Kamis, 13 September 2012

Tugas 5 - Perkembangan Lego

Imajinasi adalah batasnya


Semua orang pasti tak  asing lagi dengan kata “LEGO”.  LEGO adalah alat permainan yang berbentuk bata yang bisa disusun menjadi apa saja. LEGO sudah sangat terkenal di dunia khususnya dikalangan anak kecil dan remaja, tidak pandang laki-laki atau perempuan. Tapi, pernahkah orang-orang mengetahui bagaimana awal mula sejarah mainan ini dan mengapa mainan ini disebut “LEGO”?

Perusahaan LEGO bermula dari sebuah usaha kayu milik Ole Kirk Christiansen di kota Billund, Denmark. Pada tahun 1916, Ole membeli sebuah toko kerajinan kayu yang telah beroperasi dari tahun 1895. Toko kayu ini membantu pembangunan rumah dan pembuatan mebel kayu. Tetapi pada tahun 1924, toko yang dibeli Ole mengalami kebakaran karena api yang dinyalakan dua dari keempat putranya.

Ole Kirk Christiansen, pendiri perusahaan LEGO

Ole Kirk kemudian membangun usaha kerajinan kayu yang lebih besar, dan berusaha memperluas bisnisnya lebih jauh lagi. Tetapi datanglah masa-masa sulit pada tahun 1932. Ole tidak memiliki uang lagi dan harus memecat semua karyawan-karyawannya. Kemalangan datang lagi kepada Ole. Tidak lama dari kebangkrutannya, istrinya meninggal dunia.

Masih di tahun 1932, Ole mulai membuat mainan-mainan dari kayu. Mainan kayu yang dia buat antara lain celengan, kereta tarik, mobil-mobilan dan truk mainan. Walaupun Ole merupakan pengrajin kayu yang handal, penjualan tidak begitu baik. Akhirnya salah satu dari 4 anaknya, Godtfred, membantunya setelah selesai sekolah.

Ole dan keempat anaknya

Untuk mendapatkan nama dari usahanya tersebut, beliau mengadakan sayembara diantara para pegawainya dengan hadiah sebotol anggur buatan sendiri. Tetapi akhirnya Ole mempertimbangkan dua nama yang dipikirkannya sendiri, yaitu “Legio” dan “LEGO”.  LEGO adalah singkatan yang ia buat sendiri dari Bahasa Denmark leg godt yang berarti “bermain dengan baik”. Setelah mempertimbangkan, akhirnya dipilihlah nama “LEGO”. Kemudian Grup Lego menemukan bahwa "Lego" dapat diartikan sebagai "saya mengumpulkan" atau "Aku merakit" dalam bahasa Latin. LEGO juga memiliki motto saat itu yang berbunyi “Det bedste er ikke for godt” yang berarti dalam Bahasa Indonesia “hanya yang terbaiklah yang cukup baik”. Motto ini mengartikan bahwa grup LEGO hanya menghasilkan mainan dari bahan-bahan terbaik.

Tahun 1942, perusahaan milik Ole kembali mengalami kebakaran. Tidak lama setelah itu, Ole kembali membangun pabrik dilahan yang sama untuk melanjutkan usahanya. Tahun 1946, Ole membeli sebuah mesin cetak injeksi plastik dari sebuah pameran di Copenhagen. Ia mendapatkan barang contoh berupa sepotong barang bata plastik yang bisa saling melekat satu dengan yang lain (interlocking) yang diproduksi oleh perusahaan Kiddicraft.

Ole mendesain ulang batu bata tersebut dan memproduksinya kembail dengan nama  "Automatic Binding Bricks" (Bata Yang Melekat Secara Otomatis). Bata Lego, yang kemudian diproduksi dari material cellulose acetate. Produk ini memeiliki beberapa tonjolan bundar di atasnya dan bagian bawah yang berbentuk segiempat yang berlubang. Bata-bata ini akan melekat satu dengan yang lain, tapi tidak terlalu erat sehingga mereka dapat dengan mudah dipisahkan lagi. Pada tahun 1953 bata-bata ini diberi nama baru: Lego Mursten, atau "Bata Lego".


Gambar kotak "Lego Mursten" yang pertama merupakan foto anak-anak Godtfred
(dari kiri) Hanne, Gunhild, Kjeld (Presiden Lego sekarang)

Godtfred Kirk Christiansen
Penjualan mainan plastik yang baru kurang diterima dengan baik oleh pembeli sehingga penjualan menurun dan menghasilkan stok yang begitu banyak. Godtfred lalu menjual mainan tersebut ke seluruh kota dan berhasil menyelasaikan krisis keuangan mereka. Pada tahun 1954, Godtfred menjadi Direktur Pelaksana Junior di Grup Lego.


Di tahun 1954 juga, Godtfred melakukan perjalanan bisnis dengan kapal pesiar dan berbincang dengan seorang pembeli luar negeri mengenai “sistem mainan”. Menurut Godtfred, anak-anak hanya diberikan mainan yang sudah jadi tanpa pelengkap yang dapat mengembangkan imajinasi mereka. Mereka membutuhkan sistem untuk menyalurkan imajinasi mereka dan membuat mereka belajar.

 Godtfred mengevaluasi semua produk yang tersedia, dan melihat bahwa bata plastik adalah yang paling cocok untuk "sistem" tersebut. Pada tahun 1955, Lego meluncurkan "Town Plan" (Rencana Tata Kota), sebagaimana hal tersebut adalah suatu sistem, yang menggunakan bata untuk membangunnya. Dengan sistem “Town Plan” anak-anak dapat belajar tentang peraturan lalu lintas. Sistem ini sangat disukai oleh banyak orang dan Godtfred berhasil menjualnya di beberapa negara.

Godtfred dan Ole merancang"Town Plan"

Mainan bata ini diterima cukup baik oleh para pembeli, tetapi ada beberapa permasalahan yaitu: kemampuan melekat bata-bata ini sangat terbatas dan bata-bata ini tidak terlalu serbaguna. Akhirnya padatahun 1958 LEGO disempurnakan dengan memberikan lubang silinder dibawahnya. Dengan cara itu, kemampuan melekatnya menjadi jauh lebih baik. Saat itu, LEGO belum menggunakan bahan plastik ABS (acrylonitrile butadiene styrene) sehingga belum sekokoh sekarang. Plastik ABS baru digunakan 5 tahun setelahnya. Bata Lego modern dipatenkan pukul 13:58 pada tanggal 28 Januari 1958. Pada tahun yang sama, 11 Maret 1958, Ole Kirk Christiansen meninggal dunia, dan Godtfred menggantikan posisi pimpinan perusahaan.

Pada tahun 1960, kebakaran kembali menyerang gudang perusahaan Lego dan menghabiskan sebagian besar bahan kayu. Godtfred akhirnya memutuskan bahwa Lego hanya akan fokus ke mainan plastik dan akan meninggalkan mainan kayu, melihat hasil penjualan mainan plastik yang lebih menguntungkan daripada mainan kayu. Sampai akhir tahun 1960, pegawai Lego sudah mencapai 450 orang.

Pada tahun 1961, Grup Lego melebarkan penjualannya ke Amerika Utara. Tetapi karena tidak memiliki kemampuan logistic, Lego mengambil jalan untuk memperbolehkan perusahaan Samsonite memproduksi kembali produk-produk Lego di Amerika Utara dan Kanada.

Pada tahun 1961 dan 1962 Lego memperkenalkan roda Lego pertama, sebuah tambahan yang mengembangkan potensi untuk membangun mobil-mobilan, mainan truk, bus dan kendaraan-kendaraan lainnya dari bata Lego.

Pada tahun 1963, material yang digunakan untuk membuat bata Lego, cellulose acetate (CA), ditinggalkan dan beralih pada acrylonitrile butadine styrene (plastik ABS) yang lebih stabil sifatnya, yang masih digunakan hingga hari ini. ABS itu tidak mengandung racun, tidak mudah memudar warnanya dan tidak mudah bengkok, serta juga lebih tahan panas, asam, garam dan zat kimia lainnya daripada cellulose acetate. Samsonite yang memproduksinya di Amerika Utara tidak beralih seketika itu, dan masih menggunakan cellulose acetate di beberapa aspek produk Lego.

Lego pertama kali mengikutsertakan buku petunjuk dalam produknya di tahun 1964.

Salah satu produk Lego yang paling terkenal dan sukses, Sistem Kereta Api Lego, pertama kali diluncurkan pada tahun 1966. Sistem Kereta api ini memiliki motor 4,5 Volt, kotak baterai dan rel kereta; dua tahun kemudian motor 12 Volt diperkenalkan.

Kereta Api mainan milik Lego yang pertama

Pada tahun 1968, Godtfred merencanakan untuk membangun taman rekreasi Lego di Billund yang diberi nama “Legoland Park” atau “Taman Legoland”. Ekspektasi jumlah pengunjung pada tahun pertama adalah sekitar 200.000-300.000 orang. Pada tanggal 7 Juni 1968, Taman Legoland secara resmi dibuka di Billund. Jumlah pengunjung yang datang pada tahun pertama melampaui ekspektasi yang dibuat Godtfred, yaitu 625.000 orang. Selama 20 tahun berikutnya, taman ini bertambah luas delapan kali dari luas awalnya, dan nantinya rata-rata dikunjungi sekitar satu juta pengunjung yang membeli tiket tiap tahunnya. Lebih dari delapan belas juta set mainan Lego telah terjual pada tahun 1968.


Legoland di Billund

Map Legoland dan perluasannya



Ukuran duplo (kiri) dan bata lego biasa (kanan)
Pada tahun 1969, model  sistem Duplo pertama kali diluncurkan. Duplo adalah sebuah sistem yang baru dikembangkan dan dikhususkan untuk anak-anak balita. Ukuran Duplo ini dua kali lebih besar dari ukuran Lego biasa sehingga lebih aman untuk anak-anak. Walau demikian, model Lego ini masih cocok dengan model Lego biasa, sehingga mudah untuk anak-anak beradaptasi saat dia mulai tumbuh besar. Nama Duplo berasal dari kata Bahasa Latin duplus, yang secara harafiah berarti "ganda"; artinya bahwa sepotong bata Duplo ukurannya tepat dua kali lebih besar dari pada ukuran bata Lego (2 x tinggi kali 2 x lebar kali 2 x panjang = 8 x volume bata).

Duplo untuk anak kecil perempuan





Dekade-dekade selanjutnya merupakan masa-masa ekspansi besar-besaran Grup Lego. Lego mulai menargetkan wanita dengan memperkenalkan beberapa tipe mebel dan rumah boneka pada tahun 1971. Dunia Lego memperluas dunia permainan transportasinya dengan penambahan set mainan perahu dan kapal, dilengkapi dengan lambung kapal yang benar-benar bisa mengapung, pada tahun 1972. Pada dekade 1970, Lego memproduksi kira-kira 600 produk sistem-sistem dan objek-objek pelengkap lain, seperti mainan taksi, mobil, rel, dsb.

Dalam periode yang sama, anak Godtfred Kirk Christiansen yaitu, Kjeld Kirk Kristiansen, bergabung dengan staf manajemen perusahaan, setelah memperoleh gelar bisnis di Swiss dan Denmark.  Lego membuat produk berupa sosok manusia dengan tangan yang dapat diubah posisinya pada tahun 1974 dalam satu set mainan "Family Lego", yang menjadi produk yang paling banyak terjual pada saat itu.  Pada tahun yang sama,  Sebuah pabrik Lego dibuka di Enfield, Connecticut, Amerika Serikat.


Family Lego
Beberapa Produk LEGO tahun 1970an
Kemudian di tahun 1975, set mainan "Expert Series" pertama kali diperkenalkan. Set mainan ini ditujukan kepada para pengguna Lego yang usianya lebih tua dan lebih berpengalaman. Produksi ini kemudian berkembang menjadi set mainan "Expert Builder", diluncurkan pada tahun 1977. Set mainan teknis ini memiliki berbagai komponen bergerak seperti gigi mekanis, mekanik differensial, roda, tuas, poros dan sendi universal, sehingga memungkinkan untuk membuat model-model mainan seperti mobil yang realistis dengan mesin-mesin yang nirip aslinya.

Lego Expert Series
Beberapa hasil susunan Lego Expert Builder


Orang-orangan LEGO pertama
Dunia Lego menjadi lengkap pada tahun 1978 dengan kehadiran "minifigur" Lego. Orang-orangan Lego kecil ini memiliki lengan dan kaki yang bisa diatur sesuka hati, dan disertai dengan senyuman yang ramah. Figur ini digunakan di berbagai set mainan Lego, memungkinkan para penggunanya untuk membangun kota-kota miniatur yang rumit, lengkap dengan bangunan, jalan, kendaraan, kereta api, dan kapal, semua dalam skala yang sama, dan "ditinggali" oleh para warga minifigur Lego yang selalu tersenyum

Beberapa contoh orang-orangan LEGO

Bata Lego selalu memiliki kemampuan pengembangan diri yang dianggap pengajar sebagai suatu media yang dapat mengembangkan kreatifitas dan kemampuan memecahkan masalah anak.  Semenjak dekade 1960an, para pengajar telah menggunakan bata Lego di dalam ruang kelas mereka untuk berbagai hal. Pada tahun 1980, Grup Lego mendirikan Departemen Produk Pendidikan (nantinya dinamai menjadi "Lego Dacta" pada tahun 1989), yang khusus berfungsi untuk mengembangkan potensi unsur pendidikan di dalam mainan yang mereka buat.

Salah satu contoh produk LEGO Dacta
Pada tahun 1979, Kjeld Kirk Christiansen, anak Godtfred, menjadi Presiden LEGO sampai sekarang
Pada tahun 1979, mucul tema Lego bernama “Scala”. Scala adalah tema yang ada dari tahun 1979 sampai 1980, kemudian muncul lagi dari tahun 1997 sampai 2001. Tema ditargetkan kepada anak-anak perempuan yang masih muda/kecil.

Tema Scala pada tahun 1979-1980 adalah serangkaian aksesoris perhiasan indah yang dibentuk dari Bata Lego. Sedangkan tema 1997-2001 difokuskan pada figure-figur Scala yang menyerupai boneka beserta rumah dan perlengkapannya.



Generasi kedua mainan kereta api Lego muncul pada tahun 1981. Sebagaimana versi sebelumnya, mainan ini dilengkapi dengan 4.5 V (battery powered) atau 12 V (mains powered), namun disertai dengan lebih banyak aksesoris, termasuk diantaranya lampu-lampu yang bisa menyala, sinyal dan posisi bisa dikontrol dari jarak jauh, dan sistem persimpangan kereta.

Seri mainan baru yang dirancang untuk pembangun Lego yang lebih berpengalaman dikeluarkan pada tahun 1990. Tiga set Model Team, termasuk sebuah mobil balap dan sebuah kendaraan off-road, menampilkan tingkatan detil dan tampak-nyata yang sebelumnya tidak terlihat di seri mainan Lego manapun. Grup Lego menjadi salah satu dari sepuluh perusahaan mainan terbesar di dunia tahun ini, menjadi satu-satunya perusahaan mainan dari Eropa yang berada di jajaran Top-10 tersebut. Legoland Billund, pertama kali dalam sejarahnya, dikunjungi lebih dari satu juta pengunjung pada tahun yang sama.

Sampai detik ini, Lego telah memiliki berbagai macam set mainan yang dapat dilihat daftarnya disini. Lego tidak hanya mngajarkan anak-anak untuk bermain tetapi juga untuk belajar, mengasah otak, dan mengembangkan kreatifitas. Perkembangan sejarah Lego yang telah saya tuliskan member pelajaran, bahwa kesuksesan tidak datang dengan sendirinya dan pasti aka nada banyak rintangan dalam mencapainya. Tapi selama kita selalu memiliki niat baik dan berusaha, cita-cita kita tersebut dapat tercapai.

Bata LEGO. Hasil kerja keras The Christiansens, terutama Ole

Det bedste er ikke for godt (hanya yang terbaiklah yang cukup baik)
- Ole Kirk Christiansen





Sumber:

http://www.toysperiod.com/lego-set-reference/by-decade/1970s/?page=1#list
http://id.wikipedia.org/wiki/Sejarah_Lego
http://en.wikipedia.org/wiki/Lego
http://codex99.com/design/88.html
http://en.wikipedia.org/wiki/Legoland
http://en.wikipedia.org/wiki/Lego_Technic
Google (Images)


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar