Sabtu, 22 September 2012

Tugas 5 - Perkembangan Formula One


Sejarah F1

Formula 1 adalah satu perangkat aturan teknis untuk balap mobil kursi tunggal (single seater) yang diumumkan oleh Federation Internationale de l'Automobile (FIA), lembaga tertinggi yang bertanggung jawab atas segala jenis olahraga otomotif. Aturan tersebut dibuat tahunan serta menjelaskan secara rinci ukuran maksimal dan minimal kapasitas mesin, aturan teknis, dan aturan keselamatan pembalap serta penonton. Mobil yang dibangun dengan aturan ini disebut dengan mobil Formula 1 dan perlombaan yang menggunakan mobil tersebut dinamakan balap mobil Formula 1, selain itu ada spesifikasi kelas lainnya dari FIA, yaitu F-3 dan F-3000. Namun kelas Formula 1 adalah kelas kompetisi tertinggi yang terdapat di dunia olahraga otomotif.

            Setiap pembalap yang mengikuti kompetisi Formula 1, baik pembalap cadangan maupun utama wajib memiliki super license. Super license ialah tanda masuk bagi calon pembalap Formula 1 yang dikeluarkan FIA. Untuk mendapakan license tersebut seorang calon pembalap harus mengendarai mobil Formula 1 sepanjang 300 km dan disaksikan oleh wakil dari FIA. Apabila mereka menilai bahwa pembalap tersebut layak untuk berlomba di Formula 1, FIA akan memberikan super license dan sang pembalap bebas mengikuti lomba Formula 1.
            Sejak mesin bensin diperkenalkan Nikolaus Otto pada 1876, dinamikanya sangat pesat mengikuti gaya hidup manusia. Salah satunya, keinginan untuk berkompetisi. Sejarah mencatat tahun 1894, balapan antara kota Paris ke Rouen menjadi cikal bakal balap F1. Namun saat itu mobil bisa ditumpangi lebih dari seorang. Aturannya tak seketat sekarang, bahkan ada acara untuk makan siang. Hamper seluruh kompetisi dilangsungkan menempuh jarak antar-kota, jalanannya kotor, berdebu dan tanpa fasilitas sama sekali. Pembalapnya berasal dari beberapa Negara. John Gordon Bennet, seorang raja koran di Inggris tercatat sebagai pelopor pertama. Sirkuitnya mengambil jalan umum yang ditutup. Sejak itu jumlah sirkuit tertutup yang dibangun semakin banyak bermunculan di Eropa. Pabrikan mobil yang ikut serta juga bukan hanya Peugeot dan Panhard. Mercedes-benz, Bugatti, Maserati, Auto Union dan Alfa Romeo meramaikan di awal decade 30-an.

            Teknologi mesin balap juga semakin meningkat. Dimulai Prof. Ferdinand Porsche, kepala desainer Auto Union, yang menciptakan mesin 4400 cc bertenaga yang bertenaga 295 dk. Mercedes ikut beraksi dengan mesin 4700 cc yang berkemampuan 470 dk. Auto Union menambah kapasitas mesinnya menjadi 6000 cc yang sanggup menghasilkan tenaga 520 dk. Puncaknya pada 1937 ketika Mercedes merilis W125. kapasitas mesin 8 silinder ini mencapai 5600 cc dan menghasilkan tenaga 580 dk. Supercharger sebagai komponen pendongkrak tenaga sudah lazin dipakai. Kelajutan balapan ini sempat terhenti saat masa perang duni I dan II. Baru pada 13 mei 1950 balap F1 resmi digelar di sirkuit Silverstone, Inggris. Kompetisi dibuka Raja George VI dan Putri Elizabeth. Di lomba ini pula istilah Grand Prix diperkenalkan.

            Balapan pertama diikuti 21 peserta dengan kendaraan single seater gerak roda depan. Meskipun dilengkapi supercharger, mobil masih sulit dikendalikan di trek. Pembalap legendaris yang muncul adalah Juan Manuel Fangio. Ia menjuarai beberapa kejuaraan memakai Alfa Romeo, Mercedes, Ferrari dan Maserati.Pada tahun ini pula Ferrari sebagai pabrikan asal Italia, menorehkan sejarah. Pembalap Ascari, Fangio dan Hawthorn berhasil menarik perhatian publik dengan menjuarai beberapa GP di rentang 1952-1958.

Perubahan mulai muncul di era 1960-an. Salah satunya pergantian gerak roda belakang. Perubahan ini juga membuat keuntungan di titik gravitasi yang lebih rendah. Konsekuensinya posisi pengemudi menjadi lebih rebah. Sasis monokok diperkenalkan Colin Champman pada 1963 di mobil 25/33. kendaraan ini pula yang sempat mendominasi beberapa lomba dengan pembalap Jim Clark.
Seperti era sebelumnya, di dekade 1970-an ditandai dengan kemajuan revolusioner teknologi balap. Setidaknya tercatat 3 inovasi baru di bidang ini. Yaitu revolusi aerodinamika, peranti turbo dan siluet sasis. Peran aerodinamika mulai mendapat perhatian di musim 1968. Peran mesin menuntun kemampuan bentuk sasis yang prima. Ketika itu Ferrari mempelopori pemakaian sayap (wing) di mobil 312 pacuannya. Hal ini merupakan perubahan signifikan karena sebelumnya seluruh mobil F1 berbentuk seperti cerutu. Dengan revolusi aerodinamika ini, daya tekan mobil ke aspal bertambah meskipun bergerak pada kecepatan tinggi dan berada di tikungan. Ditambah bagian bawah sasis yang dibentuk sedemikian rupa agar mampu mengalirkan udara lebih lancar. Pada dekade ini Jackie Stewart dan Niki Lauda muncul sebagai penguasa. Keduanya berhasil menjadikan balap F1 makin digemari penduduk dunia. Terbukti pihak sponsor berlomba lomba untuk berpromosi di ajang tersebut.

Melangkah ke tahun 1980-an, teknologi mesin turbo makin berkembang. Jika pada 1977 Renault mampu mencapai tenaga sebesar 500 dk, mesin BMW 4 silinder tahun 1985 mampu menghasilkan 1200 dk. Dengan ini pula Nelson Piquet menjadi juara dunia 1985 dengan Brabham BT54. Kecelakaan yang menewaskan Gilles Villeneuve pada 1982 menandai bahayanya sebuah balapan F1. Tuntutan fisik dan mental yang prima adalah hal yang tak bisa ditawar tawar lagi. Pembalap professional harus lebih disiplin.Keadaan tersebut tidak membuat nyali pembalap ciut. Terbukti di era 1980-an ini muncul legenda baru Ayrton Senna. Pembalap Brasil ini kemudian menjadi simbol kebangkitan pembalap F1 Modern. Sayangnya, sebuah kecelakaan fatal telah merenggut nyawanya di tikungan Tamburello, Imola pada 1994.
Balap F1 semakin populer, dunia menjadikan kejuaraan ini sebagai simbol balap mobil dunia. Para pembalap menjadi tokoh selebriti dunia dan memiliki jutaan fans. Michael Schumacher layak dijadikan simbol era 1990-an. Seiring dengan ketertarikan dunia, lahan balap ini menjadi perhatian sentral. Kegiatan ekonomi dan keuangan banyak terlibat di dalamnya. Munculnya tim tim papan atas yang kuat dapat dijadikan indikator.
Pada milenium ketiga, teknologi balap melangkah lebih jauh. Aerodinamika mendapat banyak perhatian. Namun yang utama penggunaan komponen komponen elektronik makin berperan vital. Termasuk dengan cara mengadopsi teknologi luar angkasa.


Logo FIA




Legenda F1

1.   Michael S. Schumacher yang biasa di panggil Schumi, lahir di Hurth Jerman Barat, 3 Januari 1969 adalah seorang pembalap Formula 1 asal Jerman. Saat ini ia membalap untuk tim Mercedes GP yang sebelum nya sempat pensiun sementara tahun 2006-2009. Sebelumnya ia sempat memperkuat tim Jordan, Benetton, dan Ferrari. Schumi pertama kali membalap di ajang Formula 1 pada tahun 1991, sejak saat itu ia telah menjuarai 91 balapan Formula 1 dan 7 kali merebut gelar juara dunia (1994,1995,2000,2001,2002,2003,2004). Ia mencatatkan namanya sebagai pembalap F1 dengan gelar juara dunia terbanyak, pemegang pole position terbanyak. Schumi merupakan satu dari sekian banyak legenda Formula 1 yang sangat popular hingga saat ini.


Michael Schumacher saat bersama tim Ferrari


Mobil Formula 3 Schumi tahun1990


Mobil Formula 1 pertama Schumi dengan mobil Jordan 191


Mobil Schumi tahun 1994 bersama tim Benetton

Dimusim ini ia berhasil menjadi juara dunia untuk pertama kali nya. Di tahun 1995 pun ia berhasil mempertahankan gelar juara nya bersama tim Benetton.


Mobil Schumi bersama tim Scuderia Ferrari

Awal Agustus 1995,rumor kepindahan Michael Schumacher ke Ferrari ramai diperbincangkan oleh publik. Sebelumnya, ia juga sempat dihubung-hubungkan dengan McLaren, apalagi karena sewaktu ia muda, ia banyak dibimbing oleh Mercedes Benz, yang kini memperkuat tim McLaren. Akhirnya setelah lama bernegoisasi, Schumi setuju untuk pindah ke Ferrari yang saat itu terbilang sebagai tim dengan penampilan terburuk.
Pada musim perdana di Ferrari (1996), Schumi hanya mampu menang tiga kali, selebihnya ia terhambat oleh mobil Ferrari F310 karya John Barnard yang kurang kompetitif. Bahkan kekecewaannya memuncak di GP Perancis saat Ferrari yang ditungganginya meledak saat lap pemanasan, padahal ia start dari pole. Namun ia masih bisa menghibur publik Italia melalui kemenangan spektakuler di trek basah Barcelona dan di kandang Ferrari, Monza. Gelar juara dunia tahun 1996 diambil oleh rivalnya, Damon Hill dari Williams.
Pada 1997, dengan kedatangan Ross Brawn dan Rory Byrne, Schumi nyaris menjadi juara dunia, ia sangat kompetitif di musim tersebut. Sayang beberapa insiden yang melibatkan dirinya dengan Ralf Schumacher (di Nurburgring), dan yang paling menyakitkan dengan Jacques Villeneuve (di GP terakhir di Jerez) memupuskan impian Schumi untuk menjadi juara dunia. Bahkan akibat insiden Jerez, seluruh poin yang diraih Schumi di musim tersebut dihapus oleh FIA. Selain itu, Schumi pun dikenai hukuman community service selama 60 jam.
Pada 1998 ia mendapat rival baru (sebenarnya bukan baru), yaitu McLaren yang kali ini bangkit dari tidurnya bersama Mika Hakkinen. Dengan dukungan mobil karya Adrian Newey dan ban Bridgestone, Mika Hakkinen bersama McLaren mendominasi musim tersebut. Schumi bersama mobil Ferrari F300 (yang memakai ban Goodyear bukannya tidak mampu melawan, tetapi beberapa insiden kembali mewarnai karier Schumi. Salah satunya adalah kasus ban bocor di balapan terakhir musim 1998 di Suzuka, Jepang.
Tahun 1999, Schumi mengawali musim dengan baik. Ia menang di San Marino dan Monaco. Namun di GP Inggris di Silverstone, ia mengalami kecelakaan hebat di lap pertama, dan harus beristirahat untuk beberapa bulan akibat patah kaki. Menurut keterangan dari majalah F1 Racing, kecelakaan tersebut terjadi karena Schumi megerem secara mendadak mobilnya saat Ross Brawn memberitahukan bendera merah akibat insiden di grid. Sebagai usaha penyembuhan cedera kakinya, ia bersama Jean Alesi lantas bertemu dengan Paus Yohannes Paulus II di Vatikan. Rekan satu tim Schumi yaitu Eddie Irvine, kemudian tampil sebagai penantang gelar juara dunia, dimana ia nyaris mencuri gelar dari tangan Mika Hakkinen, namun gagal di balapan terakhir. Meskipun begitu, Ferrari berhasil menjadi juara konstruktor untuk pertama kalinya sejak 1983.
Tahun 2000-2004 menjadi tahun-tahun kejayaan bagi Michael Schumacher. Karena ditahun-tahun ini ia berhasil menjadi juara dunia bersama tim Ferrari sekaligus membuat dirinya menjadi pembalap yang berhasil menjadi juara dunia berturut-turut terbanyak, sebanyak 5 kali. Total dari 7 kali juara dunia menjadikan ia sebagai pembalap terbaik Formula 1 saat ini.

2.     Juan Manuel Fangio lahir pada tanggal 24 Juni 1911 dan meninggal tanggal 17 Juli 1995 pada umur 84 tahun adalah seorang pembalap legenda Formula 1 dari Argentina yang menjadi juara dunia sebanyak 5 kali yaitu pada tahun 1951, 1954, 1955, 1956, 1957. Ia tercatat sebagai juara dunia tertua yaitu pada umur 46 tahun 41 hari (1957). Selama karir nya dia pernah menggunakan tim-tim berbeda, yaitu Alfa Romeo, Maserati, Mercedes, dan Ferrari

Juan Manuel Fangio




 












3.     Ayrton Senna  lahir di Sao Paulo, Brasil pada tanggal 21 Maret 1960 dan meninggal dunia di bologna, Italia, 1 Mei 1994 pada umur 34 tahun adalah mantan pembalap Formula 1 asal Brasil. Dia adalah juara dunia Formula 1 pada tahun 1988, 1990, dan 1991.

Senna pernah membalap untuk empat tim yaitu Toleman, Lotus, McLaren, dan Williams. Berpasangan dengan juara dunia Alain Prost untuk tim McLaren pada tahun 1988 ia menjadi juara dunia pertama kali di Formula 1. Perseteruannya dengan Prost sering dikenang sebagai salah satu perseteruan terhebat sekaligus terpahit dalam sejarah Formula 1. Beberapa rival Senna lainnya adalah Nelson Piquet dan Nigel Mansell.

Senna terkenal dengan kehebatannya dalam mengemudikan mobil Formula 1 di sirkuit basah. Sampai-sampai ia sering dijuluki sebagai The Rain Man. Kehebatannya di sirkuit basah dapat dilihat pada GP Monaco 1984 dimana dengan mobil yang kurang mumpuni dia menempati posisi kedua, kemenangan pertamanya yang begitu dominan pada GP Portugal 1985, dan pada GP Eropa 1993. Pada GP Eropa 1993 di sirkuit Donington, Inggris, Senna dalam jarak kurang dari satu lap berhasil menjadi pemimpin lomba setelah sempat berada di posisi kelima. Senna juga sering dijuluki Master of Monaco karena dia menjuarai GP Monaco sebanyak 6 kali. Kehebatan lainnya adalah dia sangat hebat dalam kualifikasi. Dia mencatat 65 kali posisi start terdepan dalam 162 balapan sebelum dipecahkan oleh pembalap Michael Schumacher yang mencatat 65 kali start paling depan dalam 236 balapan. Kemenangan di GP Brazil tahun 1991 dan GP Jepang tahun 1988 merupakan beberapa contoh penampilan terbaiknya. Sepanjang kariernya, Senna telah memenangi 41 Grand Prix. Namun sangat disayang kan karier hebat nya harus terhenti akibat kecelekaan hebat di tikungan Tamburello saat ia memimpin balapan di GP San Marino di Sirkuit Imola bersama tim Williams pada 1 mei 1994 yang mengakibatkan Ayrton Senna tewas.



Ayrton Senna saat bersama tim McLaren

  
Ayrton Senna saat mengalami kecelakaan fatal yang mengakibatkan dirinya tewas


Mereka lah 3 dari 28 pembalap legenda yang pernah menjadi juara dunia Formula 1.


Perkembangan Mobil Formula 1


Mobil Formula 1 tahun 1950-an



Mobil Formula 1 tahun 1960-an

 Perkembangan mobil Formula 1 dari 1970-2002

 





Mobil Ferrari tahun 2012



  

Sumber          :



1 komentar: