Senin, 03 September 2012

Tugas 5 - Perkembangan Majalah Wanita



Dunia fashion kini sudah sangat terkenal dan familiar bagi masyarakat dunia, khususnya bagi kaum perempuan. Bagaimana tidak, dunia mode dipakai dalam kehidupan sehari-hari. Diadakannya banyak fashion show, photo shoot untuk katalog merek-merek pakaian ternama di dunia, dan masih banyak yang lainnya menarik perhatian yang besar dari masyarakat dari dulu hingga sekarang.
Majalah-majalah mode pun kerap kali dianggap sebagai panduan bagi kebanyakan orang, baik laki-laki maupun perempuan. Majalah-majalah yang kini sudah modern tidak hanya menampilkan materi berupa pakaian, tapi meliputi artikel-artikel dan bahkan kadang-kadang gossip.


Majalah Fashion Pertama di Dunia


Jika kita melihat kondisinya hari ini, banyak dari kita yang tentu mengira majalah fashion pertama di dunia dikhususkan bagi wanita. Namun, rupanya tidak demikian. Majalah fashion pertama justru dibuat oleh pria dan ditujukan bagi kaum pria juga, tepatnya pada tahun 1672. Sebuah majalah yang berisikan materi literatur yang bisa dikatakan cukup kritikal pembahasannya diterbitkan di Perancis dan bernama Gallant Mercury oleh seorang ahli literatur bernama Jean Donno de Vise. Majalah ini sangat laku apalagi di kalangan elit kerajaan Perancis pada saat itu. Bahkan sang raja, Louis ke 14 sendiri sangat menyukai majalah tersebut. Uniknya, yang sangat menarik para pembaca saat itu justru merupakan bagian gossip, bagian yang meninjau mode-mode yang sedang terkenal pada saat itu, dan juga bagian panduan cara berpakaian yang tepat untuk acara-acara tertentu. Majalah ini juga disertai ilustrasi.
Karena kesuksesan majalah Gallant Mercury di kalangan pembaca, Raja Louis ke 14 memerintahkan agar majalah tersebut diterbitkan sebulan sekali. Akhirnya mulai tahun 1677, majalah Gallant Mercury menjadi majalah bulanan.
Kehadiran majalah Gallant Mercury ini menjadikan majalah fashion sangat populer saat itu, dan akhirnya majalah khusus perempuan pun diterbitkan 16 tahun kemudian, yakni tahun 1693 di London, Inggris oleh seorang jurnalis berkewarganergaraan Inggris bernama John Delton. Majalah tersebut dinamakan Ladies’ Mercury. Sebagai majalah yang didedikasikan khusus untuk kaum perempuan, John Delton mengemukakan bahwa Ladies’ Mercury akan memfokuskan pada topik-topik yang meliputi tata cara bersikap dengan baik (karena pada saat itu kesopanan atau behavioral skill sangat dijunjung tinggi), fashion terkini, hingga mengenai pernikahan dan bahkan percintaan. Majalah ini juga menerima surat pembaca berisi permasalahan sehari-hari dan permasalahan percintaan, yang nantinya akan dimasukkan ke dalam majalah dan menjadi kolom tersendiri.


Pengaruhnya Bagi Dunia

Akibat reaksi yang ditunjukkan masyarakat terhadap majalah-majalah Mercury, membaca majalah fashion seolah menjadi penanda seseorang memiliki selera yang bagus. Majalah-majalah ini bahkan menjadi sangat populer di kalangan artis, penyanyi, dan tokoh-tokoh masyarakat sejak abad ke 18. Majalah Mercury pun mempengaruhi majalah-majalah serupa yang mulai diterbitkan di Eropa pada saat itu, misalnya The Ladies Magazine dan Gallery of Fashion dari Inggris dan Gournal des Luxus und des Moden dari Jerman. Majalah khusus wanita yang pertama di Rusia diterbitkan oleh Nikolai Novikov pada tahun 1779, dimana ia nantinya akan menjadi pemimpin redaksi yang pertama. Majalah tersebut dinamakan Fashionable Monthly Publication atau disebut juga Library for a Lady’s Ensemble. Di Perancis khususnya, majalah-majalah ini disertai gambar-gambar berwarna yang mewakili busana-busana terbaru hingga detail-detailnya sekalipun.
Terdapat perbedaan antara majalah-majalah terbitan Eropa dan Rusia, yakni dalam kontennya. Majalah terbitan Eropa mendedikasikan materinya terhadap dunia fashion, sedangkan majalah terbitan Rusia justru ingin memperdalam topik-topik yang disajikan, agar tidak hanya tentang fashion saja. Maka majalah Rusia pun menyajikan bahan bacaan berupa puisi, prosa, lelucon-lelucon, bacaan terjemahan, bahkan sebuah kompilasi most curious facts of life atau fakta hidup yang mengherankan.
Sebagai hasilnya, Rusia telah mempublikasikan lebih dari 30 bacaan khusus wanita, seperti Fashion Store tahun 1861, Shop Fashion and Handicraft tahun 1851, New Russian Bazaar tahun 1866, Swallow tahun 1859, Fashion World tahun 1868, juga My Journal dan Rays yang khusus ditujukan bagi anak-anak muda yang berisi artikel-artikel mengenai pendidikan, etika, dan makanan. Biasanya artikel fashion yang disajikan merupakan terjemahan dari Perancis. Majalah yang kini populer seperti Cosmopolitan dimulai di Eropa pada masa ini.
Mulai abad ke 20, lebih banyak lagi majalah yang diterbitkan di Rusia tidak hanya meliputi fashion, tapi juga meliputi kerajinan sulam menyulam dan bacaan bagi ibu rumah tangga seperti Ladies’ World, House Seamstress, Fashion for All, Hostess, dan The Magazine for Housewives. Meski diterbitkan oleh kaum laki-laki, namun isinya sudah lengkap mulai dari artikel mengenai buku keluaran tebaru, tips-tips bagi ibu rumah tangga, hingga ilustrasi mengenai dunia fashion di Paris.
Setelah tahun 1917, kaum wanita Soviet disajikan bacaan-bacaan yang berpengaruh bagi ideologis wanita-wanita ini, seperti Female Worker dan Peasant Woman, yang tujuan penerbitannya memang supaya para wanita saat itu tetap tertarik dalam dunia bekerja. Meski demikian, mulai tahun 1930an isi dari bacaan-bacaan ini mulai berubah menjadi artikel tentang kosmetik, physical education, dan bahkan resep-resep masakan.


Perkembangan di Amerika Serikat

cover Harper's Bazaar dan Vogue tahun 1800an
Majalah fashion yang pertama kali diterbitkan oleh Amerika Serikat adalah Harper’s Bazaar, yang menerbitkan edisi pertamanya pada tanggal 2 November 1867. Meski diterbitkan setelah Godey’s Lady Book (1830), Harper’s Bazaar dianggap sebagai majalah fashion signifikan yang pertama diterbitkan di Amerika Serikat. Lain halnya dengan Harper’s Bazaar sekarang, sampul dari edisi Harper’s yang pertama mirip seperti tampilan koran. Pengejaan namanya pun beda, karena pada saat itu majalah ini dituliskan sebagai Harper’s Bazar. Namun konten dari majalah tersebut tidak jauh berbeda dari kontennya hari ini. Pembahasannya sama saja seperti busana-busana terbaru hingga guide untuk berpakaian yang tepat untuk acara-acara tertentu. Bedanya fashion pada saat itu cukup dipengaruhi oleh kaum elit Inggris.
Majalah fashion Amerika lainnya yang hingga ini masih sangat terkenal yaitu Vogue, yang diterbitkan pada bulan September tahun 1892 oleh Arthur Turnure. Pada awalnya, Vogue terbit mingguan dan disponsori oleh Kristoffer Wright. Setelah kematian Turnure pada tahun 1909, Condé Montrose Nast mengambil alih Vogue dan mulai meningkatkan penerbitannya. Ia juga yang memulai Vogue di negara-negara lain seperti Inggris pada tahun 1910, Spanyol, Perancis dan Italia pada tahun 1920. Dibawah pimpinannya, Vogue menjadi sangat terkenal di seluruh dunia.
cover The Delineator, 1901
Bisa dikatakan bahwa kedua majalah ini merupakan cikal bakal berkembangnya majalah fashion di Amerika Serikat, dan masih menjadi pengaruh yang besar bagi dunia fashion hingga hari ini. Bahkan, pimpinan redaksi Vogue yang bernama Anna Wintour merupakan sosok yang cukup terkenal atas kesuksesannya mengelola Vogue di Amerika Serikat.
Pada saat itu, hak cipta tidak dijadikan permasalahan sehingga kebanyakan majalah Amerika Serikat menggunakan ilustrasi dari majalah-majalah Eropa. Selain kedua majalah diatas, banyak diterbitkan majalah-majalah Amerika Serikat lainnya pada saat itu yang memang tidak bertahan cukup lama dan cenderung terlupakan, seperti The Delineator, a Monthly Magazine (tahun 1873-1937) yang sempat mengeluarkan edisi Perancis, Jerman, dan Spanyol. Sebagai majalah yang cukup sukses pada saat itu, The Delineator telah terjual sebanyak 480.000 kali pada tahun 1900. Majalah lainnya yaitu Elite Styles (tahun 1897-1929), Pictorial Review (tahun 1899-1839), dan McCall’s Magazine (tahun 1897).


Fotografi Dunia Fashion

Godey's Lady's Book
Pada tahun 1830, Louis Antoine Godey menerbitkan sebuah bacaan berjudul Lady’s Book di Amerika Serikat. Bacaan ini berasal dari majalah yang tebuat dari potongan-potongan majalah Inggris menjadi sebuah majalah wanita. Lain halnya dengan Harper’s Bazaar yang memfokuskan pembahasan pada fashion, konten dari majalah ini meliputi artikel-artikel yang diantaranya mengenai dunia literatur, pola-pola untuk menyulam hingga hasil karya penulis terkemuka seperti Edgar Alan Poe serta Longfellow yang menyertai artikel ini dengan ilustrasi fashion. Pada tahun 1837, nama majalah ini berubah menjadi Godey’s Lady Book dan Sarah Josepha Hale sebagai editornya mempromosikan pendidikan bagi kaum wanita dalam majalahnya, namun tidak mengikutsertakan peranan wanita di dunia politik. Setelah tahun 1858, majalah ini telah terjual sebanyak 150.000 kali. Godey menjual majalah tersebut tahun 1877, setahun sebelum kematiannya. Alasan buku ini sangat penting yaitu karena majalah ini memuat format yang akan dipakai berkali-kali di masa depan seiring berkembangnya penerbitan majalah fashion yang dilengkapi dengan fotografi.
Louis Antoine Godey
Barulah setelah adanya perkembangan proses halftone pada tahun 1886, pencetakan foto dan teks di halaman yang sama menjadi sebuah kemungkinan. Halftone sendiri merupakan teknik reprografi yang mensimulasikan citra nada yang berkelanjutan melalui penggunaan titi dan bervariasi baik dalam ukuran, bentuk atau spasi. Namun meskipun sangat membantu memperbaiki kualitas artikel-artikel yang dimuat dalam majalah, pemakaian fotografi ini membutuhkan waktu untuk diterima oleh para pembaca yang memang sudah terbiasa dengan ilustrasi semata. Fotografi mulai digunakan dalam sebuah majalah fashion Perancis, La Mode Pratique pada tahun 1892, namun baru mulai diterima dengan baik oleh masyarakat pada dekade pertama di abad ke 20.
Le Chapitre des Chapeaux (a chapter of hats)
Fotografi dunia fashion pada saat itu cenderung merupakan hasil karya dari studio-studio terkenal, seperti Reutlinger di Paris, yang memang sudah terbiasa memotret artis-artis teater, tokoh music, dan kaum elit Perancis. Seorang pionir dunia fashion photography yang karya-karyanya banyak terkenal yaitu Edward J. Steichen (awal 1900an). Sama halnya dengan dunia fashion kontemporer, dimana artis-artis seringkali diminta untuk menjadi model bagi desainer, baik sebagai model busana hingga model perhiasan. Setting foto, pencahayaan, hingga pose model-model pada saat itu tidak berbeda jauh dengan saat sekarang ini.
Sejak mulai diterima oleh masyarakat pada awal abad ke 20, fotografi di dunia fashion menjadi sangat terkenal dan menjadi lebih berpengaruh daripada di masa lalu. Khususnya di kota-kota besar, majalah-majalah fashion ini menjadi incaran banyak orang dan mempengaruhi cara berpakaian masyarakat. Ilustrator-ilustrator ternama saat itu pun membuat skesta-sketsa busana yang dimuat di majalah-majalah, dimana titik berat dari pembahasannya merupakan konsep fashion dan gambaran kecantikan yang ideal bagi kaum wanita. Pada saat ini pun terbit sebuah majalah yang kemudian menjadi sangat terkenal bernama La Gazzette du Bon Ton, yang diterbitkan pada tahun 1912 oleh Lucien Vogel, dan secara rutin diterbitkan hingga tahun 1925.
contoh artikel majalah zaman dulu
Steichen editorial for Art et Decoration magazine, 1911

karya Steichen untuk Vogue, 1928
Vogue edisi Oktober 1956

Majalah Mode Hari Ini dan Pengaruhnya

Seiring berjalannya waktu, tentu penggunaan fotografi di majalah-majalah mode tetap dipakai, dan buktinya bisa kita lihat sendiri hari ini. Tentunya gaya berbusana hingga format majalah hari ini sudah mengalami perubahan menjadi lebih modern. Majalah yang terbit sejak abad ke 19, yang hingga saat ini masih sukses dipasarkan adalah Vogue.
cover Gogirl, Agustus 2012
Contoh majalah-majalah modern misalnya Nylon (Amerika Serikat/Inggris, terbit 1999), Teen Vogue (Amerika Serikat, terbit 2003), InStyle/Instyle UK (Amerika Serikat/Inggris, terbit 1993 dan 2001), dan masih banyak yang lainnya. Majalah-majalah serupa yang terbit di Indonesia lebih banyak yang memfokuskan pada lifestyle dibandingkan hanya mode saja. Contoh majalah Indonesia misalnya GOGIRL!, Femina, Gadis, Kawanku, dan lain-lain. Dapat kita simpulkan bahwa meski mengalami banyak perubahan dan sangat bervariasi, inti dari majalah wanita, khususnya yang bertemakan mode dan kecantikan, semuanya menunjukkan bahwa kaum wanita dulu dan sekarang tidak jauh berbeda, yakni sama-sama mencari suatu guide agar bisa berpenampilan sebaik mungkin. Majalah-majalah yang seringkali dianggap sebagai panduan hidup ini tidak pernah lepas dari kebiasaan masyarakat untuk mempercayai trend, dan saling bersaing untuk bisa tampil paling menarik. Sehingga melalui perkembangan majalah di dunia ini kita bisa melihat bahwa sebenarnya struktur sosial pada saat itu, khususnya di bidang penampilan, tidak jauh berbeda dengan sekarang: semuanya berlomba-lomba untuk menjadi yang terbaik.
cover Gadis, Agustus 2011



Referensi:


http://en.wikipedia.org/wiki/Fashion

2 komentar:

  1. Majalah dan Fashion memang menjadi semenarik fenomena "wanita" itu sendiri. Oleh karena itu, membicarakan majalah wanita atau fashion wanita tidak akan pernah habis, karena bisa sefenomenal wanita itu sendiri.

    BalasHapus