Jumat, 21 September 2012

Tugas 5 - Perkembangan Pemutar Musik

Evolusi iPod, Si Pemutar Musik yang Pintar


Musik di zaman ini bisa dikategorikan sebagai kebutuhan semua lapisan masyarakat. Musik terdengar dimana-mana karena dipercaya dapat memberikan kegembiraan, kenyamanan ataupun ketenangan. Sebenarnya fungsi musik sendiri cenderung berbeda bagi tiap individu, tergantung dari usia, lingkungan dan factor-faktor lainnya. Misalnya bagi ibu hamil, musik biasanya diputarkan dengan harapan dapat menstimulasi pertumbuhan janin yang dikandungnya disamping dengan fungsinya sebagai pemberi ketenangan bagi sang ibu. Contoh lain, pada remaja musik biasanya diputarkan dengan tujuan mencari kesenangan  dan mengekspresikan diri ditengah kehidupan mereka yang bisa dikatakan melelahkan.
Dewasa ini, setiap lapisan masyarakat dapat menikmati musik dengan berbagai cara yang mudah. Selain ada radio dan televisi, sekarang banyak pula tersedia alat-alat pemutar musik yang mudah dibawa dan mudah pula dalam pengoperasiannya. Jenis alat pemutar musik yang ada sekarang ini sangatlah variatif, sehingga para penikmat musik dapat menyesuaikan dengan kebutuhan dan daya beli mereka. Dengan banyaknya pilihan pemutar musik yang ada, masyarakat dapat menikmati musik kapanpun dan dimanapun.



Perkembangan Pemutar Musik

Pemutar musik yang tersedia sekarang ini telah mengalami perjalanan yang sangat panjang. Pada awal kemunculannya, musik hanya dapat dinikmati secara langsung (live) sehingga tidak memungkinkan untuk dapat mendengarkan musik di kegiatan sehari-hari. Namun memang tidak dapat dipungkiri bahwa musik memiliki daya pikatnya sendiri. Candu terhadap musik membuat manusia terdorong untuk membuat musik dapat dinikmati di berbagai tempat dan waktu.
Salah satu media pertama yang digunakan untuk merekam dan memainkan musik adalah Video Cassette Reorder (VCR).  VCR adalah peralatan elektronik yang dapat digunakan untuk merekam audio dan gambar (video)  dalam suatu kaset pita magnetik yang dapat dengan mudahnya  dimasukkan dan dikeluarkan seperti halnya pita kaset suara biasa (Audio Cassette Recorder atau Cassette Recorder).
Dari VCR, selanjutnya terdapat pula format pemutaran musik. Pertama, hadirlah piringan hitam.  Awalnya, piringan hitam merupakan sebuah alat yang memiliki pena yang bergetar untuk menghasilkan bunyi dari sebuah disc. Ide ini berasal dari Charles Cros dari Perancis pada tahun 1887, namun sayangnya tidak pernah terwujud. Pada tahun yang sama, Thomas A. Edison menemukan Phonograph (pemutar piringan hitam) yang berfungsi untuk merekam suara yang kebanyakan digunakan untuk keperluan kantor. Nama Gramophone berasal dari Emilie Berliner yang pada tahun 1888 menemukan piringan hitam jenis baru dan mematenkannya di bawah label Berliner Gramaphone. Pada tahun 1918, masa pematenan berakhir, semua label pun berlomba-lomba untuk memproduksi piringan hitam. Pada masa itu, kebanyakan pemilik gramophone masih terbatas pada kalangan menengah atas saja, sehingga pemutar musik masih dianggap sebagai barang mewah.
Selanjutnya Compact Audio Cassette diperkenalkan oleh Philips sebagai media penyimpanan audio di Eropa pada tahun 1963. Kemudian pada tahun 1965 mulai diproduksi secara massal. Pada tahun 1971, Advent Corporation memperkenalkan Model 201 tape deck yang mengkombinasikan filter Dolby Type B dan pita magnetik chromium dioxide (Cr02). Tahun 1980an muncul Walkman dari Sony sebagai media pemutar kaset portable. Pita kaset dapat merekam lagu dengan durasi hingga 1 jam di setiap sisinya. Kualitasnya cukup baik namun kerap kali terjadi penurunan kualitas suara yang dihasilkan ketika pita kaset mengalami gangguan, kotor atau rusak. Ada pula Digital Audio Tape (DAT), yang merupakan rekaman digital menggunakan pita magnetik. Tetapi, keberadaan DAT kurang popular dikarenakan waktu kemunculannya didahului oleh rekaman digital pada kepingan CD. Kondisi ini dikarenakan peralihan dari rekaman analog ke rekaman digital pihak produsen DAT tergolong ‘kurang berani’ melempar ke pasaran.
Selanjutnya, diperkenalkanlah Discman yang diproduksi oleh Sony pada November 1984;dua tahun setelah CD diproduksi secara missal. CD dibuat dengan cara perekaman sinyal yang berbeda dari generasi perekaman sebelumnya, perekaman pada piringan hitam dan perekaman pita magnetik bentuk perekamannya berupa sinyal analog, sedangkan perekaman dipermukaan kepingan CD berupa sinyal digital yaitu pengkodean sinyal 0 dan sinyal 1, hal ini dalam usaha untuk merampingkan media penyimpanan musik dengan memperbaiki kualitas suara yang dihasilkan. Musik dalam format CD, VCD maupun DVD memiliki kualitas suara yang baik tetapi tetap mengalami gangguan jika disc tersebut tergores, berdebu ataupun rusak.

Sampai beberapa tahun selanjutnya, pemutar musik dapat mengeluarkan suara berupa musik jika telah dimasukkan CD, VCD ataupun DVD ke dalamnya. Dengan kata lain pemutar musik tersebut harus diberi output device yang mengandung dokumen musik agar bisa mengeluarkan bunyi berupa musik. Namun, dalam perkembangannya, diciptakanlah MP3 player; sebuah alat yang dapat digunakan untuk dua fungsi sekaligus yaitu menyimpan dan memainkan dokumen musik yang berformat MP3. MP3 (MPEG, Audio Layer 3) menjadi format paling populer dalam musik digital dikarenakan ukuran filenya yang kecil dengan kualitas yang tidak kalah dengan CD audio. Format ini dikembangkan dan dipatenkan oleh Fraunhofer Institute. Dengan bitrate 128 kbps, file MP3 sudah berkualitas baik. Namun MP3 Pro-format penerus MP3-menawarkan kualitas yang sama dengan bitrate setengah dari MP3. MP3 Pro kompatibel dengan MP3. Pemutar MP3 dapat memainkan file MP3 Pro-namun kualitas suaranya tidak sebagus peranti yang mendukung MP3 Pro.

Inovasi lain pun terus bermunculan dan kian canggih makin hari. Dari  MP3 player, dikembangkanlah MP4 player yang sebenarnya merupakan wujud penyempurnaan dari MP3 player. Pada MP4 player, bukan hanya musik yang dapat di putarkan, melainkan juga video klip dan foto-foto. Pada beberapa jenis MP4 terdapat pula kalender, jam, games maupun aplikasi multifungsi lainnya. Jadi MP4 player bukan merupakan pemutar musik belaka, melainkan pemutar media digital. Dari sekian banyak pemutar media digital yang ada, salah satu yang paling menonjol karena spesifikasi yang ia miliki adalah iPod, produksi Apple Inc.

Sejarah Apple

Sebelum mengenal lebih jauh tentang iPod itu sendiri, mengenal perusahaan yang memperkenalkannya yaitu Apple Inc. Sebelum menjadi salah satu produsen computer dan mobile device terkemuka, butuh waktu bertahun-tahun bagi Apple untuk mengembangkan sayapnya. Mulanya pada tahun 1976 Steve Jobs, Steve Wozniak, dan Ronald Wayne memiliki ide brilian untuk membuat produk berbasis komputer. Benar saja, tuangan ide dari ketiga orang tersebut berhasil menciptakan dan memasok personal computer Apple I, satu set komputer dengan bahan kayu sebagai chasing-nya. Tergolong sukses dengan produk pertamanya tersebut, tak dapat dipungkiri dalam pembuatannya Apple membutuhkan banyak dana segar untuk menunjang kegiatan produksi dan pengembangannya. Beruntunglah seorang milyader bernama Mike Markkula menginvestasikan dana sebesar $ 250.000. Dari situlah Apple Inc. terus mengembangkan produksinya, tidak sebatas pada komputer pribadi,melainkan berbagai macam komputer dan software. Namun perjalanan Apple mengalami kemunduran pada tahun 1986-1993 dikarenakan ketatnya persaingan di dunia elektronik, saat kamera digitial, pemutar CD portable, speaker, dan perangkat TV mulai menjamnur. Selain itu produk komputernya pun kalah saing dengan The Wintel (Windows dan Intel) ketika itu. Kemunduran ini tak dapat dilepaskan dengan dipecatnya Steve Jobs pada tahun 1985, karena memang dialah salah satu pemegang ‘kunci’ kesuksesan ide di Apple. Beruntunglah pada tahun 1996 Steve Jobs kembali lagi pada Apple Inc. disusul dengan kembalinya masa keemasan perusaahan tersebut. Ide-ide Steve Jobs pun berhasil memancing banyak keuntungan bagi Apple Inc. Berikut ini beberapa produk Apple yang menjadi favorit masyarakat dunia :
1.       Software
Apple terkenal dengan beberapa software khas yang dikembangkannya yaitu Mac OS X; sebuah sistem operasi untuk personal computer, iTunes; pemutar lagu, The iLife; sebuah aplikasi media penunjang kreativitas, Safari; sebuah web browser, Logic Studiio; sebuah software perekam audio, dan iOS; sebuah sistem operasi untuk mobile handsets.

2.       Macintosh
Terkenal sebagai Mac, the Macintosh adalah komputer desktop yang diperkenalkan Apple pada tahun 1984 dan langsung meraih kesuksesan berat, karena Macintosh merupakan komputer pribadi utama yang memiliki mouse dan dilengkapi dengan graphical user interface. Sehingga pada era tahun 90an produk ini menjadi pesaing berat The Wintel.

3.       Macbook
Macbook adalah sebuah komputer notebook yang dirilis pada tahun 2006 dan tercatat pula sebagai produk Apple dengan angka penjualan tertinggi dalam sejarah Apple Macintosh. Adapun jenis Macbook terbagi menjadi Macbook Air dan Macbook Pro.

4.       iPod
iPod adalah produk pemutar musik yang bisa dikatakan paling tersohor dibandingkan produk MP3 atau MP4 player lainnya. Media player ini dirilis pada November 2001 dengan kelebihannya yang dapat memutar berbagai jenis file musik diantaranya MP3, AAC/M4A, dan WAV,  serta menampilkan berbagai format gambar seperti BMP,JPEG dan GIF. Produk inilah yang terkait dengan pembahasan sebelumnya mengenai pemutar musik yang akan dibahas lebih lanjut.

5.       iPhone
iPhone merupakan produk smartphone pertama Apple Inc. yang dirilis perdana pada Juni 2007. Hingga saat ini iPhone masih kuat penjualannya meski bersaing  dengan Android dan tercatat telah mengeluarkan produknya sebanyak 5 kali yaitu iPhone 2G, iPhone 3G, iPhone 3GS, iPhone 4 dan iPhone 4s, dan pada pengnjung tahun 2012 akan segera merilis iPhone seri terbaru.

6.       iPad
Harus diakui bahwa Apple memang sangat lihai dalam mempelopori produk-produk mutkahir. Setelah iPod dan iPhone, Apple memperkenalkan tablet PC pertama di dunia yaitu iPad. iPad memang sangatlah spektakuler, karena dalam gadget berukuran buku tulis kecil tersebut berbagai fungsi dapat dijalankan, mulai dari browsing,mendengarkan lagu,merekam video, mengetik dan segudang fungsi lainnya.

Perjalanan iPod, si media player yang pintar sangatlah panjang. Di mulai dengan bentuknya yang masih sederhana hingga sekarang ini, dengan bentuknya yang kompatibel.

Pada 23 Oktober 2001, Apple merilis produk iPod pertamanya yaitu iPod 1st generation yang berkapasitas 10 GB dengan daya tahan maksimal 10 jam. Ipod ini dirilis dengan harga $499 dan pada saat itu hanya dapat di sinkronisasi dengan PC berbasis Apple. Hal ini tergolong menylitkan para calon pembeli mengingat saat itu PC yang kerap digunakan adalah PC berbasis Windows.
iPod 1st memiliki warna layar yang masih monoton, tidak didominasi banyak warna. Serta tombol navigasinya berupa beberapa tombol.


Pada tahun 2002, Apple berusaha memenuhi permintaan konsumen dengan meluncurkan iPod yang dapat kompatibel dengan Windows, sehingga dalam pengisian lagu dapat disambungkan dengan PC yang dimiliki masyarakat umumnya. Dari perangkat dalam, iPod yang bertajuk iPod 2nd generation ini menambah kapasitas penyimpanan lagunya sebanyak 10GB dari versi iPod sebelumnya, yang berarti berkapasitas 20GB. Di pengunjung tahun 2002 dirilis pula iPod 2nd generation limited edition, iPod dengan bonus tanda tangan dari entertainer pilihan seperti Tony Hawk dengan penambahan sebanyak $49 dari harga normal iPod 2nd generation.


Selanjutnya dirilis lah iPod 3rd generation. Masih tak berbeda jauh dari desain-desain sebelumnya, secara kasap mata bentuk dan fitur iPod 3rd generation tidak banyak berubah. Perubahan yang ada sebatas dari ekspansi kapasitas penyimpanan yang menjadi 40GB dan dari sisi tombol navigasi; dari rangkaian tombol menjadi touch wheel. Touch wheel memiliki sensitivitas yang tinggi, dilengkapi tombol clicker ditengahnya. Dengan memutar touch wheel, pengguna dapat memilih lagu dengan lebih mudah dan cepat dibandingkan jenis tombol navigasi sebelumnya. Seiring dengan pemasaran iPod 3rd generation, diperkenalkan pula Dock Connector.


iPod 1st generation
Sekitar tahun 2003-2004, iPod memperkenalkan iPod 4th generation dan iPod mini 1st generation. iPod 4th generation dirilis dengan inovasi baru yaitu layar beresolusi warna, yang terlihat lebih menarik dibandingkan iPod-iPod sebelumnya. Sehingga iPod 4th generation pun memungkinkan untuk menjadi tempat penyimpanan foto. Dengan kapasitas 40GB dan daya tahan maksimal 12 jam, harga $399 dianggap masih sangat bersahabat bagi pecinta produk Apple.
iPod mini 1st generation juga banyak mencuri perhatian para penikmat musik dikarenakan bentuknya yang kecil dan berwarna menarik. Dengan kapasitas 4GB dan daya tahan yang cukup, iPod mini pun menjadi benda yang paling diminati di masanya.


iPod Nano 1st gen
Melihat kesuksesan iPod mini 1st generation, Apple meluncurkan iPod mini 2nd generation, yang dikenal dengan nama iPod Nano 1st generation; yaitu wujud penyempurnaan dari iPod mini. Dengan kapasitas yang tidak berubah banyak, Apple berusaha memperpanjang daya tahan dari iPod Nano.

iPod Video 80GB
 Peluncuran iPod Nano pertama ini bisa dikatakan beriringan dengan iPod Video. Bentuknya yang besar dan mirip iPod lama dinilai sudah tak semenjual iPod-iPod berukuran kecil yang hits. Namun, iPod video tetap memiliki pecinta nya sendiri, karena pilihan kapasitas penyimpanan yang disediakannya yang besar; 80GB.

Lagi-lagi Apple sedang gencar mengembangkan produk berukuran ‘mini’, ditandai dengan peluncuran iPod shuffle. iPod shuffle berukuran lebih kecil dari iPod nano, namun seiring dengan bentuknya yang kecil para pengguna harus merelakan layar, karena bentuknya yang kecil tidak memungkinkan iPod shuffle untuk menggunakan layar yang besar sebagai komponen utama. Namun iPod shuffle memiliki keunggulan yaitu daya tahannya yang lama;sekitar 12 jam meski kapasitasnya kecil yaitu 1GB. Sehingga iPod ini kerap digunakan sebagai ‘teman’ masyarakat yang sedang berolahraga; karena bentuknya yang sangat kecil.
iPod shuffle 1st gen

iPod Nano 2nd gen
Pada kisaran tahun 2006 Apple memperkenalkan iPod Nano 2nd generation dan iPod shuffle 2nd generation. iPod nano 2nd generation tidak berbeda jauh dari seri sebelumnya, lagi-lagi perubahan hanya terjadi di sisi kapasitas.

Untuk tahun-tahun selanjutnya, Apple berhenti menginovasikan iPod berukuran kecil dan kembali merilis iPod berukuran besar yaitu iPod Classic. 
iPod Classic 6th gen
iPod 6.5 th gen
iPod Classic merupakan penyempurnaan terakhir dari iPod jenis awal. Dari segi desain terjadi modernisasi meski tidak menghilangkan esensi desain aslinya, dan pada segi kapasitas terjadi peningkatan menjadi 160GB untuk iPod Classic 6th generation dan 120GB untuk iPod Classic 6.5th generation.

Seiring dengan ‘kembali’ nya iPod Classic yang perawakannya besar, iPod Nano ber evolusi lagi. iPod Nano 3rd generation tampil berbeda dari iPod Nano terdahulu. Bentuk iPod Nano 3rd generation terkesan seperti iPod Classic yang di bonsai;diperkecil. Hanya saja iPod Nano 3rd generation lebih terkesan lebar dibandingkan iPod Classic dan iPod lainnya.
iPod Nano 3rd gen

iPod Touch 1st gen
Meninggalkan iPod shuffle, iPod mengejutkan dunia dengan peluncuran iPod berlayar sentuh (touch screen). iPod touch atau yang lebih dikenal sebutan iTouch. iTouch memang sangatlah menarik, karena selain pengoperasiannya yang mudah, resolusi layar yang hampir sebesar iPod itu sendiri membuat para pengguna lebih leluasa untuk memiih lagu, foto dan bermain game-game yang tersedia. Selain itu, berbeda dengan iPod lainnya yang sebatas pemutar musik,foto, video dan sarana bermain game, iTouch memungkinkan pengguna untuk melakukan kegiatan lagin seperti pengetikan browsing dengan menggunakan wifi dan tersedianya berbagai aplikasi unik dari Apple.


iPod touch terus berkembang, hingga saat ini sudah dirilis iPod touch 1st 2nd 3rd dan 4th generation. Dari generasi 1,2,3 selalu terjadi peningkatan kapasitas dari 16 menjadi 32 dan terakhir hingga generasi ke-4 menjadi 64GB.
iPod touch 4th gen with front camera
Perbedaan lain yang terjadi dari generasi pertama ke generasi-generasi selanjutnya adalah kamera. iPod generasi kedua hingga yang terbaru selalu dilengkapi dengan kamera belakang yang memungkinkan untuk perekaman video dan pengambilan gambar. Inovasi terakhir terjadi pada generasi ke-4, dimana iTouch dilengkapi oleh dual-camera; yaitu kamera depan dan belakang.


iPod Nano 4th gen
iPod Nano 5th gen with camera
Sementara itu iPod Nano 4th generation yang dirilis pada kisaran tahun 2008 kembali pada bentuknya yang lebih memanjang dibandingkan melebar. Tidak terjadi banyak perubahan dari segi fitur dan tak berjarak lama setelah dirilisnya iPod Nano 4th generation, diperkenalkan lah generasi ke-5. Kasap mata, generasi ke 4 dan ke-5 terlihat sangat mirip. Namun jika dicermati lebih dalam, generasi ke-5 lebih memanjang dan layarnya pun mengambil porsi yang lebih besar dari perbandingan perawakan iPod itu sendiri. Selain itu, iPod Nano 5th generation dilengkapi dengan VGA kamera yang dapat digunakan untuk foto dan perekaman video dengan kualitas yang cukup baik. Seiring dengan dirilisnya iPod Nano 5th generation, kembali dirilis pula iPod shuffle 3rd generation.

iPod Shuffle 4th gen
Pada pertengahan 2010, iPod meluncurkan dua iPod secara berdampingan yaitu iPod nano 6th generation dan iPod shuffle 4th generation. Secara simple dapat digambarkan bahwa kedua iPod tersebut merupakan “perpecahan” dari iPod Nano generasi ke-5. iPod Nano 6th generation merupakan perpecahan bagian atas atau bagian layar, sementara iPod shuffle 4th generation merupakan perpecahan bagian bawah, lagi-lagi tanpa layar. iPod nano 6th generation tersedia dengan fitur full touch screen.
iPod Nano 6th gen












Sumber:










Tidak ada komentar:

Poskan Komentar