Jumat, 14 September 2012

Tugas-4 Solusi Labsky untuk Kemanusiaan


“Diskriminasi, perbuatan tercela yang sering dijumpai”

            Pernahkah kalian melihat orang yang memiliki sifat diskriminatif? Bukan pernah lagi tetapi sering, dimanapun itu tidak ada tempat di dunia ini yang tidak ada diskriminasinya. Sudah banyak orang yang berperilaku diskriminasi kepada orang lain, kemungkinan besar karena ada maksud tertentu dibaliknya. Lebih kejam lagi jika seseorang atau sekelompok orang melakukan diskriminasi tetapi tanpa ada maksud tertentu. Jadi kesimpulannya untuk apa orang tersebut berperilaku seperti itu? Tidak ada yang tahu, mungkin itu sudah menjadi sifatnya sehingga dia melakukan diskriminasi tanpa memiliki latar belakang yang jelas. Mungkin malah tidak ada latar belakangnya.
            Tetapi bukan berarti seluruh orang di dunia ini berperilaku diskriminasi. Bayangkan saja jika semua orang berperilaku demikian pasti tidak ada orang yang menjadi korban diskriminasi. Sebenarnya ada pula orang yang tidak menjadi korban diskriminasi dan tidak melakukan diskriminasi. Banyak pula orang-orang yang baik  yang tidak berperilaku demikian. Tetapi banyak pula yang berperilaku diskriminasi. Sebenarnya orang-orang yang melakukan diskriminasi sering sekali tidak menyadari dirinya melakukan hal yang melenceng dari kemanusian tersebut. Diskriminasi yang banyak terjadi sekarang-sekarang ini adalah diskriminasi kecil yang kadang tidak ada yang menyadarinya kecuali korban diskriminasi. Terkadang korban dari diskriminasi kecil ini juga tidak menyadarinya, mungkin dia hanya mengira hal itu hanya candaan belaka.
            Ketidak adilan adalah dasar atau seluk beluk dari perbuatan tercela yang disebut diskriminasi. Jika ketidak adlan dibiarkan saja maka hal tersebut akan membuat diskriminasi akan menuju ke arah diskriminasi yang berat yang sudah banyak ada dijumpai disekitar kita. Diskriminasi yang berat tersebut biasanya akan berujung ke penyimpangan kemanusiaan yang berat seperti penganiayaan, bully, penindasan, dan lain sebagainya.
Biasanya mungkin diskriminasi biasanya dimulai dari diskriminasi verbal, seperti mengejek, atau mencemooh, dan yang lainnya yang pasti seringkali sudah kita jumpai. Diskriminasi verbal ini mungkin terkadang ada yang hanya candaan belaka tetapi sang koraban tidak merasa seperti demikian sehingga hal tersebut dapat menjadi suatu diskriminasi. Pelaku yang melakukan diskriminasi verbal ini terkadang kurang puas dengan hasl yang diperolehnya dari diskriminasi verbal yang dilakukan. Entah karena sang korban dia rasa kurang tertindas ataumalah karena sang korban sudah tertindas dan dia ingin terus melanjutkannya. Bisa saja diskriminasi verbal ini dapat berujung menjadi kekerasan fisik yang menyimpang dari keemanusiaan seseorang. Kekerasaan fisik ini dapat berwujud sebagaimana hal yang saya sebutkan tadi yaitu penganiayaan, bully, penindasan, dan yang lain sebagainya.
Perbedaan yang ada juga merupakan awal dari pelaku diskriminasi melakukan kegiatan mereka. Perbedaan ini bisa terlihat dan bisa tidak terlihat. Seperti warna kulit, ras, dan yang lainnya. Pelaku diskriminasi selalu mendapat suatu hal yang dapat dia jadikan untuk melakukan diskriminasi verbal. Tetapi ada pula pelaku diskriminasi yang tidak menyadari bahwa dirinya telah melakukan perbuatan penyimpang hak kemanusiaan yang disebut diskriminasi tersebut. Mungkin pelaku diskriminasi tersebut tidak sengaja melakukannya, atau sang korban terlalu sensitif sehingga hal kecil saja disebut diskriminatif. Apakah korban diskriminasi yang salah?
Tidak juga. Mungkin sang pelaku diskriminasi yang tidak sadar itu harus jauh lebih peka terhadap perasaan seseorang. Mungkin pelaku diskriminasi dan tak menyadarinya itu hanya mengira itu hanya candaan belaka. Berarti pelaku diskriminasi harus melihat kondisi jika ingin bercanda. Lalu pelaku diskriminasi yang tidak sengaja tersebut harus membedakan pelakuannya terhadapt orang yang satu dengan orang yang lainnya. Artinya setiap orang belum tentu dapat diperlakukan dengan sama. Sifat setiap orang berbeda-beda dan tingkat ke-sensitifan mereka pun juga berbeda-beda. Sehingga jika semua orang diperlakukan sama, maka itu sangat salah yang fatal adanya.
Kita diharuskan menhentikan diskriminasi yang ada di sekitar kita. Dari yang kecil dan mungkin hingga yang besar. Diskriminasi harus di hentikan. Semua jiwa manusia di dunia ini harus memiliki hakkemanusiaan yang sama adanya. Kita sama-sama manusia tidak ada yang berbeda, diskriminasi tidak seharusnya terjadi. Yang melakukan diskriminasi hanya orang-orang yang sombong dan mersa dirinya tinggi derajatnya. Tidak ada derajat diantara semua manusia. Diskriminasi harus dihentikan untuk kemanusiaan yang lebih baik dan lingkungan yang lebih sejahtera. Bayangkan tidak ada diskriminasi di sekitar kita, pasti lingkungan sekitar kita akan sangat nyaman tanpa persekutuan yang ada. Tanpa harus selalu melihat perbedaan-perbedaan derajat yang seharusnya tidak ada. Diskriminasi itu nyata. Maka stop diskriminasi mulai dari sekarang. Jika bukan diri kita sendiri yang memulai, siapa lagi?

PENGERTIAN

            Diskriminasi merujuk kepada pelayanan yang tidak adil terhadap individu tertentu, di mana layanan ini dibuat berdasarkan karakteristik yang diwakili oleh individu tersebut. Diskriminasi merupakan suatu kejadian yang biasa dijumpai dalam masyarakat manusia, ini disebabkan karena kecenderungan manusian untuk membeda-bedakan yang lain. Ketika seseorang diperlakukan secara tidak adil karena karakteristik suku, antargolongan, kelamin, ras, agama dan kepercayaan, aliran politik, kondisi fisik atau karateristik lain yang diduga merupakan dasar dari tindakan diskriminasi.
Diskriminasi dibagi menjadi 2bagian besar. Diskriminasi langsung, terjadi saat hukum, peraturan atau kebijakan jelas-jelas menyebutkan karakteristik tertentu, seperti jenis kelamin, ras, dan sebagainya, dan menghambat adanya peluang yang sama. Diskriminasi tidak langsung, terjadi saat peraturan yang bersifat netral menjadi diskriminatif saat diterapkan di lapangan.
Diskrimasi dapat berlaku dalam berbagai macam konteks. Hal tersebut bisa dilakukan oleh orang perseorangan, institusi, firma, juga bisa dilakukan oleh kerajaan. Terdapat berbagai perlakuan yang boleh dianggap sebagai diskriminasi, perlakuan diskrimasi yang signifikan adalah seperti berikut:
   Seorang perniaga enggan berurusan dengan seorang pelanggan berdasarkan golongan yang diwakillinya.
   Seorang majikan memberi gaji yang tidak setimpal dengan sumbangannya kepada pekerja berdasarkan golongan yang diwakilinya.
   Sebuah institusi pendidikan enggan menerima seorang pelajar, walaupun dia mempunyai kelayakan dan masih mempunyai kekosongan dalam institusi yang berkenaan, disebabkan individu yang berkenaan mewakili kumpulan tertentu.

Pendapat lain juga mengatakan bahwa diskriminasi adalah memperlakukan seseorang dengan tidak baik atau tidak adil atas dasar:
   ras, warna kulit, keturunan, kebangsaan, leluhur atau latar belakang suku
   keyakinan agama atau ikut serta dalam kegiatan agama
   cacat, penyakit atau cedera, termasuk cedera yang didapat dari bekerja
   status sebagai orang tua atau kedudukan sebagai orang yang menjaga, misalnya karena mereka bertanggung-jawab atas penjagaan anak atau anggota keluarga lain
   umur, apakah muda atau tua, atau karena umur pada umumnya
   jenis kelamin
   kegiatan dalam pekerjaan, misalnya karena mereka mengajukan pertanyaan atau menyatakan keprihatinan mengenai hak atau apa yang dapat mereka peroleh dari pekerjaan
   kegiatan perburuhan, termasuk menjadi anggota organisasi industri seperti serikat buruh atau
ikut serta dalam kegiatan perburuhan, termasuk mengambil keputusan untuk tidak masuk dalam serikat buruh
   ciri-ciri tubuh, seperti tinggi, berat, ukuran tubuh, rambut atau bercak kulit bawaan
   kehamilan dan menyusui
   kegiatan seks yang tidak melanggar hukum
   orientasi seksual atau identitas jender, apakah heteroseks, homoseks (gay, lesbian), bi-seks, trans-seks, trans-jender atau ‘queer’
   status perkawinan, apakah sudah kawin, cerai, belum kawin atau dalam hubungan de facto (hidup bersama)
   keyakinan politik atau ikut serta dalam kegiatan politik, atau tidak ikut serta dalam kegiatan politik sama sekali
   berhubungan dengan seseorang yang memiliki, atau dianggap memiliki, salah satu dari sifat-sifat tadi. 
Pelecehan seksual juga melanggar hukum.
Ini termasuk komentar atau email yang bersifat seksual, sentuhan yang tidak dikehendaki atau permintaan melakukan hubungan seks, atau mempertunjukkan hal-hal/bahan-bahan seksual secara tidak layak.

Diskriminasi dapat terjadi di tepat kerja pula. Diskriminasi di tempat kerja dapat terjadi dalam berbagai macam bentuk:
   dari struktur gaji,
   cara penerimaan karyawan,
   strategi yang diterapkan dalam kenaikan jabatan, atau
   kondisi kerja secara umum yang bersifat diskriminatif.

Diskriminasi di tempat kerja berarti mencegah seseorang memenuhi aspirasi profesional dan pribadinya tanpa mengindahkan prestasi yang dimilikinya.
Teori statistik diskriminasi berdasar pada pendapat bahwa perusahaan tidak dapat mengontrol produktivitas pekerja secara individual. Alhasil, pengusaha cenderung menyandarkan diri pada karakteristik-karakteristik kasat mata, seperti ras atau jenis kelamin, sebagai indikator produktivitas, seringkali diasumsikan anggota dari kelompok tertentu memiliki tingkat produktivitas lebih rendah.
Satu lagi jenis diskriminasi yang sering kita jumpai dengan kasat mata. Yaitu adalah perlakuan diskriminatif dan tindak kekerasan terhadap kaum minoritas yang paling menonjol di Indonesia adalah diskriminasi dan kekerasan terhadap etnis Tionghoa. Sejak kemunculannya pertama kali di Indonesia pada abad ke-5, kelompok ini mengalami sejarah kekerasan yang panjang. Beberapa ahli bahkan menciptakan istilah ”Masalah Cina” untuk mendeskripsikan berbagai problem terkait kelompok ini. Dalam tulisan ini, penulis menggunakan Teori Perkembangan Antar Kelompok (Developmental Intergroup Theory) untuk menjelaskan bagaimana ciri-ciri tertentu yang melekat pada kelompok ini seperti: tingginya kohesivitas dan kecenderungan mengelompok, jumlah yang sedikit namun mencapai kesuksesan di bidang ekonomi, dan label-label yang diberikan pemerintah, baik eksplisit maupun implisit pada mereka menjadi akar munculnya perlakuan diskriminatif.
            Sebagai contoh diskriminasi terhadap bangsa Tionghoa yang ada di negara kita sendiri yaitu Indonesia. Bangsa Cina dan keturunannya telah menetap lama di Indonesia. Kelompok ini merupakan kelompok yang dekat dengan stereotip dan diskriminasi. Keturunan Tionghoa dikenal sebagai kelompok yang dipersulit dalam pembuatan identitas seperti KTP dan Akte Kelahiran, tidak diijinkan mengekspresikan budaya dan bahasa mereka, dan tidak diharapkan terlibat dalam kegiatan politik. Sejak masa kolonial, kelompok ini telah dispesialisasikan untuk isu tertentu (ekonomi), dan bertahan hingga saat ini dan membentuk persepsi tertentu mengenai mereka. Spesialiasi ini juga membuat mereka terasing dari kelompok lainnya, dan membuat mereka selalu dianggap eksklusif dan asing bagi masyarakat Indonesia pada umumnya. Sehingga, walaupun mereka telah tinggal selama beberapa generasi di Indonesia, masih terdapat anggapan bahwa mereka merupakan orang asing ataupun bukan termasuk warga negara Indonesia.
            Kelompok keturunan Tionghoa di Indonesia seringkali diasosiasikan dengan berbagai karakteristik negatif seperti kikir, eksklusif, licik, dan sebagainya. Karakteristik ini akhirnya menyebar secara merata pada semua orang dengan ciri-ciri Keturunan Tionghoa. Seperti yang telah diprediksi dalam teori perkembangan antar kelompok, sebagai implikasi muncul beberapa pernyataan yang mengkaitkan tidak hanya kelompok dengan karakter, tapi juga karakter dengan individu yang seakan-akan menjustifikasi keberadaan karakteristik tersebut dalam kelompok seperti dalam pernyataan: ”Gila, kembalian segitu aja diitung, Cina banget sih lo.
            Diskriminasi dianggap sebagai sesuatu yang tidak adil berdasarkan prinsip "setiap manusia harus diberi hak dan peluang yang sama".

SOLUSI

            Solusi yang paling tepat untuk masalah kemanusian yang menyimpang ini adalah kitadiharuskan ber-intropeksi diri dan menyadari bahwa semua manusia di sekililing kita ini sama. Mereka semua memiliki hak kemanusiaan yang sama seperti kita tidak kurang tidak lebih. Mulai belajar untuk tidak merendahkan orang lain dan berpikir jika hal itu terjadi kepada kita. Kita harus mulai dari sendiri, sedikit demi sedikit ajak orang lain bersama kita. Itulah awal dari dunia yang sejahtera dan terbebas dari diskriminasi.

Sources: 1) id.wikipedia.org 2) en.wikipedia.org 3) dontfeedthewolves.blogspot.com 4) humanrights.com 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar