Senin, 24 September 2012

Tugas 4 - Solusi Labsky untuk Kemanusiaan



Bagaimana Pembunuhan adalah Berita Sehari-hari

http://cahayareformasi.com/wp-content/uploads/2012/07/ilustrasi-pembunuhan1.jpg 

Dewasa ini berita pembunuhan adalah kejadian yang wajar dan sering didengar di telinga kita. Televisi, internet, koran, bahkan dari mulut ke mulut berita pembunuhan tersebar layaknya gossip dan informasi yang wajar.  Korbannya tidak pandang umur, usia, jabatan atau apapun. Pelakunya pun demikian, mulai dari anak kecil sampai orang tua. Iya, bahkan anak kecil yang seharusnya lugu dan manis bisa melakukan pembunuhan yang kejam. Anak-anak tidak peduli dan membunuh orang tuanya, orang tua mengabaikan rasa sayangnya dan membunuh anaknya. Sesama teman saling membunuh untuk memperebutkan seorang wanita. Berbagai pembunuhan dipenuhi untuk menghilangkan dan  memenuhi rasa dendam di diri. Tidak mengetahui bahwa dendam akan melahirkan dendam-dendam lainnya dan akhirnya tidak akan berhenti. Nyawa dipermainkan, dihilangkan begitu saja seakan-akan tidak berharga. Tidak memikirkan apa resiko yang dia dan korban akan dapatkan. Keluarga menangis dan menuntut hukum yang sebanding untuk nyawa yang telah hilang. Kenapa pembunuhan terus terjadi?
Menurut Wikipedia, Pembunuhan adalah suatu tindakan untuk menghilangkan nyawa seseorang dengan cara yang melanggar hukum, maupun yang tidak melawan hukum. Pembunuhan dapat dilakukan dengan berbagai cara. Yang paling umum adalah dengan menggunakan senjata api atau senjata tajam. Pembunuhan dapat juga dapat dilakukan dengan menggunakan bahan peledak, seperti bom.
Pembunuhan juga salah satu kejahatan kemanusiaan. Kejahatan kemanusiaan itu sendiri menurut Wikipedia ensiklopedia bebas adalah  istilah yang mengacu pada tindakan pembunuhan massal dengan penyiksaan terhadap tubuh dari orang-orang, sebagai suatu kejahatan penyerangan terhadap yang lain. Para sarjana Hubungan internasional telah secara luas menggambarkan "kejahatan terhadap umat manusia" sebagai tindakan yang sangat keji, pada suatu skala yang sangat besar, yang dilaksanakan untuk mengurangi ras manusia secara keseluruhan. Membunuh itu juga salah satu hal yang melanggar hak asasi manusia. Kenapa demikian? Membunuh itu mengambil sebuah hak dari manusia, yaitu kehidupan. Semua manusia berhak hidup dan mendapat penghidupan
Ya, memang sejak dari zaman nabi Adam sampai sekarang manusia tidak berhenti-berhentinya menumpahkan darah di atas muka bumi ini. Perperangan terjadi di mana-mana, dendam, murka, dan banyak hal lain yang berujung kepada pengambilan nyawa orang lain. Tapi membunuh tidak hanya selalu disengaja. Ada tiga jenis pembunuhan:
1.      Pembunuhan yang dilakukan dengan sengaja, yaitu suatu pembunuhan yang sudha direncanakan dengan memakai alat atau senjata yang mematikan. Seseorang dikatak membunuh dengan sengaja apabila orang tersebut berakal, baligh, dan berniat atau berencana untuk melakukan pembunuhan, memakai alat atau sengaja yang mematikan manusia, dan yang tebunuh adalah orang baik-baik.
Hukuman bagi pelaku pembunuhan sengaja adalah qishash, artinya si pembunuh dihukum mati. Tetapi, apabila dimaafkan oleh keluarga terbunuh maka pelaku pembunuhan wajib membayar diat (denda) berat secara tunai kepada keluarga terbunuh, berupa unta 100 ekor atau berupa uang seharga unta tersebut.

2.      Pembunuhan seperti sengaja, yaitu terbunuhnya seseorang tanpa disengaja, dilakukan oleh seorang mukalaf dengan alat yang biasanya tidak mematikan. Misalnya, sengaja memukul dengan cambuk ringan, tetapi ternyata orang yang dipukul itu mati. Hukuman bagi pelaku pembunuhan ini adalah keluarganya wajib membayar diat atau denda sebesar 100 ekor unta atau uang seharga unta tersebut kepada keluarga terbunuh, dan dibayar kontan seketika itu juga.

3.      Pembunuhan tersalah, yaitu pembunuhan karena kesalahan tanpa direncanakan dan tidak ada maksud membunuh sama sekali. Misalnya, seseorang menembak burung, akan tetapi terkena orang. Kemudian orang itu mati. Hukuman bagi pelaku pembunuhan ini adalah keluarganya wajib membayar denda ringan berupa 100 ekor unta atau seharga unta itu kepada keluarga terbunuh, dan dibayar secara angsur selama tiga tahun.
Padahal menurut hukum agama maupun Negara, mengambil nyawa seseorang secara sengaja itu adalah dosa besar dan melakukan pelanggaran yang berat. Tentu saja, seorang pelaku pembunuhan harus dan akan di berikan hukuman setimpal dengan apa yang dia lakukan. Semua agama pun melarang umatnya untuk membunuh dan diancam dengan dosa yang sangat besar apabila dilaksanaksakan.
Lalu, mengapa masih banyak orang di permukaan bumi ini yang membunuh satu sama lain?
http://syaikhulislam.files.wordpress.com/2010/03/murder.pngAda beberapa motif atau sebab seseorang melakukan pembunuhan.
Salah satu yang menurut saya paling besar adalah mental atau gangguan kejiawaan. Gangguan jiwa adalah suatu ketidakberesan kesehatan dengan manifestasi-manifestasi psikologis atau perilaku terkait dengan penderitaan yang nyata dan kinerja yang buruk, dan disebabkan oleh gangguan biologis, sosial, psikologis, genetik, fisis, atau kimiawi. Orang-orang seperti ini biasa dipanggil psikopat. Menurut  Wikipedia ensiklopedia bebas,  Psikopat secara harfiah berarti sakit jiwa. Psikopat berasal dari kata psyche yang berarti jiwa dan pathos yang berarti penyakit. Pengidapnya juga sering disebut sebagai sosiopat karena perilakunya yang antisosial dan merugikan orang-orang terdekatnya. Dalam kasus kriminal, psikopat dikenali sebagai pembunuhpemerkosa, dan koruptor. Namun, ini hanyalah 15-20 persen dari total psikopat. Selebihnya adalah pribadi yang berpenampilan sempurna, pandai bertutur kata, mempesona, mempunyai daya tarik luar biasa dan menyenangkan. Psikopat tidak selalu membunuh, tetapi bisa saja apabila ia mau. Apabila dia ada keinginan untuk membunuh dan melakukannya, dia tidak akan memiliki penyesalan sama sekali dalam dirinya. Orang yang mentalnya sehat pasti tentu saja tidak bisa dengan  begitu saja mengambil nyawa orang lain bukan? Banyak orang-orang yang membunuh tanpa kesadaran. Banyak juga orang-orang yang membunuh tanpa alasan. Mereka membunuh hanya untuk kepuasan dan kesenangan jiwanya semata-mata, atau dengan kata lain tanpa motif dan sebab yang jelas. Bahkan terkadang cara mereka membunuh bisa terbilang cukup aneh dan tidak terbayangkan oleh orang lain. 
Kemudian alasan-alasan lain berada dalam seputar ekonomi, politik, cinta, dan agama. Banyak orang-orang dengan masalah ekonomi membunuh karena ketidakmampuannya untuk membayar hutang. Banyak juga yang saling membunuh untuk memperebutkan warisan.  Bahkan banyak orang yang mengambil keuntungan dari jasa membunuhnya. Seperti banyak mafia dan para pembunuh bayaran dengan senang hati mengambil nyawa seseorang asalkan mereka dibayar dengan jumlah yang tentu saja tidak sedikit.  Pembunuhan atas nama politik biasanya dilakukan untuk mencapai suatu cita2 kelompok politik tertentu. Bisa berupa karena perebutan kekuasaan atau jabatan.  Terkadang, pembunuhan juga dilakukan untuk menipu rakyat dan media, atau mengubah pola pikir satu kelompok masyarakat. Untuk menutup kejahatan yang sebelumnya dilakukan seseorang, atau bisa juga karena permasalah kenegaraan lainnya. Seperti salah satu contohnya di Indonesia saat G30SPKI. Masalah percintaan juga terkadang bisa membuat orang membunuh, bahkan membunuh dirinya sendiri. Misalkan saat orang patah hati dia bisa saja membunuh orang yang  membuatnya demikian.
Kemudian dari semua ini ada salah satu yang paling terselubung, yaitu dendam. Ketika seseorang sakit hati atau merasa terjatuhkan dan dizalimi, terkadang perasaan dendam akan muncul dalam dirinya. Perasaan dendam bisa membuat seseorang memiliki niat untuk membunuh. Kemudian sebuah pembunuhan bisa menimbulkan dendam bagi kerabat orang yang dibunuh, dan seterusnya. Hal ini akan berlanjut terus sampai semua manusia di permukaan bumi saling membunuh, kecuali mereka saling memaafkan.
Dan masih banyak lagi motif pembunuhan lainnya.
Menurut Islam, pembunuhan secara sengaja adalah haram hukumnya.  Firman Allah SWT
“Dan tidak layak bagi seorang mu’min membunuh seorang mu’min (yang lain), kecuali karena tersalah (tidak sengaja), dan barangsiapa membunuh seorang mu’min karena tersalah (hendaklah) ia memerdekakan seorang hamba sahaya yang beriman serta membayar diat yang diserahkan kepada keluarganya (si terbunuh itu), kecuali jika mereka (keluarga terbunuh) bersedekah. Jika ia (si terbunuh) dari kaum yang memusuhimu, padahal ia mu’min, maka (hendaklah si pembunuh) memerdekakan hamba-sahaya yang mukmin. Dan jika ia (si terbunuh) dari kaum (kafir) yang ada perjanjian (damai) antara mereka dengan kamu, maka (hendaklah si pembunuh) membayar diat yang diserahkan kepada keluarganya (si terbunuh) serta memerdekakan hamba sahaya yang mukmin. Barangsiapa yang tidak memperolehnya, maka hendaklah ia (si pembunuh) berpuasa dua bulan berturut-turut sebagai cara taubat kepada Allah. Dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana”.[TQS An Nisaa' (6):92]
“Dan barangsiapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja, maka balasannya adalah Jahannam, kekal ia di dalamnya dan Allah murka kepadanya dan melaknatnya serta menyediakan azab yang besar baginya.” [TMQ an-Nisa’ (4):93].


Dari kedua ayat di atas dapat dilihat bahwa Islam sangat membenci pembunuhan dan balasan bagi pembunuh adalah dosa yang sangat besar. Tentu saja, apabila pembunuhan terus berlanjut manusia akan selalu menumpahkan darah sesamanya.

Apa yang bisa kita lakukan untuk mencegah dan menghentikan semua ini?

Bermula dengan pendidikan. Dengan pendidikan yang baik, seseorang bisa memiliki perilaku dan kepribadian yang baik pula. Dimulai dari keluarga dan lingkungan sekitar sejak kecil. Anak-anak sejak kecil harus diajarkan untuk tidak melukai sesamanya dan menyimpan dendam ataupun amarah. Tanamkan rasa damai sejak kecil. Bagi anak-anak atau orang-orang yang memiliki gangguan kejiwaan ada baiknya di rehabilitasi dan dijaga agar dia tidak membunuh dan melakukan kejahatan-kejahatan lainnya. Pendidikan agam pun perlu di perdalam, sebab apabila seseorang mempelajari agama dengan baik dan mendalam akan membuat akhlak dan perilakunya baik pula. Bila seseorang memiliki pegangan agama yang teguh, dia sebisa mungkin akan menghindari perbuatan dosa seperti membunuh. Keluarga dan sekolah juga memiliki peranan untuk menjaga pergaulan anak-anak agar tidak terjerumus ke hal-hal yang tidak diinginkan

Kemudian perbaiki hukum yang berlaku. Perketat dan penegasan hukum akan membuat pembunuhan berkurang. Menurut saya, hukum-hukum di kebanyakan negara, termasuk di Indonesia kurang tegas dalam menangani seorang pembunuh. Setelah membunuh, kemudian dimasukan ke dalam penjara, dan setelah dilepaskan tidak ada jaminan untuknya melakukan hal yang sama lagi bukan? Buatlah hukum agar lebih tegas menghadapi pembunuh, dan membuat orang-orang menjadi takut untuk membunuh. Hal yang paling terakhir dilakukan apabila sudah terlalu kejam adalah hukuman mati. Nyawa dibayar nyawa, apabila tidak ingin dibunuh maka jangan membunuh. Ketika seseorang di hukum mati karena membunuh, niatan orang lain untuk membunuh akan memudar karena takut di hukum dengan cara yang sama. Saya tidak begitu menyarankan hukuman mati, karena ada kemungkinan orang yang berbuat kejahatan tersebut memiliki keinginan yang besar untuk  merubah diri.

Menurut saya, yang terpeting adalah memaafkan. Satu dendam akan memunculkan dendam lainnya. Apabila seseorang bisa memaafkan, kemungkinan saling membunuh berlanjut akan terhenti. Hentikan kemarahan, cobalah bersabar dan memaafkan. Apabila semua orang mencoba berdamai dan menghindari konflik, kekejaman seperti pembunuhan pun akan terkurangi. Dunia ini akan lebih indah apabila semua orang saling berdamai dan rukun.

Ayo kita ciptakan bumi yang lebih baik dengan pertemanan~!
 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar