Sabtu, 22 September 2012

Tugas 4 - Solusi Labsky Untuk Kemanusiaan



“Kenakalan Remaja”

Apa sih yang dimaksud dengan kenakalan remaja? Apa saja yang mempengaruhi para remaja untuk berbuat nakal? Mengapa jaman sekarang makin banyak kasus kasus mengenai remaja yang tidak wajar? Apa saja macam macam kenakalan pada remaja? Bagaimana kah cara mengatasinya? Saya akan menjelaskan dan menginformasikan segala sesuatu yang mengenai kenakalan remaja pada jaman modern ini.
Remaja adalah waktu manusia berumur belasan tahun. Pada masa remaja manusia tidak dapat disebut sudah dewasa tetapi tidak dapat pula disebut anak-anak. Masa remaja adalah masa peralihan manusia dari anak-anak menuju dewasa yang berjalan diantara umur 12 tahun sampai dengan 21 tahun.

Secara psikologis, remaja adalah manusia yang brada dalam suatu periode transisi dari masa awal anak anak hingga masa awal dewasa. Masa remaja bermula pada perubahan fisik yang cepat, pertambahan berat dan tinggi badan yang dramatis, perubahan bentuk tubuh, dan perkembangan karakteristik seksual seperti pembesaran buah dada, perkembangan pinggang dan kumis, serta dalamnya suara. Dalam masa ini anak mengalami masa pertumbuhan dan masa perkembangan fisiknya maupun perkembangan psikisnya. Mereka bukanlah anak-anak baik bentuk badan ataupun cara berfikir atau bertindak, tetapi bukan pula orang dewasa yang telah matang. Karena itu, masa remaja adalah masa dimana seseorang berfikiran labil, tidak stabil karena sifat emosional nya belum menuju tahap dewasa. Remaja akan cenderung ceroboh, asal, dan tidak berfikir matang matang sebelum melakukan sesuatu yang mengakibatkan terjadinya kenakalan kenakalan yang melebihi batas yang sewajarnya.

Kenakalan remaja meliputi semua kelakuan dan perilaku yang menyimpang dari norma-norma hukum pidana yang dilakukan oleh remaja. Banyak remaja remaja atau anak dibawah umur yang sudah mengenal rokok, narkoba, tawuran antar remaja, Freesex, dan terlibat banyak tindakan kriminal lainnya. Fakta ini sudah tidak dapat dipungkuri lagi, anda dapat melihat brutalnya remaja jaman sekarang. Faktor lingkungan sangat berpengaruh dalam pembentukan jiwa remaja. Bagi remaja yang ternyata salah memilih tempat atau teman dalam pergaulanya maka yang akan terjadi kemudian adalah dampak dampak negatif terhadap perkembangan pribadinya.Adapun macam macam kenakalan reamaja sebagai berikut.

·         Kenakalan dalam keluarga: Remaja yang labil umumnya rawan sekali melakukan hal-hal yang negatif, di sinilah peran orang tua. Orang tua harus mengontrol dan mengawasi putra-putri mereka dengan melarang hal-hal tertentu.Namun, bagi sebagian anak remaja, larangan-larangan tersebut malah dianggap hal yang buruk dan mengekang mereka. Akibatnya, mereka akan memberontak dengan banyak cara. Tidak menghormati, berbicara kasar pada orang tua, atau mengabaikan perkataan orang tua adalah contoh kenakalan remaja dalam keluarga.

·         Kenakalan dalam pergaulan: Dampak kenakalan remaja yang paling nampak adalah dalam hal pergaulan. Sampai saat ini, masih banyak para remaja yang terjebak dalam pergaulan yang tidak baik. Mulai dari pemakaian obat-obatan terlarang sampai seks bebas. Menyeret remaja pada sebuah pergaulan buruk memang relatif mudah, dimana remaja sangat mudah dipengaruhi oleh hal-hal negatif yang menawarkan kenyamanan semu. Akibat pergaulan bebas inilah remaja, bahkan keluarganya, harus menanggung beban yang cukup berat.

·         Kenakalan dalam pendidikan: kenakalan dalam bidang pendidikan memang sudah umum terjadi, namun tidak semua remaja yang nakal dalam hal pendidikan akan menjadi sosok yang berkepribadian buruk, karena mereka masih cukup mudah untuk diarahkan pada hal yang benar. Kenakalan dalam hal pendidikan misalnya, membolos sekolah, tidak mau mendengarkan guru, tidur dalam kelas, dll.

Perilaku ‘nakal’ remaja bisa disebabkan oleh faktor dari remaja itu sendiri (internal) maupun bukan / faktor dari luar (eksternal). Yang dimaksud dengan faktor internal dibagi menjadi dua. Pertama, krisis identitas. Perubahan sosiologis dan biologis memungkinkan terjadinya dua bentuk macam integrasi. Pertama, terbentuknya rasa percaya akan konsistensi dalam hidupnya. Yang kedua, tercapainya identitas peran. Nah, kenakalan remaja terjadi karena remaja tersebut gagal dalam mencapai kedua bentuk integrasi tersebut. Faktor kenakalan remaja yang kedua adalah kontrol diri yang lemah. Remaja yang tidak dapat mempelajari dan atau membedakan tingkah laku yang dapat diterima masyarakat dengan tingkah laku yang tidak bisa diterima masyarakat akan terjerumus untuk melakukan ‘kenakalan-kenakalan’ . begitupun halnya bagi para remaja yang telah mengetahui perbedaan kedua tingkah laku tersebut, namun tidak bisa mengembangkan kontrol diri untuk berperilaku sesuai dengan pengetahuan yang telah dia sadari. Yang dimaksud dengan faktor eksternal ada beberapa macam. Pertama, keluarga. Faktor keluarga adalah faktor yang menurut saya sangatlah berperan penting dalan kasus kenakalan remaja. Penceraian orang tua, tidak adanya komunikasi yang jelas antara anggota keluarga ataupun perselisihan antar anggota remaja dapat memicu terjadinya perilaku perilaku negatif pada remaja. Adapun macam macam permasalahan antar keluarga lain yang dapat memicu kenakalan remaja juga yaitu, pendidikan yang salah dikeluarga seperti terlalu memanjakan anak, tidak memberikan pendidikan dasar tentang agama, ataupun juga penolakan atas eksistensi keberadaan anak. Faktor-faktor penyebab lainnya yang menyebabkan munculnya kenakalan remaja, menurut Kumpfer dan Alvarado,



1.   Kurangnya sosialisasi dari orangtua ke anak mengenai nilai-nilai moral dan sosial.

2.   Contoh perilaku yang ditampilkan orangtua (modeling) di rumah terhadap perilaku dan nilai-nilai anti-sosial.

3.   Kurangnya pengawasan terhadap anak (baik aktivitas, pertemanan di sekolah ataupun di luar sekolah, dan lainnya).

4.   Kurangnya disiplin yang diterapkan orangtua pada anak.

5.   Rendahnya kualitas hubungan orangtua-anak.

6.   Tingginya konflik dan perilaku agresif yang terjadi dalam lingkungan keluarga.

7.   Kemiskinan dan kekerasan dalam lingkungan keluarga.

8.   Anak tinggal jauh dari orangtua dan tidak ada pengawasan dari figur otoritas lain.

9.   Perbedaan budaya tempat tinggal anak, misalnya pindah ke kota lain atau lingkungan baru.

10.           Adanya saudara kandung atau tiri yang menggunakan obat-obat terlarang atau melakukan kenakalan remaja

faktor lingkungan atau teman sebaya yang kurang baik juga bisa memicu timbulnya perilaku yang tidak baik pada diri remaja. Sekolah yang kurang menerapkan aturan yang ketat juga membuat remaja menjadi semakin rentan terkena efek pergaulan yang tidak baik.

"Guru yang kurang sensitif terhadap hal ini juga bisa membuat remaja menjadi semakin sulit diperbaiki perilakunya. Demikian juga dengan guru yang terlalu keras dalam menghadapi remaja yang bermasalah. Bisa jadi, bukannya ikut meredam kenakalan mereka, malah membuat kenakalan mereka semakin menjadi," ujar Prof. Arif Rachman, pakar pendidikan dari UNJ.

Hal lain yang dapat membuat seorang remaja melakukan kenakalan adalah jika orangtua terlalu mengekang anak. Yang akan terjadi adalah anak remaja menjadi tidak mampu berkembang secara mandiri dan mereka akan berusaha untuk melepaskan dirinya dari kekangan orangtua. Ketika hal ini terjadi, lingkungan sosial, terutama teman sebaya, akan menjadi pelarian utama si anak. Apabila ternyata lingkungan sosial tempat anak biasa berkumpul memiliki kecenderungan untuk melakukan kenakalan remaja, anak pun juga berpotensi besar untuk melakukan hal yang sama dengan apa yang dilakukan kelompoknya.

Namun hal yang samapun juga dapat terjadi apabila orangtua terlalu membebaskan anak. Perbedaannya adalah, anak yang dibebaskan tidak merasakan tekanan sebesar apa yang dirasakan oleh anak yang dikekang, sehingga dorongan untuk memberontak cenderung lebih kecil dibandingkan anak yang dikekang. Adapun  dampak dampak kenakalan remaja sebagai berikut.

Dampak Kenakalan Remaja:

·         Dampak kenakalan remaja pasti akan berimbas pada remaja tersebut. Bila tidak segera ditangani, ia akan tumbuh menjadi sosok yang bekepribadian buruk.
·         Remaja yang melakukan kenakalan-kenakalan tertentu pastinya akan dihindari atau malah dikucilkan oleh banyak orang. Remaja tersebut hanya akan dianggap sebagai pengganggu dan orang yang tidak berguna.
·         Akibat dari dikucilkannya ia dari pergaulan sekitar, remaja tersebut bisa mengalami gangguan kejiwaan. Yang dimaksud gangguan kejiwaan bukan berarti gila, tapi ia akan merasa terkucilkan dalam hal sosialisai, merasa sangat sedih, atau malah akan membenci orang-orang sekitarnya.
·         Dampak kenakalan remaja yang terjadi, tak sedikit keluarga yang harus menanggung malu. Hal ini tentu sangat merugikan, dan biasanya anak remaja yang sudah terjebak kenakalan remaja tidak akan menyadari tentang beban keluarganya.
·         Masa depan yang suram dan tidak menentu bisa menunggu para remaja yang melakukan kenakalan. Bayangkan bila ada seorang remaja yang kemudian terpengaruh pergaulan bebas, hampir bisa dipastikan dia tidak akan memiliki masa depan cerah. Hidupnya akan hancur perlahan dan tidak sempat memperbaikinya.
·         Kriminalitas bisa menjadi salah satu dampak kenakalan. Remaja yang terjebak hal-hal negatif bukan tidak mungkin akan memiliki keberanian untuk melakukan tindak kriminal. Mencuri demi uang atau merampok untuk mendapatkan barang berharga.

Solusi dan usaha pencegahan akan timbulnya masalah kenakalan remaja secara umum antara lain:
1. Mengenal dan mengetahui ciri ciri umum dan khas para remaja
2. Mengetahui kesulitan-kesulitan yang secara umum dialami oleh para remaja. Kesulitan-kesulitan manakah yang biasanya menjadi sebab timbulnya penyaluran dalam bentuk kenakalan.
3. Usaha pembinaan remaja :
a. Menguatkan sikap mental remaja supaya mampu menyelesaikan persoalan yang dihadapinya
b. Memberikan pendidikan bukan hanya dalam penambahan pengetahuan dan keterampilan melainkan pendidikan mental dan pribadi melalui pengajaran agama, budi pekerti dan etiket.
c. Menyediakan sarana-sarana dan meciptakan suasana yang optimal demi perkembangan pribadi yang wajar.
d. Usaha memperbaiki keadaan lingkungan sekitar, keadaan sosial keluarga maupun masyarakat di mana terjadi banyak kenakalan remaja.
Dengan usaha pembinaan yang terarah dan tepat, para remaja akan mengembangkan diri dengan baik sehingga keseimbangan diri pasti akan dicapai dimana tercipta hubungan yang serasi antara emosi dengan rasio. Pikiran yang sehat akan mengarahkan mereka ke perbuatan yang pantas, sopan dan bertanggung jawab yang diperlukan dalam menyelesaikan kesulitan atau persoalan masing-masing.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar