Jumat, 07 September 2012

Tugas -5 Perkembangan Manga


"Sketsa yang terus bercerita, Manga."


Manga yang biasa disebutkan “man-ga” atau “ma-ng-ga” merupakan istilah bahasa Jepang yang artinya komik. Manga sendiri dikenal sebagai komik Jepang. Perkembangan manga ternyata sudah dimulai sejak jaman Edo, yang pada saat itu bentuk dan rupa manga masih sangat jauh dari manga yang diketahui dunia sekarang. Katsushika Hokusai seorang pelukis serta pemahat kayu, menciptakan istilah “Hokusai Manga” pada salah satu serial sketsanya, yang berjumlah 15 volume pada tahun 1814, saat Katsushika berumur 55 tahun. Hokusai manga atau sebutan lainnya Sketsa Hokusai adalah sekumpulan sketsa yang berdasarkan tema tertentu yang dibuat oleh seniman Jepang. Tema-tema dari sketsa-sketsa tersebut antara lain berupa pemandangan, hewan dan tumbuhan, gambaran kehidupan sehari-hari, kehidupan supernatural, dll. Manga terus berkembang seiring dengan bertambahnya orang Jepang yang membuatnya. Hingga terbentuk sebagai buku komik yang pada saat itu berupa urutan gambar yang merupakan sebuah cerita dengan narasi sebagai penjelasan cerita disamping gambar.
Hokusai Manga
 Pada awal abad 19, tahun 1905, majalah kartun/manga pertama Jepang didirikan pertama kali oleh Kitazawa Yasuji atau lebih dikenal sebagai “Rakuten” yang berjudul “Tokyo Puck”. Hingga tahun 1947, terbit “Akabon” yang populer di Jepang. Akabon merupakan manga yang dicetak dengan biaya murah, berukuran kecil sebesar buku saku, dan dijual di took-toko jajanan di Jepang. Harganya yang berkisar dari 10 sampai 15 yen membuat akabon laris pada saat itu. Akabon membawa manga melewati masa juangnya, dan membuat perkembangan manga selanjutnya semakin membaik.
Dr. Osamu Tezuka, seorang dokter yang beralih menjadi mangaka (pembuat manga) dan animator, membuat akabon pertamanya dengan “Shin-Takarajima” yang juga merupakan akabon pertama yang dibuat, meraih nilai penjualan tertinggi nasional sebanyak 400.000 eksemplar. Shin-Takarajima merupakan adaptasi bebas dari Treasure Island karya Robert Louis Stevenson. Tidak heran grafis manga saat itu masih terlihat meniru gaya dari Walt Disney yang merupakan kartun-kartun yang sedang populer pada saat itu. Manga Osamu Tezuka yang lain adalah “Kimba The Lion” yang juga sukses dan menjadi komik bersambung pertama di Jepang. Karya Osamu Tezuka yang paling dikenal adalah “Tetsuwan Atom” dengan tokoh utamanya adalah Atom Boy atau Astro Boy yang dibuat pada tahun 1952 , yang karena kesuksesannya diangkat menjadi anime dan merupakan seri manga pertama yang diangkat menjadi anime pada tahun 1963. Oamu Tezuka telah menghasilkan lebih dari 700 manga dalam sekitar 170.000 halaman. Osamu Tezuka sering disebut sebagai “Bapak Manga”, dia dianggap sebagai seorang pionir baik dalam teknik pembuatan dan genre-genre manga, juga yang membuat lebih banyak orang menyukai membaca manga dan ingin ikut membuat manga. Osamu Tezuka juga mendirikan studio animasi Mushi Pro, yang mempelopori animasi TV Jepang atau perkembangan anime.
(dari kiri) "Shin Takarajima", "Kimba The Lion", "Tetsuwan Atom"
Selain Osamu Tezuka, Machiko Hasegawa menjadi seorang mangaka. Machiko Hasegawa merupakan salah satu mangaka perempuan pertama, dan merupakan mangaka perempuan pertama yang mendapat sambutan sangat baik dari para pembacanya. Karyanya adalah sebuah komik strip (komik empat panel) yang berjudul “Sazae-san”. Sazae-san pertama kali diterbitkan disebuah surat kabar local “Fukunichi Shinbun” pada April 1946, yang kemudian juga terbit di suratkabar “Asahi Shinbun”. Komik stripnya juga diadaptasi menjadi drama radio ditahun 1955, dan diadaptasi menjadi anime pada tahun 1969. Hingga tahun 1990, manga-manga Machiko Hasegawa mencapai penjualan 60 juta copy di Jepang.
(dari kiri) "The Rose of Versailles", "Garasu no Kamen", "CandyCandy"
  Mangaka perempuan lainnya yang berpengaruh adalah Ikeda Ryoko, dengan manganya yang berjudul “The Rose of Versailles” pada tahun 1970-an yang populer pada saat itu. The Rose of Versailles menceritakan tentang revolusi Prancis yang bertokoh utama Lady Oscar dan Marie Antoinette. Diadaptasikan kedalam beberapa pertunjukan musical Takarazuka, dan juga anime yang disiarkan di Animax dan Nippon Television. Manga-manga Ikeda Ryoko sedikit banyak membawa perubahan pada genre manga yang ditujukan untuk remaja perempuan. Yang terlihat dengan karya Suzue Miuchi yang berjudul “Garasu no Kamen” atau “Topeng Kaca” yang grafisnya kurang lebih memiliki kesamaan. Meskipun Topeng Kaca memiliki tema yang kurang diminati, ternyata kesuksesannya menjadi sensasional dengan memiliki banyak sekali penggemar dan juga masih diminati hingga sekarang. Mengingat sudah 30 tahun manga tersebut berjalan dan belum memiliki akhir cerita, Suzue Miuchi kini menjadi terkenal karena pembaca generasi sekarang juga banyak yang meminati manganya. Begitu pula dengan “Candy-Candy” karya duo mangaka Yumiko Igarashi dan Kyoko Mizuki. Manga yang terbit pada tahun 1975 itu sukses dan merupakan manga romance yang dikenal namanya hingga sekarang.
 
Juga pada tahun 1969-1970, “Doraemon” karya Fujiko F. Fujio terbit dan menjadi manga favorit yang bergenre untuk anak-anak. Kesuksesan Doraemon yang tadinya dari manga, sudah menjadi seri anime, film anime, video games, hingga teater musikal.
 
Perkembangan semakin pesat dengan terbitnya majalah manga. Dimulai dari majalah manga pertama yaitu “Manga Shonen” yang pertama kali diterbitkan pada tahun 1947. Kemudian dilanjutkan dengan majalah “Garo” pada tahun 1964 yang merupakan penampung dan pelopor manga bertema dewasa. Kemudian majalah “Shonen Magazine” dan “Shonen Sunday” yang pada tahun 1966 meraih rekor sejuta eksemplar dalam penjualannya. Pada tahun 1967 terbit majalah “Manga Action” dan “Young Comic”, diikuti “Big Comic” pada 1968 yang ditujukan untuk pembaca remaja. Juga terbit majalah “Shonen Jump” yang bersain dengan “Shonen Magazine” dan “Shonen Sunday” yang sudah populer. Kemudian majalah “Golgo 13” terbit pada tahun 1969 dan menjadi salah satu yang paling populer dan paling panjang di Jepang. Dan masih banyak lagi majalah-majalah manga Jepang yang membuat manga semakin populer bukan hanya di Jepang melainkan di dunia.
(dari kiri) "Shonen Magazine", "Shonen Sunday", "Shonen Jump"
Majalah-majalah tersebut rata-rata mempunyai tebal antara 200 hingga 850 halaman. Yang terdiri atas sekitar banyak judul manga dan terdiri dari beberapa chapter dari setiap judul manga. Judul-judul manga yang sukses dapat diterbitkan hingga bertahun-tahun dalam majalah itu. Manga-manga yang sukses itu biasanya dalam waktu tertentu akan dicetak kedalam versi tankoubon, semacam  buku ukuran biasa yang biasanya disebut sebagai volume. Tankoubon biasanya dicetak dengan kertas berkualitas tinggi, dengan tujuan agar dapat berguna bagi orang-orang yang malas membeli majalah manga mingguan yang menampilkan banyak judul dan sedikit chapter. Tankoubon ditujukan untuk pembaca manga yang biasanya menunggu suatu judul manga tersebut setiap minggunya pada majalah manga yang menerbitkan manga itu. Tankoubon-tankoubon inilah yang diterjemahkan kedalam bahasa-bahasa lain, dan kemudian diterbitkan dimasing-masing negara tersebut. meskipun banyak juga majalah-majalah manga yang populer juga diterjemahkan dan diterbitkan di beberapa negara di dunia. Manga yang sudah dicetak menjadi tankoubon juga kebanyakan diangkat menjadi anime (animasi Jepang).
·         “GeGeGe no Kitaro” (“Spooky Kitaro”), oleh Shigeru Mizuki, Shonen Magazine tahun 1959. Adaptasi : seri anime, film anime, drama live action, video games.
·         “Captain Tsubasa”, oleh Yoichi Takahashi, Shonen Jump tahun 1981. Adaptasi : anime, video games.
·         “Dragon Ball”, oleh Akira Toriyama, oleh Shonen Jump tahun 1984. Adaptasi : 4 season seri anime, film anime, film live action (oleh negara Taiwan, Korea dan Amerika), episode TV spesial, video games, dll.
·         “City Hunter”, oleh Tsukasa Hojo, Shonen Jump tahun 1985. Adaptasi : 4 season seri anime, film anime, 3 episode TV spesial, 2 OVA (original video animation), sebuah film live action Hong Kong (menampilkan Jackie Chan), dan serial drama TV live action Korea (menampilkan Lee Min-Ho).
·         “Saint Seiya”, oleh Masami Kurumada, Shonen Jump 1986. Adaptasi : 3 bagian utama seri anime, 5 film anime, novel, 2 OVA (original video animation), video games, teater musikal, dll.
·         “Slam Dunk”, oleh Takehiko Inoue, Shonen Jump tahun 1990. Adaptasi : seri anime, film anime, dan video games.
·         “Yu Yu Hakusho”, oleh Yoshihiro Togashi, Shonen Jump tahun 1990. Adaptasi : seri anime, film anime, OVA (original video animation), video games, dll.
·         “Bishoujo Senshi Sailor Moon” (“Pretty Soldier Sailormoon”) oleh Naoko Takeuchi, Nakayoshi tahun 1991. Adaptasi : anime, panggung musikal, seri live action, video games, dll.
·         “Kindaichi Shonen no Jikenbo” (“Kindaichi Case File”/”Detektif Kindaichi”), oleh Yozaburo Kanari dan Seiru Amagi, diilustrasikan oleh Fumiya Sato, Shonen Magazine 1992. Adaptasi : light novel, anime, video games, buku CD, drama live action, dan film live action.
·         “Meitantei Conan” (“Case Closed”/”Detektif Conan”), oleh Aoyama Gosho, Shonen Sunday tahun 1994. Adaptasi : anime, film, OVA (original video animations), episode TV spesial,  video games, audio CD, drama live action, dll.
·         “Rurouni Kenshin : Meiji Kenkaku Romantan” (“Rurouni Kenshin : Meiji Swordsman Story”/”Rurouni Kenshin”/”Samurai X”), oleh Nobuhiro Watsuki, Shonen Jump tahun 1994. Adaptasi : seri anime, film anime, OVA (original video animation), film live action, light novel, video games, dll.
·         “Inuyasha” (“Sengoku Itogizoshi Inuyasha”/”Inuyasha, a Feudal Fairy Tale”), oleh Takahashi Rumiko, Shonen Sunday tahun 1996. Adaptasi : seri anime, film anime, OVA (original video animation), video games, novel, seri live action, teater live action, dll.
·         “Yu-Gi-Oh!” (“King of Games”), oleh Kazuki Takahashi, Shonen Jump tahun 1996. Adaptasi : 3 season seri anime, 3 film anime, 3 spinoff seri anime, kartu permainan, video games, dll.
·         “One Piece”, oleh Eiichiro Oda, Shonen Jump tahun 1997. Adaptasi : seri anime, 12 film anime, 3 OVA (original video animation), teater musikal, video games, light novel, dll.
·         “Hunter x Huter”, oleh Yoshihiro Togashi, Shonen Jump tahun 1998. Adaptasi : seri anime, remake seri anime, film anime, OVA (original video animation), teater musikal, video games, dll.
·         “Shaman King”, oleh Hiroyuki Takei, Shonen Jump tahun 1998.  Adaptasi : anime, kartu permainan, video games, dll.
·         “The Prince of Tennis” (“Tenisu no Oujisama”), oleh Takeshi Konomi, Shonen Jump tahun 1999. Adaptasi : seri anime, film anime, video games, drama live action, dll.
·         “Naruto”, oleh Masashi Kishimoto, Shonen Jump tahun 1999. Adaptasi : seri anime, 9 film anime, 5 OVA (original video animation), light novel, video games, dll.
·         “Bleach”, oleh Tite Kubo, Shonen Jump tahun 2001. Adaptasi : seri anime, film anime, teater musikal, video games, light novel, dll.
·         “Death Note”, ditulis oleh Tsugumi Ohba dan diilustrasikan oleh Takeshi Obata, Shonen Jump tahun 2003. Adaptasi : seri anime, film anime, video games, light novel, film live action, dll.
Manga adaptasi game
 Selain manga yang ceritanya diadaptasikan ke berbagai media lain, tidak sedikit pula adaptasi cerita dari media lain yang diangkat menjadi manga. Contohnya manga yang diangkat dari video games yang penjualannya juga berhasil dipasarnya. Cerita dari game yang diambil biasanya juga memiliki grafis mirip manga pada gamenya. Diantaranya, manga “Persona 3” oleh mangaka Shuuji Sogabe dari RPG (role-playing game) “Shin Megami Tensei : Persona 3”, Persona 3 juga diadaptasikan dalam bentuk anime, dan drama radio. Dilanjutkan dengan manga “Persona 4” juga oleh Shuuji Sogabe dari RPG dengan seri yang sama “Shin Megami Tensei : Persona 4”. Persona 4 telah diadaptasi menjadi anime, light novel, dll. Action RPG “Kingdom Hearts” milik kerjasama Square Enix dan Disney Interactive Studio juga diadaptasi menjadi manga, oleh mangaka Shiro Amano. Begitu juga dengan RPG sukses dan terkenal “Final Fantasy” milik Square Enix yang melibatkan berbagai media dalam pembuatannya, dibuatkan manga dalam beberapa serinya. Antara lain “Final Fantasy III”, “Final Fantasy Crystal Chronicles”, “Final Fantasy XII”, “Final Fantasy: Unlimited”.
Manga adaptasi light novel


Contoh lain dari cerita yang diangkat menjadi manga karena keberhasilannya adalah light novel. Beberapa judul yang kemudian kembali sukses dengan manganya, manga “Durarara!!” yang diangkat dari light novel dengan judul sama. Durarara!! ditulis oleh Ryohgo Narita nad diilustrasikan oleh mangaka Akiyo Satorigi. Durarara!! juga sukses dalam anime-nya. Selanjutnya ada “Toaru Majutsu no Index” (“A Certain Magical Index”) yang ditulis oleh Kazuma Kamachi dan diangkat oleh mangaka Motoi Fuyukawa. Toaru Majutsu no Index juga sukses dalam seri anime, film anime, video games, dll. Manga berjudul “Toradora!” yang diangkat dari light novel berjudul sama. ditulis oleh Yuyuko Takemiya dan diangkat oleh mangaka Yasu. Toradora juga sukses pada adaptasi anime, video games, dll. Manga lain yang cukup terkenal dari light novel adalah “Accel World” yang ditulis oleh Reki Kawahara dan diilustrasikan oleh mangaka Hiroyuki Aigamo. Dan berhasil meraih kesuksesan dalam media anime dan juga video games.


 
Sumber:

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar