Kamis, 20 September 2012

Tugas 5 - Perkembangan Adibusana


Fashion fades, only style remains the same.
Coco Chanel

Adibusana atau haute couture merupakan teknik pembuatan pakaian tingkat tinggi yang dibuat khusus untuk pemesannya, menggunakan bahan-bahan berkualitas terbaik, biasanya dihiasi detail, dikerjakan dengan tangan, dan pembuatannya memakan waktu lama.

Sejarah Adibusana
Kepemimpinan Italia dalam dunia mode Eropa kemungkinan sudah dari abad 18, namun mode Perancis juga sangat berpengaruh dengan adibusana. Turis yang datang ke Paris biasanya membeli pakaian adibusana dan meniru di Negara asalnya. Karena perkembangan transportasi , wanita-wanita kaya  dapat pergi ke Paris untuk berbelanja. Perancang dan pengepas busana di Paris sudah terlatih untuk menjadi yang terbaik di Eropa, serhingga pakaian-pakian Paris dianggap lebih berkualitas dari pakaian lokal.
Seorang couturier Charles Frederick Worth, dinobatkan sebagai “bapak adibusana”. Walaupun lahir di Inggris, Worth meninggalkan jejak di industri mode Perancis.  Ia membuka sebuah rumah mode di Rue de la Paix, Paris. Di sinilah ia memperkenalkan metode baru dalam dunia mode. Worth memproduksi pakaian-pakaian yang kemudian dipamerkan kepada calon-calon pembeli melalui apa yang sekarang dikenal sebagai peragaan busana. Keputusannya untuk menggunakan model hidup dan bukan mannequin dianggap sebagai perubahan radikal, sebab hal ini memungkinkan hasil karya seorang perancang busana dilihat oleh banyak orang sekaligus tidak seperti sebelumnya yang hanya dipajang di etalase toko dan hanya dilihat sepintas saja. Pada peragaan busana, para undangan yang berasal dari para pecinta mode dapat bersama-sama melihat kreasi terbaru perancang dengan cukup mendetil. Worth juga mengeluarkan koleksi baru setiap tahunnya, dan ia merupakan perancang busana pertama yang membubuhkan namanya pada pakaian kreasinya dengan menggunakan merek.
Kreasi Worth berhasil menarik perhatian Ratu Eugénie, istri Louis Napoléon yang merupakan kaisar Perancis saat itu. Pada masa itu, semua yang digemari oleh anggota kerajaan, termasuk mode yang dikenakan, akan diikuti oleh kalangan atas Perancis, dan negara-negara Eropa lainnya. Karena itulah kreasi Worth semakin dikenal luas, dan metode baru ciptaannya yang disebut Haute couture, mulai diikuti oleh perancang-perancang mode lainnya, bahkan hingga saat ini.
Tingginya harga sepotong pakaian haute couture mengakibatkan banyak orang tidak mampu membelinya. Agar mereka dapat terus mengikuti perkembangan mode, banyak di antara mereka yang membayar penjahit untuk meniru model pakaian haute couture. Tentunya hal ini amat merugikan rumah-rumah mode adibusana. Untuk itu, kedua putra Worth membuka sebuah asosiasi rumah mode haute couture yang dinamakan la Chambre Syndicale de la confection et de la couture pur dames et fillettes, atau "Asosiasi Konfeksi dan Adibusana untuk Wanita dan Anak Perempuan", yang bertujuan menghentikan peniruan pakaian haute couture.
Pada masa Belle époque ( masa-masa kehidupan menyenangkan akibat stabilitas ekonomi akhir abad 19), sebuah rumah mode haute couture ternama di Paris mempekerjakan dua ratus sampai enam ratus tenaga kerja. Mereka bekerja dalam ruang-ruang terpisah, dan pada masing-masing ruang hanya dikerjakan satu jenis pekerjaan. Proses pembuatan pakaian diawali dengan seorang penjual yang memperlihatkan mode terbaru pada seorang klien, dengan bantuan seorang model. Setelah klien tersebut menentukan pilihannya, berturut-turut dimulailah pembuatan pola, penjahitan, dan pengepasan pakaian.
Adibusana pertama kali diperkenalkan ke dunia internasional pada Exposition universelle 1900 di Paris. Sebagai upaya untuk menyadarkan masyarakat akan pentingnya industri mode, La Chambre Syndicale mengadakan pameran yang diikuti oleh dua puluh rumah mode ternama seperti Worth dan Doucet, yang menampilkan kreasi yang spektakuler di hadapan pengunjung internasional. Pameran ini seakan-akan merupakan pernyataan para perancang busana yang berkedudukan di Paris bahwa merekalah pemimpin perkembagan mode dunia saat itu.
Sekarang, banyak butik ternama seperti Chanel memberikan nama untuk setiap koleksinya. Koleksi- koleksi tersebut biasanya tidak untuk di jual atau sangat sulit untuk dibeli. 
Charles Frederick Worth

Couture Houses

CHANEL 
-->


Chanel Coco Chanel pendiri awalnya disebut ”Gabrielle Bonheur Chanel” , 1883, dilahirkan di Perancis Auvergne. Dia berusia enam tahun ketika ibunya meninggal, ayahnya meninggalkan dia dan empat saudara dan saudari lainnya.Sejak itu, dia dibesarkan oleh bibinya. Pada tahun 1905, ia memainkan nama panggung ” Coco” di klub musik.
Chanel merancang sejumlah model yang inovatif dan tetap menjaga kesederhanaan, salah satunya little black dress. Selain itu, ia juga terinspirasi oleh pria. Chanel membuat tuxedo untuk wanita padahal pada saat itu wanita hanya mengenakan rok.
Pada tahun 1922, Chanel meluncurkan sebuah parfum dengan “double C” logo dan menampilkan Nicole Kidman.Produk ini sangat menguntungan Chanel.
Setelah kematian Coco Chanel, desainer Jerman Karl Lagerfeld menggantikannya. Sejak 1983, ia menjabat sebagai chief designer Chanel. Brand ternama ini bersinar selama 9 dekade dan tetap menjadi panutan.
Coco Chanel

Karl Lagerfeld

Spring 2012 Couture

Fall 2012 Couture

Autumn Winter 2012 Couture

VALENTINO
Salah satu perancang busana dunia andalan para artis adalah Valentino Garavani (68) atau lebih dikenal Valentino. Desain busana dari House of Valentino ini pernah dikenakan Julia Roberts waktu dia memenangkan Oscar untuk Best Actress tahun 2001 pada filmnya yang berjudul Erin Brockovich. Gaun panjang beludru hitam sederhana dengan aksen low neck membentuk huruf ‘V’ berwarna emas. Siapa lagi kalau bukan Valentino pembuatnya. Dan masih berderet nama-nama orang ternama dunia, seperti Elizabeth Taylor, Jacqueline Kennedy Onassis, Nicole Kidman yang tergila-gila untuk mengenakan busana Valentino yang memang harganya juga gila. Karya adibusana dia dikenal sebagai rancangan yang sophisticated, timeless dan glamour.

Gallery of Modern Art (GoMA) di kota Brisbane memamerkan lebih dari 100 rancangannya dari tahun 60-an. Pameran dengan judul ‘Valentino, Retrospective: Past/Present/Future’ merupakan pameran terbesarnya setelah di Paris tahun 2006 lalu.
Display dari rancangan-rancangannya tidak hanya diurutkan pada periode tahun pembuatan, tetapi juga kesamaan trend. Misalnya, sebuah rancangan tahun 60-an berwarna hitam dengan payet-payet di dada dipasangkan dengan rancangan tahun 2000-an, karena kemiripan material dan juga model. Kembali ke selera zaman dahulu, tanpa mengubah banyak detil. Model klasik memang tidak mengenal waktu.

Pilihan warna juga dia batasi. Merah, putih dan hitam merupakan warna favoritnya. Ia juga dikenal sebagai ‘Valentino Red’. Lebih dari separo ruangan dipenuhi warna merah dan hitam. Tapi juga tentunya ada beberapa rancangan dengan motif binatang, setelah perjalanannya ke Afrika tahun 80-an.

Selain rancangan-rancangan tersebut, juga dipasang beberapa video peragaan busana dan video dokumentasi pribadinya. Setelah menyaksikan kepiawaian-nya dalam mengolah bahan dan menjadikannya gaun adi busana, peragaan busana di pusat mode, kemudian tentunya orang ingin lebih mengenal siapa dia. Video yang merupakan bagian dari kegiatan dia sehari-hari, masuk ke studio dan melihat para asistennya bekerja, ternyata tidak seindah produk yang sudah jadi. Tidak se-elegan busana-busana yang dikenakan para artis.

Sebuah cerita yang selalu dibicarakan tentang betapa kayanya dia, ketika brigade merah sedang ramai-ramainya menculik orang-orang kaya di Roma waktu itu, Valentino dengan tenangnya berputar putar kota dengan Mercedes tahan peluru. Dan tentu saja warnanya merah darah. Komunitasnya dengan orang-orang kalangan atas juga membuatnya banyak mengoleksi karya-karya seni, seperti karya Andy Warhol yang juga sahabat baiknya. Wajar kalau kemudian orang menjulukinya ‘king of high living’.

Lima dekade dedikasi dia pada dunia busana, dia dikenal piawai dalam membuat model busana sederhana dan klasik, bereksplorasi dengan garis yang dipas kan kelenturan bahan, bordir yang detil, payet dan jahitan-jahitan yang membuat semua gaun rancangannya menjadi karya seni yang unik.

Gallery GoMA yang terhitung baru –diresmikan tahun 2006, sebagai perluasan dari Gallery of Queensland- dengan arsitektur modern dan ruang-ruang utama yang tinggi, mampu menampung hampir semua koleksi yang mewakili perjalanan karier Valentino. Di satu ruangan, hanya dipasang koleksi dengan warna hitam, merah dan putih. Sedangkan ruangan satunya, menjadi sebuah kisah perjalanan karir Valentino selama lima dekade berkarya. Di ruang terbuka, video-video peragaan busana, foto-fotonya dan para artis yang mengenakan busana-nya seperti melihat perjalanan hidupnya dari muda ke usia tua. Mungkin juga itu alasan kenapa koleksinya dipamerkan hanya di kota Brisbane dibanding dengan semua kota di Australia selain di Paris.

Valentino Garavani Virtual Museum

Fall 2012 Couture

Spring 2012 Couture

DIOR

Christian Dior (21 Januari 1905 - 23 Oktober 1957) adalah seorang perancang busana terkenal dari Perancis. Butik-butiknya tersebar di Paris, London, Milan, Tokyo, Shanghai, Hong Kong, New York, Boston, Los Angeles, Honolulu, Las Vegas, San Francisco, Sydney, dan Melbourne. Ia dilahirkan di Granville, Manche, Normandy dari keluarga Maurice Dior, seorang pengusaha bahan kimia dan pupuk tanaman, dan istrinya Madeleine Martin.
Sesuai dengan kehendak orang tuanya, Dior bersekolah di Ecole des Sciences Politiques dari 1920 sampai 1925. Keluarganya ingin agar ia menjadi diplomat, namun ia ingin menjadi seniman. Setelah meninggalkan sekolah, ia menerima uang dari ayahnya dan mendirikan sebuah galeri seni kecil pada 1928, di mana ia menjual karya-karya Pablo Picasso dan Max Jacob. Setelah usaha ayahnya bangkrut, Dior juga terpaksa menutup galerinya. Ia kemudian bekerja sebagai penggambar sketsa untuk rumah-rumah busana haute couture. Pada 1938 ia bekerja dengan Robert Piguet dan kemudian bergabung dengan rumah busana Lucien Lelong. Pada 1945 ia memulai usahanya sendiri, didukung oleh Marcel Boussac. Rumah busana Dior dibuka pada Desember 1946, dan pada bulan Februari 1947 ia mempersembahkan koleksi pertamanya, dikenal sebagai Corolle atau the New Look. Istilah "New Look" dicetuskan oleh Carmel Snow, editor-in-chief majalah Harper's Bazaar.

Christian Dior




JEAN PAUL GAULTIER

Jean-Paul Gaultier lahir di Arcueil, Perancis pada tanggal 24 April 1952. Gaultier adalah anak tunggal dari pasangan akuntan yang mengharapkan dirinya menjadi seorang guru Spanyol. Kariernya sebagai perancang dipengaruhi oleh neneknya yang bernama Marie Garrabe, seorang penghipnotis dan ahli pengobatan alternatif yang mendorongnya untuk belajar merancang dan membuat skesta. Gaultier menyadari bakatnya setelah menerima hukuman dari gurunya karena menggambar gadis penari, Folies Bergere yang mengakibatkannya harus berjalan mengelilingi sekolah dengan gambar tersebut ditempel di punggungnya. Namun, hukuman tersebut malah membuatnya menyadari bakatnya dalam membuat pertunjukan/pameran. Gaultier sering membolos dari sekolah untuk menggambar koleksi mode untuk dikirimkan ke berbagai rumah mode. Pada tahun 1970, dia menjadi asisten dari perancang Pierre Cardin, hingga kemudian beralih bekerja pada Jacques Esterel yang banyak memengaruhi aliran desainnya. Pada tahun 1974, Gaultier kembali bekerja pada Pierre Cardin dan dia dikirim ke Manila. Di sana,karya-karyanya menjadi sangat terkenal, namun dia memutuskan kembali ke Perancis ketika neneknya meninggal dunia.
Dalam hidupnya, Gaultier juga dikenal sebagai orang yang berada di balik perubahan Madonna dari seorang gadis punk East Village menjadi perempuan dengan selera mode yang tinggi. Dia menciptakan korset dan berbagai kostum panggung untuk Madonna yang membuatnya semakin terkenal. Selain Madonna, Gaultier juga merancang kostum panggung untuk Marilyn Manson, Leslie Cheung, Kylie Minogue, dan Mylène Farmer. Karya-karyanya yang mengejutkan, aneh, dan inspiratif sering digunakan oleh para selebriti, serta hadir dalam berbagai film dan musik. Salah satu karyanya yang sangat terkenal pameran rok yang dirancang untuk pria di Museum Seni Metropolitan New York (New York Metropolitan Museum of Art) yang bertema Bravehearts - Men in Skirts
Jean Paul Gaultier

Spring 2012 Couture

Fall 2012 Couture




-->
-->
SUMBER :








Tidak ada komentar:

Poskan Komentar