Rabu, 19 September 2012

Tugas-4 Solusi Labsky untuk Kemanusiaan

Perdamaian Dunia yang Abadi


Rasa kemanusian merupakan rasa yang pasti dimiliki oleh setiap individu di dunia ini. Rasa kemanusiaan ini adalah rasa saling menghormati, menghargai, dan peduli antarsesama manusia di segala bidang dan aspek kehidupan. Maka dari itu hampir semua rasa kemanusiaan dapat dikaitkan dengan hati nurani kita masing-masing. Rasa kemanusiaan ini pula lah yang mempererat hubungan antarsesama manusia.
Manusia diciptakan memang untuk saling peduli, membantu, menghargai, dan menghormati satu sama lainnya karena manusia merupakan makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri. Seperti salah satu kalimat yang sangat familiar yaitu “Bahu-membahu menjadi satu itulah Indonesia.” Kalimat tersebut berarti bahwa setiap umat manusia harus mau membantu manusia lainnya demi suatu persatuan. Tidak hanya berlaku di Indonesia tapi kalimat ini juga harus diterapkan di negara lainnya. Jika setiap negara menerapkan hal yang seperti ini maka perdamaian dunia dapat tercipta dengan mudahnya.
Namun pada kenyataannya banyak sekali masalah-masalah yang menghambat terciptanya perdamaian dunia yang abadi ini. Salah satunya adalah masalah kemanusiaan. Masalah kemanusiaan dipicu oleh kurangnya rasa peduli dan tenggang rasa antar sesama manusia. Beberapa contoh masalah kemanusiaan adalah kemiskinan dan korupsi. Masalah kemanusiaan yang terus-menerus terjadi akan menimbulkan sebuah masalah baru yang terkait dengan nilai kemanusiaan seperti penganiayaan, pemerkosaan, pencurian, dll.
1.   Kemiskinan
Kemiskinan merupakan salah satu masalah kemanusiaan yang hingga saat ini jumlahnya semakin meningkat. Setiap tahunnya angka kemiskinan terus bertambah. Hal ini dapat terjadi karena dipicu oleh beberapa faktor salah satunya adalah pertambahan jumlah penduduk yang tidak diimbangi dengan ketersediaan sumber daya alam. Setiap tahun, jumlah penduduk semakin meningkat sedangkan jumlah sumber daya alam yang tersedia semakin sedikit. Selain sumber daya alam yang semakin menipis, pemanfaatan yang kurang maksimal juga menjadi menyebab lainnya. Faktor lain yang menyebabkan terjadinya kemiskinan adalah rendahnya tingkat pendidikan seseorang sehingga dia tidak dapat bekerja dan hanya menjadi pengangguran yang tidak jelas arah dan tujuan hidupnya.
Lingkungan Kumuh
Akibat dari masalah kemiskinan inilah muncul kelompok bawah dan kelompok atas. Hal ini yang memicu timbulnya masalah baru yaitu kesenjangan sosial. Kesenjangan sosial atau kecemburuan sosial merupakan rasa iri mereka yang berada di kalangan bawah terhadap mereka yang berada di kalangan atas terutama dalam hal materi dan segala kemudahan yang mereka dapatkan.
Menurut data yang saya dapatkan penduduk miskin di Indonesia pada bulan Maret 2011 turun sebesar 3,2% dibandingkan dengan satu tahun yang lalu. Namun pada kenyataannya masalah ini semakin hari semakin dipersulit dan terkesan tidak akan pernah selesai karena tidak ada jalan keluarnya.
Solusi:
Pada dasarnya setiap masalah memiliki penyelesaiannya masing-masing termasuk masalah kemiskinan yang terkesan terlalu berbelit-belit dan tak ada habisnya ini. Seperti yang sudah saya sebutkan sebelumnya bahwa faktor timbulnya masalah kemiskinan adalah rendahnya tingkat pendidikan seseorang. Sebetulnya pemerintah sudah mencanangkan sebuah program yang dikenal dengan program wajib belajar. Program wajb belajar ini merupakan program yang cukup bagus dan dapat membantu mereka yang kurang mampu agar tetap dapat belajar dan mendapatkan pendidikan formal karena program ini tidak dipungut biaya sepeser pun alias gratis. Program wajib belajar saat ini sudah tidak menggunakan sistem wajib belajar 6 tahun lagi namun menggunakan sistem wajib belajar 12 tahun atau setara dengan SMA kelas 3. Program ini memang ditujukan bagi mereka yang kurang mampu maka tidak ada lagi alasan bagi mereka untuk tidak bersekolah. Pada tahun 2010, angka siswa putus sekolah di Indonesia mencapai 1,08 juta siswa. Angka ini bertambah 30% lebih banyak dibandingkan dengan setahun yang lalu.
Selain program wajib belajar 12 tahun, pemerintah juga harus meningkatkan kualitas pendidikan yang ada saat ini. Mungkin kualitas pendidikan yang ada di daerah perkotaan sudah cukup bagus. Namun tidak sama halnya dengan kualitas pendidikan yang berlaku di pedalaman atau di pedesaan. Peningkatan kualitas pendidikan ini juga dapat disertai dengan pemerataan pembangunan pendidikan di daerah pedalaman seperti Papua. Mereka juga berhak mendapatkan sistem dan kualitas pendidikan dengan fasilitas yang memadai dan layak. Dengan adanya pemerataan kualitas dan sistem pendidikan ini, penduduk Indonesia akan memiliki generasi penerus yang cerdas dan berkualitas. Selain itu juga angka pengangguran dapat berkurang karena dengan tingkat pendidikan yang tinggi maka seseorang dapat mencari pekerjaan sesuai dengan yang mereka inginkan.
2.   Korupsi
Permasalahan yang satu ini tidak akan ada habisnya karena kejahatan yang satu ini sudah dianggap sebagai sesuatu yang biasa terjadi. Mengapa bisa dianggap hal yang biasa saja? Karena di Indonesia hampir segala sesuatunya dikaitkan dengan korupsi bahkan kegiatan terlarang ini pun berani dilakukan secara terang-terangan oleh para pejabat negara yang duduk di kursi DPR. Orang-orang tak bermoral yang melakukan hal ini hanya mementingkan dirinya sendiri bukan kepentingan untuk banyak orang. Maka tidak heran jika hingga hari ini banyak sekali program kerja pemerintah yang terhambat dalam proses pengerjaannya karena kekurangan biaya. Korupsi ini juga membuat hilangnya rasa percaya rakyat terhadap pemerintah.
Solusi:
Penanaman pendidikan agama yang kuat sedari kecil merupakan salah satu solusi ampuh yang dapat kita lakukan sebagai pencegahan. Mengapa? Karena kejahatan korupsi ini biasa terjadi karena orang-orang hanya memikirkan tentang bagaimana kehidupan dirinya sendiri saja. Lingkungan tempat dia hidup juga berpengaruh namun korupsi biasa terjadi karena moral diri kita yang kurang kuat.
Penegakkan hukum yang tegas dan jelas juga merupakan salah satu solusi bagi mereka yang sudah melakukan tindakan kejahatan korupsi. Mereka yang sudah melakukan kejahatan seharusnya di hukum seberat-beratnya agar mereka merasa jera. Seperti yang sudah kita ketahui saat ini banyak sekali para pelaku kejahatan tindak korupsi yang mendapat perlakuan khusus di dalam sel penjara. Hal itu seharusnya tidak boleh terjadi karena itu tidak akan membuat para pelaku merasa jera.
 Jika masalah kemanusiaan diatas terus menerus terjadi maka dapat menimbulkan permasalahan baru yang berkaitan dengan nilai-nilai kemanusiaan.
3.   Penganiayaan
Masalah yang satu ini kerap kita liat beritanya dari berbagai media baik dari media televisi, radio, bahkan internet. Penganiayaan merupakan salah satu pelanggaran HAM dengan sanksi yang cukup berat bagi pelakunya. Penganiayaan merupakan perilaku tidak terpuji yang dilakukan dengan cara sesuka hati dan semena-mena tanpa memperhatikan atau memperdulikan perasaan orang yang dianiaya. Perilaku ini tentu dapat memberikan dampak negatif kepada korban. Seperti misalnya cacat  fisik, cacat mental, dan trauma yang berlebihan yang pada akhirnya membuat sang korban menjadi pribadi yang tertutup karena trauma tersebut.
Sama seperti cerita para TKI kita yang dianiaya dan disiksa oleh para majikannya. Tidak hanya disiksa bahkan sebagian besar dari mereka tidak diberikan upah sesuai dengan yang sudah dijanjikan. Meski begitu tidak sedikit orang Indonesia yang ingin menjadi TKI di luar negeri meskipun mereka mengetahui dan sadar betul betapa berbahayanya menjadi TKI di negeri orang. Apalagi jika kita tidak memiliki perbekalan yang cukup. Seperti penguasaan bahasa asing, ilmu pertahanan diri, dll.
Solusi:
Seperti yang saya sebutkan tentang nasib para TKI kita di negeri orang, kurangnya merupakan masalah besar yang dan cukup fatal. Mengapa? Bayangkan jika kita tidak mengerti bahasa yang mereka gunakan sehari-hari. Bayangkan pula apabila kita tidak memiliki self-defense yang baik. Ketika seseorang tidak memiliki perbekalan yang cukup salah satunya contoh yang saya sebutkan tadi maka dapat dipastikan ketika para TKI itu disiksa mereka tidak dapat melawan. Yang dapat mereka lakukan hanyalah pasrah dan berharap bahwa segalanya akan segera terselesaikan.
Oleh karena itu, pemerintah harus membuat aturan dan persyaratan yang jelas terkait dengan TKI yang akan dikirim atau dipekerjakan di luar negeri. Tidak semua orang yang ingin menjadi TKI dapat dikirim dan bekerja di luar negeri. Pemerintah harus membuat sistem seleksi agar pekerja yang di pekerjakan berkualitas baik dari segi skill dan kemampuan maupun aspek-aspek lainnya.
4.   Pencurian
Akibat dari masalah kemiskinan yang sudah saya jelaskan tadi, orang yang berada di kalangan bawah terutama para pengangguran rela melakukan apa saja demi dapat memenuhi kebutuhannya sehari-hari salah satunya dengan cara mencuri. Pencurian juga termasuk ke dalam tindakan kriminal dan akan mendapatkan hukuman penjara apabila sang pelaku tertangkap oleh pihak yang berwajib. Hampir semua dari mereka melakukan tindakan ini dengan terpaksa karena mereka tidak tau harus berbuat apa untuk dapat memenuhi kebutuhan hidupnya. Faktor yang menyebabkan banyaknya jumlah pengangguran salah satunya yaitu jumlah pengangguran yang sangat banyak tidak diimbangi dengan jumlah lapangan kerja yang tersedia. Kecemburuan sosial juga dapat menjadi faktor lain yang memicu terjadinya pencurian. Seperti halnya yang sering terjadi di jalan-jalan ibu kota atau di dalam angkutan umum.
Solusi:
Untuk menekan angka pengangguran yang semaki tinggi, pemerintah bisa membuka lapangan pekerjaan yang banyak sehingga para pengangguran secara tidak langsung akan berkurang karena sebuah perusahaan yang baru pasti membutuhkan tenaga kerja yang sangat banyak.
Sedangkan untuk mencegah terjadinya kecemburuan sosial, mereka yang berada di kalangan atas sebaiknya lebih bersikap sewajarnya dan tidak berpenampilan serba mewah atau hedon karena itu dapat mengundang terjadinya tindak kriminal seperti pencurian. Lagi pula berpenampilan mewah belum tentu membuat anda menjadi lebih baik. Jadi, lebih baik berpenampilan sederhana saja sudah cukup. Selain itu kita juga harus lebih waspada dan bersikap hati-hati terhadap sekeliling kita karena kejahatan dapat berlaku kapanpun dan dimanapun.

Sumber:

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar