Kamis, 20 September 2012

Tugas 5 - Perkembangan Graphic Tablet


Pada zaman dahulu, segala hal dilakukan secara manual—mulai dari hal-hal yang sederhana, sampai hal yang kompleks karena memang tidak ada cara lain untuk melakukannya melainkan dengan cara manual tersebut. Tentu saja itu merupakan suatu pekerjaan yang tidaklah mudah, terutama untuk melakukan hal yang kompleks tersebut secara manual.

Namun sekarang, seiring dengan berkembangnya zaman, semakin banyak peralatan yang dibuat untuk memudahkan pekerjaan manusia. Hampir semua hal bisa dilakukan dengan bantuan alat-alat tertentu, termasuk menggambar. Menulis, atau membuat suatu karangan dengan huruf dan kata, yang dulunya hanya bisa dilakukan dengan media kertas dan pena yang sulit untuk diperbaiki kalau misalnya ada kesalahan pada penulisan. Waktu dan tenaga yang digunakan juga tidak sedikit. Hal ini dapat sedikit teratasi ketika mesin tik ditemukan, tulisan dapat dibuat dengan menekan tombol-tombol yang ada di mesin tik—pekerjaan ini sekarang disebut dengan mengetik. Namun, masih ada satu kekurangan dari mengetik dengan menggunakan mesin tik—bila terjadi kesalahan, kesalahan tersebut masih tergolong sulit dan repot untuk diperbaiki.

Lama-kelamaan, muncullah suatu penemuan yang dinamakan komputer. Salah satu alat input yang bisa digunakan di komputer adalah keyboard, yang terdiri dari tombol-tombol yang kurang lebih sama, baik karakternya maupun letak-letaknya, dengan tombol di mesin tik. Mungkin perbedaannya hanyalah tombol-tombol fungsi yang ada di keyboard komputer, yang memang dibuat untuk memudahkan pengoperasian komputer. Karena itulah, jika software yang memadai tersedia di komputer, maka orang juga dapat mengetik dengan menggunakan komputer. Pengeditan juga bisa dilakukan secara mudah sebelum hasil akhirnya dicetak dengan menggunakan perangkat lain. Dengan begini, menulis atau membuat karangan bukan menjadi masalah atau sesuatu yang sulit dan repot untuk dilakukan pada zaman sekarang.

Sama juga halnya dengan menggambar. Dulu, menggambar umumnya dilakukan dengan menggunakan pensil yang digoreskan diatas selembar kertas, walaupun ada banyak alternatif lain selain pensil dan kertas. Namun hasil gambar tersebut hanya ada satu, dan jika hasil tersebut rusak atau terkena hal-hal lain yang tidak diinginkan, tidak ada penggantinya. Banyak cara dilakukan untuk mengatasi masalah ini—dari menjiplak sampai meng-scan hasil akhir gambar agar bisa disimpan di komputer. Namun sekarang ini ada cara lain dimana kita bisa menggambar langsung di komputer dengan menggunakan aplikasi-aplikasi tertentu. Hal ini bisa dilakukan dengan menggunakan sekedar mouse, namun ada sebuah alat yang lebih didesain khusus untuk menggambar di komputer, yaitu graphic tablet, atau tablet grafis.

Graphic tablet adalah sebuah alat input yang membuat orang bisa menggambar layaknya menggambar di selembar kertas dengan pensil. Alat ini terdiri dari sebuah tablet digital dan sebuah kursor ataupun pena digital. Tablet digital memiliki permukaan yang pipih sebagai alas gambar yang terdiri atas perlengkapan elektronik yang dapat mendeteksi gerakan kursor atau pena digital kemudian menerjemahkannya menjadi sinyal digital yang dikirim langsung ke komputer. Hasil dari gambar yang dibuat dengam menggunakan graphic tablet biasanya tidak ditampilkan di tablet itu sendiri, namun ditampilkan di monitor komputer.

Tentu saja, bentuk graphic tablet yang pertama kali diciptakan tidak seperti yang sering kita lihat sekarang.  Handwriting tablet elektronik yang pertama kali diciptakan adalah Telautograph. Telautograph ini adalah pendahulu dari mesin fax yang fungsinya adalah untuk mentransmisikan impuls elektrik yang direkam oleh potensiometer yang ada di pengirim ke servo yang disambung ke sebuah pena pada penerima, yang membuat pena bergerak dan menghasilkan gambar pada kertas seperti yang dikirimkan oleh si pengirim. Telautograph adalah alat pertama yang mentransmisikan gambar ke sebuah kertas. Benda ini dipatenkan oleh Elisha Gray di tahun 1888.
Telautograph

Sementara itu, graphic tablet pertama yang menyerupai graphic tablet di masa sekarang dan berfungsi untuk handwriting recognition oleh komputer adalah  Stylator, yang diperkenalkan pada tahun 1957. Kemudian ada satu lagi yang lebih umum diketahui, yaitu RAND Tablet, yang juga dikenal sebagai Grafacon.  RAND Tablet yang diperkenalkan tahun 1964 ini terdiri dari kabel-kabel dibawah sebuah alas yang mengkodekan koordinat horizontal dan vertikal dalam sebuah sinyal magnetik kecil. Stilus yang digunakan akan menerima gelombang magnetik tersebut dan akan mengkodekannya kembali sebagai informasi koordinat-koordinat.

Kemudian ada juga tablet akustik yang cara kerjanya berbeda dengan RAND Tablet. Tablet akustik ini menggunakan suara untuk menentukan posisi stilus di daerah menggambar. Karena tablet ini menggunakan suara untuk mendeteksi posisi stilus, tablet ini terdiri dari stilus yang menghasilkan suara dan mikrofon yang digunakan untuk merekam suara. Posisi dari stilus dapat ditentukan dengan cara menghitung perbedaan timing dari suara yang terekam. Tablet akustik ini dipatenkan oleh Science Accessories Corporation pada tahun 1971. Namun, tablet akustik ini memiliki beberapa kelemahan—selain sistemnya kompleks dan mahal, dan sensor suara sering terganggu oleh suara lain yang berasal dari luar.

KoalaPad adalah graphic tablet pertama yang diperuntukkan untuk komputer rumah yang dibuat pada tahun 1984. Aslinya, produk ini dan program untuk menggambar yang dibundel bersama alat ini didesain sebagai computer drawing tool untuk sekolah dengan biaya yang rendah. Walaupun begitu KoalaPad ini juga terkenal di kalangan  pengguna komputer rumah. Pada awalnya, KoalaPad ini dibuat untuk komputer Apple II, namun lama-kelamaan diluaskan sehingga KoalaPad bisa juga digunakan untuk berbagai macam komputer dengan graphic support.
KoalaPad

 Lama-kelamaan, semakin banyak perusahaan yang berkompetisi untuk memproduksi graphic tablet. Dan pada tahun 1980-an, perusahaan yang memproduksi tablet mulai menambahkan fungsi-fungsi tambahan ke tablet yang mereka produksi, termasuk menu on-tablet.

Jika di akhir tahun 1900-an ada berbagai macam tablet dengan cara kerja yang berbeda-beda, di zaman sekarangpun juga demikian. Yang pertama adalah electromagnetic tablets, atau tablet elektromagnetik. Tablet elektromagnetik ini, terutama yang diproduksi oleh Wacom, menggunakan konduksi elektromagnetik. Tablet ini menghasilkan sinyal elektromagnetik yang nantinya diterima oleh stilus. Tablet yang modern juga mempunyai sensitivitas terhadap tekanan, juga tombol yang berfungsi mirip dengan tombol yang ada di mouse. Yang menyimpan informasi pada tablet ini adalah stilus, bukan tabletnya. Dengan menggunakan sinyal elektromagnetik, tablet bisa mendeteksi posisi stilus walaupun stilus tersebut tidak menyentuh tablet.
Contoh tablet elektromagnetik, Wacom Intuos4

Kemudian, tablet juga bisa diklasifikasikan sebagai tablet pasif dan tablet aktif. Pengklasifikasian ini dilihat dari sumber energi untuk mengaktifkan stilus. Pada tablet pasif, atau passive tablet, stilus tidak memerlukan energi dari luar, seperti baterai. Energi yang digunakan untuk mengaktifkan stilus disalurkan melalui sinyal elektromagnetik.

Ada juga tablet aktif (active tablets) yang berlawanan dengan tablet aktif. Jika stilus pada tablet pasif tidak membutuhkan energi dari luar karena energi sudah didapatkan dari sinyal elektromagnetik, stilus pada tablet pasif membutuhkan energi tersendiri yang didapatkannya dari baterai. Karena harus menyimpan baterai di dalamnya, stilus pada tablet aktif lebih besar dibandingkan dengan stilus tablet pasif.

Kemudian, ada juga jenis graphic tablet yang lain, yang dinamakan optical tablets, atau tablet optikal. Tablet yang ini bekerja dengan menggunakan kamera yang berukuran sangat kecil pada stilus, kemudian tablet ini menyamakan gambar sesuai dengan gambar di kertas yang terambil gambarnya oleh kamera tersebut. Tablet optikal yang paling sukses adalah tablet yang diproduksi oleh Anoto.

Tablet akustik, seperti yang sudah dijelaskan diatas, merupakan tablet yang bekerja dengan mendeteksi suara yang dihasilkan oleh stilus. Beberapa desain tablet akustik yang modern juga dapat mendeteksi posisi dalam tiga dimensi.

Semua jenis tablet yang ada ini memiliki kemampuan yang sama dalam mengukur jarak antara stilus dan tablet. Selain itu, graphic tablet juga berbeda dengan touchscreen yang peka dengan sentuhan. Graphic tablet memberikan presisi yang lebih baik dibandingkan dengan touchscreen.

Beberapa graphic tablet mempunyai aksesoris diluar tablet itu sendiri dan stilus. Stilus sendiri mempunyai tingkat sensitivitas terhadap tekanan yang berbeda-beda. Tablet normal dapat menerima 512 level tekanan, sementara pada tablet dengan harga yang lebih rendah, level tekanan yang dapat diterima hanya 256 level tekanan. Tablet profesional dapat menangkap level tekanan yang lebih tinggi, yaitu 1024 level. Kebanyakan stilus memiliki minimal satu tombol, yang berfungsi sama dengan mouse, seperti left-click dan right-click.

Sekarang ini, sudah banyak stilus yang memiliki penghapus yang diletakkan di belakang ujung stilus yang berfungsi sebagai pena, seperti halnya penghapus yang ada di ujung pensil. Penghapus ini dilengkapi oleh sirkuit tambahan agar pena dapat digunakan bergantian dengan penghapusnya. Biasanya beberapa program dapat menyesuaikan mode menjadi mode penghapus ketika penghapus stilus yang digunakan. Selain itu banyak tablet yang dilengkapi dengan stilus yang fungsinya menyerupai kuas atau Airbrush untuk menggambar, seringkali dilengkapi dengan perangkat tambahan seperti finger-operated wheels untuk menelusuri coretan yang dibuat agar sesuai dengan keinginkan pemakai. Namun airbrush ini sangat langka dan mahal.

Mouse, atau tetikus juga dapat digunakan sebagai pengganti stilus pada tablet. Ada dua mode untuk penggunaan mouse ini. Yang pertama adalah mode absolut, dimana posisi kursor di komputer menyesuaikan dengan posisi fisik mouse yang ada di atas tablet. Mode yang kedua adalah mode relatif, dimana mouse bekerja seperti layaknya mouse biasa.

Beberapa tablet, terutama tablet dengan harga yang tidak mahal yang diperuntukkan untuk anak-anak dilengkapi dengan stilus yang dihubungkan dengan tali, dengan menggunakan teknologi yang mirip dengan RAND Tablets, walaupun desain yang seperti ini sudah tidak digunakan pada graphic tablet pada umumnya.

Beberapa graphic tablet menggunakan layar LCD (liquid crystal display) pada tablet itu sendiri, sehingga pengguna tablet yang seperti ini dapat menggambar langsung di permukaan tampilan. Graphic tablet yang berjenis seperti ini menutupi kelemahan dari masing-masing touchscreen dan tablet biasa, karena tidak seperti touchscreen biasa, graphic tablet dapat mendeteksi tekanan pada tablet, dan biasanya resolusinya lebih besar dibandingkan dengan touchscreen. Sementara, walaupun kemampuan dalam mendeteksi tekanan sama halnya dengan tablet biasa, pengguna bisa melihat langsung dimana stilus harus diletakkan.  Hal ini menambahkan kesan menggambar yang lebih mirip dengan menggambar dengan pensil di atas kertas.
Wacom Cintiq, graphic tablet dengan layar LCD

Pada awal penciptaan graphic tablet, tablet ini digunakan hanya sebagai alat input yang fungsi dan kemampuannya kurang lebih sama dengan mouse. Tapi graphic tablet pada zaman sekarang memiliki banyak fitur yang lebih canggih dibandingkan dengan graphic tablet pada tahun 90-an. Karena interface yang menggunakan stilus serta kemampuannya untuk mendeteksi tekanan, kemiringan dan beberapa kemampuan lain yang didapatkan dari interaksi antara stilus dan tabletnya, graphic tablet dianggap sebagai suatu alat yang memberikan kemampuan untuk membuat computer graphics, terutama grafik 2 dimensi. Selain itu banyak program yang dapat menggunakan informasi yang didapatkan dari tablet dengan cara mengubah ukuran, bentuk, opasitas, warna kuas, dan banyak lagi dengan didasari oleh data yang diberikan oleh graphic tablet. Karena itu graphic tablet sangat sering dijumpai di dunia seni. Jika graphic tablet dipadukan dengan program pengedit gambar—contoh yang paling sering digunakan dan umum dijumpai adalah Adobe Photoshop—maka para seniman bisa dengan mudah mendapatkan presisi saat membuat gambar digital.

Di negara Asia bagian timur, graphic tablet digunakan bersamaan dengan IME (input method editor) untuk menulis karakter Cina, Jepang dan Korea. Teknologi ini tergolong tidak mahal dan terkenal. Selain itu, teknologi ini membuat orang bisa berinteraksi dengan menggunakan komputer dengan cara yang lebih natural dibandingkan dengan mengetik dengan menggunakan keyboard.

Tapi, kegunaan graphic tablet yang sangat dirasakan oleh orang-orang pada saat ini adalah sebagai mengganti dari mouse sebagai alat penggerak kursor. Penggunaan tablet ini dirasakan lebih intuitif dibandingkan dengan mouse, karena posisi stilus pada tablet berkorespondensi langsung dengan posisi kursor pada komputer. Walaupun begitu, dengan berkembangnya zaman, kegunaan-kegunaan ini tentu saja akan menjadi lebih luas.

Sumber:

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar