Kamis, 20 September 2012

Tugas 5 - Perkembangan Coklat


Dibalik Kelezatan Rasa Cokelat

coklat batangan 
Siapa yang tidak kenal coklat? Semua orang pasti kenal dan hampir semua orang suka coklat. Cokelat umumnya diberikan sebagai hadiah atau bingkisan di hari raya. Dengan bentuk, corak, dan rasa yang unik, cokelat sering digunakan sebagai ungkapan terima kasih, simpati, atau perhatian, bahkan cokelat menjadi salah satu icon pada saat Valentine. Banyak orang tidak mengetahui bagaimana cokelat ini berasal.


Sebuah tradisi sejak 1.500 Sebelum Masehi


Suku Olmeks, yang menetap di dataran rendah Meksiko, adalah orang pertama yang menggunakan biji coklat. Bagaimana mereka mengolah biji-bijian itu dan membuatnya menjadi coklat atau minuman coklat selamanya akan tetap menjadi misteri, karena tidak ada peninggalan arkeologi atau cerita dari mulut ke mulut yang ditemukan. 
Tetapi satu hal yang bisa diyakini - bahasa mereka dari 1.000 tahun SM mengandung kata 'cacao' (dengan ejaan yang berbeda dari cocoa/kokoa modern kita), yang aslinya diucapkan 'kakawa'. Dapat diasumsikan bahwa perdagangan mereka dengan bangsa tetangga telah membawa barang dagangan yang bersentuhan dengan kokoa.
Bangsa Maya mengonsumsi coklat dari 300 tahun SM, tetapi awalnya dalam bentuk cairan. Mereka sering menambahkan bumbu seperti cabai dan meminumnya tanpa gula. Yang banyak disukai adalah busanya yang mencapai bibir wadahnya ketika minuman dituang dari wadah satu ke wadah yang lain.
Mengonsumsi coklat selama kekuasaan bangsa Aztec adalah sebuah hak istimewa untuk kaum bangsawan. Coklat sangat berharga dalam budaya Aztec yang juga digunakan sebagai alat pembayaran. Seekor kalkun, misalnya, senilai 200 biji coklat, dan pada tahun 1200, satu biji coklat dibeli dengan sebiji tomat besar.
Tanah untuk tanaman coklat sangat dicari di zaman Ahuizolts penguasa Aztec (1486-1502), menaklukkan wilayah Xoconocho-sebuah wilayah antara Meksiko dan Guatemala, sepanjang lautan Pasifik, untuk menjamin produksi coklat.


Bagaimana kokoa menaklukkan Eropa


Menyusul penaklukan Spanyol terhadap Eropa pada 1500-an, apresiasi para penyerbu terhadap kokoa berkurang. Rasa pahit biji-bijian itu benar-benar menyingkirkan mereka, sebegitu 'tidak bisa dinikmatinya' kokoa itu sampai-sampai pada 1575 seorang Italia bernama Benzoni menamakan coklat, "sebuah minuman yang lebih cocok untuk babi ketimbang untuk manusia."

Tetapi banyak makanan spesifik Amerika Selatan diperlakukan dengan anggapan yang sama, jagung adalah satu diantaranya. Hanya ketika orang-orang Spanyol telah berasimilasi dengan budaya lokal, dua kebudayaan tersebut kemudian menemukan makanan yang 'pas'.

Orang-orang Spanyol minum coklat panas seperti bangsa Maya, bukan hangat-hangat kuku atau dingin, seperti suku Aztec. Banyak rempah-rempah setempat digantikan dengan rempah lain yang dibawa oleh orang Spanyol, seperti merica.

Paling menonjol dalam mengonsumsi coklat datang dari orang-orang Spanyol, yang mempermanis minuman coklat itu dengan gula tebu. Awalnya orang Eropa menolak rasa pahit dari campuran coklat tradisional Maya dan Aztec.

Pengapalan coklat pertama sampai di Spanyol pada 1585, tetapi tidak sampai seabad kemudian konsumsi coklat mengambil kedudukan utama di Eropa. Bahkan kemudian konsumsi coklat dipertahankan untuk kaum bangsawan, dan bagi komunitas warga yang secara ekonomi mampu.

Coklat hampir menjadi minuman nasional Spanyol pada 1585 dimana sekarang coklat panas bahkan merupakan bagian dari sarapan klasik. Para pendeta Jesuit telah banyak melakukan penyebaran konsumsi coklat. Mereka memiliki biara di seluruh Eropa dan memiliki sistem perdagangan yang terorganisir dengan baik di seluruh benua.

Jenis-jenis coklat
Ada coklat susu yang merupakan adonan coklat manis, susu, cocoa butter dan gula. Selain itu, ada pula coklat pahit yang merupakan coklat alami dan mengandung 43% padatan coklat. Berikut ini jenis-jenis coklat yang beredar dipasaran antara lain :
Couverture Jenis coklat terbaik, coklat ini sangat murni dengan persentase lemak kakao-nya yang tinggi sehingga menghasilkan flavor yang sangat baik. Biasanya digunakan untuk pembuatan produk coklat buatan tangan. Sebelum digunakan coklat jenis ini di-temper (dilelehkan) terlebih dahulu.
Plain chocolate Coklat jenis ini baik digunakan untuk kue, cake, dll. Persentase massa kakao bervariasi antara 30% - 70%. Semakin tinggi konsentrasi massa kakao semakin baik flavornya. 


Milk chocolate Merupakan campuran gula, cocoa butter, coklat cair, susu dan vanilla. Coklat jenis ini paling banyak dikonsumsi. Massa kakao nya cukup rendah hanya 20% dan rasanya lebih manis dibandingkan plain coklat. Cokelat yang satu ini pasti disukai anak-anak karena bisa langsung disantap dengan rasa yang manis dan lembut karena mengandung susu. Jika Anda hendak membikin kue, cokelat jenis ini bukanlah pilihan yang baik. Selain kandungan cokelatnya relatif sedikit, cokelat ini mudah hangus bila dilelehkan.

White chocolate Merupakan campuran gula, cocoa butter, susu dan vanilla. Tidak mengandung massa kakao, flavor dihasilkan dari lemak kakao. Selain dikonsumsi langsung juga digunakan untuk dekorasi. Cokelat ini terbuat dari lemak cokelat, gula, dan vanili. Ia tak mengandung cokelat padat. Karena mudah hangus, ada baiknya dimasak dengan hati-hati.

white chocolate

Kakao Produk yang terbuat dari massa kakao setelah lemak kakao nya dipisahkan. Produk ini sangat mudah diolah dan ekonomis.

bubuk kakao

Seiring dengan perkembangan zaman dan teknologi, telah tercipta inovasi-inovasi produk coklat. Coklat saat ini memiliki bentuk, rasa, topping dan tekstur yang beraneka ragam. Coklat juga bisa di kolaborasikan dengan buah-buahan sehingga tercipta rasa coklat yang beragam seperti coklat dengan campuran rasa strawberry, blueberry, greantea, almond, dan lain-lain. Inovasi lainnya, coklat dikolaborasikan dengan bahan makanan lain contohnya wafer coklat, es krim coklat, pudding coklat, chocolate cake dan lain-lain. 

melted chocolate


susu coklat


es krim coklat


Mengkonsumsi coklat sebaiknya memang jangan terlalu banyak, namun mengkonsumsi coklat memberikan maanfaat bagi tubuh. Coklat mengandung antioksidan yang berfungsi untuk mencegah penuaan dini. mangkonsumsi coklat juga dapat mencegah resiko penyakit jantung koroner, dapat menurunkan tekanan darah dan meningkatkan fungsi kerja otak. Selain itu coklat juga dapat membuat orang tenang dan membuat perasaan orang menjadi gembira. Jadi, tetaplah mengkonsumsi coklat dengan jumlah yang tidak berlebihan.

sumber :

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar