Minggu, 09 September 2012

Tugas 5 - Perkembangan Radio



Zaman sekarang manusia mempunyai banyak sekali kegiatan yang menyita waktu serta pikiran mereka, terkadang hanya segelintir orang saja yang dapat meluangkan waktunya untuk bersantai diantara padatnya kegiatan harian yang mereka miliki. Manusia membutuhkan hiburan dan relaksasi untuk dapat mengembalikan kesegaran pikiran mereka sehingga dapat bekerja dengan kondisi yang sangat baik, namun karena keterbatasan waktu juga manusia mulai mencari-cari suatu alat yang dapat memberikan hiburan namun dapat digunakan secara efisien sehingga tidak terlalu menyita waktu yang ada, dan salah satu alat tersebut adalah radio.
Radio, sebuah benda yang sangat bermanfaat dalam memberikan banyak informasi berita maupun memberikan hiburan berupa lagu-lagu ataupun candaan yang diberikan oleh penyiarnya. Benda bermanfaat ini merupakan suatu teknologi yang digunakan untuk pengiriman sinyal dengan cara modulasi dan radiasi elektromagnetik (gelombang elektromagnetik). Namun ada sejarah panjang dibalik keberadaan radio di dunia maupun di Indonesia saat ini.

SEJARAH DAN PERKEMBANGAN RADIO DI DUNIA
radio truetone
Radio merupakan teknologi yang digunakan untuk pengiriman sinyal dengan cara modulasi dan radiasi elektromagnetik (gelombang elektromagnetik). Gelombang tersebut melintas dan merambat lewat udara dan bisa juga merambat lewat ruang angkasa yang hampa udara, karena gelombang ini tidak memerlukan medium pengangkut (seperti molekul udara). Gelombang radio merambat pada frekuensi 100,000 Hz sampai 100,000,000,000 Hz, sementara gelombang audio merambat pada frekuensi 20 Hz sampai 20,000 Hz. Pada siaran radio, gelombang audio tidak ditransmisikan langsung melainkan ditumpangkan pada gelombang radio yang akan merambat melalui ruang angkasa. Ada dua metode transmisi gelombang audio, yaitu melalui modulasi amplitudo (AM) dan modulasi frekuensi (FM). Meskipun kata 'radio' digunakan untuk hal-hal yang berkaitan dengan alat penerima gelombang suara, namun transmisi gelombangnya dipakai sebagai dasar gelombang pada televisi, radio, radar, dan telepon genggam pada umumnya.
radio pertama
Sejarah radio berawal dari tahun 1800-an dimulai secara terpisah oleh Joseph Henry, profesor dari Pinceton University dan fisikawan Inggris Michael Faraday mengembangkan teori induksi. Dasar teori dari perambatan gelombang elektromagnetik pertama kali dijelaskan pada 1873 oleh James Clerk Maxwell dalam papernya di Royal Society mengenai teori dinamika medan elektromagnetik (A dynamical theory of the electromagnetic field), berdasarkan hasil kerja penelitiannya tahun 1864. Hughes adalah orang pertama yang mengirimkan dan menerima gelombang radio ketika dia menemukan bahwa keseimbangan induksinya menyebabkan gangguan ke telepon buatannya. Dia mendemonstrasikan penemuannya kepada Royal Society pada 1880 tapi hanya dibilang itu cuma merupakan induksi. Teori Maxwell itu belakangan dibuktikan kebenarannya oleh percobaan yang dilakukan fisikawan Jerman Heinrich Hertz, tahun 1880. Heinrich Rudolf Hertz yang, antara 1886 dan 1888, pertama kali membuktikan teori Maxwell melalui eksperimen, memperagakan bahwa radiasi radio memiliki seluruh properti gelombang (sekarang disebut gelombang Hertzian), dan menemukan bahwa persamaan elektromagnetik dapat diformulasikan ke persamaan turunan partial disebut persamaan gelombang. Baru kemudian Guglielmo Marconi pada 1895, berhasil mengirim sinyal komunikasi radio dengan gelombang elektromagnet sejauh 1,5 km. Tahun 1901, sinyal dari perangkat radio Marconi mampu melintasi Samudera Atlantik dari Inggris ke Newfoundland, Kanada dan dunia inovasi radio mencatat nama Guglielmo Marconi, sebagai penemu radio dan inilah perkembangan radio Guglielmo Marconi:
1.  Pada tahun 1896 Guglielmo Marconi mendapat hak paten atas telegraf nirkabel yang menggunakan dua sirkuit.
2.  Mendirikan perusahaan The Wireless Telegraph & Signal Company Limited pada 1897, yang kemudian diubah jadi Marconi's Wireless Telegraph Company Limited.
3.  Selanjutnya, pada 1899 Marconi berhasil melakukan komunikasi nirkabel antara Perancis dan Inggris lewat Selat Inggris dengan menggunakan osilator Tesla.
4.  Pada tahun 1909 ia mendapat Nobel bidang fisika. Pada 1914 Marconi dipanggil masuk ke Angkatan Bersenjata Italia.
Namun dibalik semua ketenaran Marconi sebagai Penemu Radio, fisikawan kelahiran Kanada Reginald A. Fessenden-lah yang pertama kali mentransmisikan suara manusia via radio ketika pada 1906, ia berbica melalui radio dari Brant Rock, Massachusetts, AS, kepada kapal-kapal di lepas pantai Samudera Atlantik. Sejak itu radio terus berkembang makin sempurna, didukung oleh pelbagai temuan secara bertahap. Tahun 1933, Prof. E.H. Amstrong memperkenalkan FM (Frequency Modulation) yang mempunyai kelebihan antara lain.dapat menghilangkan interference (gangguan) yang disebabkan oleh cuaca, bintik-bintik matahari, alat listrik, atau dua stasiun yang bekerja pada gelombang yang sama dan juga suaranya jelas dan jernih, kemudian berkembanglah radio sampai saat ini
Rata-rata pengguna awal radio adalah para maritim, yang menggunakan radio untuk mengirimkan pesan telegraf menggunakan kode morse antara kapal dan darat. Salah satu pengguna awal termasuk Angkatan Laut Jepang yang memata-matai armada Russia saat Perang Tsushima pada tahun 1901. Salah satu penggunaan yang paling dikenang adalah saat tenggelamnya RMS Titanic pada tahun 1912, termasuk komunikasi antara operator di kapal yang tenggelam dengan kapal terdekat dan komunikasi ke stasiun darat.
Berikut ini merupakan beberapa jenis radio dan kegunaannya:
·    Radio AM à Awalnya penggunanaan radio AM hanya untuk keperluan telegram nirkabel. Orang pertama yang melakukan siaran radio dengan suara manusia adalah Reginald Aubrey Fessenden. Ia melakukan siaran radio pertama dengan suara manusia pada 23 Desember 1900 pada jarak 50 mil (dari Cobb Island ke Arlington, Virginia) Saat ini radio AM tidak terlalu banyak digunakan untuk siaran radio komersial karena kualitas suara yang buruk.
AM/FM Radio
·  Radio FM à radio FM baru menjadi sistem yang benar-benar mapan pada akhir 1960-an. Hampir 2000 stasiun radio FM tersebar di Amerika, FM menjadi penyokong gelombang mikro (microwave), dan FM diakui sebagai sistem unggulan di berbagai bidang komunikasi.
Radio Internet
·    Radio Internet à Sistem kerja radio ini memungkinkan siaran terdengar ke seluruh dunia asalkan pendengar memiliki perangkat internet. Itulah sebabnya banyak kaum ekspatriat yang menggunakan radio internet untuk mengobanti rasa kangen pada negara asalnya. Di Indonesia, umumnya radio internet dikolaborasikan dengan sistem radio analog oleh stasiun radio terestrial untuk memperluas jangkauan siarannya.
·    Radio Satelit à Siaran radio satelit hanya bisa diterima di tempat terbuka dimana antena pada pesawat radio memiliki garis pandang dengan satelit pemancar. Radio satelit hanya bisa bekerja jika tidak memiliki penghalang besar seperti terowongan atau gedung. Oleh karena itu perangkat radio satelit banyak dipromosikan untuk radio mobil. Untuk mendapat transmisi siaran yang baik, perlu dibuat stasiun repeater seperti di Amerika agar kualitas layanan prima.
·   Radio berdefinisi tinggi (HD Radio) à Kualitas suara yang dihasilkan HD radio sama jernihnya dengan radio satelit, tetapi layanan yang ditawarkan gratis. Namun untuk dapat menerima siaran radio digital pendengar harus memiliki perangkat khusus yang dapat menangkap sinyal digital.
HD Radio

SEJARAH DAN PERKEMBANGAN RADIO DI INDONESIA
Berbicara mengenai sejarah radio di Indonesia, tidak bisa dilepaskan dari perkembangan teknologi komunikasi di negara barat. Sejak ditemukannya sistem radio telegraf pada tahun 1837 di Amerika, negeri kita yang masih bernama Hindia Belanda sudah mengadopsi teknologi itu mulai tahun 1856. Pada periode 1870-1880 negeri kita sudah terhubung dengan Inggris dalam jaringan radio telegrafis, bersama-sama dengan terhubungnya semua wilayah koloni Inggris dengan negeri induknya via jaringan kabel bawah laut, seperti jaringan kabel Karibia, jaringan India ke Australia dan sebagainya.
Pada tahun 1876 Alexander Graham Bell menemukan teknologi telepon. Teknologi ini lalu dikembangkan di Eropa dan Amerika dan baru masuk ke Hindia Belanda pada awal abad ke 20. Teknologi radio baru mengudara di Hindia Belanda pada tahun 1920-1930an, setelah didahului oleh rangkaian eksperimen radio di Belanda yang didanai oleh Mr Weiss, seorang pengusaha Belanda di Batavia (Jakarta) pada tahun 1902.
Tahun 1924 kantor berita ANETA Belanda mulai beroperasi di Hindia Belanda, dan berita-beritanya diudarakan dan diterima di Bandung, Yogyakarta, Semarang, Surabaya, Makassar, Menado, Balikpapan, Banjarmasin, Medan, Palembang, Padang, dan Kutaraja (Banda Aceh). Pada tahun 1925 radio swasta pertama didirikan oleh sekolompok orang Belanda penggemar radio, yaitu radio BRV (Bataviaasche Radio Vereening). Siaran pertama dari radio ini diudarakan dari stasiunnya di Hotel Des Indes dan setahun kemudian BRV dijadikan radio resmi pemerintah kolonial Hindia Belanda dengan nama NIROM (Nederlahds Indische Radio Omroep Maatschappij). Sejak saat itu Radio NIROM berkembang pesat dengan lima studio di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Medan. Namun, muncul juga beberapa stasiun radio lain yang merepresentasikan kepentingan komunitas di wilayah tertentu, terutama komunitas non-Eropa, seperti radio SRV (Solosche Radio Vereeniging) yang didirikan oleh Mangkunegara VII yang lalu memiliki cabang di Jakarta, Bandung, dan Semarang. Pendirian SRV diikuti oleh pendirian radio Siaran Radio Indonesia, Radio MAVRO Yogyakarta, radio etnik Tionghoa di Surabaya CIRVO, dan radio Madiun EMRO. Programa radio-radio ini disesuaikan dengan komunitas yang dituju, dan berbahasa Melayu, Jawa, Sunda, dan Cina.
Ketika Jepang menduduki Indonesia, seluruh stasiun radio yang ada di Hindia Belanda diambil alih, dan berada di bawah kontrol Domei, kantor berita pemerintah pendudukan Jepang, dengan segala macam restriksi dan sensor. Namun, banyak teknisi dan reporter kantor berita itu memiliki hubungan dengan para pejuang kemerdekaan. Adam Malik, Yusuf Ronodipuro, dan Djawoto (pendiri kantor berita ANTARA) adalah beberapa contohnya. Sehingga ketika teks proklamasi dibacakan oleh Soekarno, tak lama kemudian Yusuf Ronodipuro mengudarakannya lewat radio yang direbut oleh para pejuang kemerdekaan dari tangan pendudukan Jepang. Lebih jauh lagi, pada tanggal 11 September 1945 para “pejuang udara” tersebut berkumpul dan membentuk apa yang kita kenal sekarang dengan RRI (Radio Republik Indonesia). Pada bulan selanjutnya, cabang-cabang RRI didirikan sampai dengan tahun 1946. Tujuan dari pendirian cabang-cabang ini adalah mengonsolidasikan seluruh perjuangan untuk mempertahankan kemerdekaan
Berikut ini merupakan beberapa radio yang pertama di Indonesia:
Ø  Radio Republik Indonesia >> RRI atau Radio Republik Indonesia secara resmi didirikan pada tanggal 11 September 1945, oleh para tokoh yang sebelumnya aktif mengoperasikan beberapa stasiun radio Jepang di 6 kota. Saat ini RRI memiliki 52 stasiun penyiaran dan stasiun penyiaran khusus yang ditujukan ke Luar Negeri dengan didukung oleh 8500 karyawan. Kecuali di Jakarta, RRI di daerah hampir seluruhnya menyelenggarakan siaran dalam 3 program yaitu Programa daerah yang melayani segmen masyarakat yang luas sampai pedesaan, Programa Kota (Pro II) yang melayani masyarakat di perkotaan dan Programa III (Pro III) yang menyajikan Berita dan Informasi (News Chanel) kepada masyarakat luas. Di Stasiun Cabang Utama Jakarta terdapat 6 programa yaitu programa I untuk pendengar di Propinsi DKI Jakarta Usia Dewasa, Programa II untuk segment pendengar remaja dan pemuda di Jakarta, Programa III khusus berita dan Informasi, Programa IV Kebudayaan, Programa V untuk saluran Pendidikan dan Programa VI Musik Klasik dan Bahasa Asing. Sedangkan "Suara Indonesia" (Voice of Indonesia) menyelenggarakan siaran dalam 10 bahasa.

Ø  Sejarah Radio Amatir >> Kegiatan Amatir radio merupakan kegiatan orang-orang yang mempunyai hobby dalam bidang tehnik transmisi radio dan elektronika, kegiatan ini disahkan, diatur dan diawasi secara global baik oleh Badan-badan telekomunikasi international seperti ITU dan IARU maupun oleh badan telekomunikasi nasional disetiap negara. Oleh karena itu dalam melakukan kegiatannya mereka mempunyai dan berlandaskan KODE ETIK AMATIR RADIO. Kegiatan amatir radio di Indonesia dimulai pada tahun 1930-an ketika Indonesia masih dalam jajahan Belanda atau Hindia Belanda.

Ø  Radio Siaran Swasta >> Di zaman Penjajahan Belanda, radio siaran swasta yang dikelola warga asing menyiarkan program untuk kepentingan dagang, sedangkan radio siaran swasta yang dikelola pribumi menyiarkan program untuk memajukan kesenian, kebudayaan, disamping kepentingan pergerakan semangat kebangsaan.

  
     Adapun fungsi radio sejak ditemukan sampai sekarang adalah sebagai hiburan; pendidikan; propaganda (ada masa penjajahan);  pembangunan (menyampaikan hasil-hasil pembangunan dan memotivasi masyarakat untuk turut berpartisipasi dalam pembangunan nasional); media sumber informasi.









Sumber:
v  Duniaradio.blogspot.com 
v  Id.wikipedia.org
v  Kombinasi.net
v  Tokoh-ilmuwan-penemu.blogspot.com
v  Sentra-edukasi.com
v  Google.com (gambar)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar