Rabu, 26 September 2012

Tugas 5 - Perkembangan Jam Di Dunia


 

Tugas 5 - Perkembangan Jam

Ghifari Ikhwan Taher – XI IPS 3
 

 


What time is it?

Buat mengetahuinya, kita cukup melihat jam di pergelangan tangan kiri atau tangan. Tapi, pernahkah  terbayang bagaimana orang-orang dulu mengetahui waktu?

Bayangkan jika saat ini kita tidak memiliki alat yang dapat mengukur dan memastikan waktu. Mungkin, setiap hari kita akan terlambat ke sekolah, kuliah atau ke tempat kerja.    

Oleh karena itu, jam sangat penting dalam kehidupan manusia. Istilah jam atau dalam bahasa Inggris clock berasal dari bahasa Latin, clocca. Istilah ini sudah mulai digunakan sejak abad ke-14 sebagai alat penentu waktu.

Jadi, pada saat itu, orang sudah terbiasa untuk bertanya, “Jam berapa sekarang?” atau “Berapa jam perjalanan Anda?”, seperti yang biasa kita lakukan saat ini. Perkembangan jam di dunia berlangsung dalam kurun waktu yang sangat panjang dan ternyata jam mengalami perkembangan dari masa ke masa, dari awal ditemukan hingga kini menjadi aksesoris yang trendy.

 

 Jam matahari:

Adalah jam tertua dan disebut juga  jam sundial, pertama kali digunakan sekitar 3.500 Sebelum Masehi. Kala itu orang-orang masih menggunakan matahari untuk mengetahui waktu. Bentuknya sangat sederhana, sebuah plat berbentuk lingkaran dengan tongkat kecil di tengahnya. Jam ini menunjukan waktu berdasarkan letak matahari, dengan cara memanfaatkan bayangan yang menimpa permukaan datar yang kemudian ditandai dengan jam-jam dalam satu hari. Dengan melihat jatuhnya bayangan tongkat pada lingkaran plat, yang berfungsi sebagai informasi waktu, orang mengetahui waktu pada saat itu.

 

                          

                Jam pertama kali di dunia (jam Matahari)                                   

Sekitar 5.000-6.000 tahun yang lalu, orang Mesir mengukur waktu dan membuat kalender dengan menggunakan obelisk.  

 

                             

Jam astronomi:

Ahli astronomi Islam di era kekhalifahan juga telah berhasil menciptakan jam dengan berpatokan pada astronomi. "Misalnya, jam Astrolabe. Sekitar abad ke-10, Al-Sufi menjelaskan seribu kegunaan Astrolabe, termasuk pengatur waktu, terutama untuk waktu-waktu shalat dan Ramadhan," jelas Dr Emily Winterburn dalam karyanya Using an Astrolabe. David A King dalam bukunya bertajuk The Astronomy of the Mamluks menjelaskan bahwa Ibnu al-Shatir menemukan jam Astrolabe pertama di awal abad ke-14 M. Al-Jazari pun menciptakan jam astronomi.

 

                                                       

                                                                                           Astrolabe


Jam astronomi terbesar yang dibuat al-Jazari disebut castle clock, yang dianggap menjadi analog komputer terprogram pertama. Howard R Turner dalam karyanya bertajuk Science in Medieval Islam: An Illustrated Introduction menjelaskan bahwa jam itu merupakan sebuah alat yang lengkap dengan ketinggian 11 kaki dan memiliki fungsi ganda, disamping sebagai alat pengatur waktu.
Alat ini bisa digunakan untuk menunjukkan zodiak (ramalan bintang) serta orbit matahari dan bulan.

Sarjana Muslim lainnya yang menciptakan jam astronomi adalah Abu Raihan al-Biruni pada abad ke-11 M, yakni jam mekanik komputer kalender lunisolar.



 
           

                                                                                                                                 Al Jazari  clock                                               



Castle clock  


 

Jam astronomi paling canggih pertama kali ditemukan di zaman kejayaan Islam, yang dibuat oleh Al-Jaziri pada tahun 1136-1206, berbentuk gajah dan bisa menghasilkan suara setiap jam, disebut Castle Clock, yang dianggap menjadi analog komputer terprogram pertama. Di dunia Islam, Al-Jazari memang bukan satu-satunya ilmuwan yang menciptakan jam. Banyak ilmuan lain yang juga tercatat telah menemukan beberapa jenis jam.  

            

                                                                                            Jam air clepsydra 

 

 


Jam pasir:  

Pada 1.300 SM, Ctesibus dari Alexsandria membuat jam dengan menggunakan instrumen pasir. Pasir yang diisi di dalam tabung itu jatuh ke bawah melewati bagian tabung yang sempit untuk menunjukan waktu tertentu. Lalu, tabung itu dibalik 180 derajat untuk mengulangi pengukuran waktu.

Jam Pasir atau Hourglass terdiri dari dua kaca gembung yg diisi pasir halus [satu diatas satu dibawah] dan dihubungkan oeh pipa sempit. Rata2 menunjukan waktu selama satu jam. Faktor yg berpegaruh dalam penunjukan waktu adalah, volume tabung, jenis kualitas pasir dan lebar leher.
Menurut bbrp ahli jam pasir diciptakan d Alexandria sekitar pertengahan abad ketiga. Dimana pada masa itu, orang2 membawa jam pasir kemana2 seperti yg kita lakukan dengan jam skarang ini. Ada jg yang berpendapat di abad 11, ditambahkan juga kompas untuk menunjukkan arah. Pendapat lain, jam pasir pertama diperkirakan muncul pada tahun 1338 berdasarkan lukisan Allegory of Good Government dari Ambrogio Lorenzetti. Catatan yg berhasil ditemukan mengena awal keberadaan jam pasir adalah daftar penerimaan penjualan Thomas de Stetesham di tahun 1335

 

 

Jam air:

Di dalam sejarah jam (pengukuran waktu), dikenal pula istilah jam air. Sistem kerja jam air pada dasarnya tidak jauh berbeda dengan jam pasir.muncul sekitar 1400 Sebelum Masehi (SM), berdasarkan peninggalan yang ditemukan di kuburan Amenhoterp I, berupa bejana kecil berisi air yang memiliki lubang di bagian bawahnya yang berfungsi meneteskan air.

Orang Yunani mulai menggunakan jam air atau yang disebut oleh mereka sebagai Clepsydras (Water Thief) pada tahun 325 SM. Berbagai bentuk jam air dibuat. Ada seperti mangkok yang perlahan-lahan terisi air dengan volume yang bertambah secara konstan. Dengan tanda tertentu di permukaan, orang Yunani dapat mengetahui waktu pada saat itu.

Versi lain ada yang terbuat dari mangkok logam yang dicelupkan dalam wadah berisi air. Perlahan-lahan, mangkok logam yang dibawahnya diberi lobang kecil, akan tenggelam dalam waktu tertentu. Alat ini masih digunakan di Afrika utara pada abad ini.

Kemudian pada 100 SM dan 500 SM, horologis dan astronom Yunani dan Romawi mulai membuat jam air mekanik yang dikenal dengan Su Sung. Jam ini lebih kompleks dari sebelumnya dengan ditambahkan pengatur tekanan agar aliran air berjalan dengan konstan dan bentuk yang lebih menarik. Ada pula yang ditambahkan bel atau gong sebagai penanda waktu.

Di tahun-tahun berikutnya, jam air terus dikembangkan seperti yang dilakukan astronom Yunani, Andronikos pada abad 1 SM. Dia membuat menara angin di Athena. Strukturnya yang oktagonal menunjukkan bahwa jam ini adalah jam matahari dengan indikator mekanik. Jam ini juga dilengkapi dengan jam air mekanis 24 jam, penunjuk 8 arah mata angin, jam, tanggal, tahun, dan astrologi.

 

 

Jam dengan alat penggerak mekanik:                        

Untuk jam dengan alat penggerak mekanik, tidak pernah diketahui asal mula ditemukannya. Namun, peralatan itu diduga pertama kali ditemukan dan digunakan di biara-biara sebagai alat panggil para biarawan atau biarawati, untuk berdoa, agar tepat waktu.    

Masyarakat Eropa baru mengenal jam yang dikendalikan pemberat pada tahun 1300. Lonceng yang berdentang setiap jam, pertama kali ditampilkan oleh lonceng kota Milan tahun 1335 dan lonceng di Katedral Salisbury, London pada tahun 1386. Sedangkan jam yang dikendalikan pegas baru dikuasai peradaban Barat tahun 1430. Masyarakat Inggris mulai membuat arloji pada tahun 1580. Dan sekitar tahun 1525 Peter Henlein, tukang kunci dari Nurnberg, Jerman memperkenalkan jam rumahan dengan diameter10-12,5 cm dan ketebalan7,5 cm.

Akhir abad ke-16, lonceng mulai dibuat tegak dan di awal abad ke-17 mesinnya mulai diberi pembungkus dari kuningan, diperkaya dengan penutup kaca dan jarum penunjuk menit. Tidak hanya itu, mulai tahun 1656 diperkenalkan pula lonceng dengan pemberat dan pendulum bertali pendek yang dibungkus dalam kotak kayu dan bisa digantung didinding, dikenal dengan sebutan Grandfather’s clock.


      Grandfather’s clock

Pada tahun 1929 mulai diterapkan kristal quartz pada alat pengukur waktu/jam. Jam digital/elektrik pertama kali dibuat oleh perusahaan The Hamilton Watch Co of Lancaster, Pennsylvania sekitar tahun 1950. Setelah itu, mulailah bermunculan beberapa merk dan model jam tangan hingga saat ini.

  
 Jam digital :

Hamilton d Lancaster memproduksi jam elektrik pertama di dunia. Jam elektrik Hamilton menetapkan waktu dengan keseimbangan antara yang tradisional dengan mekanisme roda yang telah digunakan dalam bagian jam untuk ratusan tahun, dan karenanya tidak lebih akurat dari jam lain. Bagaimanapun, daripada memberi kekuatan mekanik pegas, sebuah batere digunakan memberi kekuatan pada mekaniknya sehingga kebutuhan putaran tidak lagi diperlukan.

Meskipun orang-orang menyukai, bahwa mereka tidak lagi menggunakan putaran pada jam, tapi jam akan berhenti ketika kontak elektrik berkarat, yang bisa terjadi kapan saja. Akibatnya, tehnisi   departemen reparasi Hamilton harus secara terus menerus menghadapi keluhan, sampai jam dapat diperbaharui pada tahun 1961.


Sejarah jam tangan:  

Seiring dengan kemajuan teknologi dan kemampuan manusia, seorang tukang kunci dari Nurnberg, Jerman, Petrus Henlein membuat arloji saku pertama pada 1524. Arloji saku sederhana ciptaan Henlein kemudian disempurnakan oleh Jawal al-Din sekitar 1556-an. Kemudian, disempurnakan lagi oleh Mansyur Sheyh Dede pada 1702. Semakin lama, tingkat akurasi arloji tersebut semakin tinggi.

Kebutuhan orang terhadap jam semakin meningkat, permintaan pun terus bertambah. Di berbagai tempat mulai muncul bengkel-bengkel pembuat jam, seperti halnya di Paris yang dibangun Louis Breguet pada 1775.

 


                                                                        Jam saku

 

 

Sebelum tahun 1600 masalah utama jam portable adalah kemampuan daya untuk bertahan. Kala itu, penunjuk jam masih sangat berat sehingga tidak praktis bagi aktivitas manusia yang padat. Seiring perkembangannya, jam portabel pun didesain terbuat dari baja dan kuningan. Tetapi jam portable sebagai penunjuk waktu belum memenuhi syarat keakuratan. Hingga akhir periode ini, astronomi data dan tanggal telah di tampilkan di jam portabel.

Pada tahun 1600-an jam portabel yang awalnya hanya digunakan sebagai penunjuk waktu berkembang menjadi perhiasan. Ketika itu, jam portabel terbuat dari uang logam, logam berharga, ataupun bahan perhiasan lainnya. Dengan demikian jam portabel pun dipandang sebagai bagian dari perhiasan.

Tahun 1700 hingga 1800 merupakan masa dimana jam portable yang di simpan di saku bermigrasi menjadi arloji yang bisa digunakan dipergelangan tangan. Hal ini tentu memudahkan bagi para pengguna penunjuk waktu itu. Meskipun pada awalnya sulit untuk menyesuaikan desain arloji dengan anatomi tangan serta pengaruh kegiatan tangan dengan sistem keakuratan waktu namun seiring perkembangan semua mampu teratasi.

Hingga akhirnya pada tahun 1900 dan seterusnya jam tangan semakin berkembang mulai dari material hingga sistem di dalamnya. Angka-angka dan jarum penunjuknya di tampilkan mengkilat, material yang digunakan adalah logam mahal, anti air, anti karat, hingga penampilannya yang sangat elegan. Tentu saja tidak sedikit arloji itu harus ditebus dengan harga yang cukup mahal.Jam tangan ditemukan pada tahun 1904 oleh Louis Cartier, dan memang fungsi jam tangan zaman dulu hanya sebatas penunjuk waktu, namun perkembangan jam tangan sudah semakin canggih dan modern. 

Ya, jam tangan sudah menjadi aksesoris yang melekat ditubuh setiap orang, mulai dari pria dan wanita. Merk-merk macam Jam Alexandre christie, Seiko, Jam Swiss army, Tissot, Tag heuer, dan Rolex menunjukan bahwa jam bukan sekedar penunjuk waktu, tetapi adalah style, gaya, status sosial dan ekspresi diri.

Keberadaan jam tangan bagi seseorang tidak sekedar memenuhi kebutuhan penunjuk waktu, melainkan bisa sebagai penanda kelas sosial dan sebagai aksesori pelengkap penampilan. Karena itulah beredar banyak jam tangan bermerek dengan harga fantastis, hingga puluhan juta rupiah, komplet dengan model dan warna menarik.

 

 

Sedikit mengulas arti dari jam tangan “quartz”

 

APAKAH QUARTZ ITU?

Mesin arloji jenis ini pertama kali diperkenalkan oleh pabrik asal amerika HAMILTON diera tahun 60-an lalu berkembang pesat setelah SEIKO melakukan serangkaian inovasi. Pada arloji quartz sumber daya utama berasal dari batere umumnya bervoltase 1,5 – 3v berbentuk kancing itu sebabnya lebih dikenal dengan sebutan button cell.

Arloji quartz rata-rata memiliki tingkat akurasi yg bagus (dari yg murahan hingga yg mahal). Daya tahan batere pada arloji quartz rata-rata 1 th walaupun Casio (salah satu produsen arloji Jepang) mengeluarkan seri ‘ten years battery’. Kekurangan arloji jenis ini umumnya pada usia atau dalam istilah teknis disebut ‘daya tahan’ kompenen yg terbatas, maka tidak ada atau nyaris tidak ada arloji jenis quartz yg berusia lanjut (disamping tahun diperkenalkannya saja baru era 60-an) lebih karena keterbatasan daya tahan komponen.

Pada arloji bermesin quartz ada tiga komponen penting yakni batere, IC & coil serta gear train (susunan roda/mekanisme), dari ketiga yg disebutkan diatas hanya gear train saja yg mampu berusia panjang, selebihnya rata-rata 1-3th. Pada jenis quartz digital memungkinkan sekali untuk ditambahkan aplikasi yg canggih seperti kompas, altimeter, barometer, depth meter, kalkulator, mp3 bahkan yg paling terbaru sekaligus alat komunikasi (wrist phone).

Jika mengalami kerusakan secara umum arloji jenis quartz berbiaya cukup mahal, komponen yg paling mahal adalah IC, untuk model tertentu ada kemungkinan mengalami kesulitan dalam hal mendapatkan suku cadangnya. Jam Quartz atau kuarsa seperti ini, terus mendominasi pasar dalam jumlah karena kinerja mereka sangat baik dan murah.  

 

APA ITU ARLOJI AUTOMATIK?

Arloji automatik mulai diperkenalkan awal abad ini oleh PERRELET dimana pertama kali justru diaplikasikan pada arloji saku, kemudian baru berkembang dan dipasang diarloji tangan oleh OMEGA ditahun 30-an.

Arti automatik memiliki konotasi “tidak perlu diputar” dimana pada jaman itu arloji umumnya menggunakan mesin hand winding (diputar tangan). Dengan diperkenalkannya teknologi matik maka pergerakan lengan tangan diubah menjadi energi yg memutar pegas dalam sistem mesin arloji.

Teknologi mesin automatik memiliki kekurangan yakni durasi pegas yg terbatas, jika arloji tidak dipakai, akan membuat mesin arloji mati (tidak bergerak). Umumnya arloji automatik memiliki durasi 48 jam dalam keadaan ‘diam’. Disamping itu sebagaimana arloji mesin (baca: bukan elekronik), memiliki kelemahan disektor akurasi walau dewasa ini sudah banyak arloji automatik yg akurasinya bagus, namun rata-rata harganya mahal.

 

ARLOJI : KOLEKSI DAN INVESTASI 

Ada 3 hal dasar yg membuat sebuah arloji memiliki nilai investasi yakni : MEREK, MESIN dan SERI.... nah mesin yang  termasuk kategori investasi adalah yang automatik. Jadi jika ingin membeli arloji untuk dikoleksi serta dijadikan sarana investasi maka tidak salah lagi pilihlah yg menggunakan mesin mekanik (HAND WINDING atau AUTOMATIC).

Kini, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin meningkat mendorong penciptaan jam yang lebih inovatif. Mulai dari jam tangan biasa hingga ponsel dalam bentuk jam tangan.Jam tangan tersebut didukung dengan jaringan GSM serta menggunakan teknologi touch screen.

Bahkan, Andy Kurovets mendesain jam tangan untuk mendukung kerja wasit saat memimpin pertandingan sepak bola. Menurutnya, jam yang diberi nama Referee Third Eye itu didesain dengan teknologi supercanggih sehingga dapat membantu wasit untuk menentukan apakah seorang pemain melakukan pelanggaran atau offside. Singkatnya, untuk mendukung keputusan bijak wasit saat di lapangan.

 

 

KESIMPULAN

Ada beberapa alasan orang membeli arloji namun jika kita termasuk orang yg simple dan tidak mau repot maka arloji bermesin quartz paling cocok dikenakan dipergelangan tangan, namun jika  berselera tinggi serta gemar mengoleksi arloji (juga investasi), maka jenis automatik merupakan pilihan jitu.

 

Namun yang jelas, semuanya berfungsi sebagaimana mestinya dan sama, yaitu untuk menunjukkan waktu.

 

 

                          
                Sistem Quartz                                                       contoh jam Quartz

 

 

 

                                           contoh jam bermesin automatic

                                                            
Ghifari Ikhwan Taher/ XI IPS3
 

1 komentar:

  1. Ternyata asal mulanya jam tangan kek gitu yan. Makasih, artikelnya bermanfaat :D

    BalasHapus