Rabu, 19 September 2012

Tugas 4 - Solusi Labsky untuk Kemanusiaan


 PEDULI BENCANA ALAM
Bencana alam adalah suatu peristiwa alam yang mengakibatkan dampak besar bagi populasi manusia. Peristiwa alam dapat berupa banjir, letusan gunung berapi, gempa bumi, tsunami, tanah longsor, badai salju, kekeringan, hujan es, gelombang panas, hurikan, badai tropis, taifun, tornado, kebakaran liar, dan wabah penyakit. Beberapa bencana alam terjadi tidak secara alami. Contohnya adalah kelaparan, yaitu kekurangan bahan pangan dalam jumlah besar yang disebabkan oleh kombinasi faktor manusia dan alam. Dua jenis bencana alam yang diakibatkan dari luar angkasa jarang mempengaruhi manusia, seperti asteroid dan badai matahari.
Indonesia sedang dihadapkan dengan bencana alam. Dari banjir bandang di Wasior Papua, banjir di Jakarta, erupsi Gunung Merapi di Daerah Istimewa Yogyakarta serta Gempa dan Tsunami di Kepulauan Mentawai Sumatra Barat. Seakan semua terjadi seperti sebuah parade yang silih bergantian. Utamanya yang masih hangat menjadi sorotan publik maupun media adalah Gunung Merapi Yogyakarta dan Gempa Tsunami Mentawai. Secara geografis Indonesia memang tergolong wilayah dengan titik kerawanan bencana yang tinggi. Di samping kondisi alam di Indonesia yang berpotensi besar mendatangkan bencana. Disaat terjadinya bencana dalam suatu daerah perhatian utama selalu mengarah pada manusia. Artinya berapa korban yang meninggal dan berapa yang selamat dan membutuhkan pertolongan. Pemerintah dan elemen masyarakat notabene telah menyiapkan berbagai antisipasi penanggulangan baik sebelum bencana terjadi hingga saat bencana sudah terjadi. Namun masih saja sering terjadi kecolongan (banyaknya korban meninggal)
Kehadiran bencana alam bisa membawa dua dampak sekaligus. Yaitu dampak negatif dan positif. Kedua dampak ini selalu berhubungan satu sama lain. Pertama, dampak negatif atau dengan kata lain kerusakan akibat bencana, biasanya bersifat kerugian secara fisik maupun nonfisik. Seperti korban jiwa yang berjatuhan, serta kerugian dari segi bangunan maupun material lainnya. Kemudian ditinjau dari dampak positif. Bencana ternyata bisa menjadi sarana penyadaran kepada manusia. Hal ini sangat erat kaitannya dengan aspek-aspek spiritual. Tidak sedikit orang menjadi sadar diri disaat peringatan Tuhan dengan bencana datang melanda dirinya. Terjadi perubahan watak dan sikap dalam dirinya. Juga di pihak lain, bisa menjadi sarana untuk menumbuhkan sikap empati terhadap sesama manusia yang menjadi korban bencana.
Adanya wujud solidaritas atau bentuk kepedulian sesama disaat adanya bencana yang menimpa merupakan perilaku sosial yang berkembang di masyarakat pada umumnya. Dan hal tersebut tidak hanya ditemukan di Indonesia, namun semua masyarakat di Negara lain bisa dipastikan juga demikian. Tidak hanya kalangan pemerintah saja, melainkan segenap kalangan seperti mahasiswa, artis, hingga masyarakat biasa dalam berbagai strata sosial bisa kita dapati memiliki bentuk peduli terhadap sesamanya ketika bencana melanda saudaranya. Mengapa hal itu bisa ada? Karena sikap dasar fitrah manusia adalah orang yang mempunyai dua hubungan, pertama hubungan vertikal. Biasa disebut dalam bahasa agama dengan Hablun Minallah. Hubungan antara manusia dengan Tuhannya. Kedua, adalah hubungan horizontal atau bahasa agama menyebutnya dengan Hablun Minannas, hubungan manusia dengan manusia. Karena manusia pada dasarnya tidak bisa hidup sendiri, tetapi harus bermasyarakat dan saling membutuhkan satu sama lain. Kedua hubungan tersebut tidak berdiri sendiri, tetapi saling berkaitan dan seimbang.
Kepedulian merupakan rasa yang timbul dari dasar hati yang lantas mampu menggerakan fisik untuk melakukan tindakan. Implementasi dari rasa peduli bisa bervariasi. Seperti di kalangan mahasiswa sering kita jumpai mereka melakukan aksi penggalangan dana di dalam kampus atau di jalan, bertujuan untuk membantu para korban bencana. Hal ini menjadi sikap pilihan sebagai wujud aplikasi rasa peduli terhadap saudaranya yang membutuhkan uluran tangan. Yang lain bisa kita dapati dengan menjadi relawan yang langsung terjun ke lapangan langsung, dan lainnya. Pada intinya, rasa peduli terhadap saudara lainnya adalah kemestian dalam setiap diri. Untuk itu perlu untuk terus ditumbuhkan dan direalisasikan dengan perilaku yang nyata. Semoga bencana yang sedang menimpa saudara-saudara kita memberikan rasa sadar kepada kita untuk memiliki sifat kepedulian social dan merasa empati kepada saudara kita.
Dalam kasus ini, adalah gunung meletus. Indonesia merupakan daerah The Ring of Fire dimana, dilewati dua lempeng, maka dari itu Indonesia merupakan negara yang memiliki banyak gunung berapi aktif. Tidak lama ini terjadi letusan Gunung Merapi di Yogyakarta. Yang menewaskan tidak sedikit masyarakat di sekitarnya.
Salah satu cara untuk menunjukan rasa empati kita ialah dalam membantu korban bencana alam tersebut. Dengan bergotong royong mengirimkan sumbangan ataupun tim relawan dalam membantu.
Dalam membantu bidang pendidikan, seperti membangun kembali sekolah yang rusak, atau merenovasi sekolah tersebut. Atau mungkin, mengirimkan guru untuk mengajar di daerah yang terkena bencana.
            Manusia sebagai makhluk sosial, harus dapat membantu saudara-saudaranya dalam menghadapi kesulitan. Membantu dengan cara mengadakan kegiatan sosial dalam mengumpulkan dana, bahan pangan, sandang, papan dan terutama yang dibutuhkan oleh para korban adalah dukungan moral agar mereka dapat bangkit dari keadaan mereka. Banyak dari para korban ini mengalami depresi sehingga harus ditangani lebih lanjut.
            Di Jogja yang dikatakan Kota Pendidikan selalu tenang, tak ada keributan tapi beberapa bulan lalu dilanda dengan bencana yang sangat dahsyat, sangat membuat pilu negeri ini. Belum begitu pulih akan gempa dahsyat beberapa tahun lalu Jogja harus mengalami hal pahit dengan kenaikan aktivitas dari Gunung Merapi yang sempat bererupsi dan membuat beberapa wilayah Jogja menjadi luluh lantak. Warga Jogja berhamburan kesana kemari, jarak aman ditingkatkan awalnya 10KM menjadi 15KM akibat erupsi gunung merapi.
            Warga jogja, mengungsi ke berbagai tempat ada yang di stadion UNY (Universitas Negeri Jogja) dengan jumlah pengungsi yang paling banyak. Seluruh warga mengalami kekurangan bahan pangan, banyak dari merekan mengeluhkan sanitasi air, tempat istirahat bagi balita,  dan juga pakaian yang harus diganti. Seluruh warga jogja ini sangat membutuhkan bantuan dan jalinan tangan serta kasih dari kita yang mampu.
            Seluruh warga Indonesia hampir seluruhnya berkontribusi untuk membantu warga jogja yang terkena bencana merapi baik berupa uang, pakaian, bahan makanan, ataupun moril. Banyak stasiun televisi, organisasi, sekolah, warga masyarakat mengumpulkan bantuan melalui iklan di televisi, dari rumah ke rumah, hingga di jalan-jalan. Walaupun setiap penyumbang pemberiannya tidak selelu besar tetapi yang diharapkan adalah kontribusi serta keikhlasan dalam menolong. Dengan semua kontribusi ini diharapkan warga jogja dapat terbantu seluruh bebannya. Serta kita yang menolong dapat mengerti arti dari tolong menolong antar makhluk ciptaan Tuhan.
Perjuangkan sifat empati sesama warga negara Indonesia. Tanpa rasa empati tersebut, Indonesia tidak akan maju, dari membantu sesama saat terjadi bencana semua dimulai. Dari yang terkecil, akan membantuk jiwa solidaritas gotong royong, tenggang rasa, dan empati antar sesama. Maju terus Indonesiaku.
            Sumber:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar