Rabu, 19 September 2012

Tugas 5-Perkembangan Jam Kukuk

“Kukuuuk Kukuuk, Hargailah Waktu”





 “Mata uang yang paling berharga di dunia ini adalah waktu, tidak ada orang yang bisa membeli waktu yang sudah terpakai.” (Anonim)


          Seperti kuotasi di atas, waktu adalah sesuatu yang sangat berharga. Sayangnya banyak dari kita yang tidak menghargai waktu. Maka dari itu agar tidak melewatkan detik-detik berharga dalam kehidupan kita, sudah sepatutnya orang-orang memiliki jam. Jam adalah benda yang harus dimiliki oleh orang yang menghargai waktu, keberadaannya sangat penting. Apabila tidak ada jam kita tidak akan tahu kapan seharusnya kita pergi ke sekolah dan melakukan kegiatan lainnya, hal tersebut akan berhujung pada kegiatan yang membuang waktu dengan sia-sia.

         Bentuk jam bermacam-macam baik jam tangan yang bisa dibawa kemana-mana dan jam dinding yang berada di dinding. Selain sebagai alat penunjuk waktu, jam dinding juga dapat digunakan sebagai pajangan atau hiasan di dalam ruangan. Jam dinding dapat bertipe analog dan digital. Bekerja dengan menggunakan tenaga baterai ataupun tenaga listrik.

            Ada sebuah jam dinding unik yaitu “Cuckoo Clock” atau yang lebih kita kenal dengan jam kukuk. “Kukuuuuk kukuuuk” begitulah bunyi yang dihasilkan oleh jam yang unik ini. Jam yang satu ini adalah jam yang memiliki pendulum atau bandul dan identik dengan mengeluarkan suara burung yang khas. Pertama kali anda melihat jam kukuk dengan mata kepala sendiri, yang akan ada di benak anda adalah ingin memiliki satu dari sekian banyak model jam kukuk yang ada di dunia. Jam ini sangat menarik begitu pula dengan sejarah dan proses pembuatannya.

            Prinsip jam suara burung pertama kali dicetuskan oleh Philipp Hainofer. Tetapi yang memiliki ide menambahkan suara burung pada sebuah jam adalah Domenico Martinelli, dan pada tahun 1669 ia menuliskannya dalam sebuah buku berjudul “To The Elements of Clocks”. Berikut ini adalah foto dari kedua tokoh tersebut;
  

     
            Philipp Hainofer
Domenico Martinelli

Franz Anton Ketterer
         Disamping kedua orang tersebut, di balik sejarah jam kukuk juga terdapat seorang pengrajin bernama Franz Anton Ketterer. Ketterer adalah pembuat jam kukuk pertama yang lahir pada tahun 1676 di daerah Jerman yang lebih dikenal dengan sebutan Black Forest. Maka dari itu jam kukuk pertama kali diproduksi di Black Forest, Jerman. Black Forest adalah wilayah yang terletak di selatan Jerman, berbatasan dengan Swiss. Wilayah ini dikelilingi oleh pegunungan dan tanaman hijau yan subur.

            Sampai sekarang Black Forest masih menjadi produsen terbesar jam kukuk dan Furtwangen yang merupakan bagian dari wilayah Black Forest menjadi pusatnya. Selain terkenal dengan jam kukuknya, daerah Black Forest juga terkenal dengan kue black forest yang sangat lezat dan berbeda dari kue black forest lainnya.  Jangan sampai anda melewatkan kesempatan untuk mencoba kue black forest di sana hanya karena terlalu asyik dan terpesona dengan jam kukuk buatan Black Forest.

            Di Black Forest, tepatnya di Furtwangen dekat pusat kota berdiri sebuah museum jam. Di museum inilah ketepatan waktu dipamerkan. Museum ini memiliki koleksi jam yang lengkap dan juga memperkenalkan produk jam yang berasal dari Black Forest, yaitu jam kukuk. Di sinilah kita bisa mendapatkan penjelasan tahap-tahap pembuatan jam kukuk dari awal sampai akhir.

            Jam kukuk adalah jam yang dibuat oleh tangan-tangan pengrajin yang handal. Jam ini dihiasi oleh ukiran-ukiran kayu dan lukisan yang menceritakan sebuah dongeng ternama yang berasal dari tempat asal di mana jam ini dibuat. Ide membuat jam kukuk ini berasal dari keinginan Ketterer agar warga yang tinggal di sekitar daerah Black Forest dapat mendengar kicauan burung musim semi pada musim dingin yang panjang.

            Ketterer pertama kali membuat jam kukuk pada tahun 1730-an. Bahan baku yang penting dalam pembuatan jam kukuk adalah kayu. Kayu yang digunakan bukan sembarang kayu melainkan kayu pohon linden, kayu pohon tersebut mudah dipotong dan banyak terdapat di Eropa. Selain kayu linden, kayu pohon kenari juga dapat dijadikan bahan alternatif pembuatan jam kukuk. Kayu tersebut dipotong lalu dibentuk menjadi sebuah bentuk yang diinginkan dengan menggunakan gergaji. Setelah dibentuk kemudian kayu-kayu itu dipahat dengan berbagai macam bentuk dan ukuran pisau pahat, agar dapat membuat ukiran yang detail pada kayu sehingga menghasilkan kayu berukiran indah.

Alat-alat yang Digunakan

Pengrajin yang Sedang Bekerja

            Setelah melalui proses pemahatan dan pengukiran, kayu-kayu yang ada akan memasuki tahap pengecatan warna dasar. Lalu dilanjutkan dengan tahap menghias jam dengan lukisan. Tidak semua jam kukuk dihiasi dengan ukiran dan lukisan sekaligus. Dan tidak semua jam kukuk terbuat dari ukiran, ada juga yang hanya dihiasi oleh lukisan saja.

            Saat badan dari jam sudah beres, kemudian masuklah ke tahap pembuatan isi atau mesin dari jam. Saat ini pembuatan mesin penggerak jam kukuk sudah dipermudah dengan adanya alat canggih yang dapat menyusun bagian-bagian kecil penyusun mesin penggerak jam kukuk. Mesin jam ini terbuat dari kuningan dan baja yang berfungsi sebagai pusat pengoperasian jam kukuk sendiri.

            Ketika mesin sudah selesai dan sudah mengalami masa percobaan untuk membuktikan apakah mesin dapat bekerja dengan baik atau tidak, maka proses pembuatan jam kukuk berlanjut pada tahap pemasangan partikel-partikel atau ornamen-ornamen jam. Mesin akan dimasukkan ke dalam jam dan kemudian akan dipasang jarum jam serta angka-angka penunjuk jam.

Mesin yang Sudah Dipasang

             Lalu, burung kukuk kecil yang akan keluar masuk dari pintu kecil yang ada pada jarum jam tidak lupa untuk dipasang. Suara burung pada jam diproduksi dengan menggunakan prinsip organ gereja. Di dalamnya terdapat bagian yang menyerupai peluit. Angin akan keluar masuk melalui peluit yang kemudian akan menghasilkan bunyi kukuk yang khas.

Burung Kukuk

Peluit

            Jam kukuk memiliki bandul yang berbentuk seperti buah pinus, terbuat dari besi. Besi digunakan sebagai pemberat dan juga pengatur jam. Sehingga jam kukuk tidak membutuhkan baterai ataupun listrik. Bandul dikaitkan pada kawat yang terbuat dari kawat kuningan yang sudah dibentuk seperti rantai. Berat bandul ini berbeda-beda, tergantung jenis jam kukuk.

Bandul


            Tetapi seiring majunya teknologi di dunia, bandul besi mulai ditinggalkan dan beralih pada bandul berbahan plastik yang hanya digunakan sebagai hiasan dan jam kukuk membutuhkan baterai untuk pengoperasiannya. Untuk mengetahui proses pembuatan jam kukuk lebih jelas, berikut ini adalah video pembuatannya;



            Jam kukuk terdiri dari berbagai macam jenis, antara lain jam kukuk harian dan jam kukuk mingguan. Di bawah ini adalah pemaparan lebih lanjut mengenai jenis-jenis jam tersebut;

Jam Kukuk Harian


            Jam kukuk harian memiliki bandul yang perlu ditarik 24 jam sekali. Burung kukuk kan keluar dari pintu kecil dan mengeluarkan suara setiap setengah jam sekali. Jam ini memiliki dua bandul, bandul pertama berfungsi untuk mengatur waktu dan yang lainnya berfungsi untuk mengatur keluar masuk dan bunyi burung.



            Sama seperti gambar sebelumnya, jam kukuk ini juga merupakan jam harian. Tetapi jam ini tidak hanya mengeluarkan suara kukuk, ia juga mengeluarkan alunan musik yang indah. Contohnya pada pukul 05.30 anda akan mendengar suara kukuk yang disertai iringan musik. Sedangkan pada pukul 06.00 yang akan kita dengar adalah enam kali suara kukuk yang kurang lebih terdengar seperti, “kukuuk kukukk kuukukk kukukk kukukk kukukuk”. Lagu yang biasa dijadikan sebagai iringan jam ini adalah “Edelweis” dan “The Happy Wanderer”.   

            Karena jam ini menghasilkan musik maka ia memiliki 3 bandul. Bandul pertama untuk mengatur waktu, bandul kedua berfungsi untuk mengatur bunyi dan keluar masuknya burung, serta bandul ketiga untuk mengeluarkaan alunan suara musik yang indah.

Jam Kukuk Mingguan


            Jam berikut ini adalah jam kukuk mingguan, yang bandulnya perlu ditarik setiap 8 hari sekali dan memiliki ornamen-ornamen lucu dan imut yang menggambarkan latar belakang sebuah dongeng. Jam ini mengeluarkan bunyi kukuk, menghasilkan alunan musik nan merdu dan juga bergeraknya ornamen-ornamen yang menggambarkan dan menceritakan dongen yang ada pada jam tersebut.

            Berkat keunikan dan proses pembuatan yang rumit membuat harga jam kukuk menjadi sangat tinggi. Mahalnya jam kukuk yang terbuat dari kayu yang dipahat dan dilukis serta disertai berbagai macam ornamen membuat tidak semua orang dapat memiliki jam ini maka mulailah dibuat jam kukuk yang bekerja menggunakan baterai. Pendulumnya terbuat dari plastik dan ornamen-ornamennya juga terbuat dari plastik. Sangat mudah mendapatkan jam kukuk yang terbuat dari plastik di toko-toko jam terdekat.


            Pemburu jam kukuk yang asli kurang lebih orang-orang pecinta barang antik. Sulit untuk menemukan jam kukuk yang terbuat dari kayu berkualitas dengan ornamen-ornamen yang unik di luar benua Eropa. Bagi kolektor yang berasa di luar bagian benua Eropa yang ingin mendapatkan jam kukuk biasanya melakukan pemesanan via online yang kemudian barangnya akan dikirim dengan menggunakan kapal maupun pesawat. Selain dengan membeli online, para kolektor dapat menyempatkan dirinya untuk berwisata dan singgah ke Black Forest untuk membeli jam kukuk langsung dari pusatnya.



Sumber:
-          http://antiquecuckooclock.net/




1 komentar:

  1. Kok lagunya cuma itu? Harusnya ada lagu "clementine", "happy birthday" dan "Way out"..

    BalasHapus