Jumat, 21 September 2012

Tugas-5 Perkembangan Sikat Gigi

Gigi Sehat Awal Tubuh Sehat

Kesehatan gigi adalah salah satu dari berbagai macam hal yang mempengaruhi kesehatan manusia. Oleh karena itu sebagai manusia kita harus memelihara kesehatan gigi. Cara yang paling mudah adalah dengan menyikat gigi, tentunya menggunakan sikat gigi. Tapi bagaimanakah cara memelihara kesehatan gigi pada jaman dahulu? Apakah menggunakan sikat gigi yang sama seperti yang kita gunakan sekarang?

Sikat Gigi, Dulu
            Awal mula sikat gigi adalah pada 3500SM. Bangsa Babilonia mulai mengunyah rempah atau biasa disebut chewingstick untuk membersihkan kotoran yang ada di gigi mereka. selain rempah, ranting, akar, dan bagian pohon lain yang sudah diuapi juga dapat dikunyah untuk membersihkan gigi.
            Lain lagi dengan cara membersihkan gigi di Mesir. Masyarakat mesir menggunakan stik kunyah yang terbuat dari tanaman Salvadora persica atau biasa disebut dengan siwak. Cara menggunakannya adalah dengan menggigit salah satu ujung batang hingga seratnya membentuk sikat. Penggunaan siwak di Mesir terus berlanjut sampai ke Arab di jaman Islam.
            Di Negeri Cina, penemuan awal sikat gigi bias dikatakan lebih modern. Pada abad ke 15, masyarakat Cina menggunakan bulu babi hutan dan memasangnya pada batang bambu dan menggunakannya seperti menggunakan sikat gigi pada jaman sekarang. Penemuan sikat gigi dengan bulu babi hutan dan batang bambu ini dianggap sebagai penemuan sikat gigi yang kita pakai sekarang.
Sikat gigi yang ditemukan di Cina tersebut lalu dibawa ke Eropa. Tekstur bulu babi hutan yang kasar membuat beberapa masyarakat erope mengganti bulu babi hutan dengan bulu yang terdapat pada punggung kuda yang memiliki tekstur lebih lembut di gigi dan gusi. Meskipun lebih nyaman digunakan, sikat gigi dengan bulu kuda masih jarang digunakan dikarenakan kuda adalah hewan yang berharga pada masa itu

Di Eropa bagian lain, ditemukan alternatif lain cara membersihkan gigi, yaitu dengan menggunakan kain linen atau spons yang dibasahi minyak sulfur danlarutan garam. Terkadang penggunaan kain linen ini juga disertai dengan menempelkan batang agar lebih mudah digunakan.


Tahun 1780, pria asal Inggris, William Addis, memproduksi sikat gigi dalam jumlah banyak, setelah sebelumnya, ia yang berstatus sebagai narapidana menemukan batang kayu dan melubanginya kecil- kecil dan dimasukkanlah duri landak pada lubang tersebut.Tahun 1850, H.N. Wadsworth mulai mematenkan sikat gigi pertama hingga tahun 1885. Namun sikat gigi dengan batang kayu dan bulu sikat yang berasal dari bulu atau duri binatang ini dinilai mengandung banyak bakteri. Bulu sikat juga sukar dikeringkan serta mudah lepas dari gagangnya.
            Pada saat perang dunia ke-2, para prajurit di Amerika diwajibkan untuk membersihkan giginya setiap hari. Kebiasaan baik ini terbawa sampai selesai pereng dunia. Bulu sikat yang awalnya terbuat dari bulu atau duri hewan digantikan oleh bahan sintetik yang biasanya terbuat dari nilon. Sikat gigi yang terbuat dari nilon pertama kali ditemukan oleh Duppont dan mulai dijual pada 24 Februari 1938.

Siwak
           
Sikat Gigi, Sekarang
            Lebih dari 3000 sikat gigi dengan berbagai macam warna, bentuk, jenis dan keistimewaan masing- masing telah dipatenkan di dunia. Ada sikat gigi yang ditambahkan bulu yang lebih tipis dan halus diatasnya untuk menjangkau sela- sela gigi. Ada pula yang ditambahkan karet ditengah bulu halus yang berfungsi untuk memutihkan gigi. Gagang sikat gigi juga terbuat dari berbagai macam bahan dan bentuk. Mulai dari desain paling simple yang terbuat dari plastic lurus biasa, hingga yang meliuk mengikuti bentuk tangan agar lebih mudah menggenggam.

            Sikat gigi elektrik juga sempat marak di pasaran. Sikat gigi elektrik juga tersedia dalam berbagai fitur seperti; khusus gigi sensitive, pijat gusi, serta pemutih. Sikat gigi elektrik dapat memudahkan pengguna dalam menyikat karena bulu sikat dapat bergerak secara otomatis. Sikat gigi elektrik dianggap lebih praktis dan dapat lebih menjangkau sela- sela gigi. Namun menurut US Food and Drug Administration (FDA) dibalik kepraktisannya, sikat gigi elektrik dapat menjadi alat yang menimbulkan bahaya kesehatan, khususnya kesehatan gigi. Beberapa laporan yang sering diterima adalah adanya bagian sikat gigi yang terlepas dan melukai gigi. Bahkan ada beberapa yang terlempar hingga mengenai mata atau membuat tersedak. Untuk menghindari bahaya yang ditimbulkan tadi, FDA menyarankan agar penggunaan sikat gigi elektrik pada anak dibawah umur, diawasi oleh orang dewasa. Bahaya lain yang dapat ditimbulkan adalah terbakarnya baterai yang digunakan untuk member energy pada sikat gigi elektrik.

Sikat gigi elektrik


            Hal yang mengejutkan datang dari sikat gigi tercanggih di dunia saat ini dengan harga Rp.3.500.000,- yang dikeluarkan oleh Philips. Sikat gigi tersebut dilengkapi dengan fitur USB port dan mengusung teknologi AirFloss yang mampu menyikat 31.000 sikatan per menitnya, serta dapat menghilangkan plak gigi 100%. Sikat gigi tersebut dapat membuat gusi lebih sehat dan dapat memutihkan gigi dalam kurun waktu 14 hari. Fitur lainnya adalah ‘gelas pengisi’ yang dapat mengisi ulang baterai secara nirkabel dan memberitahu jika baterai telah terisi penuh melalui USB port.
Sikat gigi dengan harga Rp.3.500.000,-

            Teknologi canggih lainnya juga telah ditiemukan. Yaitu sikat gigi dengan fitur Bluetooth, yang biasa disebut dengan BeamBrush. Sikat gigi tersebut memungkinkan kita untuk mentransfer data sikat gigi kita ke dalam smartphone dan dapat memantau perkembangan gigi kita melalui smartphone dengan aplikasi yang disediakan untuk sikat gigi BeamBrush.
BeamBrush


Saran
            Perkembangan sikat gigi yang cukup pesat ini juga harus diikuti dengan pengetahuan manusia tentang pemilihan sikat gigi sesuai dengan kebutuhan dan kondisi gigi.
 "Kebutuhan setiap orang berbeda, dan solusi untuk perawatan gigi ini tergantung pada kebutuhannya," tukas Prof Dr Drg  Hj Melanie Soedono, MBiomed
Untuk memilih jenis sikat gigi yang benar, kita harus mengetahui kondisi gigi sendiri, apakah sensitive atau normal. Struktur batang sikat yang elastic serta ujunga kepala sikat yang engecil dikhususkan untuk menjangkau gigi di bagian dalam rongga mulut. Tekstur bulu sikat yang lembut ditujukan untuk membantu mengurangi rasa sakit, serta cocok untuk orang yang mempunyai gusi sensitif sehingga tidak mudah melukai gusi. Bulu sikat yang agak lebih keras dan berbentuk zig-zag atau berliuk- liuk dibuat untuk membantu menghilangkan kotoran di sela- sela gigi yang biasanya sulit dijangkau oleh sikat gigi berbulu lurus.
Memilih sikat gigi dengan benar dapat mengurangi resiko luka pada gusi dan gigi yang dapat menyebabkan infeksi serta bau nafas tidak sedap.
Memilih sikat gigi dengan benar saja tidak cukup jika tidak dibarengi dengan menyikat gigi secara baik dan benar. Berikut ini adalah cara menyikat gigi yang baik dan benar, menurut preventionindonesia.com
1.    Sikat gigi dan gusi dengan posisi kepala sikat membentuk sudut 45 derajat di daerah perbatasan antara gigi dengan gusi.
2.    Gerakan sikat dengan lembut dan memutar. Sikat bagian luar permukaan setiap gigi atas dan bawah dengan posisi bulu sikat 45 derajat berlawanan dengan garis gusi agar sisa makanan yang mungkin masih menyelip dapat dibersihkan.
3.     Gunakan gerakan yang sama untuk menyikat bagian dalam permukaan gigi.
4.     Gosok semua bagian permukaan gigi yang digunakan untuk mengunyah. Gunakan hanya ujung bulu sikat gigi untuk membersihkan gigi dengan tekanan ringan sehingga bulu sikat tidak membengkok. Biarkan bulu sikat membersihkan celah-celah gigi. Rubah posisi sikat gigi sesering mungkin.
5.     Untuk membersihkan gigi depan bagian dalam, gosok gigi dengan posisi tegak dan gerakkan perlahan ke atas dan bawah melewati garis gusi.
6.    Sikat lidah untuk menyingkirkan bakteri dan agar napas lebih segar.
7.     Pilihlah sikat gigi dengan bulu sikat yang lembut karena yang keras dapat membuat gusi terluka dan menimbulkan abrasi pada gigi, yaitu penipisan struktur gigi terutama di sekitar garis gusi. Abrasi dapat membuat bakteri dan asam menghabiskan gigi karena lapisan keras pelindung enamel gigi telah terkikis.
8.     Ganti sikat gigi jika bulu sikat sudah rusak dan simpan di tempat yang kering sehingga dapat mongering setelah dipakai.
9.     Jangan pernah meminjamkan sikat gigi Anda kepada orang lain karena sikat gigi mengandung bakteri yang dapat berpindah dari orang yang satu ke yang lain meski sikat sudah dibersihkan.
10.  Gunakan sikat gigi elektrik untuk si kecil agar lebih mudah digunakan. Sikat gigi jenis ini sebenarnya dapat membersihkan lebih baik daripada sikat gigi manual, namun sebaiknya konsultasikan terlebih dulu soal penggunaannya dengan dokter gigi Anda.


Sumber:
Female.kompas.com
Health.kompas.com
Kaskus.co.id
Preventionindonesia.com
Detik-kemajuan.blogspot.com
Gigidanmulutsehat.blogspot.com
Gigisehatbadansehat.blogspot.com
Lenny-health.blogspot.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar