Sabtu, 22 September 2012

Tugas 4 - Solusi Labsky untuk Kemanusiaan



Cita-cita yang Telah Pupus Dimakan Kemiskinan




Dewasa ini, kehidupan di jakarta perlahan-lahan semakin keras. Banyak masyarakat yang berhasil dalam ekonominya, dan banyak juga yang gagal. Banyak orang kaya dan banyak orang yang miskin. Banyak orang yang tinggal di istana mewahnya, dan juga banyak yang tinggal di gubuk sederhananya. Sehingga tidak asing juga bagi kita melihat pengemis dan pengamen di jalanan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Tetapi pengemis dan pengamen jalanan seringkali disebut sebgai "sampah masyarakat". Mengapa begitu? karena pemerintah maupun masyarakat sekitar merasa terganggu oleh kehadiran mereka yang lalu lalang di perempatan lalu lintas, di pinggir jalan, di sekitar perkantoran, pertokoan dan masih banyak tempat lainnya. Tentu saja kita pasti juga merasakan ketidak nyamanan oleh kehadiran mereka di sekitar tempat kita beraktivitas. Dan jumlah dari pengemis dan pengamen jalan semkain lama semakin meningkat, dari pemuda, remaja, pasangan suami-istri, dan anak-anak pun menjalani profesi ini. Dan selain itu  banyaknya kriminalitas juga seringkali dikaitkan dengan mereka yang telah disebutkan diatas, dan terutama anak-anak jalanan, karena mereka sering terlihat di beberapa kesempatan melakukan tindakan kriminalitas. Contohnya ialah pencopetan, perampasan, melakukan tindak kekerasan, perkelahian, oenodongan dan masih banyak tindakan kejahatan yang sering dilakulan.  Dan mungkin hal-hal yang sudah disebutkan diatas merupakan salah satu faktor mengapa pengemis dan pengamen jalanan sering disebut sebagai "sampah masyarakat". 
Kita juga sering melihat Satpol PP (Satuan Polisi Pamong Praja) merazia mereka yang berkeliaran di jalanan untuk dibawa ke Dinas Sosial dengan alasan mereka yang dirazia akan dibina dan dididik secara baik sehingga mereka tidak akan kembali menjadi pengemis dan pengamen dijalanan. Tetapi yang telah terjadi, justru di dalam pembinaan tersebut, terjadi tindak kekerasan. Kejadian ini mungkin jarang terungkap karena anak-anak jalanan sebagai korban  pun tidak berani untuk mengadu atau melapor kepada pihak yang berwajib karena menurut mereka jika mereka melapor, itu hanya menambah derita yang diterimanya. Dan itulah sebab-sebab dari kemiskinan yang ada di negara ini. Pemerintah pun juga belum bisa mengatasi kemiskinan yang ada. Kemiskinan memang dapat mengganggu kesejahteraan masyarakat, dan itu bisa dilihat dari banyaknya pengemis dan pengamen dijalanan yang kadang mengganggu kenyamanan kita. Dan itulah yang terjadi sekarang, bahwa kemiskinan sudah ada dimana-mana dan menyebabkan bertambahnya "sampah masyarakat".

Pengemis merupakan orang-orang yang mendapatkan penghasilan dengan cara meminta-minta di muka umum dengan berbaai cara dan alasan untuk mendapatkan belas kasihan dari orang lain. Pada masa lalu, profesi sebagai pengemis ini merupakan suatu keterpaksaan, tetapi pada saat ini justru profesi pengemis ini menjadi suatu pilihan yang dilakukan dengan sukarela. Dan mereka mempunyai berbagai cara dalam menjalankan aktivitasnya demi mendapatkan belas kasihan dari masyarakat. Sementara, pengamen merupakan orang-orang yang mendapatkan penghasilan dengan cara bernyanyi atau memainkan alat musik di muka umum dengan tujuan menarik perhatian orang lain dan mendapatkan imbalan uang atas apa  yang mereka telah lakukan.

Pada dasarnya penyebab kemiskinan antara lain adanya ketidaksamaan pola kepemilikan sumber daya yang menimbulkan distribusi pendapatan penduduk miskin hanya memiliki sumber daya dengan jumlah dan kualitas yang terbatas. Kedua, karena adanya perbedaan kualitas sumber daya manusia. Kualitas sumber daya manusia yang rendah menunjukkan produktivitas yang rendah pula, dan upahnya yang rendah juga. Ketiga, ialah perbedaan akses dan modal. Keterbatasan ini lah yang membuat masyarakat terhambat untuk mengembangkan potensi hidupnya. Dengan akses dan modal yang rendah, masyarakat tidak bisa memilih karena sudah tidak ada pilihan lagi. Mereka menjalankan dengan terpaksa apa yang dapat dilakukan bukan apa yang harus dilakukan. Keempat, ialah faktor dari kemalasan. Faktor ini biasanya muncul dari lingkungan dan pergaulan, jika lingkungan dan pergaulan kita penuh dengan kemalasan, maka kita juga akan terbawa dengan kemalasan tersebut. Untuk mendapat kan sesuatu dan untuk mencapai tujuan yang diinginkan, kita harus mempunyai tekad dan niat untuk memenuhi tujuan tersebut. Tetapi jika diri kita dipenuhi dengan kemalasan dan tidak ada semangat, bagaimana kita bisa melakukan usaha dan kerja?. Kelima, ialah faktor ketidaksengajaan, yaitu faktor bencana alam. Faktor bencana alam contohnya seperti banjir bandang, tanah longsor, atau kebakaran yang bisa meghabiskan harta dan benda milik masyarakat yang menjadi korban.

Kemiskinan pun membawa dampak yang cukup banyak. Antara lain ialah seperti konflik, penggunaan narkoba, tindakan kriminal, kebiasan-kebiasaan yang buruk, kesehatan, ketidakadilan sosial, dan masih banyak lagi. Kemiskinan membuat suatu beban bagi masyarakat, sehingga masyarakat seringkali menganggap bahwa uang adalah segalanya. Mereka akan melakukan tidakan apa saja demi mendapatkan uang untuk memenuhi kehidupannya. Banyak dari mereka yang tidak ingin berusaha dan memilih cara cepat, yaitu dengan cara mencopet atau mencuri. Tindakan ini merupakan tindakan kriminalitas dan dilarang. Tetapi sebagian dari masyarakat masih saja melakukan tindakan ini, dengan alasan ekonomi dan ingin mengambil cara yg cepat. Padahal, mereka masih bisa bekerja dengan kondisi fisik mereka yang baik. Setelah itu, dampak dari kemiskinan yaitu penggunaan narkoba. Dalam kehidupan yang penuh beban dan tekanan, biasanya remaja mencari hal-hal lain yang bisa mengalihkan semua tekanan tersebut. Dengan didukung oleh pergaulan remaja tersebut yang buruk, sampailah narkoba tersebut ditangan remaja tersebut. Selain itu, ada konflik sebagai akibat dari kemiskinan. Sudah tidak aneh lagi jika konflik terlihat dimana-mana. Konflik tidak hanya terjadi dikalangan rakyat miskin. Konflik akan terjadi apabila diantara dua pihak atau lebih memiliki pendapat yang berbeda. Dan faktor kemiskinan ini mejadi salah satu pemicu yang cukup besar dari munculnya konflik. Ketidakadilan sosial juga menjadi akibat dari kemiskinan. Ketidakadilan sosial disini mempunyai maksud seperti adanya pengangguran, gelandangn, dan pengemis. Pengangguran merupakan seseorang yang tergolong produktif dalam pekerjaan dan ingin mendapat pekerjaan tetapi belum dapat memperopleh pekerjaan. Masalah pengangguran yang menyebabkan tingkat pendapatan nasional dan tingkat kemakmuran masyarakat. Lalu, gelandangan merupakan orang-orang yang hidup dengan keadaan yang tidak sesuai dengan norma kehidupan yang layak dalam masyarakat setempat, dan tidak mempunyai tempat tinggal dan pekerjaan yang tetap, mereka hanya hidup mengembara di tempat-tempat umum. Sementara pengemis adalah seperti yang telah dijelaskan sebelumnya yaitu orang yang mendapatkan penghasilan dengan meminta-minta di muka umum dengan berbagai cara untuk mendapatkan belas kasiha dari orang lain. 

Untuk mengurangi, meminimalisirkan, dan menghilagkan kemiskinan dan para pekerja jalanan, kita mempunya berbagai cara untuk dicoba dilakukan. Pertama, yaitu kebijakan anti kemiskinan, setelah itu ialah usaha individu, penyedekahan, pembangunan ekonomi, dan pembangunan masyarakat. Kebijakan anti kemiskanan mempunyai tujuan untuk menghilangkan atau mengurangi kemiskinan disekitar kita, tetapi diperlukan suatu strategi dan bentuk investasi yang tepat. Kebijakan anti kemiskinan juga bisa disangkut pautkan dengan Satpol PP (Satuan Polisi Pamong Praja) yang merazia anak-anak, pengamen, maupun pengemis jalanan. Tetapi, diperlukan kejujuran dalam melakukan usaha ini. Kalau memang berniat baik, satpol pp seharusnya benar-benar merazia gelandangan dan memasukkan mereka ke karantina untuk dibina dan dididik lebih baik lagi, bukan sebaliknya. Jika, memang benar-benar dilakukan berdasarkan tujuan awalnya, maka gelandangan pun akan berkurang, dan mereka pun akan mendapatkan pekerjaan sebenernya yang layal bagi mereka. Kemudian, usaha individu. Usaha individu merupakan usaha yang dilakukan seseorang untuk berusaha menyelesaikan masalah kemiskinan masing-masing yang telah dihadapi dirinya. Hal ini butuh mental yang kuat dan semangat niat yang tinggi, selain itu juga diperlukan kesadaran masing-masing individu untuk melakukan solusi ini. Ketiga, ialah penyedekahan. Penyedekahan merupakan satu cara yang  baik untuk membantu golongan miskin dalam masyarakat. Pemberi sedekah maupun yang menerima sedekah dua-duanya merasa diuntungkan. Tetapi dalam hal ini, kita tidak bisa mengurangi kemiskinan secara keseluruhan.  Keempat, ialah pembangunan ekonomi. Pembangunan ekonomi bermaksud penambahan barang yang ditawarkan dalam pasaran di sebuah negara. Pembangunan ekonomi merupakan faktor yang palng panting dalam mengatasi kemiskinan. Tetapi, dalam usaha ini, harus juga disertai dengan pendapatan yang adil dalam masyarakat. Kelima, ialah pembangunan masyarakat. Sejak kemiskinan sudah menyebar dimana-mana, banyak penyakit yang menyebar pula. Sehingga menimbulkan produktivitas kerja yang rendah, dan itu juga menyebabkan penghasilan yang rendah dan pengeluaran yang bertambah pula. Sehingga diperlukan pembangunan masyarakat.

Kemiskinan memang tidak pernah hilang dan tidak pernah bosan menghancurkan cita-cita anak-anak bangsa. Sudah banyak generasi muda yang telah pupus cita-citanya akibat dari kemiskinan. Seperti anak-anak yang putus bersekolah akibat ketidakmampuan mereka untuk membayar uang bulanan sekolah, tidak hanya uang bulanan sekolah, untuk makan sehari-hari saja mereka sudah susah. Lebih lagi, ada yang sampai bunuh diri karena malu uang bulanan sekolah yang selalu menunggak. Itulah contoh-contoh dari cita-cita yang telah pupus dari generasi muda  aak-anak bangsa. Sehingga mereka memutuskan untuk bekerja dan berkeliaran di jalanan untuk mendapatkan penghasilan untuk menghidupi kehidupan mereka. Kehidupan dikota memang sudah memperihatinkan. Semoga dengan solusi-solusi ini dapat dipraktikkan dan bisa membawa dampak baik bagi kehidupan mereka yang masih belum layak.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar