Senin, 10 September 2012

Tugas 5 - Perkembangan Permen dan Coklat

Sejarah yang manis


Permen dan coklat adalah cemilan yang digemari oleh hampir seluruh orang, terutama bagi anak-anak. Rasanya yang manis, pahit dan unik membuat permen dan coklat menjadi cemilan wajib diberbagai negara. Namun, apakah kita mengetahui sejarah perkembangan permen dan coklat? Maka dari itu saya akan menjelaskan perkembangan permen dan coklat.

 Permen




Para ahli pernah menemukan permen purba di Mesir sekitar 3500 tahun yang lalu. Dan di tempat lain juga pernah ditemukan gumpalan madu kering yang diduga dijadikan permen oleh manusia purba saat itu. Sejarah perkembangan permen:

           1828: Permen coklat pertama di dunia diciptakan oleh seorang Belanda, Conrad J. Van Houten yang memeras biji coklat yang dimasaknya yang kemudian dicampur gula hingga menjadikannya permen.
           1869: Thomas Adams, seorang Amerika yang menciptakan permen dari bahan karet. Penemuannya tak sengaja karena awalnya ia ingin membuat mainan hingga ban sepeda namun percobaannya selalu gagal. Ketika ia memasukan karet ke dalam mulutnya timbulah ide untuk menambahkan rasa di karet itu hingga terciptalah permen karet. Pada tahun 1871 temuannya yang berupa permen karet dipatenkan.
coklat menjadi satu dan mendirikan perusahaan coklat susu pertama di dunia.
           1912: Clarence Crene menciptakan permen mint, ia sendiri sebelumnya membuat permen coklat, namun karena permen coklat mudah meleleh pada saat musim panas akhirnya ia mencoba membuat permen dari bahan yang lain. Keberadaan permen mint itu sendiri sebenarnya sudah ada di daratan Eropa namun kebanyakan berbentuk persegi.

Sejarah pembuatan permen:

           Kata "permen" berasal dari bahasa Arab gand i, yang berarti konfeksi gula.
           Pada Abad Pertengahan, dokter menggunakan madu untuk menutupi rasa buruk obat-obatan supaya tidak berasa pahit.
           Pada abad ke-17, koloni Amerika Utara menemukan permen sirup maple dan oleh koloni selatan digunakan untuk benne-biji (biji wijen) kue.
           Karamel dikenal di awal abad 18 dan lolipop di tahun 1780an.
           Pada tahun 1851, Pameran Besar di London memperkenalkan "Perancis-style" permen yang kaya krim.
           Tutti-Frutti, sebuah produk permen karet buatan Thomas Adams telah menjadi produk permen karet pertama yang dijual dengan menggunakan mesin penjual otomatis pada tahun 1888.
           Permen karet dengan merk Wrigley Doublemint pertama kali dibuat pada tahun 1914. Si pembuatnya, William Wrigley Jr. dan Henry Fleer, menambahkan mint dan ekstrak buah-buahan ke dalam permen karet buatan mereka itu.
           Dan pada tahun 1928, seorang pegawai perusahaan Frank H. Fleer yang bernama Walter Diemer menciptakan permen karet berwarna merah muda yang disebut Double Bubble, permen karet yang bisa ditiup menggelembung seperti balon setelah dikunyah rata. Seperti telah disebutkan sebelumnya, permen karet jenis ini sudah pernah dibuat oleh Frank Henry Fleer pada tahun 1906. Resep permen karet buatan Fleer itu kemudian disempurnakan oleh Walter Diemer, yang menyebut produknya dengan nama Double Bubble. Dan sejak saat itu, budaya mengunyah permen karet menyebar dan menjadi populer di seluruh penjuru dunia.

Ternyata permen karet punya banyak manfaat. Salah satu diantaranya adalah untuk mencegah kerusakan pada gigi. Sebuah fakta ilmiah membuktikan bahwa mengunyah permen karet dari jenis yang bebas gula dapat melindungi gigi dari kerusakan. Selain itu, mengunyah permen karet dapat menggantikan fungsi menggosok gigi setelah makan. Tentu saja ini hanya alternatif sementara saja. Terutama jika karena suatu hal terpaksa kita meluangkan waktu makan di luar rumah dan tidak membawa sikat dan pasta gigi.
Mengunyah permen karet juga dapat meningkatkan kinerja berbagai aktivitas yang memerlukan perhatian, konsentrasi dan kewaspadaan. Misalnya pengemudi yang mengunyah permen karet sambil menyetir memiliki respons yang lebih baik dalam berkendaraan. Hal ini dibuktikan oleh penelitian yang menunjukkan, dengan mengunyah permen karet sambil menyetir akan melancarkan aliran darah ke otak, dan dapat juga mengurangi rasa ngantuk.
Manfaat lainnya, mengunyah akan merangsang sinyal di bagian otak tengah. Dalam hal ini kuncinya adalah gerakan ritmiknya yang berulang-ulang. Tidak ada bedanya permen karet dengan berbagai macam rasa, yang penting adalah perulangan gerakan mengunyahnya dan kandungan dari permen karet tersebut yang mendukung pemeliharaan kesehatan gigi khususnya (Anonymous, 2010b).

     Coklat 





Kata coklat berasal dari xocoatl (bahasa suku Aztec) yang berarti minuman pahit. Suku Aztec dan Maya di Mexico percaya bahwa Dewa Pertanian telah mengirimkan coklat yang berasal dari surga kepada mereka. Cortes kemudian membawanya ke Spanyol antara tahun 1502-1528, dan oleh orang-orang Spanyol minuman pahit tersebut dicampur gula sehingga rasanya lebih enak. Coklat kemudian menyebar ke Perancis, Belanda dan Inggris. Pada tahun 1765 didirikan pabrik coklat di Massachusetts, Amerika Serikat.
Dengan mengontrol aktivitas fisik yang dilakukan, kebiasaan merokok, dan kebiasaan makan ditemukan bahwa mereka yang suka makan permen atau aneka coklat umurnya lebih lama satu tahun dibandingkan bukan pemakan. Diduga antioksidan fenol yang terkandung dalam coklat ataupun juga cake chocolate adalah penyebab mengapa mereka bisa berusia lebih panjang. Fenol ini juga banyak ditemukan pada anggur merah yang sudah sangat dikenal sebagai minuman yang baik untuk kesehatan jantung. Coklat yang terdapat pada cake coklat mempunyai kemampuan untuk menghambat oksidasi kolesterol LDL (kolesterol jahat) dan meningkatkan fungsi kekebalan tubuh, sehingga dapat mencegah risiko penyakit jantung koroner dan kanker.

Selama ini ada pandangan bahwa permen coklat atau cake coklat menyebabkan caries pada gigi dan mungkin juga bertanggung jawab terhadap munculnya masalah kegemukan. Tak dapat disangkal lagi bahwa kegemukan adalah salah satu faktor risiko berbagai penyakit degeneratif. Tetapi studi di Universitas Harvard ini menunjukkan bahwa jika Anda mengimbangi konsumsi permen coklat dengan aktivitas fisik yang cukup dan makan dengan menu seimbang, maka dampak negatif permen coklat tidak perlu terlalu dikhawatirkan.

Cokelat dihasilkan dari kakao (Theobroma cacao) yang diperkirakan mula-mula tumbuh di daerah Amazon utara sampai ke Amerika Tengah. Mungkin sampai ke Chiapas, bagian paling selatan Meksiko. Orang-orang Olmec memanfaatkan pohon dan, mungkin juga, membuat “cokelat” di sepanjang pantai teluk di selatan Meksiko. Dokumentasi paling awal tentang cokelat ditemukan pada penggunaannya di sebuah situs pengolahan cokelat di Puerto Escondido, Honduras sekitar 1100 -1400 tahun SM. Residu yang diperoleh dari tangki-tangki pengolahan ini mengindikasikan bahwa awalnya penggunaan kakao tidak diperuntukkan untuk membuat minuman saja, namun selput putih yang terdapat pada biji kokoa lebih condong digunakan sebagai sumber gula untuk minuman beralkohol.

Cokelat juga menjadi barang mewah pada masa Kolombia-Meso Amerika, dalam kebudayaan mereka yaitu suku Maya, Toltec, dan Aztec biji kakao (cacao bean) sering digunakan sebagai mata uang. Sebagai contoh suku Indian Aztec menggunakan sistem perhitungan dimana satu ayam turki seharga seratus biji kokoa dan satu buah alpukat seharga tiga biji kokoa (Anonymous, 2010d).

Di awal abad ke-17, cokelat menjadi minuman penyegar yang digemari di istana Spanyol. Sepanjang abad itu, cokelat menyebar di antara kaum elit Eropa, kemudian lewat proses yang demokratis harganya menjadi cukup murah, dan pada akhir abad itu menjadi minuman yang dinikmati oleh kelas pedagang. Kira-kira 100 tahun setelah kedatangannya di Eropa, begitu terkenalnya cokelat di London, sampai didirikan “rumah cokelat” untuk menyimpan persediaan cokelat, dimulai di rumah-rumah kopi. Rumah cokelat pertama dibuka pada 1657.

Cokelat cair, di awal abad ke-17, cokelat menjadi minuman penyegar yang digemari di istana Spanyol. Sepanjang abad itu, cokelat menyebar di antara kaum elit Eropa, kemudian lewat proses yang demokratis harganya menjadi cukup murah, dan pada akhir abad itu menjadi minuman yang dinikmati oleh kelas pedagang. Kira-kira 100 tahun setelah kedatangannya di Eropa, begitu terkenalnya cokelat di London, sampai didirikan “rumah cokelat” untuk menyimpan persediaan cokelat, dimulai di rumah-rumah kopi. Rumah cokelat pertama dibuka pada 1657.

Sejarah Coklat:

           Asal: Kakao berasal dari Amazon atau Orinoco, Amerika Selatan kira-kira 4000 tahun yang lalu.
           1000 SM: Pohon kakao pertama kali dikenal dengan nama 'kakawa', bahasa yang digunakan oleh suku Olmec, suku yang berasal dari teluk Meksiko yang merupakan cikal bakal dari peradaban Mesoamerika. Pada waktu tersebut terlihat bahwa bangsa Olmec sudah membudidayakan pohon-pohon kakao. Pohon kakao juga digambarkan secara jelas pada abad ke 9 oleh suku Maya yang tergambar melalui mural terdapat di Cacaxtla, Meksiko.
           100 M: Suku Maya yang terdapat di bagian utara Guatemala mengadopsi kata “Kakao” dari suku Olmec. Pada tahun ini suku Maya juga membudidayakan pohon kakao.
           1502: Pertama kalinya orang-orang Eropa mengetahui adanya biji kakao (pelayaran ke empat yang dilakukan oleh Christoper Columbus).
           1528: Hernando Cortez kembali ke Spanyol dengan membawa biji kakao dan terkejut mengetahui bahwa Suku Astec menggunakan biji kakao sebagai alat pembayaran.
           1828: Conrad Van Houten, seorang ahli kimia dari Belanda, mempelajari cara untuk memisahkan mentega kakao dari kakao liquor. Beliau kemudian memproduksi bubuk kakao. Kemudian beliau mencampurkan mentega kakao dan gula dengan kakao liquor sehingga menghasilkan coklat padat yang dapat dikonsumsi.
           1912: Jean Neuhaus menemukan bahwa lapisan coklat bisa diisi dengan krem atau selai kacang. Dengan ditemukannya ide seperti itu maka coklat pralin Belgia pertama kali dibuat. Di Belgia, coklat sejak pertama kali digunakan sebagai hadiah yang diberikan kepada seseorang. Tidak heran bawa coklat pralin sebagai hadiah yang paling popular di Belgia.

Permen Coklat tertua

Permen Coklat tahun 1902
 
Permen coklat tertua berada di kota St Andrew di Skotlandia sebagai menandai perayaan penobatan Raja Edward VII, ahli waris Ratu Victoria, pada 26 Juni 1902. permen-permen coklat yang dibungkus dan dimasukkan dalam sebuah kaleng itu ternyata bertahan lebih lama dibanding masa pemerintahan Raja Edward VII yang meninggal tahun 1910.

Saat ditemukan, kaleng itu tak hanya berisi permen coklat saja tapi juga selembar potongan koran. Potongan koran itu menjelaskan bahwa permen coklat itu diberikan untuk seorang anak sekolah bernama Martha Greig di bulan Agustus, 1902. Oleh Martha permen itu tidak dimakan bahkan disimpan sebagai kenang-kenangan.
Permen Coklat beserta potongan koran
 
Ketika sudah dewasa, Martha mewariskan kaleng dan isinya kepada salah satu anaknya yang juga nantinya menyerahkan kaleng itu kepada anak perempuannya, Freida McIntosh. Oleh Freida, kaleng itu diserahkan ke organisasi pelestarian sejarah di kota St Andrew, St Andrews Preservation Trust yang bertujuan melindungi agar karakter dan sejarah kota itu tetap terjaga.




Di Indonesia pun ada permen terlama dan sampai sekarang masih beredar dipasaran walaupun dengan jumlah terbatas. Permen tertua di Indonesia adalah Permen Pagoda Pastilles. Permen Pagoda Pastilles adalah salah satu permen pastilles yang masih ada sampai sekarang dengan usia lebih dari 38 tahun lamanya (sedikit permen yang usianya seperti pastilles).

 Permen dan coklat masa kini

Pada masa kini, perkembangan permen dan coklat sangat berkembang pesat, walaupun masih dengan bahan dasar yang sama. Perpaduan antara bahan yang lainnyalah yang membuat permen dan coklat masa kini berbeda. Banyak sekali permen da coklat yang komposisinya telah dicampur dengan aneka perisa, topping-topping lucu, buah-buahan segar, bahkan ada negara yang mencampur coklat dengan serangga.

Permen dan coklat masa kini juga sering dipakai untuk tradisi di seluruh dunia yang dirayakan pada tanggal 14 februari, ya, hari kasih sayang atau yang biasa disebut dengan Valentine. Hampir seluruh warga dunia, terutama wanita yang merakan hari valentine akan berburu berbagai macam permen dan coklat –yang berdominasi warna pink-. Bahkan di jepang, anak-anak, remaja, bahkan ibu-ibu tak repot mereka membuat coklat sendiri.

Perkembangan permen dan coklat juga sudah merambah ke dunia per-film-an. Salah satu film dengan tema permen dan coklat yang paling terkenal adalah Charlie and the Chocolate Factory’.  Di dunia, sudah ada 5 museum yang bertemakan coklat, ini membuktikan bahwa coklat telah mengalami perkembangan yang pesat dari masa ke masa.
film 'Charlie and chocolate factory'


 
Salah satu bentuk coklat Valentine
Museum coklat di Jerman

Walaupun banyak keuntungan memakan permen dan coklat, kita harus membatasinya, mengonsumsi permen dan coklat berlebih akan membuat kita kelebihan berat badan, obesitas, gigi berlubang, batuk, dan masih banyak lagi. Maka dari itu kita harus membatasi mengonsumsi permen dan coklat.

Nah~ setelah membaca ini, apakah ada yang ingin memakan permen dan coklat? 


Sumber: 
1. http://www.kaskus.co.id/showthread.php?t=6744495
2. http://lee-mint.blogspot.com/2010/04/sejarah-permen-dan-coklat.html


1 komentar: