Sabtu, 22 September 2012

Tugas 4 - Solusi Labsky untuk Kemanusiaan

Terorisme, Tekanan yang Tak Kunjung Mereda

Sejarah Singkat

     Terorisme sudah ada dan berkembang sejak masa lampau, itu semua ditandai dengan adanya kejahatan dan kekejaman seperti pembunuhan, pembantaian, pengeboman dan lainnya yang mengancam untuk tujuan tertentu atau mendapatkan sesuatu yang mereka inginkan.  Semua perkembangan terorisme itu dimulai dari pembuatan aliran yang sangat fanatis terhadap sesuatu yang mereka yakini dan lama kelamaan mereka mulai membunuh secara kelompok ataupun individu.  Sasaran mereka adalah raja, penguasa atau pemimpin yang dianggap kejam dan otoriter.  Dari sana lah terorisme berkembang.

    Kata atau istilah terorisme itu berasal dari bahasa perancis (le terreur) dan baru muncul pada abad ke - 18, tetapi fenomena teror atau terorisme itu diyakini sudah terjadi lama sebelumnya. Kata tersebut pada awalnya dipergunakan untuk menyebut tindakan pemerintah hasil Revolusi Perancis yang mempergunakan kekerasan secara brutal dan berlebihan dengan cara memenggal 40.000 orang yang dituduh melakukan kegiatan anti pemerintah.  Menurut Grant Wardlaw dalam buku Political Terrorism (1982) terorisme itu muncul sebelum revolusi perancis.

     Terorisme muncul pada akhir abad 19 dan menjelang terjadinya Perang Dunia-I, terjadi hampir di seluruh belahan dunia.  Pada pertengahan abad ke-19, Terorisme mulai banyak dilakukan di Eropa Barat, Rusia dan Amerika.  Mereka percaya bahwa Terorisme adalah cara yang paling efektif untuk melakukan revolusi politik maupun sosial, dengan cara membunuh orang-orang yang berpengaruh,  Sejarah mencatat pada tahun 1890-an aksi terorisme Armenia melawan pemerintah Turki, yang berakhir dengan bencana pembunuhan masal terhadap warga Armenia pada Perang Dunia I. Pada dekade tersebut, aksi Terorisme diidentikkan sebagai bagian dari gerakan sayap kiri yang berbasiskan ideologi.

     Bentuk pertama Terorisme, terjadi sebelum Perang Dunia II, Terorisme dilakukan dengan cara pembunuhan politik terhadap pejabat pemerintah. Bentuk kedua Terorisme dimulai di Aljazair pada tahun 50an, dilakukan oleh FLN yang memopulerkan “serangan yang bersifat acak” terhadap masyarakat sipil yang tidak berdosa. Hal ini dilakukan untuk melawan apa yang disebut sebagai Terorisme negara oleh Algerian Nationalist. Pembunuhan dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan keadilan. Bentuk ketiga Terorisme muncul pada tahun 60an dan terkenal dengan istilah “Terorisme Media”, berupa serangan acak terhadap siapa saja untuk tujuan publisitas.

Masalah yang Terjadi

     11 September 2001 terjadi suatu peristiwa yang memilukan dan membekas pada hati warga Amerika Serikat.  Pagi hari pada tanggal tersebut, 19 pembajak yang disinyalir berasal dari kelompok al-qaeda membajak empat jet berpenumpang.  Aksi tersebut direncanakan untuk menyerang sebanyak 4 kali, tetapi pada penyerangan ke empat mereka gagal.  Pesawat yang telah terbajak tersebut berhasil menabrakkan diri ke menara kembar World Trade Center di New York City, Amerika Serikat.  2 buah pesawat berhasil menumbangkan kedua menara tersebut dalam kurun waktu 2 jam saja.  Selanjutnya, pesawat ketiga yang telah terbajak menabrakkan diri ke pentagon di Arlington, Virginia, Amerika Serikat.  Tetapi sayangnya dan sangat diuntungkan, pesawat ke empat tidak berhasil mengenai sasarannya di Washington DC karena telah terjatuh di Shanksville, Pennsylvania, Amerika Serikat. Dari peristiwa tersebut, terdapat 3.000 korban jiwa.  

WTC, 11 September 2001
      Selasa, 5 agustus 2003 terjadi kasus pengeboman di hotel JW Marriot yang terletak di Mega Kuningan, Jakarta, Indonesia.  Pengeboman tersebut terjadi pada pukul 12.45 dan 12.55.  Ledakan bom tersebut berasal dari bom mobil bunuh diri dengan menggunakan mobil Toyota Kijang dengan nomor polisi B 7462 ZN yang dikendarai oleh Asmar Latin Sani. Ledakan tersebut menewaskan 12 orang dan mencederai 150 orang. Akibat peristiwa itu, Hotel JW Marriott ditutup selama tiga minggu.

Bom Bali
     Jumat, 17 Juli 2009, pukul 07:47 WIB, sebuah bom meledak di The Ritz-Carlton Mega Kuningan, Jakarta, Indonesia yang menghancurkan tingkat pertama hotel.  Ledakan ini terjadi 2 menit setelah ledakan di J.W. Marriott di dekatnya. Hotel ini rencananya akan menampung klub sepak bola Manchester United dalam kunjungannya ke Indonesia sebagai bagian dari Asia Tour mereka, tapi kunjungan tersebut dibatalkan karena pengeboman ini.  Sembilan orang termasuk dua pengebom bunuh diri tewas.

Pengeboman Ritz Carlton, 17 Juli 2009


      Indonesia juga sempat digemparkan dengan aksi teror berupa bom buku.  Kejadian pertamanya terjadi pada tanggal 15 Maret 2011.  Aksi teror yang kini sangat kreatif tersebut sangat mematikan apabila kita tidak berhati - hati dalam menerima paket kiriman dari orang yang kita tidak ketahui.

Model Bom Buku
     Penembakan di bioskop autora, Colorado, Amerika Serikat menewaskan 12 orang. Aksi tersebut bisa dikategorikan sebagai aksi teror.  Tragedi tersebut berlangsung pada pemutaran film batman the dark knight rises. Pelaku penembakan, James Holmes, mengaku dirinya The Joker (musuh bebuyutan batman) pada saat di introgasi oleh pihak kepolisian Colorado.  Kejadian tersebut terjadi pada pukul 12:38 a.m waktu setempat.  Pelaku juga mengecat rambutnya merah ke oranye supaya mirip dengan The Joker.  Holmes melindungi dirinya dengan helm balistik, sebuah rompi, pelindung leher, topeng gas air mata dan sarung tangan warna hitam.

Penembakan di Aurora Theatre, 20 Juli 2012


     Bisa kita lihat, berbagai kasus terorisme seperti diatas tadi sudah merupakan hal yang bisa dibilang sering terjadi dewasa ini.  Dan uniknya lagi, para pelaku terorisme biasanya beragama islam atau bisa dikatakan seorang muslim.  Dan dalil mereka untuk semua ini katanya untuk berjihad di jalan tuhan.  Menurut saya aksi seperti demikian ini adalah suatu hal yang sangat menjelekkan nama umat islam di berbagai belahan dunia.  Tak heran kalau banyak negara yang mencurigai umat muslim sebagai teroris.  Sebenarnya tidak!

     Kasus kasus seperti diatas ini juga sangat membuat masyarakat luas atau masyarakat suatu negara kehilangan kepercayaan keamanan pada negaranya sendiri.  Banyak juga negara yang menutup akses penerbangan maupun hubungan kenegaraan dengan negara yang memiliki banyak ancaman teror.  Dengan itu, suatu negara akan menjadi terisolir karena adanya aksi terorisme yang tak kunjung usai.

     Pembunuhan warga negara yang tak bersalah sangat melanggar hak asasi manusia.  Seperti kasus bom bali misalnya.  Banyak manusia yang sedang aktif bekerja, belanja ataupun yang hanya sekedar lewat saja di daerah tempat kejadian pengeboman tersebut.  Dan pada akhirnya, setelah bom berhasil diledakkan, banyak manusia tak bersalah yang jiwa nya melayang sia - sia karena aksi para teroris tersebut.


     Aksi teror tersebut pasti membekas di hati para sanak famili korban maupun rakyat atau masyarakat suatu daerah atau bangsa.  Tekanan mental dan perasaan takut yang menghantui sangatlah susah untuk di hilangkan.  Mereka jadi tak ingin keluar rumah karena takut karena banyaknya ancaman di luar rumah.  Terorisme juga sangat merugikan bangsa dan negara.  Seperti yang telah saya jelaskan diatas, banyak negara yang menutup aksesnya ke negara dengan ancaman teroris karena takut.  Perekonomian negara tersebut pasti akan terganggu. Contohnya, grup besar liga inggris Manchester United beberapa tahun lalu ingin datang ke indonesia untuk melakukan pertandingan dengan indonesia, tapi karena hotel yang rencananya akan mereka gunakan dibom (seperti yang sudah tertulis di atas), kunjungan tersebut dibatalkan.

Solusi

     Seperti yang sudah saya uraikan diatas, tindak terorisme menimbulkan tekanan mental dan ketakutan yang luar biasa.  Tindakan tersebut bisa dibilang tidak termaafkan, karena para teroris tersebut melakukan teror maupun pembunuhan terhadap warga negara yang tak berdosa atau tak bersalah.  Tindak terorisme seperti ini harus dibumi hanguskan.  Oleh karena itu, semua negara harus sangat jeli dan teliti dalam keamanannya. Dari hal yang kecil saja, memberantas perampokan saja negara indonesia masih sangat belum profesional, apalagi terorisme?  Tolong tegakkan hukum yang sangat jelas dan objektif,  jangan berikan peringanan terhadap mereka yang benar - benar salah.  


     Bagi para teroris yang positif telah melakukan tindak teror yang merugikan besar bagi bangsa, seharusnya langsung saja lah hukum seberat mungkin, kalau perlu eksekusi.  Agar dunia ini bersih dari terorisme, cara paling efektif adalah menghilangkan para pelaku teror. Bagaimana caranya? Penjarakanlah selama - lamanya atau langsunglah eksekusi mati.

     Guru SD saya pernah berkata "jika suatu tali - temali yang kusut sudah tidak bisa di luruskan lagi dengan cara melepaskan ikatannya satu persatu, maka potonglah!".  Seperti halnya terorisme, jika mereka sangat amat meresahkan dan mematikan, dan apabila penjara tidak membuat mereka semua jera.  Hilangkan lah mereka dari peradaban ini, karena hidupnya hanya akan meresahkan dan membuat tekanan mental bagi para warga sekitarnya.

Sekian tulisan dan uraian yang saya berikan, semoga bermanfaat bagi para pembaca.

referensi:

Wikipedia.org

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar