Jumat, 28 September 2012

Tugas 4 - Solusi Labsky Untuk Kemanusiaan


Tingginya Tingkat Pengangguran di Dunia


Masalah        :

            Dalam rangka memenuhi tugas ke-4 sejarah saya akan membahas salah satu masalah besar yang ada di dunia, yaitu besarnya tingkat pengangguran. Seperti yang kita ketahui, jumlah pengangguran semakin hari semakin meningkat. Jumlah pengangguran yang semakin meningkat tersebut disebabkan oleh beberapa faktor yang akan saya sebutkan di bawah.

            Negara yang memiliki jumlah pengangguran sedikit adalah Andorra, Monako, dan Pulau Norfolk (Australia) dengan tingkat penganggurannya sebesar 0.00%. Negara dengan jumlah penganggur tertinggi sampai saat ini adalah Nauru dengan tingkat pengangguran sebesar 90.00%.

            Pengangguran di Indonesia pada tahun 2012 diberitakan menurun. Sedangkan hal yang berbalik terjadi di Amerika Serikat. Angka pengangguran di 44 negara bagian meningkat. Tingkat pengangguran tertinggi berada di Nevada sebesar 12%, diikuti oleh California sebesar 10.7%.

            Menurut Ilmu Ekonomi, angkatan kerja adalah tenaga kerja yang aktif dalam kegiatan ekonomi.  Penduduk yang digolongkan sebagai angkatan kerja adalah penduduk yang masuk kedalam usia kerja. Menurut UU No. 20 Tahun 1999 Pasal 2 Ayat 2 usia kerja adalah yang berusia 15 tahun ke atas baik yang bekerja maupun yang mencari pekerjaan, sementara itu, menurut Bank Dunia adalah antara 15-64 tahun. Tenaga kerja adalah setiap orang yang mampu melakukan pekerjaan untuk menghasilkan barang dan atau jasa baik untuk memenuhi kebutuhan sendiri ataupun untuk masyarakat. Tenaga kerja yang tidak memiliki pekerjaan inilah yang disebut dengan pengangguran.

            Pengangguran adalah seseorang yang sedang tidak bekerja tetapi sedang mencari pekerjaan, sedang mempersiapkan suatu usaha baru, tidak memiliki pekerjaan karena merasa tidak mungkin mendapat pekerjaan, bekerja tetapi kurang dari dua hari dalam seminggu, atau sudah mendapat pekerjaan tetapi belum mulai bekerja.

            Pengangguran disebabkan oleh adanya beberapa faktor, yaitu :

·        Penurunan permintaan tenaga kerja.
Menurunnya permintaan barang dan jasa dapat berpengaruh terhadap hasil prodiksi, tenaga dan pendapatan. Pengangguran besar-besaran bisa terjadi bila terjadi penurunan besar-besaran pada jumlah pembelanjaan dalam perekonomian, atau dengan kata lain jatuhnya permintaan karena adanya pengangguran yang meluas.
·        Kemajuan teknologi.
Kemajuan teknologi telah meciptakan berbagai macam mesin sebagai alat bantu. Tetapi seringkali cara menggunakan mesin-mesin tersebut semakin kompleks dan membuat pekerja kesulitan menggunakannya. Beberapa mesin juga semakin mampu melakukan banyak pekerjaan sehingga perusahaan tidak membutuhkan pekerja dalam jumlah yang banyak.
·        Kelemahan pasar tenaga kerja
Pasar tenaga kerja adalah tempat bertemunya pihak pencari kerja dan pihak yang membutuhkan pekerja. Tetapi sering kali pasar tenaga kerja menemukan beberapa kendala sehingga tidak bisa berfungsi dengan baik dan menyebabkan tidak bertemunya pihak pencari kerja dan pihak yang membutuhkan pekerja. Kendala yang ditemukan biasanya adalah calon pekerja yang meminta upah terlalu tinggi, adanya tunjangan pengangguran yang membuat para calon pekerja menurunkan niat untuk bekerja, asuransi pekerja yang terlalu ketat bagi perusahaan, dan sedikitnya informasi mengenai lowongan kerja.

            Pengangguran terbagi menjadi beberapa jenis, yaitu            :
§   Pengangguran normal.
Pengangguran normal adalah angkatan kerja yang yang betul-betul tidak mendapatkan pekerjaan. Biasanya disebabkan karena pendidikan dan keterampilan yang tidak memadai.
§   Pengangguran terselubung
Pengangguran terselubung atau disguise employment adalah angkatan kerja yang bekerja tidak sesuai dengan bidang yang dikuasainya. Sebagai contoh, seorang sarjana hukum yang menjadi penyanyi, seorang petani yang menjadi nelayan, dan masih banyak lagi.
§   Pengangguran terbuka
Pengangguran terbuka adalah angkatan kerja yang betul-betul tidak mendapatkan kesempatan bekerja sehingga tidak mendapatkan penghasilan.
§   Setengah Menganggur
Yang dimaksud dengan setengah menganggur adalah angkatan kerja yang bekerja tetapi waktu bekerjanya kurang dari 35 jam dalam seminggu.

            Pengangguran terbuka juga dapat dibagi menjadihtujug golongan, yaitu :

         Pengangguran friksional
Pengangguran friksional adalah penganguran temporer yang terjadi karena perubahan dan dinamika ekonomi.
         Pengangguran musiman
Penganguguran musiman adalah pengangguran yang terjadi karena pergantian musim sehingga mempengaruhi jumlah pekerjaan yang tersedia di beberapa industry. Sebagai contoh adalah yang terjadi pada sektor pertanian, suatu sawah biasanya dikerjakan oleh 4 orang petani, tetapi karena musim panen telah tiba sawah itu dikerjakan oleh 10 orang petan. 6 orang petani tambahan itulah yang disebut dengan pengangguran musiman.
         Pengangguran konjungtural
Pengangguran konjungtural atau yang disebut juga dengan pengangguaran siklis adalah pengangguran yang terjadi karena berkurangnya permintaan barang dan jasa, terutama pada saat resesi atau depresi ekonomi. Karena turunnya permintaan barang dan jasa, pendapatan perusahaan juga akan ikut menurun sehingga prusahaan terpaksa mengurangi tenaga kerja dan berhenti mempekerjakan orang baru.
         Pengangguran struktural
Pengangguran struktural adalah pengangguran yang muncul akibat perubahan struktur ekonomi, misalnya dari persawahan menjadi industri peralatan rumah tangga.
         Pengangguran sukarela
Pengangguran sukarela adalah pengangguran yang terjadi karena adanya orang yang sebenarnya masih dapat bekerja, tetapi dengan sukarela dia tidak mau bekerja, karena merasa sudah cukup dengan kekayaan yang dimiliki.
         Pengangguran deflasioner
Pengangguran deflasioner adalah pengangguran yang disebabkan jumlah lowongan pekerjaan yang tidak sebanding dengan jumlah pencari kerja.
         Pengangguran teknologi.
Pengangguran teknologi adalah pengangguran yang disebabkan karena adanya kemajuan teknologi. Yaitu penggantian tenaga manusia dengan tenaga mesin.

            Setelah melihat macam-macam pengangguran di atas, tidak heran jumlah pengangguran di dunia semakin hari semakin meningkat. Hal-hal yang selama ini mungkin kita anggap sepele ternyata bisa menjadi salah satu faktor yang menyebabkan bertambahnya jumlah pengangguran.

            Banyaknya jumlah pengangguran juga bisa memberikan dampak negatif kepada negara tempat para penganggur itu tinggal. Dilihat dari segi ekonomi pengangguran dapat menyebabkan turunnya pendapatan perkapita, pendapatan pemerintah yang berasal dari sector pajak juga akan ikut menurun, dan yang terakhir adalah meningkatnya biaya sosial yang harus dikeluarkan pemerintah. Dilihat dari segi sosial, jumlah pengangguran yang banyak dinilai mendorong banyaknya kejahatan yang terjadi. Kejahatan yang dimaksud bisa berupa penodongan dan pencurian sebagai usaha untuk memenuhi kebutuhannya, meningkatnya ketergantungan terhadap obat-obatan terlarang dan minuman keras sebagai pelampiasan atas ke-stress-an yang dialami. Selain sebagai pendorong tingginya tingkat kejahatan, juga bisa menyebabkan peningkatan angka bunuh diri karena tidak mampu memenuhi kebutuhan hidupnya. Retaknya keluarga, kehilangan harga diri, dan kehilangan rasa percaya diri juga dapat dialami oleh penganggur. Di sisi lain, keterampilan penganggur pada suatu bidang juga dapat hilang karena tidak dipergunakan untuk wantu yang lama.

Solusi                        :

            Setelah melihat masalah diatas, pengangguran menjadi hal yang tidak boleh dibiarkan dan harus dicari solusinya. Solusi yang pertama adalah dengan menambah jumlah lapangan pekerjaan. Akan lebih baik lagi apabila lapangan kerja yang dibuat adalah lapangan kerja yang membutuhkan banyak tenaga kerja, seperti dengan membuka pabrik pakaian, pabrik teh, pembangunan jalan raya, proyek pembangunan gedung-gedung perkantoran, dan lain-lain. Solusi yang kedua adalah dengan mendapatkan pendidikan yang baik dan belajar dengan serius. Salah satu penyebab pengangguran adalah rendahnya tingkat pendidikan yang dimiliki para penganggur, dari kasus ini dapat kita ketahui bahwa dengan mendapatkan pendidikan yang cukup kita bisa mendapatkan pekerjaan yang layak pula. Solusi yang ketiga adalah dengan membuat usaha kecil milik pribadi yang sesuai dengan minat dan bakat. Dengan membuat usaha kecil memang tidak akan mengurangi pengangguran dalam jumlah yang banyak, tetapi dimulai dengan jumlah yang sedikit itu apabila dijalankan dengan tingkat keseriusan tinggi bisa memajukan usaha tersebut dan merubah usaha kecil menjadi usaha besar yang membutuhkan banyak tenaga kerja. Contohnya membuka usaha jahit di rumah, apabila diikuti dengan keterampilan yang mendukung usaha jahit itu bisa berubahmenjadi pabrik pakaian. Menghidupkan kembali lapangan pekerjaan dibidang agraris. Melihat adanya pekerjaan dengan upah yang menggiurkan membuat banyakpetani memilih untuk meninggalkan sawah yang mereka urus, sedangkan jumlah pekerja sawah juga tidak sedikit.

            Meningkatkan ragam produk dan siasat pemasaran dari suatu perusahaan dapat meningkatkan daya beli masyarakat, dengan begitu pendapatan perusahaan akan meningkat dengan begitu perusahaan juga akan menambah jumlah pekerja.

            Usaha lain yang juga dapat dilakukan adalah dengan pelatihan tenaga kerja karena pada umumnya perusahaan membutuhkan tenaga kerja yang terlatih, dan terdidik. Pengenalan hasil dari teknologi-teknologi terbaru kepada tenaga kerja juga harus dilakukan. Di zaman yang sudah serba modern ini masih saja ada tenaga kerja yang belum mengetahui cara pengoperasian mesin-mesin pembantu pekerjaan. Pelatihan tenaga kerja ini juga bisa membantu mengurangi pengangguran musiman. Karena dengan memiliki berbagai keahlian, tenaga kerja yang menjadi pekerja di musim panen bisa bekerja di bidang lain juga walaupun bukan saatnya musim panen.

            Menigkatkan kinerja pasar tenaga kerja juga dapat dijadikan solusi. Pasar tenaga kerja harus lebih aktif dan berinisiatif dalam memberikan info mengenai lowongan pekerjaan yang ada kepada para penganggur.

            Pengiriman tenaga kerja ke luar negri dapat diajadikan solusi juga. Dengan mengirimkan tenaga kerja Indonesia ke luar negri, selain bisa mengurangi tingkat pengangguran juga bisa menambahkan devisa negara.

            Solusi lain adalah dengan mengurangi korupsi. Dengan melakukan korupsi dapat merugikan banyak pihak, salah satunya adalah perusahaan itu sendiri. Setelah tertangkap melakukan korupsi, pelaku akan dikeluarkan dan menambah jumlah pengangguran. Apabila korupsi dilakukan ketika keadaan perekonomian perusahaan tersebut sedang tidak baik bisa menyebabkan kebangkrutan. Kebangkrutan yang dialami suatu perusahaan memaksa perusahaan tersebut memberhentikan para pekerjanya dan menutup usahanya.

            Solusi yang terakhir adalah dengan penanaman nilai pada diri sendiri. Nilai yang harus ditanamkan adalah pengertian bahwa setiap orang harus bekerja. Karena sebagai makhluk hidup yang memiliki banyak kebutuhan, manusia tidak dapat bergantung kepada orang lain. Pemahaman bahwa menikah dengan lawan jenis yang bisa memenuhi kebutuhan hidup juga harus dihapuskan. Terutama bagi laki-laki yang sudah seharusnya menafkahi anak dan istri, bukan malah dinafkahi oleh istrinya.


Sumber         :
http://finance.detik.com/read/2012/08/18/161633/1994678/4/angka-pengangguran-di-as-naik
http://id.wikipedia.org/wiki/Pengangguran
http://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_negara_menurut_tingkat_pengangguran

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar