Sabtu, 15 September 2012

Tugas 5- Perkembangan Musik Punk


Musik Para Pemberontak

Tak ada yang tahu pasti kapan dan di mana munculnya budaya punk pertama kali. Tapi ada sebuah catatan penting ketika sebuah grup band dari Inggris yang dalam tiap pertunjukannya selalu dihadiri anak-anak muda dengan dandanan berbeda dari yang lain. Nama band itu adalah Sex Pistols dan hit mereka yang terkenal adalah “Anarchy in U.K.” Wabah ini secara cepat menyebar ke Eropa.  

Punk
 muncul sebagai bentuk reaksi masyarakat yang kondisi perekonomiannya lemah dan pengangguran di pinggiran kota-kota Inggris, terutama kelompok anak muda, terhadap kondisi keterpurukan ekonomi sekitar tahun 1976-1977. Kelompok remaja dan kaum muda ini merasa bahwa sistem monarkilah yang menindas mereka. Dari sini muncul sikap resistensi terhadap sistem monarki. Kemarahan-kemarahan ini diwujudkan dalam bentuk musik yang berisi lirik-lirik perlawanan dan protes sosial politik serta cara berpakaian yang tidak lazim. Konser-konser musik digelar sebagai media untuk mengampanyekan ide-ide mereka.
anak-anak punk

Dari Rock n’ roll ke Punk 

Punk sebetulnya memiliki dasar sikap yang sama dengan musik rock n’ roll, aliran musik yang lahir pada tahun 1955. Dulu, rock n’ roll itu menjadi musik milik generasi muda yang ingin memberontak terhadap kemapanan, sehingga dijauhi dan tidak disukai para orang tua. Tapi saat rock mulai kehilangan gereget dan dianggap monoton, mulailah ada kasak-kusuk untuk menciptakan jenis musik baru yang ekstrem sebagai reaksi melawan kejenuhan tadi. Dari keresahan itulah aliran punk lahir. 

Tidak seperti aliran musik lainnya, punk lebih mengutamakan pelampiasan energi dan curhat ketimbang aspek teknis bermain musik. Para pencinta punk berprinsip bahwa tidak perlu jago bermain musik, yang penting penampilan oke dan yang namanya unek-unek harus bisa dikeluarkan. Dan memang, buktinya, almarhum Sid Vicious dari Sex Pistols tidak jago bermain bass. Meski demikian, orang-orang tidak memandangnya dengan remeh dia. Malah justru Sid banyak digandrungi para pencinta punk

Pada tahun 1964, terjadi serbuan besar-besaran grup asal Inggris ke Amerika. Dan yang menjadi “biang keladinya” adalah The Beatles. Melihat trend baru itu, remaja Amerika pun sadar bahwa sebuah grup sanggup mengerjakan semuanya sendiri. Maka di berbagai pelosok Amerika, anak-anak sekolah pun mulai membentuk band dan latihan di garasi rumah mereka sendiri. Karena mereka baru belajar, musiknya pun tidak yang susah-susah. Mereka cenderung belajar dari grup-grup yang alirannya simple tapi nge-rock, macam Rolling Stones, The Whom atau Yardbirs, yang musiknya lebih menitikberatkan padariff dan power.

Maka ketika mereka pada gilirannya mulai menulis lagu sendiri, musik mereka mempunyai ciri khas sederhana tapi “kencang” atau “ber-power”, biasanya dengan satu riff gitar yang di ulang-ulang. Tapi meski bentuknya masih “primitif”, musik yang mereka ciptakan mampu menggugah semangat pendengar. Sesuai dengan tempat kelahirannya, orang memberi julukan untuk warna musik ini: Garage Rock. Grup-grup yang lahir contohnya The Standells, The Seeds,dll. Dan dari sini lahirlah sound yang selanjutnya berkembang jadi punk rock

Dari Iggy hingga Ramones
Iggy

Punk selanjutnya berkembang sebagai buah kekecewaan musisi rock kelas bawah terhadap industri musik yang saat itu didominasi musisi rock mapan, seperti The Beatles, Rolling Stone, dan Elvis Presley. Musisi punk tidak memainkan nada-nada rock teknik tinggi atau lagu cinta yang menyayat hati. Sebaliknya, lagu-lagu punk lebih mirip teriakan protes demonstran terhadap kejamnya dunia. Lirik lagu-lagu punk menceritakan rasa frustrasi, kemarahan, dan kejenuhan berkompromi dengan hukum jalanan, pendidikan rendah, kerja kasar, pengangguran serta represi aparat, pemerintah dan figur penguasa terhadap rakyat. 

Akibatnya punk dicap sebagai musik rock n’ roll aliran kiri, sehingga sering tidak mendapat kesempatan untuk tampil di acara televisi. Perusahaan-perusahaan rekaman pun enggan mengorbitkan mereka. 

Memasuki dekade 70-an, punk mulai menemukan bentuknya seperti yang kita kenal sekarang. Ciri pemberontakannya makin kentara, dan segala rupa aksi panggung yang ugal-ugalan pun mulai muncul. Dari generasi pelopor punk ini ada dua nama yang boleh disebut paling menonjol yaitu Iggy and The Stooges.

Tahun 1975 lahirlah beberapa grup musik baru salah satunya The Ramones. Siapa yang tidak mengetahui The Ramones?. Empat anak jalanan asal Queens yang tampil gahar dengan jaket kulit dan jeans belel, seperti geng. Gerombolan ini memancang mitos bahwa mereka satu keluarga.
Ramones

Pada tanggal 4 Juli 1976, Ramones mengadakan konser perdananya di Inggris. Entah itu tanggal keramat atau apa, konser mereka meninggalkan bekas yang dalam diri kaum muda Inggris yang menyaksikannya. Konser itu disaksikan oleh para pentolan grup yang belakangan memotori kebangkitan punk di Inggris, yaitu Sex Pistols, The Damned, dan The Clash. 

Dari Sex Pistols hingga Green Day
Sex Pistols

Sex Pistols dan The Clash memasukkan aspek baru dalam perkembangan punk, yaitu protes sosial dan politik. Kedua grup ini menjadi penyambung lidah kaum muda Inggris yang frustrasi. Mulailah mereka menyuarakan protes terhadap segala ketidakadilan yang mereka lihat sehari-hari. Cuma saja pendekatan mereka berbeda, sesuai dengan latar belakang kehidupan masing-masing. 

Kegagalan Reaganomic dan kekalahan Amerika Serikat dalam Perang Vietnam di tahun 1980-an turut memanaskan suhu dunia punk pada saat itu. Band-band punk gelombang kedua (1980-1984), seperti Crass, Conflict, dan Dead Kennedys membuat mereka memendam jiwa pemberontak daripada sekadar pemuja rock n’ roll. Ideologi anarkisme yang diusut punk generasi pertama pun jadi pilihan mereka yang sudah kehilangan kepercayaan terhadap otoritas negara, masyarakat, maupun industri musik.

Keterlibatan kaum punk dalam ideologi anarkisme ini akhirnya memberikan warna baru dalam ideologi anarkisme itu sendiri, karena punk memiliki ke-khasan tersendiri dalam gerakannya. Gerakan punk yang mengusung anarkisme sebagai ideologi lazim disebut dengan gerakan Anarko-punk.

Anarcho Punk: Komunitas Punk yang satu ini memang termasuk salah satu komunitas yang sangat keras. Bisa dibilang mereka sangat menutup diri dengan orang-orang lainnya, kekerasan nampaknya memang sudah menjadi bagiandari kehidupan mereka. Tidak jarang mereka juga terlibat bentrokan dengan sesama komunitas Punk yang lainnya.

Crust Punk: Komunitas punk terbrutal, mereka memainkan musik campuran anarcho punk dan heavy metal.

Glam Punk: Komunitas punk yang berjiwa seniman, menuangkan perasaan mereka ke karya seni. Mereka menjauhi perselisihan.

Hardcore Punk: Komunitas yang memainkan punk berbeat cepat dengan jiwa pemberontak yang kental

Nazi Punk: Komunitas punk yang berfaham nazi.

The Oi: The Oi adalah kumpulan anak-anak punk penonton sepak bola. Mereka sering bermasalah dengan Anarcho Punk dan Crust Punk.

Queer Core: Komunitas punk yang merupakan perpecahan hardcore-punk yang berisi orang-orang lesbian,homosexual,bisexual dan transexual.

Riot Grrrl: Komunitas yang berisi wanita yang keluar dari hardcore punk.

Scum Punk: Ini adalah komunitas punk yang bersih dari rokok,minuman alkohol, dan narkoba. Disebut juga “straight-edge”

gaya hidup straight edge
The Skate Punk: Skate Punk memang masih erat hubungannya dengan Hard Core Punk dalam bermusik. Komunitas ini berkembang pesat di daerah Venice Beach California. Para anggota komunitas ini biasanya sangat mencintai skate board dan surfing.

Ska Punk: Ska Punk merupakan sebuah penggabungan yang sangat menarik antara Punk dengan musik asal Jamaica yang biasa disebut reggae. Mereka juga memiliki jenis tarian tersendiri yang biasa mereka sebut dengan Skanking atau Pogo, tarian enerjik ini sangat sesuai dengan musik dari Ska Punk yang memilikibeat-beat yang sangat cepat.

Di era yang sama yaitu tahun 1980-an, di saat era punk di Inggris datang dan pergi, di berbagai penjuru dunia mulai muncul berbagai macam band beraliran. Di Amerika muncul juga gelombang-gelombang baru musik punk, tetapi gelombang terbaru pemusik punk AS bukan berasal dari New York, melainkan dari California. Generasi ini mendapat pengaruh yang sama besar dari The Ramones dan Sex Pistols. Tapi agak lain dengan kedua mentornya itu, mereka sangat serius menghayati prinsip-prinsip dasar punk. Bagi mereka punk bukan sekadar aliran musik, melainkan juga identitas, gaya hidup dan prinsip. 

Di selatan LA, sebuah kelompok punk metal baru bernama Black Flag menyewa gereja untuk berlatih . Tempat ini selanjutnya menjadi pusat kegiatan pencinta punk setempat. Grup-grup yang lahir di sana salah satunya Suicidal Tendencies. Mereka lebih berhaluan keras. Penampilannya lebih brutal dan liriknya lebih radikal.  

Di San Francisco aliran punk lebih berpolitik. Di sana muncul nama-nama macam The Avengers, The Dils, dan yang paling dominan The Dead Kennedys. Grup yang terakhir disebut tadi melancarkan protes keras terhadap berbagai hal, mulai dari kebijaksanaan pemerintah sampai fasisme. Musik mereka berada di perbatasan antara punk yang melodius dan hardcore murni. New York juga melahirkan salah satu grup yang cukup terkenal yaitu The Misfits.

Di Washington D.C. juga terjadi perubahan pada musik hardcore punk yang berubah menjadi musik yang lebih emosional,penuh emosi,dan lirik-lirik yang lebih mengarah ke kepahitan yang romantis,nostalgia dan keputus asaan yang dikemas dengan kata-kata puitis. Subgenre ini disebut “emo” atau “emo core” yang merupakan kepanjangan dari “emotional hardcore” sayangnya di era ini musik ini hanya bertahan di puncak beberapa saat dan bangkit kembali di tahun 2000an dan emo menjadi tidak murni lagi.

Pada akhir tahun 1980-an benih kebangkitan generasi kedua mulai ditanam di LA. Dulu, awal dasawarsa ini, di San Fernando pernah berdiri sebuah grup bandbernama Bad Religion. Bad Religion memiliki personelnya yang rata-rata sangat intelek. Saking inteleknya, lagu mereka sering memakai kata-kata yang membuat orang Amerika harus membuka kamus. Bad Religion merupakan band yang memelopori berdirinya generasi baru grup-grup punk California. Sebut saja macam Dag Nasty, Pennywise, NOFX, dan belakangan tentu saja Rancid, Offspring, serta Green Day. 

Era 90an

Pada masa ini muncul musik bergenre alternatif yaitu grunge, grup  grunge yang paling terkenal tak lain dan tak bukan adalah Nirvana yang digawangi Kurt Cobain. Namun lama-lama para pendengar musik mulai bosan dengan musik grunge, muncullah musik yang segar dari Green Day. Musik yang lebih tepatnya bergenre pop-punk. Musik segar dengan musik yang tidak “semena-mena” dan lebih terdengar melodius layaknya pop pada album mereka yang berjudul Dookie.
Green day

Lagu “Basket case” dan “When I Come Around” dari Green Day itu sangat sering  diputar di MTV dan membantu penjualan mereka hingga mendapat Grammy Awards. Setelah itu The Offspring pun menyusul menggebrak dengan album indie mereka “Smash”. Single mereka “Come Out and Play” menjadi hits pada saat itu.

Green Day pun menggebrak kembali dengan album “Nimrod” mereka. Offspring juga tak mau kalah dengan mengeluarkan album mereka yang bertajuk “Americana”. Era inilah yang merupakan revolusi musik punk. Muncul juga band yang pasti diketahui orang-orang sampai saat ini yaitu Blink 182.  Pada akhir-akhir era ini mulailah muncul grup-grup seperti Sum 41 dan New Found Glory.
SUM41

Era 2000an

Harus diakui pada era ini musik-musik punk yang muncul ke “permukaan” lebih cenderung mudah dicerna oleh orang-orang selain punkers sejak kemunculan Green Day.Pada era ini SUM 41 mulai menggebrak dengan album ”All Killer No Filler” dengan lagu-lagu mereka seperti “Fat lip” dan “In Too Deep”.  Di awal era ini juga muncul band-band seperti Rufio dan juga kebangkitan musik emo lewat band seperti Jimmy Eat World. Musik-musik punk mulai modern dan mulai ada perpaduan-perpaduan unik musik lain di musik punk.

Sebuah band asal Kanada yaitu Simple Plan seakan ingin menyusul kesuksesan band satu kampungnya yaitu Sum 41 dengan menggebrak dunia musik dengan album mereka. Album mereka yaitu ”  No Pads, No Helmets...Just Balls ” cukup berhasil. Dengan single mereka seperti “Addicted” dan “Perfect” cukup disambut baik oleh penggemarnya. Harus diakui pada era ini pengaruh Blink 182 masih amat terasa, band ini benar-benar hebat dan bisa disebut sebagai legenda era baru. Siapa yang bisa menolak sebuah kombinasi hebat antara suara rendah sang bassis Mark Hoppus, suara tinggi sang gitaris Tom Delonge dan gebukan-gebukan drum yang luar biasa dari Travis Barker?
Blink 182

Pada tahun 2004  Green Day menjadi pusat perhatian karena album kontroversialnya “American Idiot” yang luar biasa. Judul album dan lirik lagu yang benar-benar kontroversial, tetapi betapa luar biasanya  album ini tidak bisa dipungkiri lagi dan memenangkan berbagai penghargaan. Bisa dibilang salah satu album terbaik Green Day.

Setelah luar biasanya kehebatan musik-musik punk yang muncul di era ini muncullah genre musik yang merupakan perpaduan unik punk, salah satunya adalah easycore. Easycore adalah genre yang merupakan percampuran antara pop punk dan musik-musik yang cukup keras seperti metalcore.
Subgenre ini mungkin diawali oleh New Found Glory, setelah itu baru muncullah(atau baru terkenal) Four Year Strong, lalu ada band easycore yang cenderung mengarah ke metalcore seperti A Day To Remember, dan ada juga band yang berhasil mencampur dengan baik antara kedua musik tersebut seperti Set Your Goals. ada pula easycore yang menggunakan vokal yang benar-benar pop dan musik metal serta sedikit scream seperti Chunk! No, Captain Chunk!

album American Idiot dari Green Day
sumber:
http://www.waingapu.com/sejarah-punk-jangan-ngaku-anak-punk-sebelum-baca-tulisan-ini.html
http://kikisudrajat.blogspot.com/2011/11/sejarah-genre-pop-punk.html
http://www.pasarkreasi.com/news/detail/music/123/sejarah-kelahiran-punk
http://id.wikipedia.org/wiki/Punk_rock
http://rheza-xeasycorex.blogspot.com/2011/08/genre-easycore.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar