Jumat, 21 September 2012

Tugas 4 - Solusi Labsky untuk Kemanusiaan

Konflik Etnis dan Ras


                Konflik etnis dan ras merupakan hal yang terjadi pada peradaban manusia. Perbedaan fisik merupakan karunia tuhan agar setiap kaum membanggakan keunikan fisik masing-masing malah menciptakan perselisihan ras. Meskipun konflik etnis dan ras telah ada sejak awal keberadaan manusia, namun hal ini masih berlangsung hingga hari ini. Pada hari ini, konflik etnis dan ras tetap ada di setiap pelosok dunia.

Ternyata, konflik yang bersumber dari ketidakadilan dan ketidakpuasan antara manusia disebabkan oleh perbedaan warna kulit dan budaya yang masih signifikan. Konflik yang terjadi di negara-negara bekas Persekutuan Soviet, Eropa Timur, negara-negara Balkan, Palestina, negara Afrika seperti Rwanda, juga di negara maju seperti Amerika Serikat dan baru-baru ini di Indonesia telah membuktikan kepada umat manusia bahwa ketegangan suku telah membawa kepada kekerasan dan konfrontasi.
Ras (Race) adalah kumpulan manusia yang terdiri dari pria dan perempuan yang berbagi fitur-fitur biologis tersendiri yang diwariskan, dan dapat dibedakan dengan jelas dalammasyarakat. Manusia dibagi menjadi kategori Caucasoid, Mongoloid, Negroid dan Australoid dengan berdasarkan pada perbedaan fisik seperti warna kulit, warna rambut, bentuk dan lain-lain.

Rasisme

Prasangka (prejudice) merupakan akar segala bentuk rasisme. Prasangka adalah satu pandangan yang buruk terhadap individu atau kelompok manusia lain dengan hanya mengacu pada fitur-fitur tertentu seperti ras, agama, pekerjaan, jenis kelamin atau kelas. Misalnya, kaum kulit hitam dianggap kurang dari segi intelektual dan kekayaan.

Rasisme merupakan suatu masalah rumit yang dihadapi oleh dunia. Beberapa percobaan telah dilakukan untuk menjelaskan asal-usul fenomena ini. Psikolog mencoba untuk menemukan penyebab rasisme dari kepribadian individu, dan dikaitkan dengan soal kecewaan atau authoritarian personality (penguasaan individu dominan atas yang lemah). Bagi anggota sosiologi yang berhaluan Marxis pula, rasisme lebih merupakan bagian dari ideologi kaum golongan kelas atas untuk mempertahankan eksploitasi dan penindasan atas kaum bukan kulit putih dalam zaman penjajahan, perbudakan dan imperialisme.

Langkah-Langkah Mengatasi Konflik etnis dan Ras

Konflik etnis dan ras ini tidak akan menguntungkan negara itu maupun rakyatnya. Banyak rakyat yang tidak berdosa telah tewas dan banyak harta yang musnah. Bahkan ia membawa kerugian dan pengalaman pahit kepada rakyat di negara yang terjadi masalah konflik etnis dan ras.
Konflik etnis dan ras di negara dapat di atasi dengan beberapa langkah dan strategi untuk tetap menjaga peristiwa yang sedemikian rupa tidak akan terjadi.
Di antara langkah-langkah penting yang harus dilakukan dengan kemiskinan terlepas perbedaan etnis dan ras. Masyarakat perlu dilakukan penyusunan kembali untuk memperbaiki ketidakseimbangan ekonomi di antara kelompok etnis dan menghapus identitas etnis dengan kegiatan ekonomi dan area tempat tinggal. Dalam masyarakat tersebut yang umum akan lebih diutamakan dari kepentingan kaum atau kelompok-kelompok tertentu.

Kebebasan dan hak-hak asasi individu dalam suatu negara akan dijamin dalam perlembagaannya. Dengan ini satu masyarakat adil dapat terwujud, semua rakyatnya memiliki kesempatan yang sama untuk menikmati kemakmuran negara mereka, kekayaan negara juga akan dibagikan secara seksama dan tidak akan diizinkan terjadi pemerasan manusia oleh manusia.

Kehamilan Tidak Diinginkan


      Istilah kehamilan yang tidak diinginkan mengandung arti sebagai kehamilan yang terjadi saat salah satu atau kedua belah pihak dari pasangan tidak menginginkan anak sama sekali atau kehamilan yang sebenarnya diinginkan tapi tidak pada saat itu, dimana kehamilan terjadi lebih cepat dari yang telah direncanakan. 

      KTD tentu saja terjadi akibat telah dilakukannya hubungan seksual, baik yang dilakukan secara sengaja ataupun tanpa disengaja. Beberapa kejadian KTD disebabkan oleh karena tindakan perkosaan ataupun kekerasan seksual. KTD juga dapat terjadi karena kegagalan dalam pemakaian alat kontrasepsi, bayi yang trekandung ternyata menderita cacat majemuk yang berat, kondisi kesehatan ibu yang tidak memungkinkan untuk menjalani kehamilan, karena adanya tuntutan karir, kehamilan terjadi karena incest (akibat hubungan antar keluarga), serta oleh karena kehamilan terjadi akibat dilakukan hubungan seksual pra nikah, sehingga dirasa masih belum saatnya untuk terjadi, yang didukung pula oleh karena rendahnya pengetahuan akan kesehatan reproduksi dan seksual.

     Pada remaja, kehamilan tidak diinginkan terjadi karena remaja belum memiliki kesiapan untuk menjalani kehamilan, baik secara psikis, sosial, fisik, ataupun secara ekonomi. Hubungan seks pranikah yang dilakukan remaja cenderung berbanding lurus dengan angka kejadian KTD pada remaja.




       Sekarang ini, masalah kehamilan pada remaja cenderung masih kurang untuk negara-negara berkembang dibandingkan dengan negara-negara maju. Program pendidikan seks di sekolah memainkan peran besar di kalangan remaja. Tanpa adanya pengetahuan yang cukup bagi remaja, maka remaja dapat terjun ke hal-hal yang tidak semestinya seperti seks bebas yang dapat mengakibatkan kehamilan remaja. 
        
        Para psikolog menyatakan bahwa masa remaja adalah masa stres emosional yang dapat mengakibatkan perubahan psikologis dan fisiologis yang cepat. Sejumlah bayi di panti asuhan diyakini hasil dari kehamilan remaja. Menurut psikolog terkemuka, seorang remaja laki-laki berpikir tentang seks 125 kali sehari. Selama bertahun-tahun, aktivitas seksual di kalangan remaja semakin meningkat. Seorang ibu secara fisik dan emosional remaja tidak pernah siap hamil ketika usia mereka masih remaja. Selain itu bayi mereka lebih rentan terhadap komplikasi. Dan yang perlu Anda ketahui, penyakit menular seksual hidup berdampingan dengan kehamilan remaja yang dapat membahayakan bayi. Meskipun aktivitas seksual aktif, kebanyakan remaja masih belum memiliki pengetahuan yang tepat tentang seksualitas.

                Dampak jika seorang remaja mengalami KTD dapat dilihat dari berbagai aspek terkait dengan kesiapan remaja dalam menjalani kehamilan. Remaja yang mengalami KTD banyak diantaranya yang tidak mendapat dukungan lingkungan sosialnya, remaja dikucilkan, atau bahkan terpaksa berhenti sekolah. Secara psikis tentu akan ada tekanan, baik itu perasaan bersalah, menyesal, ataupun malu. Dan yang paling penting, KTD yang terjadi pada remaja kerapkali berujung pada pengguguran kandungan yang tidak aman dan berisiko. Usia remaja merupakan usia pematangan organ reproduksi, ada kalanya dimana seseorang sudah siap hamil atau belum. Usia muda menjalani kehamilan tentu lebih berisiko terhadap terjadinya masalah pada organ reproduksi .

                Solusi untuk permasalahan ini adalah meningkatkan "sex education" pada remaja. Dengan hal ini, remaja pun dapat tau apa yang akan mereka hadapi apabila mereka melakukan sex bebas dan menambah pengetahuan mereka sehingga mereka berfikir sebelum bertindak.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar