Sabtu, 22 September 2012

Tugas 4 - Solusi Labsky Untuk Kemanusiaan




Retak di Wajah Ibu Pertiwi : 
Kelaparan dan Kemiskinan yang Menyayat Indonesia


MASALAH
Di tengah gemerlapnya kota-kota besar di Indonesia, di tengah kebahagian dan gelak tawa orang-orang yang berpesta hingga larut malam, ada sebagian sisi kelam yang seolah terlupakan, tertinggal. Di luar sana, ada keluarga kecil yang bahkan sudah 3 hari perutnya tak berjumpa dengan segigit apelpun.  Di luar sana, ada yang harus mengais-ngais sampah untuk mendapatkan sedikit uang yang mungkin dapat mengganjal perut anak-anaknya, namun tidak dirinya. Bnayk pula yang tertinggaljauh di belakang oleh kencangnya arus teknologi yang tak turut merangkul mereka.

Indonesia adalah negara yang begitu kaya. Baik dari segi sumber daya alam maupun sumber daya manusianya. Begitu kata mereka. Tapi tidak semua masyarakatnya menikmati hasil bumi yang dipijaknya yang dibelanya. Banyak dari mereka yang justru menderita kelaparan, kekurangan gizi, keterbelakangan mental, kemiskinan dan mengalami keterasingan. Jauh dari hiruk pikuk dunia luar. Lebih dari 200 juta warga Indonesia hidup bersama. Namun, tidak semuanya mendapatkan hak mereka.


Potret kemiskinan yang terjadi di Indonesia
Hidup miskin bukan hanya berarti hidup di dalam kondisi kekurangan sandang, pangan, dan papan. Akan tetapi, kemiskinan juga berarti akses yang rendah dalam sumber daya dan aset produktif untuk memperoleh kebutuhan-kebutuhan hidup, antara lain: ilmu pengetahuan, informasi,teknologi, dan modal

Begitu kuatnya pengaruh teknologi modern semakin menyisihkan warga miskin dalam keterasingan yang tak terjangkau. Kehidupan yang penuh keringat dan pengorbanan seakan menjadi tak berarti bagi kita.

Masalah kemiskinan dan kelaparan di Indonesia adalah masalah paling krusial. Meski berbagai cara sudah dilakukan untuk menanggulangi masalah yang sudah sangat pelik ini, semuanya dilakukan secara kurang maksimal. Sehingga membuahkan hasil yang kurang memuaskan. Rumah-rumah kumuh yang dibangun dibantaran kali dan sungai, pengemis dan pengamen yang menyusuri setiap jengkal jalanan raya dan gang-gang sempit, anak-anak yang tidak mampu membiayai uang sekolah mereka, semua adalah masalah mendasar yang sudah sangat kompleks dan mendesak.

kemiskinan yang terjadi di Indonesia

Sekitar 13 persen atau sebanyak 31,02 juta penduduk Indonesia yang sangat rawan terhadap kekurangan pangan dan kekurangan gizi harus bisa diproyeksikan kebebasannya. Sesuai dengan arahan FAO, maka pada tahun 2015, setengah dari jumlah tersebut harus telah terbebaskan dari kemiskinan. Oleh karena itu, suatu perencanaan yang strategis dan terukur harus dilakukan dalam program pengentasan kemiskinan.

Karena, jangan sampai terjadi, yang satu dientaskan, sedangkan yang lainnya jatuh miskin. Kejadian semacam ini akan tidak banyak merubah angka kemiskinan. Sejalan dengan itu, modernitas disegala bidang seharusnya lebih mengutamakan hal-hal yang berdampak pada pengentasan kemiskinan.

UUD RI Th 1945 dalam salah satu pasal dan ayatnya menyebutkan, bahwa fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara. Tanggung jawab pemerintah terhadap warga miskin dapat diartikan, bahwa pemerintah harus menjadi koordinator yang proaktif dan progresif dalam memberdayakan potensipotensi sumber daya dan dana yang diarahkan secara strategis untuk mengentaskan kemiskinan.

Namun, sampai saat ini presentase kemiskinan di Indonesia belum banyak menurun. Jika kita perhatikan, masih banyak masyarakat Indonesia yang berada di bawah taraf hidup masyarakat lainnya. Kondisi ini sudah tentu sangat memprihatinkan.

Rumah di bantaran sungai yang kumuh dan
menimbulkan berbagai penyakit dan masalah lingkungan

Betapa tidak adilnya negara yang memiliki dasar hukum kokoh yang tidak mampu memberikan pelayanan maksimal terhadap rakyat miskin. Banyak rakyat yang mati kelaparan akibat tak mampu membeli makanan. Di Indonesia, bahkan gizi buruk sudah mencapai angka yang tinggi. Bagaimana pemerintah menganggulangi bencana ini?

Dari berbagai sudut pandang tentang pengertian kemiskinan, pada dasarnya bentuk kemiskinan dapat dikelompokkan menjadi tiga pengertian, yaitu:

1. Kemiskinan Absolut. Seseorang dikategorikan termasuk ke dalam golongan miskin absolut apabila hasil pendapatannya berada dibawah garis kemiskinan, tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup minimum, yaitu: pangan, sandang, kesehatan, papan, dan pendidikan.

2.Kemiskinan Relatif. Seseorang yang tergolong miskin relatif sebenarnya telah hidup di atas garis kemiskinan tetapi masih berada di bawah kemampuan masyarakat sekitarnya.

3.Kemiskinan Kultural. Kemiskinan ini berkaitan erat dengan sikap seseorang atau sekelompok masyarakat yang tidak mau berusaha memperbaiki tingkat kehidupannya sekalipun ada usaha dari pihak lain yang membantunya

Pemerintah, dalam pelaksanaannya, seharusnya melibatkan organisasi-organisasi kemasyarakatan, sektor swasta, akademisi, asosiasi profesi dan kelompok masyarakat lain yang dibutuhkan.

Lingkungan kumuh akan menimbulkan berbagai penyakit

Berbagai upaya tersebut telah berhasil menurunkan jumlahpenduduk miskin dari 54,2 juta (40.1%) pada tahun 1976 menjadi 22,5juta (11.3%) pada tahun 1996. Namun, dengan terjadinya krisis ekonomi sejak Juli 1997 dan berbagai bencana alam seperti gempa bumi dan tsunami pada Desember 2004 membawa dampak negatif bagi kehidupan masyarakat, yaitu melemahnya kegiatan ekonomi, memburuknya pelayanan kesehatan dan pendidikan, memburuknya kondisi sarana umum sehingga mengakibatkan bertambahnya jumlah penduduk miskin menjadi 47,9 juta (23.4%) pada tahun 1999. Kemudian pada 5 tahun terakhir terlihat penurunan tingkat kemiskinan secara terus menerus dan perlahan-lahan sampai mencapai 36,1 juta (16.7%) di tahun 2004 seperti yang terlihat pada gambar di bawah ini (catatan: terjadi revisi metode ditahun 1996).


Kemiskinan menjadi musuh utama 

Pelibatan berbagai komponen masyarakat ini, selain dimaksudkan menyinergiskan ideide pengentasan kemiskinan, dapat juga memberikan dampak psikologis rasa kebersamaan dan memiliki tanggung jawab yang sama.

Selain kemiskinan, masalah penting lainnya yang sedang dihapadapi Indonesia adalah kelaparan dan kekurangan gizi. Terutama bagi rakyat kecil. Berdasarkan data FAO tahun 2006 terdapat 820 juta kelaparan kronis di negara berkembang, dari jumlah tersebut 350 – 450 juta atau lebih dari 50 persen adalah anak-anak, 13 juta diantaranya ada di Indonesia. Selain itu data dari WHO disebutkan bahwa malnutrisi dan kelaparan merupakan penyebab kematian tertinggi di seluruh dunia, yaitu paling tidak 17.289 anak-anak meninggal setiap harinya karena kelaparan dan malnutrisi, sehingga kelaparan dan malnutrisi menjadi ancaman nomor satu bagi kelangsungan hidup anak-anak diseluruh dunia, melebihi AIDS, Malaria dan TBC.


Kelaparan dan gizi buruk 

Malnutrisi adalah suatu keadaan di mana tubuh mengalami gangguan dalam penggunaan zat gizi untuk pertumbuhan, perkembangan dan aktivitas. Malnutrisi dapat disebabkan oleh kurangnya asupan makanan maupun adanya gangguan terhadap absorbsi, pencernaan dan penggunaan zat gizi dalam tubuh.

Salah satu dari penyebab kelaparan dan malnutrisi ini adalah lagi-lagi kemiskinan.

Ketika angka malnutrisi berkurang satu persen, kemiskinan juga berkurang empat persen. Tapi jika kemiskinan ditekan sehingga berkurang satu persen, angka malnutrisi hanya berkurang 0,05 persen. Sehingga program pemberian nutrisi membuat orang pintar, bisa bersekolah sekaligus lebih banyak mengurangi kemiskinan,”

Public Information Officer World Food Programme (WFP)


Berbagai permasalahan ini tentunya membuat Indonesia sebagai negara berkembang, mengalami kesulitan untuk memenuhi targetnya. Dibutuhkan kerjasama dari seluruh pihak untuk turut membantu mengentaskan kemiskinan dan kelaparan dari Indonesia. Ketulusan dan kejujuran hati pemerintah dan masyarakat Indonesia juga sangat diperlukan untuk membantu orang-orang yang membutuhkan, agar mendapat oenghidupan yang lebih layak.


Kelaparan
Dunia menghadapi bahaya besar berupa krisis pangan dan kelaparan secara global. Lebih dari satu miliar orang penduduk dunia terancam bahaya kelaparan. Bahkan, kini setiap lima detik satu warga dunia meninggal akibat kelaparan.


23,63 juta penduduk Indonesia terancam kelaparan

PALING sedikit 23,63 juta penduduk Indonesia terancam kelaparan saat ini, di antaranya 4,35 juta tinggal di Jawa Barat. Ancaman kelaparan ini akan semakin berat, dan jumlahnya akan bertambah banyak, seiring dengan Mereka yang terancam kelaparan adalah penduduk yang pengeluaran per kapita sebulannya di bawah Rp 30.000,00. Di antara orang-orang yang terancam kelaparan, sebanyak 272.198 penduduk Indonesia, berada dalam keadaan paling mengkhawatirkan. Dari jumlah itu, sebanyak 50.333 berasal dari Jawa Barat, di antaranya 10.430 orang tinggal di Kabupaten Bandung dan 15.334 orang tinggal di Kabupaten Garut. Mereka yang digolongkan terancam kelaparan dengan keadaan paling mengkhawatirkan adalah penduduk yang pengeluaran per kapitanya di bawah Rp 15.000,00 sebulan

Sungguh miris apa yang terjadi pada dua anak yang bernama Rio (5) dan Rizki (8). Kemiskinan yang membelenggu keluarga mereka telah menyebabkan keduanya menderita gizi buruk karena terbiasa makan tanah. Kedua anak yang tinggal di Korong Olo, Nagari Sunur, Kecamatan Nan Sabaris, Kabupaten Padang Pariaman itu diketahui menderita marasmus dan kwashiorkor atau yang biasa disebut gizi buruk. Saat ini, kedua anak yang masih bersaudara ini, sudah dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pariaman.

 Terlihat fisik kedua anak tersebut mengalami gembung di bagian perut. Kaki dan tangan keduanya juga tampak mengecil. Tatapan matanya juga kosong. Setiap saat, kedua anak itu terdengar menangis karena merasakan gatal di bagian anusnya.
Ibu kedua anak itu, Maunis (39), dengan mata berkaca-kaca sambil menahan tangis menceritakan, dirinya tak mampu untuk membiayai hidup anak-anaknya kerena penghasilannya hanya Rp10.000 per hari. Uang sebesar itu didapatnya dari hasil membantu membuat lapiak pandan (tikar pandan, red.) usaha milik tetangganya.” (http://kabarnet.wordpress.com/2012/05/30/tragis-dua-bocah-indonesia-kelaparan-makan-tanah/)
Dari artikel diatas terlihat betapa mirisnya kehidupan yang dijalani oleh keluarga tersebut. Segala macam kekurangan yang ditanggung sendiri oleh sang ibu menjadi beban yang amat berat. Namun di luar sana banyak sekali orang-orang yang menghambur-hamburkan uang hanya demi kesenangan sesaat.
Perangilah kemiskinan dan kelaparan!


Bagaimana kita bisa begitu angkuh dalam melihat dunia, sementara saudara kita ada yang kelaparan. Kesadaran akan lingkungan sekitar dan orang lain, serta rasa empati terhadap orang lainlah yang perlu kita tingkatkan. Sisihkan sedikit uang untuk diberikan pada orang yang kurang mampu sebenarnya adalah salah satu bukti bahwa kita ikut berkontribusi memberantas kemiskinan dan kelaparan. Namun, rakyat miskin dan menderita gizi buruk di Inodnesia sangatlah banyak. Tentu saja diperlukan banyak pihak untuk memberantas kemiskinan dan kelaparan sampai ke akarnya.


SOLUSI
 Berbagai permasalahan yang terjadi di Indonesia tak lepas dari campur tangan pemerintah dalam mengelola daerahnya masing-masing. Kelaparan, kemiskinan dan kekurangan gizi yang melanda Indonesia ini akan berdampak buruk bagi masa depan Indonesia sendiri. Sebenarnya sudah banyak upaya yang dilakukan pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan dan kelaparan. Hanya saja, semua dilakukan kurang maksimal. Pada beberapa titik, angka kemiskinan memang menurun. Namun, di banyak titik lainnya yang tak terjangkau, angka kemiskinan, kelaparan, gizi buruk, dan keterbelakangan mental masih cukup tinggi.
Dibutuhkan tidak hanya peran pemerintah dalam menanggulangi kemiskinan dan kelaparan di Indonesia, namun juga seluruh masyarakat Indonesia saling bahu-membahu mengentaskan bencana ini. Upaya yang dilakukan juga tidak boleh setengah-setengah. Memang dibutuhkan waktu yang cukup lama untuk benar-benar menuntaskan masalah ini hingga ke akar-akarnya dan membentuk Indonesia yang jauh lebih baik. Bagai upaya yang dapat dilakukan, di antaranya adalah :
1.    Menyediakan kesempatan pendidikan yang tinggi
Dewasa ini, kemajuan teknologi sudah sangat pesat. Namun, kemajuan teknologi ini tidak turut menjamah masyarakat miskin yang bahkan tinggal di kota-kota besar. Banyak dari warga miskin yang tidak tahu tentang kemajuan zaman dan apa yang sedang terjadi di sekitarnya. Hal ini sudah tentu menyebabkan mereka terasingkan di tengah hiruk pikuk kota. Untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat, pemerintah perlu memberikan kesempatan pendidikan gratis bagi warga miskin. Dengan adanya kesempatan pendidikan yang tinggi, setiap warga negara akan mendapatkan pengetahuan yang sama akan apa yang sedang terjadi sekarang. Sehingga mereka dapat menyesuaikan diri dan tidak menjadi terasingkan akibat ketidaktahuan  mereka.Dan siapa tahu, suatu saat nanti darikalangan bawahlah yang akan menaikkan derajat dan martabat Indonesia di mata dunia, dengan krativitas dan inovasinnya.
2.    Menyediakan lebih banyak lapangan kerja

Untuk menampung banyaknya warga miskin dan pengangguran, pemerintah perlu menyediakan lapangan pekerjaan yang layak. Tidak hanya itu, masyarakat yang sudah cukup beradapun dapat membuat lapangan pekerjaan bagi warga miskin agar mereka mendapat pekerjaan dan meningkatkan taraf hidup mereka.

3.    Menyediakan lebih banyak filitas umum yang gratis

Banyak rumah sakit yang tidak mau melayani warga miskin. Alasannya, karena biaya rumah sakit yang mahal dan mereka tidak mempunyai cukup uang untuk membayarnya. Lantas, warga miskin ditelantarkan. Banyak warga miskin yang akhirnya menggal karena berbagai penyakit yang dideritanya. Masyarakat dan pemerintah perlu memperhatikan hal ini. Kesehatan adalah salah satu hal yang paling penting yang harus dijaga. Sebab, dengan sehat, kita dapat melakukan hal apapun yang bermanfaat.

Selain rumah sakit gratis bagi warga miskin, sekolah gratis juga sangat diperlukan. Menyambung dari poin pertama, pemerintah perlu menyediakan sekolah gratis bagi warga miskin, dimana kurikulum yang digunakan tetaplah kurikulum nasional yang setara dengan sekolah-sekolah umum lainnya.

4.    Meningkatkan UMR (Upah Minimum Regional)
Mahalnya berbagai jenis kebutuhan dasar seperti sandang,pangan dan papan tentu memberatkan bagi warga miskin. Apalagi menjelang hari raya. Melambungnya harga-harga itu tidak berpihak pada warga miskin. Sehingga pada akhirnya banyak warga yang miskin yang terpaksa tidak makan berhari-hari karena tidak punya uang. Peningkatan UMR diharapkan dapat membantu meningkatkan taraf hidup masyarakat. Terutama masyarakat kelas bawah.
5.    Pemberantasan korupsi uang negara kemakmuran rakyat
Semua solusi di atas tentunya tidak akan berfungsi dengan baik apabila masalah korupsi di Indonesia tidak diberantas habis. Para koruptor yang tanpa rasa bersalah menggunakan uang yang seharusnya dialokasikan bagi warga miskin, mengakibatkan makin buruknya kondisi warga miskin di Indonesia. Tidak akan hilang masalah kemiskinan dan kelaparan di Indonesia, bila koruptor terus memakan hak-hak warga sipil yang sangat membutuhkan uang demi kelangsungan hidup mereka. Negara ini adalah negara hukum. Tapi bagaimana bisa koruptor ditempatkan dalam lembaga-lembaga hukum? Jika hal ini terus terjadi, tak kan ada kemakmuran di Indonesia.
Untuk itu, marilah bersama kita berantas korupsi yang sudah sangat meresahkan ini. Coba kita lihat lebih jauh lagi, di luar sana banyak anak kecil yang menangis dan orang dewasa yang pengangguran. Sebenarnya, pajak yang kita bayar itu akan sangat membantu meningkatkan taraf hidup mereka, kalau saja tidak dikorupsi oleh para koruptor yang tidak betranggung jawab.
6.    Kontribusi dari seluruh masyarakat Indonesia untuk bersama mengentaskan kemiskinan dan kelaparan
Melihat masih banyak saudara-saudara kita yang menderita, sudah selayaknya kita memberi bantuan tanpa pamrih kepada mereka. Baik berupa sandang, pangan maupun papan. Berbagai kebutuhan dasar yang kadang tidak sempat mereka penuhi karena tidak mempunyai cukup uang.
Pemerintah dapat menggunakan seluruh potensi bangsa dan negaranya dalam memerangi kemiskinan dan kelaparan, kalau saja pemerintah benar-benar mau melakukannya. Sayangnya, masih begitu banyak pejabat tamak yang duduk di kursi-kursi terhormat dan menamakan dirinya sebagai wakil rakyat. Sungguh hal memalukan yang ditanggung negara ini. Hal ini tentu mempersulit negara dalam mencapai salah satu tujuannya yang mulia ini, yaitu memberantas kelaparan dan kemiskinan.
7.    Pemberian sembako gratis bagi warga miskin

8.    Menjadi orang tua asuh bagi anak-anak kurang mampu dan terlantar

Yang satu ini mungkin tidak dapat dilakukan oleh semua orang. Hanya orang-orang yang mempunyai kelehiban uang dan ketulusan niat yang benar-benar bisa melakukannya. Namun sebenarnya, menjadi orang tua asuh bagi anak-anak kurang mampu sangatlah membantu meningkatkan taraf hidup mereka.

pemenuhan kebutuhan dasar seperti pangan, sandang dan papan
adalah yang paling utama saat ini

Negara ini adalah negara yang kaya. Baik dari segi sumber daya alam maupun manusianya. Marilah kita bersama-sama mengelola itu semua dengan baik. Menjadikan Indonesia sebagai negara yang adil damai dan makmur seperti yang dicita-citakan.

SUMBER :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar