Kamis, 27 September 2012

Tugas 4 - Solusi Labsky untuk Kemanusiaan

Kelaparan.. Moral... Lapangan Pekerjaan....  
            
            Seperti yang kita ketahui bersama, masalah selalu datang dari berbagai penjuru.  Masalah atau permasalahan bagaikan amplop dan perangko pada diri kita.  Tidak pernah ditemui seseorang tanpa sedikitpun permasalahan dalam dirinya.  Begitu juga yang dapat kita lihat di Negara kita sendiri, yaitu negara Indonesia tercinta.  Negara yang terkenal akan kebudayaannya, negara yang terkenal akan kepadatan penduduknya, bahkan negara yang terkenal akan tingkat korupsinya yang tergolong diatas rata-rata.  Terdapat banyak sekali permasalahan di dalam negara kita sendiri.  Oleh karena itu, alangkah lebih baik jika kita, sebagai warga negara Indonesia, saling memikirkan cara-cara untuk mengatasi permasalahan diatas, atau dapat disebut juga sebagai solusi permasalahan.                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          
Wabah kelaparan
          
           Beberapa desa terpencil di Indonesia memiliki kekhawatiran yang sudah tak asing lagi kita dengar, yaitu kelaparan.  Banyak sekali pria, wanita, maupun anak kecil yang telah menderita kelaparan sejak mereka lahir.  Letak tempat tinggal yang jauh maupun terisolasi dari hiruk pikuk kota membuat mereka sering kali terjangkit kelaparan.  Akibat yang dapat dirasakan dari permasalahan tersebut antara lain adalah banyaknya wabah penyakit yang dapat menyerang lingkungan mereka.  Sebut saja busung lapar, busung lapar dapat ditandai dengan membesarnya bagian perut penderita dan dapat menyebabkannya terlihat seperti mengandung anak.  Wabah busung lapar sudah banyak ditemukan di daerah yang sering melanda kelaparan, seperti yang sering kita lihat di saluran televise local.  Selain itu, umumnya, jika seseorang menderita kelaparan slam jangka waktu yang sangat lama, otomatis penderita akan mengalami kematian.  Dengan maraknya tingkat kelaparan berikut, Indonesia nama Indonesia dapat pula terancam di kalangan dunia.  Indonesia akan di cap sebagai negara yang memiliki tingkat kelaparan yang tinggi, walaupun masih banyak negara di belahan bumi lainnya, seperti Afrika yang mempunyai tingkat kelaparan yang jauh lebih tinggi.  Maka dari itu, beberapa solusi yang didapat untuk meminimalkan tingkat kelaparan yang ada di Indonesia yang umumnya adalah dengan meratakan persebaran makanan  atau bantuan makanan.  Alangkah lebih baik jika kita memberi makanan ke daerah yang sangat terisolasi atau yang lebih mengalami masalah kelaparan dahulu.  Dengan itu, lambat laun masalah kelaparan akan dapat teratasi.  Selain itu, persebaran penduduk juga perlu diperhatikan, karena dengan banyaknya penduduk yang mendiami suatu tempat secara bersamaan, maka akan dengan mudah muncul kelaparan, jika kondisinya sangat memperhatikan.  Dengan diaturnya persebaran penduduk, maka penduduk akan menetapi suatu wilayah dengan jumlah yang ideal, sehingga dapat mengurangi tingkat kelaparan.  

Rusaknya moral anak bangsa

Permasalahan selanjutnya, tak jauh pada moral masyarakat penduduk Indonesia.  Tak sedikit dari kita yang mempunyai kerusakan pada moralnya.  Moral masyarakat merupakan suatu bahan yang sangat penting dalam hal bermasyarakat.  Tertunya, jika moral seseorang telah rusak ataupun tidak benar, otomatis akan mempengaruhi kehidupannya dalam hal bersosialisasi.  Sebagai contoh, seorang warga negara Indonesia mengambil besi dari jembatan suramadu untuk dijual demi menghidupi keluarganya.  Tindakan tersebut dilakukan dengan tujuan positif, namun akibat yang dapat timbul dapat sangat membahayakan bagi orang lain pula. Diantaranya jembatan tersebut dapat menjadi rusak, dan rawan untuk rubuh.  Contoh lainnya adalah pembunuhan.  Kebanyakan orang yang membunuh, memiliki moral yang sudah rapuh atau rusak.  Mereka membunuh bukan untuk hidup, melainkan membunuh yang dapat merugikan orang lain.  Pembunuhan yang banyak terjadi di Indonesia sepertinya sudah menjadi hal biasa, sama saja seperti halnya bunuh diri.  Mereka yang putus asa akan kehidupannya memilih jalan pintas berupa bunuh diri.  Sebenarnya, banyak alas an sepele yang dapat membuat mereka nekat melakukan hal tersebut, seperti ditinggal oleh kekasihnya, maupun keinginannya yang tidak dikabulkan oleh orangtua. Contoh kerusakan moral berikutnya adalah seorang anak kecil yang masih bersekolah dan duduk di kelas SMP, banyak menggunakan waktu luangnya untuk bermain game online.  Anak tersebut menghabiskan waktu luangnya, bahkan sampai waktu belajarnyapun terpakai hanya untuk bermain.  Selain itu pula, anak tersebut juga menggunakan uang jajannya untung membeli barang yang terdapat di game tersebut.  Dan jika uang yang ia miliki kurang dari jumlah yang diinginkan permainan tersebut, tak senggan-senggan anak itu mengambil uang dari orangtuanya tanpa sepengetahuan mereka, atau dengan kata lain, mencuri.  Dari selintas cerita diatas, kita dapat menyimpulkan, bahwa dari hal yang sangat kecil, dapat mengakibatkan sesuatu hal besar yang tidak diinginkan terjadi.  Hanya dari permainan online sepele, dapat mengakibatkan anak kecil menjadi kecanduan dan rela berbuat apa saja demi permainan tersebut.  Selain itu, juga terdapat contoh, siswa maupun siswi kelas menengah pertama, maupun menengah keatas, sudah banyak yang mencoba barang yang sudah lama menjadi permasalahan di kalangan remaja, yaitu rokok.  Gulungan tembakau berukuran kecil tersebut telah memakan berbagai korban jiwa maupun moral.  Pasti banyak diantara teman-teman kita yang pernah menghisap batangan tersebut, atau bahkan telah menjadi candu bagi mereka untuk menghisapnya.  Ada pula yang bilang jika rokok dapat membuat tenang, dan sebagainya.  Fakta membuktikan, jika seseorang terlalu sering menghisap rokok, maka akan merusak setiap organ di dalam tubbuhnya, terutama paru-paru.  Bagian paru-paru pengguna lambat laun akan terus terisi oleh asap yang dari rokok tersebut, dan pada akhirnya, dapat menyebabkan kangker paru-paru, atau melayangnya nyawa pengguna rokok.  Biasanya, rokok merupakan awal kecil dari mulainya kegiatan yang lebih menjuru dalam rusaknya moral seseorang, yaitu minum-minuman keras atau melakukan kegiatan asusila, bahkan menggunakan narkoba.  Para pecandu narkoba pada dasarnya diawali dengan kata “coba-coba”.  Namun pada ujungnya, mereka akan susah untuk melepaskan kegiatannya dengan obat tersebut.  Seperti yang sering kita lihat di saluran televise local, tak sedikit pecandu narkoba tertangkap dan masuk ke dalam penjara, sisanya hidup menderita tanpa tujuan dan arahan dari siapapun.  Namun, tersedia pula pusat rehabilitas bagi para pecandu narkoba yang ingin kembali kepada kehidupan lamanya yang bebas dari obat terlarang tersebut.  Dari beberapa kutipan diatas, kita dapat menyimpulkan bahwa salah satu factor dalam rusaknya mental seseorang, ialah kurangnya perhatian dari orang tua mereka, atau dapat pula terjadi akibat dari disorganisasi keluarga, cerainya orang tua mereka atau kekerasan dalam rumah tangga.  Semua yang ada diatas dapat menjadikan seseorang menjadi rusak ataupun hancur.  Oleh karena itu, sangat dihimbau kepada orang tua untuk memperhatikan anaknya sebisa mungkin.  Selain itu, factor pertemanan sangatlah penting dalam pembentukan moral seseorang.  Jika mereka mendapatkan teman yang bersifat baik, maka dapat dengan mudah anak tersebut ikut menjadi baik, namun jika mereka mendapatkan teman yang memiliki sifat yang kurang baik, otomatis sifat anak tersebut berubah menjadi kurang baik pula.  Maka dari itu, solusi yang tepat ialah lebih berfikir-fikir dalam memilih teman.  Bukan bermaksud memilih-milih teman dalam hal negative, namun dalam hal positif agar kejadian diatas dapat dihindari.  Selain itu, pengawasan dari pihak sekolah juga merupakan suatu hal yang lumayan vital.  Itu dikarenakan orangtua tentunya tidak akan bias memantau anaknya jika mereka sedang bersekolah.  Pihak sekolah wajib memberikan arahan yang menjuru pada larangan merokok, memakai narkoba, atau melakukan perbuatan asusila.  Salah satu kegiatan tersebut dapat berupa Sex Education.  Jika semua kegiatan yang dapat mengurangi kerusakan mental sudah dilakukan namun mereka tetap saja tidak terkontrol, maka dengan kata lain kita harus menyerahkannya kepada aparat keamanan.  Mereka yang moralnya sudah tidak dapat dibenarkan lagi, harus ditangani oleh pihak yang berwajib, seperti aparat keamanan untuk ditahan ataupun diberi sangsi berat yang nyata, yang bertujuan memungkinkan penerima sangsi akan jera dan tidak akan mengulangi perbuatannya lagi.
             
Mencai lapangan pekerjaan
             
         Permasalahan dalam hal kemasyarakatan dapat kita lihat pada sulitnya mendapatkan lapangan pekerjaan.  Tak banyak dari orang-rang di Indonesia yang mendapatkan pekerjaan yang kurang layak, bahkan tidak mendapatkannya sama sekali.  Dengan bekerja, seseorang akan mendapatkan upah berupa uang, berapapun besar kecilnya.  Dengan uang itu, ia akan menggunakannya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, seperti makan dan minum.  Akan tetapi, bagi seseorang yang tidak memiliki pekerjaan, hal tersebut mungkin saja sangat sulit untuk dilakakan.  Mereka akan mengemis, bahkan melakukan perbuatan jahat untuk mendapatkan uang dan memenuhi kehidupan mereka.  Oleh karena itu, mereka yang tidak memiliki pekerjaan akan sulit sekali untuk hidup di kota yang keras seperti di Jakarta.  Untuk mengurangi sulitnya mendapatkan pekerjaan, pemerintah sebaiknya meratakan pembagian penduduk.  Dengan itu, saingan akan lebih sedikit ditemui, dan orang-orang akan lebih mudah untuk mendapatkan pekerjaannya.  Selain itu, edukasi sangat diperlukan dalam memerangi masalah ini, maka dari itu, pendidikan dari sekolah juga harus diwajibkan. Dengan ini, mereka yang pendidikannya kurang akan mendapatkan edukasi yang sesuai untuk mendapatkan pekerjaannya.  Masalah pekerjaanpun lambat laun akan hilang.                                                                                          
                                                       

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar