Senin, 17 September 2012

Tugas 5 - Perkembangan Google Untuk Dunia Maya


Dewasa ini, seluruh pengguna internet pasti tahu yang namanya Google. Internet Traffic Data menyatakan bahwa Google.com adalah system penelusuran internet yang paling sering digunakan oleh pengguna internet dalam beberapa tahun terakhir ini. Tak hanya system penelusuran internet, banyak sekali produk-produk yang sudah berhasil dikembangkan oleh Google.inc. Meski begitu, pada perkembangannya Google.inc juga mengalami kesulitan dan hambatan-hambatan hingga akhirnya bisa mencapai masa kejayaannya sekarang ini.
Google mengawali kisahnya pada tahun 1996, saat mesin pencari dan teknologi pencarian belum menjadi bisnis seperti sekarang. Ketika itu di Amerika Serikat, bicara internet berarti bicara soal Yahoo! dan AOL serta layanan mereka seperti e-mail, berita, ramalan cuaca, dan layanan-layanan serupa itu. Belum ada yang sadar bahwa system pencarian itu penting, padahal di media bernama internet ada begitu banyak konten, dan jumlahnya terus bertambah dari waktu ke waktu. Mencari konten tertentu bukan perkara mudah, apalagi sampai dapat yang benar-benar relevan atau dibutuhkan, dapat diibaratkan seperti menelusuri hutan belantara.
Pendiri Google, Larry Page dan Sergey Brin mengawali kerja sama mereka dari ketidakpuasan menggunakan layanan mesin pencari yang ada saat itu. Melakukan pencarian pada masa itu sering kali membuahkan hasil yang tidak relevan, tidak seperti yang diinginkan. Ditambah lagi, hasil pencarian biasanya muncul dalam waktu yang lama. Kedua pendiri Google tersebut berkolaborasi dengan misi untuk mengorganisasi informasi yang ada di dunia, dan menyajikannya secara global. Sederhananya, mereka ingin memudahkan pengelolaan dan penyajian belantara informasi di internet.

ASAL MULA GOOGLE

                Larry (Lawrance) page dan Sergey Brin adalah dua nama yang melahirkan Google, menggagas teknologinya, dan mengembangkannya menjadi satu kerajaan bisnis. Larry dan Sergey masing-masing berusia 24 dan 23 tahun saat pertama kali bertemu di Stanford University, California, Amerika Serikat, pada tahun 1995. Larry bergelar Master Ilmu Komputer lulusan Michigan University dan bersiap untuk masuk program doctoral di Stanford. Di Stanford, Larry bertemu Sergey, lulusan University of Maryland yang juga mengambil program doctoral bidang Ilmu Komputer. Sergey memiliki spesialisasi penggalian data, yang mempelajari cara menghasilkan pola dari tumpukan informasi. Kesamaan minat membuat Larry dan Sergey mudah akrab. Pada tahun 1996, Sergey bergabung dalam proyek ilmiah yang tengah dikerjakan Larry, sebuah mesin pencari bernama BackRub. Misinya adalah menciptakan mesin pencari yang menghasilkan pencarian yang benar-benar relevan.

                Dalam proyek garapannya, Larry mencetuskan ide memanfaatkan tautan antarhalaman web (link) untuk membuat peringkat bobot halaman tersebut. Idenya: jika satu halaman web tertaut ke halaman lainnya, tautan tersebut akan mempengaruhi bobot atau dapat memicu link ke halaman-halaman tersebut, seperti sumber pustaka yang paling banyak digunakan orang. Semakin banyak link dan semakin tinggi bobot link yang mengarah ke suatu halaman web, makin tinggi juga peringkatnya dan makin besar peluangnya muncul di urutan atas hasil pencarian. Ide itulah yang menjadi dasar pemikiran algoritme penyusunan peringkat halaman-halaman web. Algoritme tersebut dinamai PageRank.

               Larry dan Sergey lalu menganalisis halaman web dengan analisis kecocokan hypertext (hypertext matching analysis). Ini dilakukan dengan mencocokkan kata kunci yang ada dalam kontek di halaman-halaman web. Pencocokannya dilakukan dengan menganalsis karakteristik huruf, subdivisi, dan ketepatan tiap posisi huruf pada halaman web. Teknik ini juga menganalisis konten halaman-halaman web lain yang terhubung ke halaman tersebut, untuk memastikan tingkat kecocokan hasil pencarian. Dengan begitu, selain menghasilkan halaman web yang berbobot yang memang banyak dicari, pencarian juga akan menghasilkan halaman web yang sesuai dengan apa yang ingin dicari oleh pengguna.
                Mesin-mesin pencari sebelum  Google biasanya member peringkat halaman web berdasarkan jumlah kemunculan kata kunci dalam satu halaman. Biasanya ini dilakukan dengan hanya menganalisis teks yang ada di meta-tag halaman tersebut. Cara ini sulit menghasilkan hasil pencarian yang sesuai karena rawan manipulasi. Para pembuat situs web bisa saja memanipulasi ­meta-tag dengan menambahkan sembarang kata kunci, semata agar halaman tersebut terindeks oleh mesin pencari. Dalam perkembangannya, Google terus melakukan pembenahan pada teknologi pencarian yang digunakan. Merujuk pada keterangan resminya, Google saat ini menggunakan lebih dari 200 parameter termasuk algoritme PageRank, untuk menganalisis struktur link di web dan melakukan perangkingan. Sementara PageRank sendiri, menurut Google, saat ini beroperasi dengan memperhitungkan lebih dari 500 juta variable dan 2 milyar kata kunci di web. Algoritme PageRank menjadi hak paten Google sejak 4 September 2001. Sebelum itu, hak paten PageRank adalah milik Stanford University, dengan mencantumkan nama Larry Page sebagai penemunya. Google yang punya hak lisensi eksklusif terhadap paten tersebut kemudian menukarnya dengan 1,8 juta lembar saham ke Stanford University. Pada 2005, Stanford University menjual saham tersebut seharga USD 336 juta.

GOOGLE.INC

                Larry dan Sergey menamai proyek mesin pencarinya dengan nama sandi BackRub, karena teknologinya yang mengecek backlink untuk menentukan tingkat kepentingan suatu situs. Backlink adalah semua link dari halaman web lain yang tertuju ke suatu situs. Setahun berkolaborasi dalam proyek BackRub, pada 1997 Larry dan Sergey memutuskan untuk mengganti nama mesin pencarinya dari BackRub menjadi Google. Lahir dari kata “googol´- istilah matematika yang berarti angka yang sangat besar, yaitu angka 1 yang diikuti seratus angka nol, atau 10 pangkat 100. Nama tersebut mencerminkan misi mereka untuk mengelola informasi di internet yang tak terhingga banyaknya.
                Google awalnya menumpang beroperasi di server milik Stanford University dengan domain google.stanford.edu. sampai akhirnya membuat sesak jatah bandwidth kampus karena Google makin sibuk melayani pencarian yang terus bertambah. Baru pada 15 September 1997 domain google.com didaftarkan. Larry dan Sergey lalu menjajakannya ke berbagai perusahaan dengan harga USD 1 juta. Hasilnya, mereka ditolak oleh semua perusahaan. Tak satupun yang tertarik karena tidak ada yang menganggapnya penting. Larry dan Sergey pun bertekad mendirikan perusahaan sendiri. Bermodalkan mimpi dan uang pinjaman, mereka cuti kuliah demi mewujudkan Google menjadi sebuah perusahaan. Setelah mengumpulkan uang dari sana-sini, Larry dan Sergey akhirnya mengantongi modal senilai USD 1,1 juta. Dana tersebut termasuk cek sebesar USD 100.000 dari pendiri Sun Microsystems Andy Bechtolsheim, yang menginvestasikan uangnya pada perusahaan yang belum ada: Google.inc.
                Larry dan Sergey membelanjakan modal awal untuk membeli sejumlah server, dan menyewa garasi milik temannya Susan Wojcicki di 232 Santa Margarita, Menlo Park, California. Pada 4 September 1998 Google resmi menjadi perusahaan komersial, dan sudah boleh menyandang nama Google Incorporation (Google.in). Pegawai pertama mereka adalah Craig Silvester, teman kuliah di ilmu Komputer Stanford, yang sama-sama bergelar master.
PERKEMBANGAN GOOGLE
                Google terus berkembang sampai harus beberapa kali pindah kantor demi mendapat ruang yang lebih lega untuk tumbuh. Pada Februari 1999, dengan jumlah karyawan delapan orang, perusahaan tersebut meninggalkan garasi di Menlo Park, pindah ke kantor barunya di 165 University Evenue di Palo Alto. Kantor baru tersebut hanya ditempati selama 6 bulan karena pada Agustus 1999 Google harus pindah lagi ke 2400 E. Bayshore, Mountain View, kali ini dengan 40 karyawan. Perpindahan terpenting yang dilakoni Google adalah pada 2004, saat perusahaan sudah semakin besar, sudah menelurkan banyak layanan baru dan sudah mengakuisisi dua perusahaan web. Google pindah ke 1600 Amphitheatre Parkway di Mountain View, California, kali ini dengan 800 lebih karyawan. Kantor tersebut didesain dengan suasana kampus, dan hingga kini markas resmi Google itu terkenal dengan nama GooglePlex.
                Bisnis dan inovasi Google juga terus meningkat. Sebagai gambaran, pada 1999 atau sekitar sepuluh bulan setelah berdiri, modal usaha Google bertambah jadi USD 25 juta. Naik nyaris 25 kali lipat disbanding modal awalnya. Tambahan “amunisi” itu diperolah dari dua perusahaan investasi Kleiner Perkins Caufield & Byers dan  Sequoia Capital. Kedua perusahaan itu masing-masing menempatkan perwakilannya, John Derr dan Michael Moritz di jajaran direksi Google.
                Di kalangan pengguna, ketenaran Google juga menanjak cepat. Pengguna terpikat dengan kemudahan pencarian di Google karena tampilan halaman yang polos dengan warna putih bersih. Google juga mengutamakan kelengkapan, relevansi dan kecepatan yang membedakannya dengan layanan sejenis. Di awal kemunculannya, saat masih dalam versi beta, Google melayani 10.000 pencarian per hari. Setelah kemudian naik jadi 500.000 pencarian per hari. Angka itu terus bertambah menjadi 300 juta pencarian per hari pada 2006 lalu mencaai 4,8 milyar pencarian per hari pada tahun 2008.
                Pada 2002 Google mendukung 72 bahasa dunia dan sampai sekarang Google sudah mendukung 119 bahasa yang ada di dunia, mulai dari bahasa-bahasa nasional termasuk bahasa Indonesia sampai bahasa-bahasa daerah termasuk bahasa Jawa dan Sunda. Di luar domain google.com, Google juga bisa diakses dalam 165 domain local, termasuk google.co.id untuk bahasa Indonesia, google.co.cr untuk Costa Rica, google.cn untuk China dan masih banyak lagi.
                Kemampuan Google mengindeks URL juga terus bertambah. Kemampuan ini juga yang menjadi tolak ukur kekuatan sebuah mesin pencari. Pada 2000, Google mengumumkan pencapaian 1 milyar URL pertama yang berhasil diindeks. Angka tersebut menjadikannya mesin pencari terbesar di dunia. Pada 2001 angka tersebut tumbuh jadi 3 milyar indeks, lalu melesat jadi 6 milyar indeks pada Februari 2004. Dan sampai Juli 2008, system pengindeks di balik Google telah mencatat 1 triliun URL. Angka-angka tersebut dipastikan akan terus bertambah, mengingat jumlah halaman web juga bertambah dalam skala milyaran setiap harinya.
Angka-angka di atas hanya sebagian kecil dari indikasi pertumbuhan Google yang fantastis. Dalam perkembangannya, Google banyak membuka laba, menambah layanan, melakukan akuisisi, dan berekspansi ke negara-negara lain yang dinilai potensial.  Hampir seluruh pengguna internet pasti pernah merasakan mudahnya menelusuri internet dengan layanan Google. Bahkan sebagian besar sumber tulisan ini sendiri tak lain tak bukan, saya telusuri melalui Google.Com.

Referensi:
http://adsense.blogspot.com/?utm_source=asos&utm_campaign=ww-ww-et-left_nav&utm_medium=link
http://www.sfgate.com/cgi-bin/article.cgi?f=/c/a/2008/12/15/BU7F14N56T.DTL&feed=rss.technology
http://en.wikipedia.org/wiki/Google
http://en.wikipedia.org/wiki/Googleplex
http://en.wikipedia.org/wiki/PageRank
http://googleblog.blogspot.com
http://news.bbc.co.uk/1/hi/bussiness/3666241.stm
http://www.google.com/support/websearch/bin/answer.py?answer=100502&topic=351
http://google.about.com/od/searchengineoptimizatioan/a/pagerankexplain.htm
Susrini, K. (2009). Google: Mesin Pencari yang Ditakuti Raksasa Microsoft. Jakarta: B First.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar