Selasa, 11 September 2012

Tugas 5 - Perkembangan Kacamata

Kacamata dari Waktu ke Waktu

Kacamata adalah salah satu penemuan terpenting dalam sejarah kehidupan umat manusia. Kegunannya yang banyak membuat kacamata digunakan banyak orang. Baik itu untuk memperbaiki pengelihatan, melindungi mata, atau hanya itu bergaya.

Kacamata membaca

Dari waktu ke waktu, kacamata tidak pernah berhenti berkembang. Walaupun terus berkembang, kacamata tidak pernah bisa lepas dari masalah utamanya, yaitu ketidaknyamanan. Oleh karena itu, perkembangannya terus terjadi sampai masalah tersebut bisa terpecahkan.

Awal Mula Kacamata

Kacamata pertama kali ditemukan sekitar 3000 tahun yang lalu oleh bangsa di kota tua Niniwe.  Saat itu fungsinya adalah sebagai kaca pembesar. Bahan yang digunakan juga bukanlah lensa kaca melainkan batu Kristal. Perkembangan kacamata kemudian baru melesat pada abad ke-7 di Cina dan Eropa.

Refrensi awal kacamata dimulai pada hieroglif Mesir kuno pada abad ke-5 SM, dimana menggambarkan "Kaca lensa sederhana meniscal". Salah satu catatan awal tentang kacamata adalah pada abad ke-1 AD, dimana Seneca the Younger, tutor kaisar Nero dari Roma, dimana beliau menulis " Huruf , namun kecil dan tidak jelas, terlihat membesar dan lebih besar melalui sebuah globe atau kaca berisi air".

Seneca the Younger

Robert Grosseteste menulis risalah "On the Rainbow" antara tahun 1220 dan 1235, dan menyebutkan menggunakan optik untuk "Membaca huruf terkecil pada jarak terjauh". Beberapa tahun kemudian, pada 1262, Roger Bacon telah menulis tentang sifat pembesaran lensa.

Penemuan Kacamata

Kacamata pertama dibuat sekitar tahun 1268 di Italia. Pada tanggal 23 Februari 1306, seorang biarawan bernama Dominika Giordano da Pisa menyampaikan sebuah khotbah dimana beliau mengatakan "Ini belum dua puluh tahun ditemukannya seni cara membuat sebuah kacamata, yang dibuat untuk penglihatan yang lebih baik ... Dan dalam waktu singkat seni baru ini, yang sebelumnya tidak pernah ada, ditemukan ... saya melihat orang yang pertama kali menemukan dan melatihnya, dan saya berbicara dengannya."

Rekannya Giordano,  Friar Alessandro della Spina of Pisa, segera membuat kacamata. The Ancient Chronicle of the Dominican Monastery of St. Catherine in Pisa menuliskan bahwa, "Kacamata, setelah pertama kali dibuat oleh orang lain, yang tidak mau berbagi, dia (Spina) membuatnya dan berbagi dengan semua orang dengan hati yang ceria dan bersedia ". Pada tahun 1301, Venesia sudah mempunyai peraturan tentang penjualan kacamata.

Selain pernyataan diatas, ada beberapa pernyataan bahwa Salvino D'Armate of Florence penemu pertama kacamata, yang ternyata tidak benar. Ada juga pernyataan bahwa Marco Polo sempat bertemu dengan kacamata dalam perjalanannya di Cina pada abad-13, akan tetapi pernyataan ini tidak didukung dengan bukti. Menurut sumber-sumber dari Cina, kacamata baru muncul pada negara tersebut pada abad ke-15, dan diimpor.

Bukti gambar paling pertama muncul pada tahun1352, potret kardinal Hugh de Provence oleh Tommaso da Modena. Selain itu, contoh lainnya adalah penggambaran kacamata ditemukan di utara pegunungan Alpen dalam altarpiece dari gereja Bad Wildungen, Jerman, tahun 1403.

 'Glasses Apostle' oleh Conrad von Soest (1403)
Kacamata Abad 16 di Jerman

Hugh de Provence, dilukis oleh Tomaso da Modena di 1352

Kacamata - kacamata yang ada di gambar diatas mempunyai lensa cembung yang bisa memperbaiki baik hyperopia (rabun jauh), dan presbyopia yang biasanya berkembang sebagai gejala penuaan.


Perkembangan Lensa dan Bingkai Kacamata

Penggunaan lensa cembung untuk membentuk gambar diperbesar dibahas dalam Buku Alhazen tentang Optik pada tahun 1021. Terjemahannya ke dalam bahasa Latin dari bahasa Arab pada abad ke-12 sangat berperan dengan penemuan kacamata di Italia abad ke-13. Pada tahun 1604, Johannes Kepler menerbitkan penjelasan pertama yang benar tentang mengapa lensa cembung dan cekung bisa memperbaiki presbiopia dan miopia.

Seorang ilmuwan dari Amerika bernama Benjamin Franklin menderita miopia dan presbiopia berhasil menciptakan kacamata yang mempunyai dua titik fokus dan satu titik api, atau biasa disebut sebagai Kacamata Bifokal. Akan tetapi, beberapa sejarawan menemukan beberapa bukti dari waktu ke waktu bahwa adanya kemungkinan kalau Benjamin Franklin bukanlah orang pertama yang menciptakan kacamata bifokal. Pernyataan ini dibantah oleh hasil korespondensi antara George Whately dan John Feno, editor The Gazette of United States, yang menyatakan bahwa Benjamin Franklin adalah yang membuat kacamata, dan mungkin 50 tahun sebelum waktu yang telah diperkirakan.

Lensa pertama untuk mengoreksi astigmatisma diciptakan oleh  seorang astronom Inggris, George Airy, pada tahun 1825.

Selain perkembangan lensa kacamata, bingkai mata juga mulai berkembang. Pada awalnya, kacamata didesain untuk tetap pada tempatnya dengan menggunakan tangan atau dengan memberikan tekanan atau berat pada hidung. Girolamo Savonarola menyarankan bahwa kacamata dapat menjadi tetap di tempatnya dengan menggunakan pita yang melewati kepala si pemakai. Hal ini dapat dibantu dengan berat topi.

Seseorang memegang lensa dalam posisi untuk membaca. Detail dari Death of a Virgin, oleh Master of Heiligenkreuz,
ca. 1400-1430 (Getty Center).


Gaya kacamata moderen yang dibuat dengan ditahan dari bagian pelipis hingga telinga, dikembangkan beberapa waktu sebelum 1727, kemungkinan besar oleh ahli mata dari Inggris bernama Edward Scarlett. Desain - desain ini tidak langsung berhasil. Berbagai gaya dengan gagang terpasang seperti model Scissors Glasses dan lorgnettes juga modis dari akhir abad ke-18 hingga awal abad ke-19.
Scissors Glasses emas dari Kekaisaran Perancis c. 1.805 (dengan satu lensa hilang)
Potret kardinal Fernando NiƱo de Guevara oleh El Greco sekitar tahun 1600 menunjukkan kacamata yang
tertahan dari daerah pelipis hingga telinga



Pada awal abad ke-20, Moritz von Rohr di Zeiss (dengan bantuan H. Boegehold dan A. Sonnefeld), mengembangkan Zeiss Punktal Spherical Point, fokus lensa yang mendominasi bidang lensa kacamata selama bertahun-tahun.

Meskipun meningkatnya popularitas lensa kontak dan operasi laser mata korektif, kacamata tetap sangat umum karena teknologi mereka yang telah membaik. Misalnya, untuk membeli frame yang terbuat dari paduan "special memory lenses" yang dapat kembali ke bentuknya yang benar setelah menjadi bengkok. Ada juga bingkai kacamata yang memiliki pegas engsel. Desain - desain ini menawarkan kemampuan jauh lebih baik dari sebelumnya untuk menahan tekanan untuk pemakaian sehari-hari dan kecelakaan - kecelakaan yang mungkin terjadi. Frame moderen juga sering dibuat dari bahan yang kuat dan ringan seperti paduan titanium, yang belum ada di jaman dahulu.

Kacamata Masa Kini

Jenis-jenis kacamata pada jaman ini ada banyak, dikelompokan bedasarkan fungsinya masing-masing.

1. Kacamata korektif

Jenis kacamata ini adalah jenis kacamata yang mengoreksi kesalahan bias mata dengan memodifikasi panjang fokus lensa efektif untuk mengurangi efek dari kondisi seperti rabun jauh (miopi), rabun dekat atau astigmatisme dengan menggunakan lensa korekti.

Kondisi lain yang umum pada pasien yang lebih tua adalah presbiopi, yang disebabkan oleh elastisitas lensa kristal mata yang semakin berkurang, sehingga membuat lensa mata menjadi kurang bisa untuk mengakomodasi.

Kekuatan lensa umumnya diukur dalam dioptri. Kacamata mengoreksi miopi akan memiliki kekuatan diopter negatif, dan kacamata mengoreksi hypermetropi akan memiliki kekuatan diopter positif. Kacamata mengoreksi Silindris memerlukan dua kekuatan yang berbeda ditempatkan di sudut kanan dalam lensa yang sama.

Memperbaiki pengelihatan seseorang dipengaruhi oleh penggunaan lensa untuk memindahkan titik fokus pada retina sesuai dengan kebutuhan khusus seseorang. Kedalaman kurva, ketebalan lensa, dan bentuk yang tepat dari semua lensa dapat digunakan untuk mengubah titik fokus.

Efek Kacamata Korektif


Kacamata korektif sudah terbukti dapat meningkatkan kualitas hidup pasien karena mereka membantu dalam mengoreksi gangguan penglihatan dan mengurangi masalah yang muncul, seperti sakit kepala. Lensa korektif juga dapat digunakan untuk kacamata yang digunakan dalam olahraga.

Lensa kacamata biasanya terbuat dari plastik, termasuk CR-39 dan polycarbonate. Bahan-bahan ini mengurangi bahaya kerusakan dan mengurangi berat lensa kaca. Plastik juga memiliki sifat optik yang lebih menguntungkan dari kaca, seperti transmisi yang lebih baik dari cahaya dan penyerapan yang lebih besar akan sinar ultraviolet. Beberapa plastik memiliki indeks bias yang lebih besar dibandingkan kaca.

2. Kacamata Pelindung

Kacamata pelindung biasanya dibuat dengan lensa plastik anti-pecah untuk melindungi mata dari puing-puing terbang. Meskipun lensa pelindung dapat dibuat dari berbagai bahan yang mempunyai resistensi besar, dampak beberapa jenis tertentu menunjukkan bahwa jenis-jenis tersebut dapat mempertahankan ketebalan 1 milimeter pada titik tertipis, terlepas dari materi. Kacamata keselamatan dapat bervariasi dalam tingkat perlindungan yang mereka berikan. Kacamata pelindung juga dapat digunakan sebagai kacamata korektif.

Kacamata Pelindung

Kacamata pelindung terbuat dari lensa polycarbonate dan trivex, bahan yang paling ringan dan paling anti-pecah, membuat mereka yang terbaik untuk perlindungan. Sayangnya, bahan polycarbonate menurunkan kualitas pengelihatan seseorang.

3. Kacamata Hitam

Kacamata hitam adalah kacamata dengan lensa yang digelapkan dengan tujuan untuk memberikan perlindungan dari cahaya dan sinar Ultraviolet (UV). Lensa photocromic adalah lensa yang bersifat sensitif terhadap sinar, sehingga akan menggelap ketika melakukan kontak dengan sinar UV.


Polarisasi cahaya juga dapat diterapkan pada lensa sunglass. Filter polarisasi menghilangkan sinar terpolarisasi horizontal cahaya, yang menghilangkan silau dari permukaan horizontal.  Kacamata hitam dengan lensa berwarna memberikan efek tertentu, baik poritif maupun negatif. Pilihan lensa terbaik untuk kacamata hitam ada lensa yang dapat menggelapkan secara otomatis, dimana mereka dapat menggelapkan sesuai dengan keadaan dan kebutuhan.

Kacamata hitam sering dipakai hanya untuk tujuan estetika, atau hanya untuk menyembunyikan mata.  Banyak orang buta memakai kacamata buram untuk menyembunyikan mata mereka untuk alasan estetika.

Kacamata Hitam Rayban


3. Kacamata 3D


Kacamata 3D adalah kacamata yang memberikan ilusi pengelihatan tiga dimensi pada permukaan dua dimensi. Ilusi tiga dimensi pada permukaan dua dimensi dapat dibuat dengan memberikan setiap mata dengan informasi visual yang berbeda. Kacamata 3D menciptakan ilusi tiga dimensi dengan menyaring cahaya tidak dimaksudkan untuk mata itu, sehingga setiap mata menerima gambar yang berbeda. Kacamata 3D anaglyph tradisional memiliki satu lensa merah dan satu biru atau cyan lensa atau filter dengan warna senada.

Kacamata 3D

4. Kacamata Membaca

Kacamata membaca dapat membantu orang - orang yang memiliki kesulitan dengan pengelihatan saat sedang membaca. Kacamata membaca memiliki dua jenis model, yaitu kacamata dengan bingkai penuh dan kacamata dengan setengah bingkai yang hanya tertahan di ujung hidung.

Kacamata membaca biasanya dijual secara siap pakai. Dimana biasanya di toko-toko sudah distok kacamata membaca dengan kekuata 1.00 dioptri hingga 3.50 dioptri. Walaupun terjamin, lebih baik membeli kacamata membaca sesuai dengan saran dokter sehingga bisa mendapatkan kacamata yang sesuai. Jika tidak membeli kacamata seusai dengan kekuatan lensa yang dibutuhkan, pengelihatan kita dapat memburuk. Walaupun spesialis mata telah menyarankan hal ini, kacamata sudah jadi sangat populer pada tahun 1990-an dimana penjualan mencapai tiga puluh juta per tahun. Ini dikarenakan kacamata sudah jadi tidak mahal dan lebih modis.

Kacamata membaca dengan bingkai penuh cocok untuk orang-orang yang membaca secara dekat, sedangkan kacamata dengan bingkai setengah cocok untuk orang-orang yang membaca karakter-karakter yang kecil dengan jarak jauh. Kacamata membaca sangat cocok bagi orang yang sebelumnya tidak pernah memakai kacamata.

Kacamata membaca yang sudah jadi biasanya menyebabkan efek samping seperti pusing dan mual. Ini disebabkan oleh kekuatan lensa yang tidak sesuai.

Kacamata Membaca 

4. Kacamata Bifokal, Trifokal, dan Kacamata dengan Lensa Progresif

Kemampuan seseorang untuk mempunyai pengelihatan yang fokus dan baik dipengaruhi oleh umur. Seiring waktu kita bertambah umur, mata kita ikut menua sehingga mendorong kita untuk menggunakan kacamata dengan lensa lebih dari satu, tergantung dengan kekurangan mata masing-masing. Seperti yang sudah dibahas diatas, kacamata bifokal adalah kacamata dengan dua titik fokus dan satu titik api. Kacamata trifokal juga sama, tapi dengan tiga titik fokus. Kedua jenis kacamata ini membutuhkan kesadaran kita untuk membuat pengelihatan kita lebih fokus.

Kacamata dengan lensa progresif memberikan pengelihatan multifokus dengan transisi yang lebih halus, sehingga membuat para pemakai tidak menyadarinya. Lensa progresif juga bisa mengurangi penambahan kerusakan pada mata.

Biasanya, seseorang bisa mempunyai banyak kacamata, dimana masing-masing kacamata memiliki tugasnya sendiri.

Kacamata jaman sekarang mempunyai banyak model yang terus berkembang menyesuaikan dengan tren. Biasanya kepopuleran sebuah model dipengaruhi oleh siapa yang memakainya, seperti seorang selebriti atau figur publik yang disenangi, sehingga dipakai oleh banyak orang.



Sumber:

http://en.wikipedia.org/wiki/Glasses

http://maulbaikyah.blogspot.com/2010/06/sejarah-kaca-mata.html
http://www.optikmelawai.com/eye_info/sejarah-kacamata-dan-lensa-kontak/222/
http://id.wikipedia.org/wiki/Kacamata
http://en.wikipedia.org/wiki/Bifocals

1 komentar: