Jumat, 28 September 2012

Tugas 4

Bunuh Diri
Definisi
Bunuh diri adalah perbuatan menghentikan hidup sendiri yang dilakukan oleh individu itu sendiri atau atas keinginannya. Bila seseorang meminta untuk dirinya dibunuh karena pasrah akan kondisinya disebut Euthanasia.
Motif bunuh diri
Pada dasarnya, segala sesuatu itu memiliki hubungan sebab akibat (ini adalah sistematika). Dalam hubungan sebab akibat ini akan menghasilkan suatu alasan atau sebab tindakan yang disebut motif.
Motif bunuh diri ada banyak macamnya. Disini penyusun menggolongkan dalam kategori sebab, misalkan :
  1. Dilanda keputusasaan dan depresi
  2. Cobaan hidup dan tekanan lingkungan.
  3. Gangguan kejiwaan / tidak waras (gila).
  4. Himpitan Ekonomi atau Kemiskinan (Harta / Iman / Ilmu)
  5. Penderitaan karena penyakit yang berkepanjangan.
Dalam ilmu sosiologi, ada tiga penyebab bunuh diri dalam masyarakat, yaitu
  1. egoistic suicide (bunuh diri karena urusan pribadi),
  2. altruistic suicide (bunuh diri untuk memperjuangkan orang lain), dan
  3. anomic suicide (bunuh diri karena masyarakat dalam kondisi kebingungan).
Bunuh diri menurut agama
Pandangan Islam
Ayat Al-Qur'an tentang larangan bunuh diri
"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu." (An-Nisa' : 29) "Maka (apakah) barangkali kamu akan membunuh dirimu karena bersedih hati sesudah mereka berpaling, sekiranya mereka tidak beriman kepada keterangan ini (Al Qur'an)." (QS. Al-Kahfi ; 6)
Hadits-Hadits tentang larangan bunuh diri
Hadits 86. (Shahih Muslim) Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw., bersabda : “Siapa yang bunuh diri dengan senjata tajam, maka senjata itu akan ditusuk-tusukannya sendiri dengan tangannya ke perutnya di neraka untuk selama-lamanya; dan siapa yang bunuh diri dengan racun, maka dia akan meminumnya pula sedikit demi sedikit nanti di neraka, untuk selama-lamanya; dan siapa yang bunuh diri dengan menjatuhkan diri dari gunung, maka dia akan menjatuhkan dirinya pula nanti (berulang-ulang) ke neraka, untuk selama-lamanya.”
Hadits 87. (Shahih Muslim) Dari Tsabit bin Dhahhak ra, dari Nabi saw., sabdanya : “Tidak wajib bagi seseorang melaksanakan nazar apabila dia tidak sanggup melaksanakannya.” “Mengutuk orang Mu’min sama halnya dengan membunuhnya.” “Mengadakan tuduhan bohong atau sumpah palsu untuk menambah kekayaannya dengan menguasai harta orang lain, maka Allah tidak akan menambah baginya, bahkan akan mengurangi hartanya.”
Hadits 88. (Shahih Muslim) Dari Tsabit bin Dhahhak ra, katanya Nabi saw., sabdanya : “Siapa yang bersumpah menurut cara suatu agama selain Islam, baik sumpahnya itu dusta maupun sengaja, maka orang itu akan mengalami sumpahnya sendiri. “Siapa yang bunuh diri dengan suatu cara, Allah akan menyiksanya di neraka jahanam dengan cara itu pula.”
Hadits 89. (Shahih Muslim) Dari Abu Hurairah ra, katanya : “Kami ikut perang bersama-sama Rasulullah saw., dalam perang Hunain. Rasulullah saw., berkata kepada seorang laki-laki yang mengaku Islam, “Orang ini penghuni neraka.” Ketika kami berperang, orang itu pun ikut berperang dengan gagah berani, sehingga dia terluka. Maka dilaporkan orang hal itu kepada Rasulullah saw., katanya “Orang yang tadi anda katakan penghuni neraka, ternyata dia berperang dengan gagah berani dan sekarang dia tewas.” Jawab Nabi saw., “Dia ke neraka.” Hampir saja sebahagian kaum muslimin menjadi ragu-ragu. Ketika mereka sedang dalam keadaan demikian, tiba-tiba diterima berita bahwa dia belum mati, tetapi luka parah. Apabila malam telah tiba, orang itu tidak sabar menahan sakit karena lukanya itu. Lalu dia bunuh diri. Peristiwa itu dilaporkan orang pula kepada Nabi saw. Nabi saw., bersabda, : “Kemudian beliau memerintahkan Bilal supaya menyiarkan kepada orang banyak, bahwa tidak akan dapat masuk surga melainkan orang muslim (orang yang tunduk patuh).
Hadits 90. (Shahih Muslim) Dari Syaiban ra., katanya dia mendengar Hasan ra, bercerita : “Masa dulu, ada seorang laki-laki keluar bisul. Ketika ia tidak dapat lagi menahan sakit, ditusuknya bisulnya itu dengan anak panah, menyebabkan darah banyak keluar sehingga ia meninggal. Lalu Tuhanmu berfirman : Aku haramkan baginya surga.” (Karena dia sengaja bunuh diri.) Kemudian Hasan menunjuk ke masjid sambil berkata, “Demi Allah! Jundab menyampaikan hadits itu kepadaku dari Rasulullah saw., di dalam masjid ini.”
Pandangan Kristen
Menurut teologi Gereja Katolik Roma, kematian karena bunuh diri dianggap dosa besar atau serius. Kepala Katolik & Kristen Romawi beragumen bahwa kehidupan seseorang adalah milik Allah dan hadiah kepada dunia, dan untuk menghancurkan bahwa hidup adalah untuk salah menegaskan kekuasaan atas apa yang Allah dan merupakan kehilangan tragis harapan. Namun, dalam Katekismus Gereja Katolik Roma, Nomor 2283 menyatakan, "Kami tidak akan putus asa dari keselamatan kekal orang yang telah mengambil kehidupan mereka sendiri. Dengan cara yang dikenal untuk dia sendiri, Allah dapat memberikan kesempatan bagi pertobatan bermanfaat. Para Gereja berdoa bagi orang-orang yang telah mengambil kehidupan mereka sendiri. " Protestan konservatif (Injil, Karismatik, Pentakosta, dan denominasi lain) telah sering berargumentasi bahwa karena bunuh diri melibatkan diri pembunuhan, maka siapa saja yang melakukan itu adalah dosa dan ini sama dengan jika orang yang membunuh manusia lain. Tambahan tampilan menyangkut tindakan meminta keselamatan dan menerima Yesus Kristus sebagai juruselamat pribadi, yang harus dilakukan sebelum kematian. Ini adalah aspek penting dari banyak denominasi Protestan, dan masalah dengan bunuh diri adalah bahwa setelah mati individu tidak dapat menerima keselamatan. Dosa yang tak terampunkan kemudian menjadi bukan bunuh diri itu sendiri, melainkan penolakan karunia keselamatan.
Kebanyakan Denominationalists Fundamental (Baptis tradisional) melihat bunuh diri sebagai dosa-dosa lainnya. John Piper berbicara pada sebuah pemakaman di Betel Baptist Church pada tahun 1981 berkata, "Tidak hanya dosa, bahkan tidak hanya bunuh diri yang memindahkan seseorang dari surga ke dalam neraka. Satu hal yang pasti: Penolakan terus-menerus terhadap Roh Allah. Saudara sekalian, kami percaya, menyerah bahwa perlawanan dan menerima pengampunan Kristus. macam apa kelemahan sesaat, apa awan singkat putus asa menyebabkan dia mengambil hidupnya masih merupakan misteri. Pandangan Alkitab mengenai topik ini adalah sedemikian rupa sehingga, sekali seseorang datang kepada iman dalam Yesus Kristus, setiap dosa yang pernah mereka akan melakukan dibayar jika mereka terus "berjalan dalam terang" (1 Yohanes 1:7), dan " sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus "jika mereka terus berjalan menurut roh (Roma 8:1). Orang-orang Kristen percaya bunuh diri itu dosa, tapi tidak percaya adalah mustahil untuk menemukan keselamatan. (Roma 4:8). Namun, Yudas, yang bunuh diri karena putus asa, umumnya diyakini telah terkutuk, untuk bunuh diri dan/atau atas tindakannya yang menyebabkan kematian orang lain. Namun, perlu dicatat bahwa Yesus sendiri berkata bahwa Yudas tidak pernah benar-benar bertobat dalam hidup sebelum bunuh diri (Yohanes 6:70-71, 13:10-11, 17:12), dan yang menandai keabadian-Nya, bukan bunuh diri itu sendiri.
Di sisi lain, Ortodoks Timur, tidak pernah membuat pernyataan mutlak tentang orang yang bunuh diri. Ada orang-orang dalam sejarah Gereja yang telah membunuh dirinya sendiri daripada disiksa dan didemoralisasi oleh penjajah (lihat Tari Zalongo). Mereka juga merasa bahwa pelaku bunuh diri yang paling mungkin "tidak dalam pikiran hak mereka" dan bahwa Allah akan merahmati mereka. Bagaimanapun orang Kristen Ortodoks meninggalkan nasib korban bunuh diri kepada Allah dan menghindari membuat penilaian.
Dalam Gereja Yesus Kristus dari orang-orang Suci Zaman Akhir, bunuh diri dipandang sebagai hal yang salah, meskipun korban tidak dapat dianggap bertanggung jawab atas tindakannya (tergantung pada keadaan). Beberapa denominasi Kristen lainnya, seperti Gereja baru, Tidak secara eksplisit mengutuk bunuh diri per sebagai dosa, bahkan jika bunuh diri tidak dipandang baik; faktor-faktor seperti motif, karakter, dan lainnya tetap diperhitungkan.
Jepang telah lama diasosiasikan dengan praktek bunuh dirinya - akan tetapi pada tahun 2010 World Health Organization (WHO) melaporkan bahwa jumlah warga Jepang yang membunuh dirinya berkurang sejak 9 tahun sebelumnya, berdasarkan data kepolisian.

Jumlahnya turun 3,5 persen menjadi 31.960 kasus - tiga belas tahun berturut-turut dengan jumlah diatas 30.000 jiwa.

Perdana Mentri Naoto Kan telah menyerukan perhatian publik atas fenomena ini dan mengatakan dirinya berkomitmen untuk mengakhiri hal ini di negaranya.

Kendati demikian, Jepang masih termasuk dalam 10 negara dengan kasus bunuh diri tertinggi di dunia, mayoritas didominasi oleh negara-negara bekas Uni Soviet.

Berikut adalah 10 negara dengan tingkat bunuh diri tertinggi (per 100.000 jiwa).

Korea Selatan (43,7 kasus per 100.000 orang)
Di Korea Selatan hampir 44 dari 100.000 jiwa membunuh dirinya setiap tahun, 14 diantaranya wanita (tertinggi berdasarkan standar dunia). Sedang untuk pria sebanyak 30 per 100.000.

Guyana (45,4 kasus per 100.000 orang)
Guyana memiliki kasus bunuh diri tertinggi di antara negara-negara Karibia. Malah, kebanyakan negara tersebut memiliki tingkat bunuh diri yang rendah, hingga fenomena ini terlihat ganjil. Sebanyak 45 orang per 100.000 jiwa membunuh dirinya dimana seperempat diantaranya adalah wanita sedang sisanya pria. Negara bekas jajahan Inggris ini terdiri dari warga keturunan India Timur dan Afrika.

Ukrania (47,9 kasus per 100.000)
Seperti kebanyakan negara di Uni Soviet, Ukrania memiliki masalah kasus bunuh diri dan alkoholisme tinggi di dunia. Dimana kaum pria mendominasi 41 dari 48 kasus bunuh per 100.000 orang.


Jepang (49,5 kasus per 100.000)
Jepang telah lama dikenal dengan kasus bunuh diri yang tinggi. Tahun-tahun belakangan ini kasus bunuh diri dikalangan remaja meningkat yang disebabkan oleh kondisi perekonomian. Dari hampir 50 kasus per 100.000 tigaperempat di antaranya dilakukan oleh kaum pria. 

Hungaria (53,5 kasus per 100.000)
Negara dengan lagunya yang terkenal "Gloomy Sunday" atau "Minggu Suram" menderita kasus bunuh diri dimana hampir 54 orang mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri per 100.000 jiwa.

Kazakhstan (55,2 kasus per 100.000)
Kazakhstan, negara di Asia Tengah merupakan salah satu negara dengan tingkat bunuh diri yang tinggi di dunia dimana kasus bunuh diri didominasi oleh kaum pria, data menunjukkan terjadi sebanyak 55,2 kasus per 100.000.


Sri Lanka (61,4 kasus per 100.000)
Angka yang cukup tinggi ditemukan pada negara yang berada di selatan Asia ini. Penyebab tingginya tingkat bunuh diri ini diyakini karena kondisi perang saudara yang lama antara kelompok Tamil dan Sinhalese, begitu pula karena bencana tsunami tahun 2005 lalu. Ada 61,4 kasus per 100.000 jiwa.

Rusia (63,4 kasus per 100.000)
Rusia tidak hanya menderita tingginya tingkat pecandu alkohol, gangguan mental, tingginya tingkat kasus bunuh diri juga turut mencemaskan. Seperti kebanyakan kasus di kalangan Eropa Timur kebanyakan dilakukan oleh kaum pria. Total ada 63,4 kasus per 100.000 terjadi di Rusia. 

Lithuania (63,7 kasus per 100.000)
Lithuania, yang tadinya merupakan bagian dari Rusia ini sama-sama memiliki kasus bunuh diri yang tinggi. Kesulitan ekonomi akibat krisis dunia 2008 bisa jadi turut memperburuk naiknya jumlah kasus bunuh diri di negara Baltik ini.

Belarus (73,6 kasus per 100.000)
Negara bekas bagian Uni Soviet yang berlokasi diantara Polandia dan Rusia ini memiliki kasus bunuh diri tertinggi di dunia dimana terdapat 73,6 kasus per 100.000 orang dan 90 % diantaranya dilakukan oleh pria

Solusi
Tingkatkan keamanan di setiap tempat rawan bunuh diri, lalu usahakan selsaikan permasalahan dengan kepala dingin, mungkin untuk para pengajar atau sekolah jangan terlalu mendesak murid untuk mendapatkan nilai bagus dan usahakan soal yang dibuat dibatasi dengan kemampuannya karna usia remaja sangat labil karna itulah mereka stress dikit langsung bunuh diri, bagi pasangan yang berpacaran janganlah menganggap bahwa pacar adalah segala galanya masih banyak yang harus kita lakukan di dunia ini begitu pula dengan pasangan suami istri ingatlah anak anak kalian yang kalian tinggalkan jika kalian bunuh diri, untuk pemerintah mana janji janji manismu yang kau ucapkan sebelum kami pilih kami butuh janjimu sekarang bikinlah rakyat yang menderita karena kelaparan ini mereka setidaknya bisa menghidupi dirinya sendiri dan keluarganya karena banyak sekali yang bunuh diri karna jatuh miskin, untuk para pelajar janganlah kalian tawuran karna itu adalah sifat bunuh diri secara tidak langsung maka isilah hidupmu dengan kegiatan kegiatan penting, selalu ingat tuhan mu itu ada jangan pernah jauhkan dari sifat sifat tercela, untuk para pekerja yang di phk jangan lah putus asa di dunia ini membutuhkan yang pertama doa lalu berusaha maka lakukanlah keduanya maka insyallah akan tercapai cita cita mu.
http://infokecilku.blogspot.com/2012/06/10-negara-dengan-tingkat-bunuh-diri.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Bunuh_diri

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar