Selasa, 18 September 2012

Tugas 5 - Perkembangan Sikat Gigi


Sejarah sikat gigi

Sekarang ini kebiasaan untuk menggosok gigi sudah tidak asing lagi dilakukan oleh masyarakat sekitar. Setiap pagi saat bangun tidur masyarakat umumnya menggosok gigi mereka agar terhindar dari kuman dan bau mulut. Mereka juga menggosok gigi pada saat sebelum tidur malam agar saat mereka tidur gigi mereka terbebas dari kuman-kuman. Biasanya selain menggunakan sikat gigi, masyarakat juga menambahkan pasta gigi diatasnya. Gigi perlu disikat untuk membersihkan munculnya lapisan plak yang merupakan tempat berkumpulnya bakteri di gigi dan dapat menyebabkan gigi berlubang dan peradangan gusi. 

Menggosok gigi termasuk kebutuhan penting dalam hidup. Dari balita hingga usia tua membutuhkan sikat gigi untuk kegiatan satu ini. Maka, bermuncullanlah produk kebersihan oral ini. Di dunia, dari angka 16 miliar dolar AS yang dikeluarkan masyarakat untuk membeli produk perawatan oral, sebanyak 30 persen di antaranya digunakan untuk membeli sikat gigi

Ternyata kebiasaan gosok gigi sudah di mulai oleh bangsa Babilonia sejak ribuan tahun yang lalu. Pada tahun 3500 M, bangsa ini mengunakan chewingstick yaitu semacam rempah-rempah yang dikunyah untuk membersihkan gigi mereka.                                          

Tidak hanya bangsa babilonia, orang Asia dan Afrika juga menggunakan chewingstick untuk membersihkan gigi mereka. Orang Asia dan Afrika biasanya menggunakan ranting, akar atau bagian pohon yang telah diuapi untuk dikunyah.                                              

Sikat gigi yang paling primitif ditemukan di dalam piramid Mesir. Peradaban mesir ini  menggunakan sikat gigi berbentuk stik kunyah yang dikenal dengan nama siwak untuk membersihkan gigi mereka. Stik kayu ini diambil dari tanaman yang bernama Salvadora persica yang dipercaya sebagai obat dan memiliki kemampuan antiseptik. Cara menggunakan stik kayu ini adalah dengan menggigit-gigit salah satu ujung dari stik kayu ini sehingga lama-kelamaan serat kayunya menjadi semacam bulu sikat.                         

 Hal ini dipraktekkan juga  oleh bangsa Romawi dari Yunani Kuno. Mereka mengunyah sebatang ranting dengan ukuran kira-kira sebesar pensil sampai ujungnya lunak, lalu menggunakannya untuk menggosok gigi. Ranting yang digunakan dipilih dengan hati-hati, dan dipilh berdasarkan aromanya. Ranting-ranting wangi tadi selain membersihkan juga memberi kesegaran pada mulut.                                                                                

Penggunaan siwak terus berlanjut di peradaban Arab sampai sekarang, dan penggunaannya menyebar sampai ke negara lain terutama di zaman Islam dimana saat itu ilmu pengetahuan berkembang dengan pesat disana, termasuk berkembang di bidang kesehatan.                      

Pada tahun 570-632 Masehi, Nabi Muhammad SAW mempelopori penggunaan ranting atau akar pohon siwak untuk membersihakan gigi. Selain itu orang India menggunakan jenis ranting berbeda yang sering mereka sebut daatun, sejenis pohon mahogany.  
                                                                                                                             
Dari peradaban Arab, lalu menyebar juga sampai ke negara Cina, dimana orang Cina mulai mengembangkan sikat gigi dalam bentuknya yang lebih modern. Merekalah yang dianggap sebagai penemu sikat gigi dengan bentuk yang cukup modern. Di abad ke 15, orang Cina membuat sikat gigi menggunakan bulu dari babi hutan Siberia, lalu memasangnya pada stik bambu. Alat ini lalu mereka gunakan sepeti sikat gigi modern zaman sekarang. Tulisan pertama yang memuat tentang sikat gigi ini berasal dari sastra Cina pada tahun 1600 SM.
                                                                                                                                     
Sikat gigi dari Cina ini lalu dibawa ke Eropa. Karena bulu babi hutan memiliki kekurangan, yaitu teksturnya yang terlalu kasar bagi gusi dan dapat merusak gusi juga, beberapa orang mulai memodifikasi dengan menggantinya dengan bulu-bulu yang ada pada punggung kuda karena bulu-bulu dari punggung kuda lebih lembut untuk gigi dan gusi. Walaupun begitu, sikat gigi yang menggunakan bulu babi hutan tetap lebih banyak darpiada sikat gigi dengan bulu punggung kuda karena kuda merupakan hewan yang sangat berharga pada zaman tersebut.
                                                                                                                                          
Di Eropa sendiri juga sudah ada alternatif lain cara untuk membersihkan gigi, yaitu dengan cara orang Yunani. Mereka menggunakan kain linen ataupun spon yang dibasahi minyak sulfur dan larutan garam. kain tersebut terkadang dipasangkan pada suatu stik untuk membantu mencapai gigi belakang. Walaupun sudah ada dua cara untuk membersihkan gigi, kebanyakan orang Eropa saat itu masih belum memiliki kegiatan membersihkan gigi.
                                                                                                                                         
Pada tahun 1780, sikat gigi modern pertama kali dibuat oleh William Addis dari Clerkenald dari Inggris. Ide pembuatan sikat gigi diperoleh Addis ketika dia berada didalam penjara. Dia  ditangkap karena menjadi penyebab kerusuhan. Dia membuat sikat gigi untuk membersihkan giginya dengan menggunakan tulang yang berasal dari makan malamnya, lalu mengkombinasikannya dengan bulu sikat yang dia pinjam dari penjaga tahanan. Dia menggunakan tulang yang dilubangi kecil-kecil, kemudian mengisinya dengan bulu binatang yang didapat dari penjaga penjara. Agar tidak mudah lepas, William mengelem bulu-bulu itu menjadi satu. 

Orang-orang dari negara Cinalah yang dipercaya menggunakan sikat gigi untuk pertama kalinya. Pada saat itu sikat gigi dibuat dengan menggunakan bulu landak yang ditancapkan di sebatang tongkat bambu atau tulang binatang seukuran pensil. Sedangkan penemu konsep sikat gigi modern seperti yang kita gunakan saat ini adalah William Addis pada saat dia berada di dalam penjara. Maka dari itu, hak paten untuk sikat gigi pertama kalinya dimilki oleh H.N Wadsworth pada tahun 1852 di Amerika.

Temuannya ini jauh lebih baik dibandingkan dengan kain yang diberi jelaga dan garam yang saat itu digunakan untuk membersihkan gigi. Setelah Addis dibebaskan, dia menjadi orang pertama yang memproduksi sikat gigi secara massal. Saat itu, dia membuat sikat gigi menggunakan ekor kuda yang diikatkan pada tulang sapi.

Selama perang dunia pertama, kebutuhan untuk membuat sup tulang lebih penting dibandingkan untuk membuat gagang sikat gigi. Maka, dibuatlah gagang sikat gigi pertama yang terbuat dari plastik. Gagang sikat gigi yang terbuat dari plastik ini lalu menjadi pilihan yang terbaik untuk pembuatan sikat gigi.

Berkat temuannya ini William Addis menjadi seorang jutawan begitu keluar dari penjara. Saat tahun 1930-an, orang-orang masih menggunakan tulang dan bulu binatang sebagai bahan utama sikat gigi. Tidak jarang bulu-bulu itu jatuh ketika orang sedang menyikat gigi mereka. Sebagai pengganti tulang dan bulu, sikat gigi berbulu nilon diproduksi pertamakalinya oleh sebuah perusahaan Amerika bernama Du Pont pada tahun 1938. 

Penggunaan bulu sikat dari bulu hewan masih terus digunakan sampai tahun 1937. Sampai akhirnya, Wallace H. Carohers menciptakan bulu sikat dari bahan nilon di laboratorium Du Pont. Penemuan ini lalu mengubah sejarah sikat gigi untuk selamanya. Di tahun 1938, nilon menjadi salah satu tanda dimulainya masa modern, mulai dari penciptaan stoking nilon sampai diciptakannya Dr. West’s Miracle-Tuft Toothbrush, sikat gigi pertama yang terbuat dari nilon.

Serat nilon tampaknya menjadi pilihan terbaik untuk menggantikan bulu sikat yang berasal dari hewan karena memiliki berbagai kelebihan seperti, tekstur bulu yang lebih dapat diatur, dan biaya produksi yang lebih murah. Perusahaan sikat gigi juga menemukan bahwa bentuk dari bulu sikat nilon ini dapat diatur bentuk dan ukuran diameternya untuk menghasilkan performa penyikatan yang lebih baik.

Walaupun begitu, nilon memiliki kekurangan dibandingkan dengan bulu sikat babi hutan, yaitu sifatnya yang lebih sulit untuk kering sehingga mudah ditumbuhi oleh bakteri. Walaupun nilon terus berlanjut mendominasi pasar sikat gigi sekarang ini, sikat gigi dengan bulu babi hutan ternyata juga masih dipasarkan oleh pasar di dunia.


Setelah perang dunia kedua, orang Amerika mulai lebih peduli terhadap kesehatan mulutnya. Menyikat gigi dengan rutin semakin populer dilakukan setelah tentara kembali ke rumah dengan membawa kebiasaan disiplin menyikat gigi. Kebiasaan ini pun mendorong perkembangan sikat gigi lebih jauh lagi dan membantu mengangkat masalah kebersihan mulut. Walaupun praktek sikat gigi sudah ada sejak jaman dulu, namun kebiasaan ini baru dianggap penting di masa Perang Dunia ke II.

Tahun 1959 dalam acara Asosiasi Dokter Gigi Amerika, sebuah perusahaan bernama Brostol-Myers Company memperkenalkan The Broxodent, sikat gigi elektrsik pertama. Sejak itu perkembangan sikat gigi elektrik pun semakin pesat. Beberapa perusahaan diantaranya adalah General Elektric yang membuat sikat gigi elektrik dengan menggunakan baterai yang bsia diisi ulang pada tahun 1961. Dan ditahun 1987, Interplak membuat sikat gigi elektrik yang bisa bergerak sendiri dan diberi nama interplak.

zaman sekarang ini, sudah ada lebih dari 3.000 jenis sikat gigi di seluruh dunia, dengan merek, desain, dan warna-warna yang tak terbatas kreasinya. Perusahaan sekarang juga menawarkan sikat gigi yang dibuat khusus untuk memenuhi kebutuhan masing-masing pasien. Mulai dari desain bulu sikat, tekstur, ukuran kepala sikat, sampai alternatif penggunaan sikat gigi elektrik.

Kini kita bisa menemukan sikat gigi dengan berbagai bentuk dan ukuran di warung-warung kelontong dekat rumah. Ada yang memiliki kepala sikat besar, ada yang berbulu sikat zig-zag, dan ada pula sikat gigi elektronik yang memanfaatkan tenaga baterai.

Sampai juga pada Januari 2003, sikat gigi terpilih sebagai penemuan pertama yang harus dimiliki tiap orang, mengalahkan kendaraan, computer, telepon seluler, dan microwave, menurut Indeks Lemelson-MIT Invention.






Sumber :

http://dentistrymolar.wordpress.com/tag/sejarah-sikat-gigi/
http://id.wikipedia.org/wiki/Sikat_gigi
http://speakerku.blogspot.com/2012/03/awal-sejarah-penemu-sikat-gigi.html
http://nickvester-facts.blogspot.com/2011/10/sejarah-sikat-gigi.html
https://www.google.co.id/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar