Jumat, 21 September 2012

Tugas 4 - Solusi Labsky Untuk Kemanusiaan


Hanya Tersisa Kulit yang Melapisi Tulang...

Masalah


Mungkin kita sering mendengar bahwa banyak anak-anak yang menderita kekurangan gizi dan kelaparan akibat tidak mempunyai uang untuk membeli makanan yang layak. Peristiwa ini bukan hanya terjadi di Indonesia, tapi juga banyak negara lain di dunia.
Kelaparan adalah suatu kondisi di mana tubuh masih membutuhkan makanan, biasanya saat perut telah kosong baik dengan sengaja maupun tidak sengaja untuk waktu yang cukup lama. Kelaparan adalah bentuk ekstrem dari nafsu makan normal. Istilah ini umumnya digunakan untuk merujuk kepada kondisi kekurangan gizi yang dialami sekelompok orang dalam jumlah besar untuk jangka waktu yang relatif lama, biasanya karena kemiskinan, konflik politik, maupun kekeringan cuaca.
Menurut Oxford Dictionary kelaparan adalah istilah yang memiliki tiga makna yaitu:
·       Sensasi tidak nyaman atau menyakitkan yang disebabkan oleh kekurangan makanan, keinginan untuk makan. Juga kondisi kelelahan yang disebabkan oleh keinginan untuk makan.
·       Keinginan atau kelangkaan pangan di suatu negara
·       Keinginan yang kuat atau hasrat
Meskipun produksi pangan global sesungguhnya cukup untuk memberi makan setiap penduduk dunia, namun pada tahun 2011 ini setidaknya terdapat 1 milyar anak-anak, perempuan, dan laki-laki yang terpaksa tidur dengan perut keroncongan.

Peristiwa sungguh mengenaskan. Anak-anak yang seharusnya mendapatakan gizi yang baik dimasa pertumbuhan, justru harus terbiasa menghadapi kelaparan yang harus mendera perut-perut kecil mereka. Masalah ekonomi lagi-lagi menjadi faktor utama dari peristiwa ini.
Kebanyakan anak-anak korban kelaparan dan gizi buruk berasal dari daerah Afrika. Karena negara-negara di Afrika tergolong ke dalam negara berkembang yang cenderung kearah kemiskinan. Kebanyakan dari negara-negara di Afrika hanya memiliki penghasilan sekitar 160-440 per kapita. Jumlah tersebut sudah dapat dipastikan sangat kecil. Padahal untuk mencapai taraf hidup yang baik minimal penghasilan harus diatas angka tersebut. Bandingkan dengan negara-negara maju pasti pendapat perkapitanya sudah mecapai angka puluhan ribu. 

Mungkin dengan adanya di tidak seimbangan ekonomi yang terjadi di dunia ini, miskin dan kaya menjadi sangat terlihat jelas. Bagi orang yang miskin, jangankan untuk membeli mobil atau pakaian, hanya untuk mendapatkan makanan saja mereka merasa sangat kesulitan.
Jumlah orang yang kelaparan setiap harinya mencapai angka tertinggi dalam sejarah, sebanyak 1 milyar, atau tepatnya 1,02 milyar. Lebih dari 17.000 anak akan meninggal akibat kelaparan. Dan setiap lima detik satu orang meninggal karena penyebab yang sama.
Krisis pangan juga sudah merajalela. Tidak dapat dipungkiri bahwa selain masalah ekonomi, kelangkaan pangan yang disebabkan oleh gagal panen dan faktor-faktor lain juga turut menyumbangkan efek yang sangat besar dalam krisis pangan. Harga-harga pangan pun harus melonjak naik. Sementara mereka yang berpenghasilan kecil dan relatif tidak  tetap harus menghadapi semua ini.
Selain di daerah Afrika, kelaparan juga mendera beberapa negara Asia dan timur tengah.
Persentasi populasi kurang gizi menurut negara berdasarkan statistik PBB.


Contoh kasus benua yang terkena kelaparan dunia di antara lain ada Benua Asia yang korbannya mencapai 642 juta orang karena di Asia terjadi banyak kasus seperti status gizi yang sangat rendah, dan pendidikan  yang kurang menjadi faktor utama kelaparan di Asia.
 
Di Benua Afrika, korban kelaparan dunia mencapai 307 juta orang yang terkena korban kelaparan. Penyebab kelaparan di Afrika adalah dikarenakan efektivitas pemerintah yang rendah, konflik di negara itu, tidak stabilnya perekonomian di Afrika dan yang terakhir adalah banyaknya terjadi HIV dan AIDS.

Ternyata di Benua Amerika juga terjadi kelaparan yang korbannya berjumlah 53 juta orang. Penyebab kelaparan di Benua Amerika adalah iklim yang sangat panas di negara tersebut, terlalu  banyak penduduk yang hidup di Benua Amerika.

Faktor penyebab terjadi kelaparan di dunia adalah bergantinya iklim yang tidak teratur dapat  mengakibatkan tanaman yang ditanam atau padi tidak dapat berkembang dengan sempurna atau tidak dapat hidup menghasilkan nasi untuk makanan manusia sehari-hari. Sebagai contoh adalah di negara kita sendiri yaitu Indonesia. Di Indonesia, iklim kadang-kadang kurang jelas kadang panas dan kadang hujan. Inilah penyebab tumbuhnya tanaman padi kurang sempurna dan tidak bisa menghasilkan nasi untuk kita konsumsi sehari hari.

Kemudian faktor berikutnya adalah perokonomian di suatu negara mengalami penurunan yang tajam. Ini dikarenakan negara mempunyai utang kepada negara lain atau tidak banyaknya pengangguran di suatu negara dan kurangnya lapangan pekerjaan.
Sedangkan contoh dari perekonomian adalah di Amerika. Di Amerika, utang negara mereka semakin menumpuk karena Amerika tidak bisa mengontrol perekonomian mereka sendiri dengan baik, banyaknnya meminjam uang ke negara lain dan sebagian warga negaranya tidak sanggup membayar pajak yang tinggi di negara tersebut.
Data kelaparan di dunia


Dampak atau efek dikarenakan kelaparan dunia sangat banyak. Sebagai contoh dampak untuk warga negara yang terkena kelaparan di dunia adalah terkenanya berbagai macam penyakit yang menyerang tubuh warga negara setempat dan yang terakhir adalah dampak yang paling parah untuk warga negara yaitu kematian karena tidak makan berhari-hari yang mengakibatkan tubuh menjadi kurus kering, masuknya berbagai penyakit ke dalam tubuh warga dan berakhir dengan meningkatnya jumlah kematian yang meningkat dan yang terakhir adalah dampak untuk suatu negara karena kelaparan di dunia adalah perekonomian negara akan terus menurun, warga negara akan berkurang karena kematian yang disebabkan oleh kelaparan.Warga negara akan mengajukan protes kepada pemerintah negara yang terkena kelaparan karena cadangan makanan sudah berkurang bahkan habis.


Mayoritas penderita kelaparan adalah penduduk pedesaan yang semestinya menjadi pusat produksi pangan. Berdasarkan laporan Foresight Project (2011), setengah dari populasi rawan pangan dunia, tiga perempat dari anak-anak yang menderita gizi buruk di Afrika, dan mayoritas penduduk yang hidup dalam kemiskinan ekstrem adalah petani pangan skala kecil.

Angka kelaparan di perkotaan juga dilaporkan mengalami peningkatan. Dalam World Disaster Report 2010 dilaporkan sekitar 4.1 juta kaum miskin kota di Kenya tergolong “highly food insecure”. Meroketnya harga pangan dunia, khususnya sejak 2008 sampai sekarang, diperkirakan meningkatkan angka kelaparan di perkotaan di berbagai penjuru dunia.

Kasus kelaparan tidak hanya didominasi negara-negara miskin dan berkembang. Dalam WDR 2011 dinyatakan sekitar 19 juta penduduk di negara-negara berpendapatan tinggi juga mengalami masalah dengan kelaparan. Pada tahun 2010 misalnya, Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA) mengeluarkan dana sebesar $68 juta melalui program ‘food stamp’ untuk menjangkau 40 juta penduduk yang terindikasi kelaparan.

Kelaparan tentunya menghasilkan banyak sekali dampak bagi orang-orang yang mengalaminya. Salah satunya adalah malnutrisi atau gizi buruk.
Malnutrisi adalah suatu keadaan di mana tubuh mengalami gangguan dalam penggunaan zat gizi untuk pertumbuhan, perkembangan dan aktivitas. Malnutrisi dapat disebabkan oleh kurangnya asupan makanan maupun adanya gangguan terhadap absorbsi, pencernaan dan penggunaan zat gizi dalam tubuh.

Kurangnya asupan makanan dan adanya penyakit merupakan penyebab langsung malnutrisi yang paling penting. Penyakit, terutama penyakit infeksi, mempengaruhi jumlah asupan makanan dan penggunaan nutrien oleh tubuh. Kurangnya asupan makanan sendiri dapat disebabkan oleh kurangnya jumlah makanan yang diberikan, kurangnya kualitas makanan yang diberikan dan cara pemberian makanan yang salah.

Malnutrisi merupakan masalah yang menjadi perhatian internasional serta memiliki berbagai sebab yang saling berkaitan. Penyebab malnutrisi menurut kerangka konseptual UNICEF dapat dibedakan menjadi penyebab langsung (immediate cause), penyebab tidak langsung (underlying cause) dan penyebab dasar (basic cause).


Secara klinis, malnutrisi dinyatakan sebagai gizi kurang dan gizi buruk. Gizi kurang belum menunjukkan gejala khas, belum ada kelainan biokimia, hanya dijumpai gangguan pertumbuhan. Gangguan pertumbuhan dapat terjadi dalam waktu singkat dan dapat terjadi dalam waktu yang cukup lama. Gangguan pertumbuhan dalam waktu yang singkat sering terjadi pada perubahan berat badan sebagai akibat menurunnya nafsu makan, sakit seperti diare dan ISPA, atau karena kurang cukupnya makanan yang dikonsumsi. Sedangkan gangguan pertumbuhan yang berlangsung lama dapat terlihat pada hambatan pertambahan panjang badan.

Pada gizi buruk disamping gejala klinis didapatkan pula kelainan biokimia yang khas sesuai bentuk klinis. Pada gizi buruk didapatkan 3 bentuk klinis yaitu kwashiorkor, marasmus,dan marasmus kwashiorkor.

Kwashiorkor adalah gangguan gizi karena kekurangan protein biasa sering disebut busung lapar. Gejala yang timbul diantaranya adalah edema di seluruh tubuh terutama punggung kaki, wajah membulat dan sembab, perubahan status mental: rewel kadang apatis, menolak segala jenis makanan (anoreksia), pembesaran jaringan hati, rambut kusam dan mudah dicabut, gangguan kulit yang disebut crazy pavement,pandangan mata tampak sayu. Pada umumnya penderita sering rewel dan banyak menangis. Pada stadium lanjut anak tampak apatis atau kesadaran yang menurun. 

Marasmus adalah gangguan gizi karena kekurangan karbohidrat. Gejala yang timbul diantaranya tampak sangat kurus (tinggal tulang terbungkus kulit), muka seperti orangtua (berkerut), tidak terlihat lemak dan otot di bawah kulit, perut cekung, kulit keriput, rambut mudah patah dan kemerahan, gangguan pencernaan (sering diare), pembesaran hati dan sebagainya. Anak tampak sering rewel dan banyak menangis meskipun setelah makan, karena masih merasa lapar. Pada stadium lanjut yang lebih berat anak tampak apatis atau kesadaran yang menurun.

Jumlah penderita malnutrisi diperkirakan jauh lebih besar lagi. Pada saat ini, diperkirakan satu milyar penduduk dunia menderita kekurangan gizi, kekurangan vitamin, dan mineral. Selain itu, 1,5 juta diantaranya menderita kelebihan gizi dan obesitas yang dalam jangka panjang akan mengalami masalah kesehatan, seperti jantung, berbagai jenis kanker, sampai diabetes. Kini, risiko obesitas tidak hanya terjadi di negara-negara berpendapatan tinggi atau menengah, tapi mulai juga dialami negara-negara miskin.

Solusi

          Menurut saya kelaparan itu disebabkan oleh tingkat kesejahteraan hidup yang tidak merata. Saat ini saja orang yang kaya akan semakin kaya dan orang miskin akan semakin miskin. Oleh karena itu usaha yang dapat dilakukan untuk mengurangi kelaparan yang kini merajalela di seluruh dunia adalah pemerintah seharusnya mengirimkan banyak bantuan kepada warga negaranya yang mengalami kesulitan dalam hal pangan. Seperti memurahkan harga pangan. Kemudian mengratiskan makanan bagi orang-orang miskin. Dan membuat program untuk memakan makanan sehat. Makanan yang diberikan juga tidak boleh sembarangan. Harus dengan kualitas yang tinggi dan kondisi yang tetunya masih bagus. 

          Korupsi yang kerap kali terjadi di pemerintahan saat ini juga harus cepat diberantas. Karena uang yang seharusnya bisa dibelikan makanan bagi orang yang membutuhkan, malah masuk ke kantong-kantong orang yang tidak bertanggung jawab. Kesadaraan dalam diri pejabat-pejabat negara memang yang paling harus ditinggikan untuk meningkatkan kesejahteraan warga negaranya.

Selain itu pemerintah harus lebih giat lagi menanamkan program KB atau Keluarga Berencana. Banyak dari negara berkembang memiliki masalah dalam pertumbuhan penduduk. Pertumbuhan penduduk yang tinggi tentunya membutuhkan produksi pangan yang tinggi pula. Oleh karena itu tingkat pertumbuhan penduduk harus di sesuaikan dengan jumlah produksi  makanan yang ada. Program Keluarga Berencana dapat membantu dalam mengatur pertumbuhan penduduk agar tidak terjadi meledaknya pertumbuhan penduduk. 


Sebagai warga negara yang baik, kita juga harus membantu pemerintah dalam mensukseskan program-program yang dapat mengurangi tingkat kelaparan dan gizi buruk. Kita dapat membantu pemerintah dalam mengembangkan perekonomian bagi negara. Peningkatan perekonomian negara juga dapat membuat negara menjadi lebih kaya dan makmur sehingga tidak ada lagi hutang pada negara lain. Banyak cara yang dapat dilakukan seperti membuka lapangan kerja bagi perusahaan swasta agar banyak orang yang tidak memiliki pekerjaan bisa mendapatkannya.


          Kemudian pendidikan juga turut mempengaruhi tingkat kelaparan didunia. Oleh karena itu seharusnya pendidikan di seluruh dunia dibuat gratis. Tanpa ada pungutan biaya sedikitpun.  Di banyak negara maju, pendidikan dibuat cuma-cuma sehingga banyak warganya yang bisa sejahtera dan mendapatkan pekerjaan serta kehidupan yang layak. Otomatis mereka bisa membeli makanan yang bergizi bagi diri mereka dan keluarganya. Makanan yang bergizi pastinya membuat seseorang terpenuhi kebutuhan gizinya, dan tidak akan menderita malnutrisi. 


          Dibanyak negara berkembang, biaya pendidikan sangat mahal. Sehingga mereka tidak bisa mendapatkan pekerjaan yang layak. Faktor ini sangat mempengaruhi tingkat pangan, karena, mereka yang tidak memiliki pekerjaan yang layak, atau bahkan tidak memiliki pekerjaan tidak akan bisa memenuhi kebutuhan pangan yang berstandar gizi tinggi. Sehingga banyak negara berkembang dan negara berkembang yang cenderung hampir miskin menderita kelaparan dan malnutrisi. 

Menurut saya dari 3 kebutuhan hidup pokok yaitu pangan, sandang, dan papan, pangan adalah yang paling utama. Jadi paling tidak makanan adalah yang seharusnya paling diperjuangkan. Jika manusia tidak makan maka dia akan mati. Beda halnya dengan pakaian dan rumah. Orang tidak akan mati jika hanya memiliki beberapa baju, karena baju itu tahan lama. Orang juga tidak memerlukan banyak rumah untuk hidup. Asalkan dia punya tempat berteduh maka dia akan bertahan hidup. Tanpa makanan kita tidak bisa berbuat apa-apa. Makanan adalah sumber energi untuk melakukan segala hal. Jika kita punya makanan untuk memenuhi kebutuhan hidup maka kita punya banyak tenaga untuk bekerja dan mencari uang untuk memenuhi kebutuhan hidup lainnya.

           


Sumber:








Tidak ada komentar:

Poskan Komentar