Rabu, 19 September 2012

Tugas 4 - Solusi Labsky untuk Kemanusiaan

“Diskriminasi menganggu perdamaian“


          Bila ada kata diskriminasi, apa yang ada di pikiran anda? Biasanya yang langsung terpikir adalah ketidak adilan, permusuhan/pertengkaran, dan konflik. Hal tersebut merupakan hal yang sama-sama tidak kita sukai apabila kita yang menjadi korban, tetapi kadang hal tersebut kita lakukan tanpa sadar. Seperti membeda-bedakan warna kulit, merasa sukunya lebih tinggi dari suku lainnya, atau bahkan merendahkan derajat perempuan dalam pekerjaan. Maka dari itu, mari kita pelajari lebih lanjut tentang diskriminasi agar kita tidak terjerumus kedalamnya atau dapat dikatakan sebagai “pelaku” dari diskriminasi.

          Apa sih yang dimaksud dengan diskriminasi? Diskriminasi berarti setiap tindakan memisahkan seseorang dari sebuah organisasi, lingkungan, masyarakat atau kelompok orang berdasarkan kriteria tertentu. Dalam pengertian yang lebih luas, diskriminasi adalah sebuah cara untuk mengurutkan dan mengklasifikasikan entitas lain. Sedangkan, menurut wikipedia, “Diskriminasi merujuk kepada pelayanan yang tidak adil terhadap individu tertentu, di mana layanan ini dibuat berdasarkan karakteristik yang diwakili oleh individu tersebut. Diskriminasi merupakan suatu kejadian yang biasa dijumpai dalam masyarakat manusia, ini disebabkan karena kecenderungan manusia untuk membeda-bedakan yang lain. Atau, ketika seseorang diperlakukan secara tidak adil karena karakteristik suku, antargolongan, kelamin, ras, agama dan kepercayaan, aliran politik, kondisi fisik atau karateristik lain yang diduga merupakan dasar dari tindakan diskriminasi”.
Terjadinya diskriminasi terbagi atas 2 jenis :
·         Diskriminasi langsung, terjadi saat hukum, peraturan atau kebijakan jelas-jelas menyebutkan karakteristik tertentu, seperti jenis kelamin, ras, dan sebagainya, dan menghambat adanya peluang yang sama.

·         Diskriminasi tidak langsung, terjadi saat peraturan yang bersifat netral menjadi diskriminatif saat diterapkan di lapangan.


          Diskriminasi dapat merujuk atau mengarah ke bidang apapun, dan dapat menggunakan kriteria apapun. Jika kita berbicara tentang manusia, misalnya, dapat membedakan antara lain dengan usia, warna kulit, tingkat pendidikan, status sosial, pengetahuan, kekayaan, warna mata yang berbeda, dan lainnya.  Diskriminasi ini mengacu kepada sikap pengecualian pembedaan, atau pembatasan berdasarkan asal etnis atau nasional, jenis kelamin, usia, kecacatan, status sosial atau ekonomi, kondisi kesehatan, kehamilan, bahasa , agama, opini, orientasi seksual, status perkawinan atau lainnya, memiliki efek merugikan atau meniadakan pengakuan atau pelaksanaan hak-hak dan kesetaraan kesempatan bagi orang-orang. Namun, diskriminasi merujuk pada tindakan membedakan. Biasanya digunakan untuk merujuk pada pelanggaran hak-hak yang sama bagi individu dengan masalah sosial, usia, ras, agama, politik, orientasi seksual atau gender.

          Sumber utama dari ketidaksetaraan adalah diskriminasi. Menurut Cesar Rodriguez, dalam teks yang berjudul Hak untuk mendapatkan kesetaraan, "pendapatan, kelas sosial dan ras, faktor seperti jenis kelamin, etnis, kebangsaan, agama atau ideologi politik" menimbulkan bentuk diskriminasi.

          Kelompok minoritas seringkali didiskriminasi dan berada dalam posisi "subordinasi abadi" (istilah yang di ambil dari hukum dan kelompok yang kurang beruntung), yang tercermin dalam perekonomian (kelas bawah), politik (kelompok-kelompok ini tidak terwakili kebijakan) dan kehidupan sosial. Diskriminasi semacam ini paling jelas terlihat, seperti yang terlihat seperti kekerasan rasial fisik antar kelompok yang terjadi di Amerika Serikat atau Eropa yaitu pembedaan kesempatan dan hak bagi antara kulit putih dan kulit hitam. Namun tidak hanya itu, terkadang kita juga sering membeda-bedakan orang yang berwajah asli Indonesia dengan orang yang berwajah cina. Seperti dulu yang sempat terjadi, yaitu pembantaian orang-orang keturunan cina yang ada di Indonesia. Hal tersebut merupakan contoh dari diskriminasi yang tergolong serius, bukan hanya menyindir atau mengucilkan tetapi sudah sampai tahap membunuh, menyiksa, dan membuat rasa takut serta tidak nyaman yang sangat terhadap ras tertentu tersebut. Sampai sekarang diskriminasi juga masih sering terjadi di tempat umum seperti restoran, hotel, maupun tenpat umum lainnya. Seringkali warga negara asing atau warga negara indonesia yang berdarah campuran asing mendapat fasilitas atau pelayanan yang lebih baik, karena seringkali masyarakat indonesia masih menganggap bahwa warga negara asing memiliki derajat yang lebih tinggi dari pada masyarakat Indonesia sendiri, dan terkadang masyarakat kita masih suka “norak” jika bertemu dengan warga negara asing terutama yang berkulit putih.                                                  
                                                                                                                                                     
          Diskriminasi di tempat kerja juga masih sering terjadi, dapat dilihat dari :
  • Struktur gaji
  • Cara penerimaan karyawan
  • Strategi yang diterapkan dalam kenaikan jabatan
  • Kondisi kerja secara umum yang bersifat diskriminatif.

          Diskriminasi telah menjadi sumber utama ketidakadilan, karena dalam diskriminasi kelompok-kelompok tertentu mereka terkecualian, bahkan mereka kehilangan hak-hak dasar tertentu seperti kesehatan, jaminan sosial dan pendidikan dan lain-lain. Perlu diketahui bahasa juga memainkan peranan penting dalam diskriminasi yaitu prasangka negatif, nada menghina, sindir menyindir, dan kekuasaan sewenang-wenang.

          Dalam bahasa diskriminatif maka digunakan istilah dengan berkonotasi rasis, classist atau nasionalis. Kata-kata juga digunakan untuk membuat dan memelihara stereotip. Ada banyak frase yang mengekspresikan diskriminasi namun tidak banyak yang menyadarinya. Untuk semua ini, kita dapat mengatakan bahwa bahasa adalah bentuk diskriminasi dan membuat sikap-sikap ini akan menembus perilaku masyarakat dalam menggunakan bahasa yang bersifat diskriminatif.

          Berikut ini adalah jenis-jenis diskriminasi :

Jenis-jenis Diskriminasi
  • Diskriminasi Umur : Individu diberi perlakuan yang tidak adil karena ia tergolong dalam lingkungan umur tertentu.
Misalnya : Seorang anak yang memiliki ide atau pendapat terhadap suatau masalah tetapi tidak mendapat dukungan akibat tidak adanya yang menghargai pendapat seorang anak yang dianggap masih dibawah umur dan dianggap belum pantas mengutarakan pendapat yang serius. Padahal mungkin yang diutarakan anak tersebut dapat dijadikan solusi untuk sebuah masalah.
  • Diskriminasi Jenis Kelamin : Individu diberi perlakuan yang tidak adil karena gender mereka. Misalnya, seorang wanita menerima gaji yang lebih rendah dengan pria serekan kerjanya, meskipun kontribusi mereka sama. Atau, seorang wanita tidak dapat melakukan atau tidak diberi izin untuk melakukan tugas-tugas penting karena dianggap tidak cukup mampu untuk melakukan tugas tersebut. Padahal mungkin wanita tersebut sudah berpengalaman lama di bidang tersebut.

  • Diskriminasi Kesehatan ; Individu diberi perlakuan yang tidak adil karena mereka menderita penyakit atau cacat tertentu. Misalnya seorang yang pernah menderita sakit jiwa telah ditolak untuk mengisi jabatan tertentu, meskipun ia telah sembuh dan memiliki kemampuan yang dibutuhkan. Atau seseorang yang tadinya merupakan pimpinan atau memiliki jabatan tinggi, diturunkan karena dianggap tidak mampu melakukan tugasnya dengan baik apabila mengidap penyakit tertentu tersebut, padahal sebetulnya tidak berpengaruh sama sekali terhadap hasil kerjanya. Tetapi akibat persaingan yang tidak sehat, hal tersebut dijadikan suatu alasan untuk menjatuhkan seseorang tersebut.
  • Diskriminasi Ras / warna kulit: Individu diberi perlakuan yang tidak adil berdasarkan ras atau warna kulit yang mereka miliki. Hal ini seperti yang terjadi di Amerika. Untuk sedikit mengulas balik, berikut ceritanya :
Bangsa kulit hitam pertama kali dijual dan diperdagangkan ke selatan Amerika sejak 1607 hingga 1807 ketika akhirnya pengimporan tersebut dilarang. Setelah Abraham Lincoln yang menentang perbudakan dilantik sebagai Presiden AS pada 1860, perbudakan pun dihapuskan pada 1863 melalui status hukum. Meski demikian, perbedaan ras masih terasa hingga akhirnya sekitar awal dan pertengahan abad ke-20, rakyat kulit hitam mulai bangkit melawan diskriminasi terhadap suku mereka. Puncaknya terjadi pada tahun 1960-an dengan munculnya Gerakan Hak Asasi Manusia di bawah pimpinan Dr. Martin Luther King, Jr. dan Roy Wilkins sehingga kini rakyat kulit hitam di AS telah mendapatkan kehidupan dan perlakuan yang jauh lebih baik. Keadaan ekonomi dan tingkatan mereka dalam masyarakat juga telah menjadi lebih baik. Walaupun begitu, secara kolektif, mereka masih saja kalah dibandingkan dengan rakyat kulit putih dalam bidang-bidang tersebut. Banyak masalah sosial seperti akses kesehatan yang kurang dan kesulitan mendapatkan pekerjaan juga masih melekat pada warga kulit hitam di AS.
Sebenarnya, Etnis Afrika-Amerika, atau Afro-Amerika, adalah sebuah kelompok etnis di Amerika Serikat yang nenek moyangnya banyak berasal dari Afrika di bagian Sub-Sahara dan Barat. Mayoritas dari rakyat etnis Afrika-Amerika berdarah Afrika, Eropa dan Amerika Asli. Istilah yang digunakan untuk merujuk kepada kelompok etnis ini dalam sejarah termasuk negro, kulit hitam, dan istilah lainnya dalam bahasa Inggris: colored, Afro-Americans. Kata negro dan colored kini lebih jarang digunakan dan sering dianggap menghina. Afrika-Amerika, kulit hitam kini lebih sering digunakan, meski istilah Afrika-Amerika sering disalah gunakan untuk merujuk kepada warga kulit hitam yang bukan penduduk Amerika Serikat juga.

  • Dikriminasi Agama : Individu diberi perlakuan yang tidak adil berdasarkan agama yang dianut. Misalnya : Bila kita jalan-jalan ke suatu tempat yang didominasi warga asing non muslim, sering kali kita akan mendapat tatapan atau perlakuan sinis/tidak menyenagkan dari mereka. Kenapa? Karena, berdasarkan hal-hal yang terjadi seperti “pengeboman” yang dilakukan sekelompok orang islam radikal, mereka menganggap keseluruhan umat muslim sama, mereka menganggap muslim sebagai agama teroris. Padahal sebetulnya itu tidak benar, orang-orang golongan ekstrim dan radikal yang telah mencemarkan nama baik islam. Tidak hanya di tempat umum, bahkan kalau kita bekerja ke luar negeri dan kita mengenakan atribut islam seperti kerudung, terkadang masih sering dipersulit segala sesuatunya.


          Sekarang untuk solusi pemberantasan diskriminasi, dari pemerintah atau negara sudah lama ada upaya untuk menghentikan diskriminasi yaitu adanya jaminan penghormatan terhadap hak-hak melalui hukum. Lewat hukum yang tegas dan dilaksanakan dengan baik, perilaku diskriminasi perlahan-lahan pasti bisa diberantas atau dihilangkan walaupun tidak secara total mungkin. Diskriminasi tidak boleh terjadi dalam masyarakat, karena diskriminasi dapat memicu terjadinya ketidakseimbangan dalam masyarakat serta dapat menimbulkan masalah yang besar, mungkin awalnya hanya konflik perorangan, tetapi tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi pada suatu konflik. Bisa saja dari permusuhan perorangan, menjadi konflik kelompok, menjadi konflik antar daerah, dan kemudian menimbulkan peperangan. Maka dari itu, mulai dari diri sendiri kita harus bisa melakukan perbuatan toleran, diantaranya memahami dan menerima perbedaan yang timbul dari keragaman budaya ada (multikulturalisme).

          Diskriminasi, dalam bentuk apapun, mungkin tidak akan pernah hilang total bila tidak ada kesadaran dari masing-masing pribadi. Namun dapat dihentikan di dalam lingkungan manusia itu sendiri dan terus membuat kesadaran bahwa diskriminasi memberikan efek yang buruk. Diskriminasi dapat dihentikan dimulai dari : diri sendiri, keluarga, sekolah, tempat kerja, transportasi, perdagangan, usaha , beberapa lembaga, olahraga, dll). Dan juga memberikan kesadaran kepada orang lain akan dampak dari diskriminasi ini dengan menekankan "bahwa kita semua sama-sama manusia, memiliki hak yang sama karena kita semua setara".

Tidak ada komentar:

Posting Komentar