Jumat, 21 September 2012

Tugas 4 - Solusi Labsky Untuk Kemanusiaan


Melawan Bullying

Sekolah memang suatu tempat yang sudah seharusnya menjadi sarana murid untuk mengambil berbagai ilmu dan pelajaran, dari ilmu pengetahuan sampai ilmu-ilmu untuk mendidik mental kita. Untuk mendapatkan itu semua secara maksimal dibutuhkan situasi atau suasana yang mendukung. Dibutuhkan keamanan, kenyamanan dan hal-hal lain dari yang berbentuk fisik maupun non fisik. Suasana tersebut bukan hanya bisa terbentuk oleh pihak sekolah, tetapi juga dari lingkungannnya entah itu dari lingkungan sosial atau lingkungan lainnya.

Itu berarti bukan hanya pihak sekolah yang harus membuat suasana aman dan nyaman untuk belajar, tetapi juga para murid-muridnya. Murid-murid harus mengikuti peraturan sekolah, memperhatikan pelajaran, tidak mengobrol saat belajar dll. Selain itu murid-murid juga harus membuat kondisi aman dan nyaman di lingkungan sosial sekolahnya. Murid-murid harus menjaga batas untuk bentuk interaksi sosial yang dilakukannya. Namun saat ini banyak sekali kasus penindasan yang dilakukan oleh murid terhadap murid lain. Tindakan itu menjadi masalah besar sekolah-sekolah di seluruh dunia. Tindakan penindasan antara murid itu lebih dikenal atau disebut sebagai “Bullying”.

Pengertian Bullying

Apa itu bullying? Bullying berasal dari kata Bully, yaitu suatu kata yang mengacu pada pengertian adanya ancaman(dalam berbagai bentuk) yang dilakukan seseorang terhadap orang lain yang umumnya lebih lemah atau dianggap lebih rendah dari pelaku, yang menimbulkan gangguan psikis bagi korbannya. Korban yang disebut bully boy atau bully girl dapat mengalami gangguan psikis berupa stress setelah mengalami bullying .Apalagi Bully biasanya berlangsung dalam waktu yang lama (tahunan) sehingga sangat mungkin mempengaruhi korban secara psikis. Mungkin karena para pembully lebih kuat atau dianggap lebih “tinggi”, mereka menjadi tidak bisa melawan apalagi biasanya korban bully orang yang bersifat pemalu dan memendam perasaan mereka.

  Biasanya ada perasaan marah, malu dan kecewa pada diri korban karena  pasrah dan membiarkan kejadian tersebut mereka alami. Namun mereka tak kuasa menyelesaikan hal tersebut, termasuk tidak berani untuk melaporkan pelaku pada orang dewasa karena takut dicap penakut, tukang ngadu, atau bahkan disalahkan. Apalagi jika dilihat bahwa bullying lebih sering terjadi di anak usia sekolah yang bisa dibilang masih amat membutuhkan lingkungan sosial yang baik.
loker adem

Karakteristik Pelaku Bullying

Menurut Rigby (2002; dalam Anesty, 2009) yang mengidentifikasi karakteristik fisik dan karakteristik mental dari pelaku bullying. Pelaku bullying merupakan agresor, provokator dan inisiator situasi bullying. Si pelaku umumnya siswa yang memiliki fisik besar dan kuat, namun tidak jarang juga ia bertubuh kecil atau sedang namun memiliki dominasi psikologis yang besar di kalangan teman-temannya dikarenakan faktor status sosial atau kedudukan. Pelaku bullying biasanya mengincar anak yang secara penampilan fisik terlihat berbeda dari dirinya atau orang kebanyakan misalnya yang memiliki warna rambut alami yang mencolok, berkacamata, terlalu kurus, terlalu gemuk atau bahkan yang memiliki cacat fisik.

Sedangkan di Indonesia, dari hasil penelitian yang dilakukan oleh Rahma Nuraini (2008:78) ditemukan beberapa karakteristik pelaku bullying yakni:
-Suka mendominasi orang lain
-Suka memanfaatkan orang lain untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan
-Sulit melihat situasi dari sudut pandang orang lain
-Hanya peduli pada kebutuhan dan kesenangan mereka sendiri
-Cenderung melukai anak-anak lain ketika tidak ada orang dewasa di sekitar mereka
-Memandang rekan yang lebih lemah sebagai mangsa
-Menggunakan kesalahan kritikan dan tuduhan-tuduhan yang keliru untuk memproyeksikan ketidakcakapan mereka kepada targetnya
-Tidak mau bertanggung jawab atas tindakannya
-Tidak memiliki pandangan terhadap masa depan, yaitu tidak mampu memikirkan konsekuensi dari tindakan yang mereka lakukan
-Haus perhatian.
minum air wc

Anak-anak yang biasanya menjadi korban bullying

Dari penjelasan sejumlah pakar tentang korban bullying, umumnya para korban itu memiliki ciri-ciri  "ter", misalnya: terkecil, terbodoh, terpintar, tercantik, terkaya, dan seterusnya.  Di bukunya Barbara Colorosa (The bully, The bullied, dan The bystander: 2004), ciri-ciri yang terkait dengan korban itu antara lain:
-Anak baru di lingkungan itu.
-Anak termuda atau paling kecil di sekolah.
-Anak yang pernah mengalami trauma sehingga sering menghindar karena rasa takut
-Anak penurut karena cemas, kurang percaya diri, atau anak yang melakukan sesuatu karena takut dibenci atau ingin menyenangkan 
-Anak yang perilakunya dianggap mengganggu orang lain.
-Anak yang tidak mau berkelahi atau suka mengalah
-Anak yang pemalu, menyembunyikan perasaannya, pendiam atau tidak mau menarik perhatian orang lain
-Anak yang paling miskin atau paling kaya.
-Anak yang ras atau etnisnya dipandang rendah 
-Anak yang orientasi gender atau seksualnya dipandang rendah 
-Anak yang agamanya dipandang rendah
-Anak yang cerdas, berbakat, memiliki kelebihan atau beda dari yang lain 
-Anak yang merdeka atau liberal, tidak memedulikan status sosial, dan tidak berkompromi dengan norma-norma.
-Anak yang siap mendemontrasikan emosinya setiap waktu.
-Anak yang gemuk atau kurus, pendek atau jangkung.
-Anak yang memakai kawat gigi atau kacamata.
-Anak yang berjerawat atau memiliki masalah kondisi kulit lainnya.
-Anak yang memiliki kecacatan fisik atau keterbelakangan mental
-Anak yang berada di tempat yang keliru pada saat yang salah (bernasib buruk)
kasihan perempuan diatas, mungkin karena dia cantik dia dibully.


Dampak Bullying Bagi Korban

Bullying dapat membuat remaja merasa cemas dan ketakutan, mempengaruhi konsentrasi belajar di sekolah dan menuntun mereka untuk menghindari sekolah. Bila bullying berlanjut dalam jangka waktu yang lama, dapat mempengaruhi self-esteem siswa, meningkatkan isolasi sosial, memunculkan perilaku menarik diri, menjadikan remaja rentan terhadap stress dan depreasi, serta rasa tidak aman. Dalam kasus yang lebih ekstrim, bullying dapat mengakibatkan remaja berbuat nekat, bahkan bisa membunuh atau melakukan bunuh diri (commited suicide)

Dampak Bullying Bagi Pelaku

Umumnya, para pelaku ini memiliki rasa percaya diri yang tinggi dengan harga diri yang tinggi pula, cenderung bersifat agresif dengan perilaku yang pro terhadap kekerasan, tipikal orang berwatak keras, mudah marah dan impulsif, toleransi yang rendah terhadap frustasi. Para pelaku bullying ini memiliki kebutuhan kuat untuk mendominasi orang lain dan kurang berempati terhadap targetnya. Siswa akan terperangkap dalam peran pelaku bullying, tidak dapat mengembangkan hubungan yang sehat, kurang cakap untuk memandang dari perspektif lain, tidak memiliki empati, serta menganggap bahwa dirinya kuat dan disukai sehingga dapat mempengaruhi pola hubungan sosialnya di masa yang akan datang.

Dampak bagi siswa lain yang menyaksikan bullying

Jika bullying dibiarkan tanpa tindak lanjut, maka para siswa lain yang menjadi penonton dapat berasumsi bahwa bullying adalah perilaku yang diterima secara sosial. Dalam kondisi ini, beberapa siswa mungkin akan bergabung dengan penindas karena takut menjadi sasaran berikutnya dan beberapa lainnya mungkin hanya akan diam saja tanpa melakukan apapun dan yang paling parah mereka merasa tidak perlu menghentikannya.

Jenis-Jenis Bullying

1. Bullying secara verbal:  perilaku ini dapat berupa julukan nama, celaan, fitnah, kritikan kejam, penghinaan, terror dll. Ini adalah yang paling mudah dilakukan dan merupakan  awal sebelum masuk ke tindakan yang lebih lanjut

2. Bullying secara fisik:  yang termasuk dalam jenis ini ialah memukuli, menendang, menampar, mencekik, menggigit, mencakar, meludahi, dan merusak serta menghancurkan barang-barang milik anak yang tertindas. Orang yang sering melakukan ini cenderung beralih ke perbuatan yang mengarah kepada kriminalitas.

3. Bullying secara relasional; adalah pelemahan harga diri korban secara sistematis melalui pengabaian, pengucilan atau penghindaran. Perilaku ini dapat mencakup sikap-sikap yang tersembunyi seperti pandangan yang agresif, lirikan mata, dan berbagai bahasa tubuh yang mengejek.

4. Bullying elektronik; merupakan bentuk perilaku bullying yang dilakukan pelakunya melalui sarana elektronik seperti komputer, handphone, internet, website, chatting room, e-mail, SMS dan sebagainya. Biasanya ditujukan untuk meneror korban dengan menggunakan tulisan, animasi, gambar dan rekaman video atau film yang sifatnya mengintimidasi, menyakiti atau menyudutkan.
kaget

Faktor-Faktor Penyebab Bullying

1. Hubungan keluarga : Anak akan meniru berbagai nilai dan perilaku anggota keluarga yang ia lihat sehari-hari sehingga menjadi nilai dan perilaku yang ia anut (hasil dari imitasi). Sehubungan dengan perilaku imitasi anak, jika anak dibesarkan dalam keluarga yang menoleransi kekerasan atau bullying, maka ia mempelajari bahwa bullying adalah suatu perilaku yang bisa diterima dalam membina suatu hubungan atau dalam mencapai apa yang diinginkannya (image), sehingga kemudian ia meniru (imitasi) perilaku bullying tersebut. Mungkin juga karena faktor orang tua di rumah yang tipe suka memaki, membandingkan atau melakukan kekerasan fisik. Anak pun menganggap benar bahasa kekerasan.

2. Teman sebaya : adanya teman sebaya yang memberikan pengaruh negatif dengan cara menyebarkan ide (baik secara aktif maupun pasif) bahwa bullying bukanlah suatu masalah besar dan merupakan suatu hal yang wajar untuk dilakukan. Pada masanya, remaja memiliki keinginan untuk tidak lagi tergantung pada keluarganya dan mulai mencari dukungan dan rasa aman dari kelompok sebayanya. Jadi bullying terjadi karena adanya tuntutan konformitas.

3. Pengaruh dari Media: Survey yang dilakukan kompas (Saripah, 2006) memperlihatkan bahwa 56,9% anak meniru adegan-adegan film yang ditontonnya, umumnya mereka meniru geraknya (64%) dan kata-katanya (43%). Mungkin saja karena pada film yang ditontonnya terdapat adegan-adegan bullying, membuat para pelaku bullying meniru adegan-adegan bullyingnya karena dianggap wajar atau malah dianggap “keren”.

Solusi

Untuk menyelesaikan dan menghapuskan masalah bullying di dunia memang bukan hal mudah, karena bullying mungkin sudah menjadi sebuah budaya di berbagai sekolah di dunia. Bullying juga sering luput dari pengawasan. Oleh karena itu salah satu caranya adalah meningkatkan jangkauan pemantauan. Mungkin dengan lebih banyaknya kamera cctv di sekolah, memperhatikan sudut-sudut yang sepi dan luput dari perhatian(blind spot) sekolah yang memungkinkan terjadinya bullying.

Karena bullying sering terjadi kepada orang-orang yang pemalu atau tidak berani melawan maka yang harus dilakukan adalah menanamkan kepercayaan diri pada korban. Para pembully mengincar orang yang tak berani melawan, oleh karena itu jika korban percaya diri dan berani melawan maka biasanya para pembully tidak akan melakukan bullying lagi pada orang itu. Jika korban benar-benar melawan, walaupun kena hajar pun dan kalah maka itu akan menjadi terakhir kalinya mereka di bully dan para pelaku mencari korban baru.

Hukuman yang berat pun harus diberikan, tentu saja jika hukuman yang diberikan bisa memberikan rasa jera maka otomatis para korban akan berani melaporkan kejadian itu. Hukuman itu bisa berasal dari polisi, sekolah dan pihak-pihak lainnya. Jika ingin ekstrim bisa juga mencontoh sebuah acara reality show yaitu Bully Beatdown. Di acara itu para korban melapor kepada pihak acara dan para pelaku bully diajak bertarung melawan petarung mma. Jika sang pembully bisa bertahan saja, maka akan mendapatkan uang apalagi jika si pembully menang. Tetapi karena lawannya petarung mma maka jarang ada pembully yang bisa mendapat uang besar dan malah kapok membully korban. mungkin saja jika banyak acara seperti itu bullying dapat diberantas.
acara "Bully Beatdown"

referensi: 
http://walidrahmanto.blogspot.com/2012/01/bullying-dan-solusinya.html
http://www.psychologymania.com/2012/06/jenis-jenis-bullying.html
http://www.psychologymania.com/2012/06/dampak-bullying-bagi-siswa.html
http://www.e-psikologi.com/epsi/artikel_detail.asp?id=528
http://www.psychologymania.com/2012/06/faktor-faktor-penyebab-terjadinya.html
http://www.psychologymania.com/2012/06/karakteristik-pelaku-bullying.html
http://en.wikipedia.org/wiki/Bully_Beatdown

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar