dan membutuhkan persediaan logistik yang banyak, tank adalah senjata dat paling tangguh dan serbabisa pada medan perang modern, dikarenakan kemampuanya untuk menghancurkan target darat apapun, dan efek mentalnya terhadap infanteri.
KONSEP AWAL
Gagasan mengenai alat perang yang tangguh pertama kali dikemukakan oleh Mariano de Jacopo dari Sienna, Italia dengan sebutan “The Fighting Unicorn” dengan konsep tubuh berlapis baja yang diisi oleh beberapa prajurit dan digerakkan dengan tenaga kaki prajurit yang berada di dalamnya dan dilengkapi dengan tanduk sebagai alat menyerang.
Sementara itu, Leonardo da Vinci juga mengemukakan konsep tank yang kurang lebih tau jauh berbeda dengan konsep Mariano de Jacopo. Konsep tank da Vinci berbentuk seperti kura-kura yang di dalamnya di lengkapi dengan meriam dan digerakkan dengan menggunakan roda berbeda dengan de Jacopo yang di gerakkan dengan kaki.
Pada masa ini, tank biasa di gunakkan untuk menerobos benteng pertahanan musuh yang begitu kuat.Dan juga untuk penyerbuan ke kastil.

ABAD KE 18-19
Saat Ratu Victoria masih menjabat sebagai ratu Inggris, Richard Edgeworth telah membuat konsep kendaraan berlapis baja yang berbentuk mirip dengan ulat yang bertenaga mesin uap. Selanjutnya tank yang berbentuk ulat ini digunakan saat perang Crimean antara aliansi kerajaan Inggris serta sektunya yang melawan kerajaan Rusia. Pada tahun 1855, desain tank ulat ini tidak berkembang saat Lord Palmerston menjabat sebagai perdana menteri Inggris kala itu.Palmerston menganggap bahwa konsep tank ulat tidak relevan serta tak layak untuk dikembangkan.
Sementara itu di Prancis, seorang yang bernama Eduard Boyen pada tahun 1874 telah merubah konsep tank milik Edgeworth yang semula berbentuk ulat menjadi sebuah kereta yang berlapis baja. Tank ini mampu menampung beban angkut 200 awak pasukan namun tank ini memiliki bobot yang luar biasa yaitu sekitar 120 ton.
Jerman pun tak mau kalah dengan Inggris dan Prancis. Pada tahun 1855 beberapa insinyur di Jerman merancang artillery yang diberi nama Mobile Gunpoint dengan bobot sekitar 3 ton yang ditarik dengan tenaga kuda. Artilery ini mampu menembakkan proyektil berkaliber 53mm dan berbobot 1.75kg.

ERA PERANG DUNIA 1
Saat meletusnya perang dunia 1 pada tahun 1914, beberapa perwira tentara Inggris mendesak pihak pemerintah untuk memproduksi kendaraan berlapis baja.Pemerintah Inggris baru mengabulkan permintaan kendaraan berlapis baja pada Februari 1915.Produksi tank di Inggris di komandokan dari Angkatan Laut Inggris divisi produksi perkapalan bernama Eustance Tennyson d’Eyncourt.
Pada September 1915 produksi prototype pertama yang disebut “Little Willie” menjalankan ujicoba perdananya.“Little Willie” digunakkan oleh tentara Inggris untuk melewati parit-parit yang merupakan kantong-kantong pertahanan pada kala itu. Inggrispun kemudian kembali memproduksi tank dengan tipe-tipe barunya pada awal Januari 1916 dengan kode “Mother” yang merupakan konsep design untuk tank-tank modern pada saat ini. Produksi tank “Male” (tank yang dibekali dengan meriam serta senapan mesin) dan tank “Female” (tank yang hanya dibekali dengan senapan mesin) digunakan untuk pertempuran pertama kalinya pada perang di Somme September 1916. Pemerintah Inggris terus memproduksi tank hingga angka produksi mencapai 2.500 saat berlangsungnya perang dunia 1. Tank yang benar-benar digunakan untuk berperang adalah tank Mark I Male saat berlangsungnya perang di Somme.

Prancis sebagai sekutu Inggris dalam perang dunia I juga tak mau kalah dalam hal tank.Kolonel Artilery J.B.E. Estienne diberi wewenang oleh pemerintah Prancis untuk menangani proyek pembuatan tank.Desain awal tank ini adalah tank ulat milik Edgeworth dan berujung dengan produksi 400 unit tipe Schneider dan Saint-Chamond yang mengecewakan. Pada tahun 1916, Prancis akhirnya merevisi desain tank terdahulunya. Prancis merubah rancangan awalnya dengan menambah fitur senapan yang dapat berputar 360 derajat yang kemudian dinamakan Renault FT.Tank jenis Renault FT ini diproduksi hingga 3.000 unit hingga akhir tahun 1918.

Jerman pada saat perang dunia I armadanya tak setangguh ketika perang dunia ke II. Hal ini ditunjukkan dengan hanya ada 20 unit tank jenis A7V yang pertama kali digunakan pada April 1918 saat perang kedua Villers-Bretonneux. Kekuatan tank A7V ini juga tak sekuat tank-tank milik Inggris.
Amerika yang saat perang dunia I adalah sekutu Inggris turut memproduksi tank, namun tank buatan Amerika baru di produksi menjelang akhir perang. Selain Amerika, Rusia juga membuat prototype tank, namun tak satupun diproduksi untuk kepentingan peperangan. Diantara prototipenya adalah Vezdekhod yang berjalan menggunakan roda rantai seperti tank-tank modern dan Lebedenko yang ukurannya besar.

PERIODE ANTAR PERANG
Tank pada periode ini mengalami pengembangan lanjut dalam hal mekanik. Heinz Guderian dari Jerman, Percy Hobart dari Inggris, Adna R. Chaffee Jr. dari Amerika, Charles de Gaulle dari Perancis dan Mikhail Tukhachevsky dari Uni Soviet memiliki konsep kesimpulan yang sama mengenai teknologi tank. Tetapi Jerman saat perang dunia ke II menggunakan taktik perang cepat “Blitzkrieg” yang melumpuhkan Perancis dengan armada tank-tanknya yang cepat.

Jerman, Italia dan Uni Soviet mengembangkan teknologi tank dan banyak di uji cobakan saat perang saudara di Spanyol berkecamuk. Pasukan Republik Spanyol di persenjatai oleh Soviet dengan tank dan beberapa pesawat tempur.Sementara pasukan Nasionalis Spanyol di perbantukan oleh Italia dengan tank dan amunisi.Dalam ujicoba tank ini pihak Soviet maupun Italia saling memetik pelajaran berharga mengenai tank-tank mereka.Bahwa tank yang hanya dipersenjatai dengan senapan mesin kurang efektif dan harus dilengkapi dengan meriam berlapis baja.
Uni Soviet pada tahun 1939 terlibat dalam konflik dengan Jepang dalam perang ini Soviet memetk pelajaran yang sangat berharga untuk perkembangan tank selanjutnya. Dalam konflik ini, Jepang hanya menggunakan tank yang dipersenjatai dengan meriam sekitar 73 unit, Sementara Soviet menerjunkan lebih dari dua ribu unit tank, dengan perbedaan utama adalah bahwa tank milik Jepang dilengkapi dengan mesin diesel dan tank Rusia menggunakan mesin berbahan bakar bensin. Bahkan setelah kekalahan Jenderal Georgy Zhukov yang pahit pada Tentara Jepang dengan serangan gabungan antara tank dan serangan udara, Soviet telah belajar pelajaran pahit pada penggunaan mesin bensin, dan cepat dimasukkan pengalaman-pengalaman yang baru ditemukan menjadi media baru mereka T-34 tank selama Perang Dunia II.

PERANG DUNIA II
Perang Dunia II adalah konflik pertama di mana kendaraan lapis baja merupakan kunci bagi keberhasilan di medan perang dan dalam periode ini tank berkembang pesat sebagai sistem senjata. Ini menunjukkan bagaimana kekuatan lapis baja itu mampu mencapai kemenangan taktis dalam waktu yang cukup singkat. Pada saat yang sama, pengembangan teknologi anti-tank yang efektif menunjukkan bawha tank tidak selamanya kebal terhadap serangan. Heinz Guderian seorang ahli taktik perang Jerman yang bertanggung jawab atas pasukan tank Jerman mengatakan bahwa “Dimana ada tank, berarti itu garis terdepan” dan pada saat perang dunia II terjadi perkataan Guderian benar-benar terjadi.Tank juga mengambil bagian penting bagi taktik “Blitzkrieg” Jerman.

Jerman merupakan Negara yang paling banyak menginovasi tipe-tipe tanknya. Hal ini ditunjukkannya dengan di produksinya tank Panzer I dan Tank Tiger I. Namun semua teknologi tank Jerman masih ketinggalan dari teknologi tank Inggris dan terlebih dengan tank Uni Soviet tipe T-34 saat pertempuran Kursk yang merupakan perang antar tank terbesar dalam sejarah.
Tank tidak hanya digunakan di Eropa namun juga dipergunakan di Afrika baik oleh pihak Korps Afrika maupun Inggris. Kendaraan berlapis baja mengambil peran penting saat kota Tobruk jatuh ke tangan Korps Afrika yang saat itu dibawah komando Erwin Rommel dari Jerman.
Uni Soviet pasca keberhasilannya menahan pasukan Jerman yang menginvasi Soviet, kemudian memproduksi senjata anti-tank yang diselaraskan dengan tank Soviet guna mengantisipasi serangan tank-tank Jerman yang cukup dahsyat efeknya.
Amerika sebagai bagian dari sekutu turut memproduksi kendaraan berlapis baja.Produksi massal tank M4 Sherman membuat biaya produksi tank ini relatif murah.M4 Sherman merupakan tank kelas menengah ini handal dan memainkan peran besar dalam pasukan darat Amerika. Namun dalam hal tank melawan tank kekuatan M4 Sherman masih jauh tertinggal dari tank Panther dan Tiger milk Jerman. Saat invasi Normandia, versi baru M4 Sherman digunakan dengan meningkatkan daya tembak dengan senapan mesin berkaliber 76mm namun untuk keselamatan dan perlindungan masih diragukan.
PERANG DINGIN
Setelah berakhirnya perang dunia II seluruh Negara yang terlibat mengambil hikmah mengenai penggunaan kekuatan tank dari Jerman. Selain itu dengan munculnya blok timur (Uni Sovet dll) dan blok barat (Amerika Serikat dll) serta isu perang nuklir membuat seluruh Negara meningkatkan kekuatan armada tanknya. Senapan yang berukuran besar, system suspensi yang nyaman, performa mesin yang baik, lapisan pertahanan yang tangguh merupakan hal biasa dalam tank . Desain tank pada masa perang dingin memilki banyak inovasi seperti, stabilisasi senata gyroscopic, alat komunikasi yang memadai, kenyamanan awak serta fitur untuk melihat pada malam hari menggunakan sinar inframerah.
Selain tank yang berkembang, senjata anti-tank pun turut berkembang.Seperti peluru kendali (rudal) yang mampu menghancurkan tank berkeping-keping.
Tank berukuran sedang dari perang dunia II telah berevolusi menjadi tank tempur.Transisi ini terjadi antara tahun 1950-1960 akibat dari perkembangan senjata anti-tank yang juga semakin canggih. Pada perang dunia ke II menunjukkan bahwa tank berukuran kecil bukanlah tandingan bagi tank besar dari segi pertahanan dan daya tembak, sementara itu tank besar lebih rentan daripada tank medium terhadap teknologi senjata baru.

Tank-tank peninggalan dari perang dunia II beberapa masih aktif digunakan dengan di dampingi oleh versi barunya seperti T-55 dengan T-72.Di antara tank dari tahun 1950-an terdapat Centurion Inggris dan Soviet T-54/55 yang aktif melayani dari tahun 1946, dan M48 milik Amerika Serikat dari tahun 1951. Ketiga kendaraan ini kemudian membentuk sebagian besar dari pasukan lapis baja NATO dan Pakta Warsawa di banyak dari Perang Dingin. Pelajaran dari tank seperti, Leopard 1 M48 Patton seri, Chieftain, dan T-72 mengarah ke Leopard, 2 M1 Abrams, Challenger 2, C1 Ariete, T-90 dan Merkava IV.

SEKARANG
Peran dari tank sebagai alat untuk melawan tank lainnya sudah beralih fungsi.Tank kini bekerja sebagai konvoi dengan infantry dalam perang perkotaan. Ketika infantry musuh mendekat, tank mampu memberi tembakkan perlindungan di medan perang. Sebaliknya, tank dapat menjadi ujung tombak saat infanteri dikerahkan dalam pembawa personel.

Tank digunakan sebagai ujung tombak invasi Amerika Serikat terhadap Irak pada awal 2003. Pada 2005, ada 1.100 tank Amerika Serikat tipe M1 Abrams digunakan oleh Angkatan Darat Amerika Serikat dalam Perang Irak, dan mereka telah terbukti memiliki tingkat kejutan yang tinggi untuk kerentanan terhadap bom pinggir jalan. Sebuah jenis relatif baru ranjau dengan remote pengendali jarak jauh, penetrator eksplosif telah terbentuk dan digunakan dengan beberapa keberhasilan terhadap kendaraan lapis baja Amerika (khususnya kendaraan tempur Bradley). Namun, dengan upgrade pertahanan mereka di belakang, M1S telah terbukti sangat berharga dalam memerangi gerilyawan dalam pertempuran perkotaan, terutama pada Pertempuran Fallujah, di mana Marinir AS membawa dua brigade tambahan. Inggris mengerahkan 2 tak Challengernya untuk mendukung operasinya di Irak selatan.

Sumber :
http://en.wikipedia.org/wiki/Tank
http://sobatsepeda.com/2012/05/11/sejarah-tank-tempur-dalam-berbagai-bentuk-bagian-1/
http://www.thetoyzone.com/2009/15-da-vinci-war-machines/
http://id.wikipedia.org/wiki/Perang_Dunia_II
http://id.wikipedia.org/wiki/Perang_Dunia_I

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar