Kamis, 20 September 2012

Tugas 5 - Perkembangan MRT


Macet,sumpek dan penat mungkin itu yang diungkapkan oleh seluruh penduduk Jakarta yang bepergian melaluli kendaraan pribadi maupun kendaraan umum selain itu kita semua pasti mendengar cerita pengalaman seseorang yang baru berlibur dari singapura pasti terselip pengalaman naik MRT yang cepat dan efisien, duh kapan ya bisa menikmati bepergian cepat di Jakarta? . Salah satu solusi kemacetan di Jakarta yang sedang dikembangkan adalah proyek MRT(mass rapid transit) apa itu MRT? Berikut akan saya jelaskan perkembangan MRT


 MRT (mass rapid transit) secara harfiah dapat diartikan sebagai moda angkutan yang mampu mengangkut penumpang dalam jumlah yang banyak (massal) dengan frekuensi dan kecepatan yang sangat tinggi (rapid). Menurut modanya, MRT dapat dikelompokkan menjadi beberapa jenis, antara lain: bus (buslane/busway), subway, tram, dan monorail.

1.      Tram

Tram adalah pelopor terbentuknya MRT di dunia maupun di Indonesia sendiri, pada awalnya didesign di Rusia oleh Ivan Elmanov sebagai alternatif dari kereta api konvensional jenis-jenis tram berdasarkan tenaga yang dipakainya ada tram bertenaga kuda,uap,kabel penarik dan listrik.tram bertenaga kuda dikembangkan lebih lanjut di Inggris dan masih menggunakan kuda sebagai penariknya pada saat itu tram yang ditarik dengan tenaga kuda menjadi favorit karena murah dan flexibel,
 namun ditinggalkan saat ditemukan tram bertenaga uap di Inggris dan dengan cepat menyebar dari Australia sampai Italia, tram bertenaga uap ini juga digunakan di Indonesia pada tahun 1912 tepatnya di kota Jakarta dan Surabaya. Ada juga tram yang ditarik dengan kabel tram jenis ini sampai sekarang masih digunakan di kota San Fransisco dan menjadi ikon kota tersebut tidak hanya di San Fransisco, di kota Welitton Selandia Baru ada juga versi lebih canggih dari cable-hauled tram ini yang dinamakan Cable Car,digunakan untuk transportasi anatar tempat wisata di kota tersebut dari pusat perbelanjaan sampai botanic garden, sama dengan tram yang ada di San Fransisco di kota Welitton ini cable car tersebut dijadikan simbol kota.



Tram di kota San Fransisco
 Tram yang ditarik dengan kabel inipun juga tidak bertahan lama setelah ditemukan tram bertenaga listrik . tram bertenaga listrik ini ditemukan di Rusia, pada awalnya tenaga listrik yang dibutuhkan oleh tram ini disuplai dari baterai, namun tidak efektif karena boros, dan dikembangkan versi baru yang disuplai dari kabel listrik yang jauh lebih efisien namun tram berenergi listrik inipun hanya sebatas prototype atau kepentingan pribadi meskipun dibuat di berbagai negara seperti Jerman dan Italia, tram bertenaga listrik yang dibuat untuk kepentingan umum pertama kali dites di Virginia, Amerika Serikat tahun 1888 setelah itu menyebar ke berbagai kota di Amerika Serikat. Di buat juga di kota Glasgow dan Llujbana namun sudah ditutup sejak tahun 60-an sampai sekarang tram bertenaga listrik masih bisa dijumpai di Hong Kong dan sudah bertahan sejak tahun 1904,di eropa masih digunakan di banyak kota seperti Berlin,Milan dan Budapest.



Tram Listrik di kota Budapest
 Selain berbagai tram yang saya jelaskan diatas ada juga tram yang menggunakan bensin,solar dan gas sebagai bahan bakar.

2.      Monorail

Monorail adalah perkembangan dari tram yang lebih lanjut, pertama kali dikenalkan oleh Ivan Elmanov di Rusia pada tahun 1920 namun dipatenkan oleh Henry Palmer dari Inggris pada tahun 1920. Monorail buatan Palmer sendiri awalnya hanya digunakan untuk tranportasi jarak pendek. Pada masa 1900-1950 monorail digunakan untuk transportasi dari kota Liverpool ke Manchester dan digunakan juga untuk penambang batu bara di Alaska, sempat juga diajukan di kota New York sebagai transportasi umum utama namun kalah dengan Subway. Pada tahun 1950-1980 monorail banyak digunakan di berbagai tempat rekreasi seperti Disneyland dan Walt Disney Center, bahkan monorail juga ada di Taman Mini Indonesia Indah.



Monorail di Taman Mini Indonesia Indah
 Penggunaan monorail sebagai alat transportasi umum pada masa kini dirintis oleh Jepang dan Malaysia. Tokyo Monorail melayani lebih dari 125000 penumpang tiap harinya, ada juga monorail tercepat yang dibuat di Jerman yang menggunakan medan magnet sebagai tenaga dan jalan yang dilewatinya dinamakan MAGLEV, kecepatannya sendiripun mencapai 580km/jam dan MAGLEV sendiri diadopsi oleh China di kota Shanghai, sekarang Monoril mulai ditinggalkan karena monorail biasanya hanya terdiri atas satu rute dengan sistem lintasan loop dengan beberapa stasiun pemberhentian yang menghubungkan dengan MRT lainnya maupun langsung ke lokasi kegiatan tertentu, selain itu biaya yang dikeluarkan untuk monorail lebih besar daripada MRT lainnya, tetapi penggunaan monorail sebagai alat transportasi jarak pendek masih banyak digunakan di berbagai tempat rekreasi seperti Disneyland,Kebun Binatang dan sebagainya.


Tokyo Monorail
Monorel Jakarta adalah sebuah sistem MassTransit dengan kereta rel tunggal (monorel) dengan jakur elevated, yang kini sedang akan dalam pembangunan di Jakarta, Indonesia. Dua jalur sedang dibangun: jalur hijau melayani Semanggi-Casablanca-Kuningan-Semanggi dan jalur biru melayani Kampung Melayu-Casablanca-Tanah Abang-Roxy. Projek ini dihadang oleh kesulitan finansial dan pergantian teknologi yang berganti-ganti. Awalnya diberikan pada 2003 kepada perusahaan Malaysia MTrans, pembangun Monorel KL, konstruksi dimulai pada Juni 2004 tetapi ditunda hanya setelah berjalan beberapa minggu. MoU MTrans dibatalkan, dengan projek diberikan kepada konsorsium utama Singapura Omnico, yang mengusulkan menggunakan teknologi maglev oleh perusahaan Korea Selatan ROTEM.
Pada Juli 2005, projek ini berganti tangan lagi dengan MoU baru diberikan kepada sebuah konsorsium perusahaan Indonesia PT Bukaka Teknik Utama, PT INKA, dan Siemens Indonesia. Omnico menentang ini, dan jadwal akhir 2007 sepertinya tidak mungkin terjadi. Namun pada Oktober 2005 konstruksi terus berlangsung, dengan anggapan bahwa fondasi dasar "pile" dan pilar dapat digunakan oleh konsorsium dan teknologi yang memenangi tender.
Rencana pengembangan
Projek ini direncakan 3 fase, dengan mengutamakan penumpang Bekasi/Cikarang dan Tangerang/Karawaci yang menuju Pusat CBD Jakarta (Penumpang Bogor dan Depok telah dilayani dengan KRL, namun akan memanfaatkan monorel ke Pusat CBD Jakarta):
Fase I: Koridor Jakarta (27km)
Stage I: Jalur hijau (14km)
Stage II: Jalur biru (13km)
Fase II: Jakarta ke Bekasi dan Cikarang (18-30km)
Fase III: Jakarta ke Tangerang dan Karawaci (16-25km)

3.      Subway

Subway(rapid transit, underground, subway, elevated railway, metro or metropolitan railway) adalah MRT terpopuler di dunia. MRT dalam bentuk subway pada prinsipnya memiliki kesamaan sistem operasi dengan kereta api. Namun, konstruksi teknisnya terdapat perbedaan karena subway terletak di bawah tanah (meskipun ada beberapa rel yang menggunakan rel layang dan di permukaan)  tetapi stasiun-stasiunnya langsung terhubung ke lokasi pusat kegiatan. Di Eropa Barat,Jepang dan Amerika Serikat, subway merupakan salah satu moda angkutan yang sangat populer dan seringkali dikenal dengan istilah metro system. Kota London merupakan kota pertama yang menerapkan sistem subway sebagai moda angkutan massal berkecepatan tinggi pada tahun 1863, pada saat itu London membutuhkan transportasi masal yang cepat dan efesien, pengerjaannya pun tidak bisa dibilang mudah di jaman segitu.



Pengerjaan Subway London

Setelah sukses di London kota Budapest dan New York ikut membangun Subway di kota mereka. Penggunaan subway sendiri juga terkoneksi dengan moda transportasi lain seperti bus agar semua lokasi bisa cepat terjangkau. Jalur subway sendiri ada berbagai macam seperti Circle-system, Circle-radial-system, Secant-system, Intermeshed-system, X-system, Diameter line, Air-bladder-system dan Cross-system yang paling banyak digunakan di dunia adalah Intermeshed System karena mampu menjamah banyak lokasi, selain itu masalah keamanan di Subway sendiri terbilang cukup aman menurut track record di berbagai dunia, kebakaran dan banjir mungkin menjadi momok bila diterapkan di Jakarta namun saya sendiri yakin msalah seperti itu akan mudah diatasi siring berkembangnya teknologi .sampai bulan mei 2012 ada 184 kota yang menggunakan Subway sebagai transportasi massal utama mereka,biaya pembuatan subway sendiri bisa dibilang tinggi tapi menurut penelitian Subway adalah bentuk MRT paling sukses dan efisien di dunia. Rencana pembangunan subway melalui PT MRT Jakarta dapat menjadi terobosan mutakhir dalam pengembangan sistem angkutan massal, khususnya perkeretaapian, di Indonesia. Dengan menawarkan kenyamanan, kecepatan dan kapasitas angkut yang yang lebih besar, MRT berbentuk subway dapat menjadi moda transportasi yang sangat dinanti untuk keberlanjutan sistem transportasi di Indonesia di masa depan. MRT ini direncanakan akan mulai beroperasi pada tahun 2016. Proyek MRT Jakarta yang akan dibangun membentang dari Lebak Bulus di Jakarta Selatan dan Dukuh Atas di Jakarta Pusat sepanjang 14,5 km. Empat kilometer diantaranya (4 stasiun) dibangun di bawah tanah dan 10,5 km dibangun melayang di atas jalan (8 stasiun). Proyek ini adalah tahap 1 dari rencana 3 tahap pembangunan MRT di Jakarta. Tahap 2 adalah dari Dukuh Atas ke Kota; dan tahap 3 adalah jalur Timur-Barat. Untuk pembangunan Tahap 2 dan tahap 3 saat ini sedang dalam pembuatan feasibility study.
Rencana
Contoh MRT berbentuk subway sendiri sudah sukses digunakan di berbagai kota kota besar di dunia contohnya New York City Subway,Moskow Metro dan London Underground. 



Moscow Metro,salah satu MRT tersibuk di dunia

4.      Bus Rapid Transit

 BRT(Bus Rapid Trasit) atau Busway maupun Buslane dapat dibedakan dengan bus angkutan biasa dan kendaraan lain karena biasanya merupakan shuttle bus yang memiliki rute perjalanan tertentu dan beroperasi pada lajur khusus, sehingga sering disebut buslane/busway. Pemisahan lajur ini dilakukan agar penumpang tidak mengalami penundaan waktu perjalanan dan tidak terganggu oleh aktivitas moda angkutan lain yang melintasi rute perjalanan yang sama. Busway sendiri biasanya bervariasi ada yang berbentuk ganda (bus gandeng), bus tunggal, dan bus bertingkat. MRT jenis busway biasanya lebih banyak dipilih oleh kota-kota di negara berkembang karena pengembangannya membutuhkan biaya yang lebih murah dibandingkan dengan subway, monorel, ataupun tram. BRT yang pertama kali dibuat adalah Rede Integrada de Transporte (RIT, atau "Integrated Transportation Network") di kota Curitiba,Brazi pada tahun 1974l yang sampai sekarang masih digunakan. BRT ini banyak digunakan di banyak kota di Amerika Latin dan Kanada digunakan juga di banyak kota di Amerika Serikat dan China namun tidak memiliki jalur khusus. Trans Jakarta sendiri adalah BRT dengan jalur terpanjang di dunia yaitu 172 km dan digunakan oleh lebih dari tiga ratus ribu penduduk Jakarta. Di Indonesia sendiri BRT sudah menyebar ke berbagai kota seperti Pekanbaru,Solo dan Jogja



Transjakarta


Penutup:
Masyarakat Indonesia pada umumnya masih berpandangan bahwa menggunakan kendaraan pribadi merupakan simbol yang dapat secara efektif menunjukkan kekayaan, status sosial, dan martabat seseorang. Cara pandang ini tidak terlepas dari berkembangnya perilaku konsumerisme dan individualisme yang telah lama menggantikan norma kesederhanaan, tenggang rasa, dan kesetiakawananan sosial yang dulu dikenal sebagai Adat Timur. Menggunakan jalur busway merupakan perbuatan yang melanggar tata tertib lalu lintas
Di Indonesia, angkutan umum khususnya massal tidak hanya belum digemari masyarakat, bahkan masih dianggap sebagai salah satu biang persoalan perkotaan. Jika ada kecelakaan di pintu rel, seringkali yang disalahkan adalah perusahaan kereta api karena dianggap tidak mampu menjamin keamanan pengendara mobil atau, yang lebih parah lagi kereta api itu sendiri sudah dicap sebagai angkutan yang membahayakan keselamatan masyarakat. Baru-baru ini, pola pikir yang terbalik seperti ini juga  di terapkan dalam menyikapi beberapa kecelakaan akibat menyebrang jalan pada lintasan busway di Jakarta. Atau persoalan keseharian, jika kita mengendarai kendaraan pribadi melewati kemacetan, maka kita cenderung lebih menyalahkan bus atau angkutan kota sebagai sumber utama kemacetan karena pemngemudinya sering menaikkan dan menurunkan penumpang sembarangan.
Mungkin pola pikir seperti ini pulalah yang secara berangsur telah menyebabkan punahnya tram yang dulu pada zaman pendudukan Belanda cukup diandalkan sebagai sarana angkutan massal di kota-kota besar seperti Jakarta dan Semarang. seringkali kendala yang dihadapi bukanlah pada kualitas pelayanan MRT, tetapi fasilitas penunjangnya. Untuk itu, dalam kerangka pengembangan MRT yang terpadu, pemerintah harus mulai memikirkan misalnya sarana angkutan feeder (antara) yang handal yang dapat menghubungkan rute MRT dengan pusat-pusat permukiman. Pemerintah juga perlu memperbaiki jalur-jalur pejalan kaki yang menghubungkan halte-halte dengan pusat-pusat kegiatan.
Dalam jangka panjang, pengembangan pusat-pusat permukiman maupun pusat-pusat kegiatan baru di suatu kota perlu terintegrasi dengan master plan MRT. MRT sebagai sarana angkutan skala perkotaan juga perlu lebih terintegrasi dengan sistem transportasi skala wilayah maupun nasional. Hal ini dapat dilakukan misalnya dengan mengembangkan simpul-simpul penghubung antar-moda seperti pengembangan halte MRT yang dipadukan dengan pengembangan lokasi terminal bus, stasiun kereta api, atau bahkan bandar udara dan pelabuhan. Lebih jauh lagi, sistem pembayaran sebaiknya memanfaatkan teknologi otomatis seperti kartu prabayar atau chip dan sebaiknya dapat terintegrasi dengan moda angkutan umum lain sehingga lebih efisien bagi pengguna.



Sumber
http://en.wikipedia.org/wiki/Monorail
http://en.wikipedia.org/wiki/Rapid_transit
http://en.wikipedia.org/wiki/Tram
http://en.wikipedia.org/wiki/Jakarta_Mass_Rapid_Transit
http://en.wikipedia.org/wiki/Bus_rapid_transit
http://bisnis.news.viva.co.id/news/read/347234-mrt-jakarta---bandung--pusat-dukung-mana-
http://jakarta.kompasiana.com/transportasi/2012/07/20/kehadiran-mrt-jakarta-untuk-solusi-kemacetan/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar