Jumat, 07 September 2012

Tugas 4-Solusi Labsky untuk Kemanusiaan


Mereka Manusia, bukan Produk

Kemanusiaan berasal dari kata manusia, yaitu makhluk yang paling sempurna dibandingkan makhluk-makhluk yang diciptakan oleh Tuhan Yang Maha Esa. Manusia bisa dibedakan menjadi yang paling sempurna karena manusia diberi akal serta pikiran untuk menjalankan setiap kegiatan.
Dalam sila kedua Pancasila disebutkan bahwa "Kemanusiaan yang Adil dan Beradab". Dapat diartikan bahwa manusia yang diberi akal serta pikiran diini harus berlaku adil, yaitu manusia harus membuat suatu keputusan dengan tidak sewenang-wenang karena sesuai dengan norma obyektif dan tidak subyektif. Serta, manusia juga harus beradab, yang berarti manusia harus memiliki sikap dan tindakan yang didasari norma-norma sosial dan moral yang ada di masyarakat.
Simbol perdamaian (peace)
Dari sila kedua tersebut dapat disimpulkan bahwa manusia harus memiliki kesadaran sikap yang didasarkan potensi budi nurani manusia yang sesuai dengan norma-norma di lingkungannya, dan ini berlaku kepada seluruh manusia. Karena semua manusia memiliki hak yang sama tanpa memandang ras, keturunan dan warna kulit.
Perdamaian dunia merupakan tujuan utama dari kemanusiaan. Perdamaian bisa berarti banyak, bisa seperti mengakhiri ketidakadilan seperti dalam perang, bisa seperti damai dalam keadaan tenang, ataupun damai dalam diri sendiri. Perdamaian yang dimaksud dalam kemanusiaan ini mengarah kepada terhapusnya sikap-sikap ketidakadilan/penindasan terhadap suatu kelompok tertentu.
Banyak ketidakadilan/penindasan yang terjadi terhadap jiwa-jiwa kemanusiaan saat ini, seperti diskriminasi, rasisme, penganiayaan/bullying, dll. Salah satu masalah kemanusiaan yang serius di dunia ini adalah perdagangan manusia/human trafficking.

MASALAH
Sistem perbudakan sebenarnya sudah dihapuskan sejak dua ratus tahun lalu, namun isu perdagangan manusia justru datang sebagai bentuk modern dalam perbudakan. Perdagangan manusia ini merupakan transaksi jual beli manusia. Namun ternyata, tidak sebatas itu saja, tapi juga eksploitasi yang melanggar batas kemanusiaan.
Eksploitasi manusia ini antara lain memaksa manusia untuk menjadi prostituasi, kerja paksa/pelayanan, perbudakan, dll. Untuk anak-anak, eksploitasi termasuk juga pemaksaan, pelacuran, adopsi ilegal, pernikahan bawah umur, atau perekrutan anak untuk menjadi pekerja (tentara, pengemis), atau pun untuk menjadi pengikuti suatu golongan agama tertentu.
12,3 juta manusia menjadi korban kerja paksa,
dan 2,4 jutanya dari perdagangan manusia
Sumber kedua pendapatan ilegal adalah
perdagangan manusia
Setiap negara memiliki permasalahan perdagangan manusia ini. Perdagangan manusia merupakan sumber terbesar kedua dunia dalam pendapatan ilegal, selain perdagangan narkoba yang berada di urutan pertama (Belser, 2005). Selain itu, kurang lebih 12,3 juta manusia di seluruh dunia menjadi korban kerja paksa dan dari jumlah tersebut, 2,4 juta-nya adalah dari perdagangan manusia. Korban-korban perdagangan yang paling banyak berasal dari perempuan dan anak-anak.
Yang paling mengenaskan, dari negara kita sendiri, Indonesia, ternyata banyak ikut andil dalam perdagangan manusia ini. Menurut PBB, Indonesia memasuki peringkat kedua sebagai negara yang paling banyak terjadi perdagangan manusia. Karena, Indonesia merupakan negara yang menjadi destinasi, transit, dan sumber perdagangan manusia, dan pada Juni 2011, terdapat 3.909 orang yang menjadi korban bermayoritas perempuan.
Perdagangan manusia ini sangatlah bersifat kejahatan internasional yang memerlukan kerjasama tinggi dan kolaborasi antar negara secara efektif. Bagaimana ini bisa terjadi?
Pertama-tama, korban-korban akan diajarkan/didoktrinasi agar mereka mempercayai oknum pedagang dan tidak memercayai orang lain. Sehingga korban justru takut terhadap penegak hukum akan diadili/dipenjara, dan memilih untuk tetap setia kepada si pedagang. Dan terkadang, mereka lebih memilih bersama dengan pedagang karena merasa lebih baik dibandingkan dengan tempat asal mereka.
Bahkan, banyak pula korban yang tidak merasa bahwa mereka adalah "korban", dan mereka merasa tidak perlu meminta hak-hak mereka karena merasa telah hidup secara layak dengan tempat tinggal, makanan, serta pekerjaan. Atau korban memang tertipu akan iming-iming lain dari si pedagang sehingga tidak sadar akan bahayanya mereka saat itu.
Cara lain si pedagang adalah tidak mengancam keselamatan diri si korban, tetapi justru keluarga asal si korban. Beberapa pedagang mengancam akan membahayakan/menyiksa/membunuh keluarga korban jika korban melaporkan situasi ini.
Ekonomi, salah satu faktor perdagangan manusia
Korban-korban ini akan dibawa jauh bahkan sampai ke negara lain. 2-4 juta orang diperdagangkan hingga ke luar negeri setiap tahunnya. Setiap menit akan ada satu orang yang diperdagangkan ke luar.
Yang sangat memprihatinkan juga adalah terkadang korban bersedia diperdagangkan karena faktor ekonomi. Kemiskinan dapat merelakan otang tua atau bahkan memaksa anak-anaknya menjadi tenaga kerja.
Selain faktor ekonomi, terdapat juga faktor rendahnya tingkat pendidikan. Masih banyak korban yang benar-benar tidak mengerti perdagangan manusia dan tidak tahu menahu posisinya sebagai korban, sehingga ia ditipu habis-habisan.
Terdapat juga faktor karena kurangnya peran orang tua. Di masa dini, anak-anak masih belum mengerti akan kasus serius ini sehingga menganggapnya angin lalu sehingga bisa dengan mudah tertipu dengan iming-iming seadanya. Jika tidak diberi bekal pengetahuan dari orang tua, maka akan menjadi masalah.
Tingginya angka perceraian dan perkawinan di bawah umur juga merupakan salah satu penyebabnya. Banyak yang merasa mengemban beban berat setelah perceraian ataupun perkawinan, dan merasa lebih baik untuk ikut bekerja. Atau terkadang mereka merasa stress dan depresi sehingga mencari jalan keluar yang salah.
Kasus perdagangan manusia ini lebih berbahaya kepada para TKI. Awalnya mereka dijanjikan pekerjaan dan telah dipaksa bekerja lebih dari kemampuannya. Biasanya, para pembantu rumah tangga yang sering menjadi korban dalam suatu negara tertentu. Terkadang, mereka akan dikurung, dieksploitasi untuk bekerja lebih, dikawal serta diancam ke pihak berwajib apabila melanggar aturan sang majikan.
Banyak pula TKI-TKI Ilegal yang dibujuk rayu oleh janji-janji hingga pemaksaan. Ada pula TKI berdokumen yang pekerjaan mereka berbeda total dengan yang dijanjikan. Seperti yang sebelumnya dijanjikan di perhotelan justru berujung di kelapa sawit, atau dari cleaning service justru pembantu rumah tangga.
Tentu setiap kasus-kasus perdagangan manusia akan memiliki dampak-dampak bagi korbannya. Korban perdagangan manusia dapat menderita berbagai masalah fisik, psikologi serta kesehatan akibat buruknya dan tidak manusiawinya kondisi hidup yang mereka jalani, sanitasi yang buruk, kurang nutrisi, kondisi kerja yang berbahaya, kesehatan yang tidak baik, brutalisasi atas fisik, serta teror emosi dari pedagang.
Trauma pada korban perdagangan manusia
Banyak masalah kesehatan yang biasa dialami si korban. Seperti PMS (Penyakit Menular Seksual), kehamilan akibat perkosaan atau pelacuran, kemandulan akibat kerusakan pada organ reproduksi, penyakit kronis pada bagian-bagian tertentu yang biasanya pada pekerja pertanian/pabrik/konstruksi, kurang gizi, penyakit menulai lain seperti TBC, memar-memar dan berbagai bekas akibat kekerasan, dll.
Dari segi kesehatan fisik dapat terlihat juga kondisi psikologi yang mulai berubah seperti kecanduan obat terlarang, trauma psikologis dari siksaan mental setiap hari, perasaan untuk menyendiri, syok, dll.

SOLUSI
Melihat banyaknya korban yang terjerumus kasus perdagangan manusia ini tentu sangat menyedihkan bagi negara kita, maupun dunia. Karena kasus ini termasuk ilegal dan rahasia, sehingga cukup sulit untuk penanganannya. Namun, tentu kita tidak bisa berdiam diri dengan adanya hal-hal memprihatinkan seperti ini. Justru, kita harus lebih berjuang demi mencegah akan terjadinya perdagangan manusia.
Solusi-solusi yang efektif tentu dibutuhkan demi mencapai perdamaian di negara maupun dunia kita.
Pertama, suatu hal yang penting dalam pencegahan kasus-kasus adalah diberikannya sosialisasi kepada masyarakat. Jujur saja, pendidikan masyarakat di Indonesia masih belum merata, masih ada daerah-daerah yang tingkat pendidikannya masih rendah sementara adapula yang sudah tinggi. Masyarakat dengan pendidikan rendah tentu memiliki informasi yang kurang untuk kasus-kasus yang marak terjadi seperti perdagangan manusia ini.
Sementara, para pencari pekerjaan datang dari daerah yang sedikit kurang informasi dan tidak tahu menahu akan bahayanya mereka. Sehingga terjadi modus-modus penipuan dan sebagainya, seperti yang sudah dijelaskan, untuk menggiring mereka ke transaksi perdagangan manusia.
Kampanye anti perdagangan manusia
Sosialisasi ini bisa diberikan ke siapa saja. Tetapi, lebih diutamakan kepada para calon pencari kerja dan juga TKI. Penyebaran informasi ini akan lebih cepat apabila teknologi yang tersedia juga merata, seperti televisi, radio, dll. karena akan sangat membantu sosialisasi, dibandingkan dengan kunjungan satu persatu ketiap daerah.
Juga dibutuhkan peran-peran anak muda untuk mencegahnya di berbagai sekolah, sebagai bekal mereka di kemudian hari. Anak muda yang memiliki banyak ide-ide tentu bisa membuat kampanye-kampanye secara rapi dalam suatu acara khusus/tertentu demi pencegahan perdagangan manusia.
Yang kedua, solusi juga harus diberikan oleh pihak-pihak pemerintah dan penegak hukum. Ketegasan mereka sangat berdampak akan pencegahan perdagangan manusia ini. Salah satunya dengan penegasan hukum yang tertulis dalam Undang Undang no. 21 Tahun 2007, tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang.
Poster Anti Perdagangan Manusia
Tidak hanya datang dari undang-undangnya saja, para penegak hukum juga harus memberantas kasus ini tanpa permainan uang, yang kini dengan mudah bisa kita temukan. Serta butuh kerja keras untuk segala penyelidikan kasus, karena satu kasus perdagangan untuk dipecahkan juga cukup sulit.
Ketiga, para korban-korban perdagangan ini harus segera masuk ke pusat rehabilitasi korban. Agar traumatik-traumatik mereka segera hilang dan dapat melanjutkan hidup kembali. Tentu, ini pekerjaan yang cukup sulit, namun setidaknya beberapa korban dapat sembuh dan menjadikan kasusnya sebagai pengalaman bagi dirinya serta orang lain.
Yang terakhir, solusi yang juga penting adalah semua kasus ini bisa dihentikan asal ada kemauan dari diri kita. Jika kita semua memiliki hati nurani dan moral yang baik, tentu kasus-kasus menyedihkan seperti ini dapat dihentikan. Semua akan berperan andil, bagi orang tua, sahabat, dan semuanya, akan memiliki peran dalam pencegahan ini. 
Para korban-korban yang akan terjerumus juga harus memiliki keberanian dalam dirinya untuk melapor, dan para pihak penegak hukum harus menjadi tempat mereka bersandar dan dapat dipercaya, agar mereka bisa bebas dari kasus perdagangan manusia ini tanpa rasa takut.          
Dengan solusi-solusi yang diberikan tadi, semoga, kita dapat mencapai perdamaian di dunia ini tanpa adanya penindasan-penindasan kemanusiaan. Amin.


Sumber:
  •         http://www.psikologizone.com/kasus-perdagangan-manusia-di-indonesia-terbesar-ke-2/065116654
  •        http://bangaip.org/2009/08/perdagangan-manusia/
  •        http://felixkusmanto.com/2012/08/11/perdagangan-manusia-tki-dan-buruh-paksa/
  •         en.wikipedia.org/wiki/Human_trafficking
  •         id.wikipedia.org/wiki/Perdagangan_manusia
  •      http://www.stopthetraffik.org/




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar