Rabu, 19 September 2012

Tugas 4 - Solusi Labsky untuk Kemanusiaan

MASALAH BANJIR DI INDONESIA





Banjir adalah peristiwa yang terjadi ketika aliran air yang berlebihan merendam daratan. Dalam arti "air mengalir", kata ini juga dapat berarti masuknya pasang laut. Banjir diakibatkan oleh volume air di suatu badan air seperti sungai atau danau yang meluap atau menjebol bendungan sehingga air keluar dari batasan alaminya.

Ukuran danau atau badan air terus berubah-ubah sesuai perubahan curah hujan, namun banjir yang terjadi tidak besar kecuali jika air mencapai daerah yang dimanfaatkan manusia seperti desa, kota, dan permukiman lain. Banjir juga dapat terjadi di sungai, ketika alirannya melebihi kapasitas saluran air, terutama di kelokan sungai. Banjir sering mengakibatkan kerusakan rumah dan pertokoan yang dibangun di dataran banjir sungai alami. Meski kerusakan akibat banjir dapat dihindari dengan pindah menjauh dari sungai dan badan air yang lain, orang-orang menetap dan bekerja dekat air untuk mencari nafkah dan memanfaatkan biaya murah serta perjalanan dan perdagangan yang lancar dekat perairan. Manusia terus menetap di wilayah rawan banjir adalah bukti bahwa nilai menetap dekat air lebih besar daripada biaya kerusakan akibat banjir periodik.

Selain itu banjir di Indonesia adalah sebuah bencana alam yang sering di alami oleh negara ini. dan bencana alam ini sudah banyak merenggut nyawa dari rakyat Indonesia, dari tahun ke tahun banjir sudah membuat kerugian yang cukup besar dari rusaknya sarana dan prasarana yang sudah ada, memutuskan jalan transportasi, hilangnya nyawa korban, pemadaman listrik, menghanyutkan harta benda masyarakat Indonesia, mengganggu aktivitas sehari-hari, merusak perekonomian negara, mencemari lingkungan sekitar, mendatangkan penyakit atau gangguan, menyebabkan erosi bahkan tanah longsor.

PENYEBAB UTAMA TERJADINYA BANJIR


Pada dasarnya banjir disebabkan oleh luapan aliran air yang terjadi pada saluran atau sungai. Bisa terjadi dimana saja, ditempat yang tinggi maupun tempat yg rendah. Pada saat air jatuh kepermukaan bumi dalam bentuk hujan (presipitasi), maka air itu akan mengalir ketempat yang lebih rendah melalui saluran-saluran atau sungai dalam bentuk aliran permukaan (run off) sebagian akan masuk/meresap kedalam tanah (infiltrasi) dan sebagiannya lagi akan menguap keudara (evapotranspirasi). Namun jika tanah tidak memiliki daya serap yang cukup besar maka akan terjadilah banjir, hal ini disebabkan oleh tanah yang dari waktu ke waktu mengalami pengikisan yang disebabkan oleh ulah tingkah laku manusia yang tidak dapat menjaga dan merawat tumbuhan yang digunakan sebagai daya serap terhadap air. Dan hasil mengatakan bahwa dari tahun ke tahun hutan di Indonesia mengalami pengurangan yang diakibatkan oleh tangan-tangan yang tak bertanggung jawab.

SOLUSI


Sebaiknya pemerintah membuat peraturan baru yang mengenai tentang hal-hal yang menyangkut pembalakan hutan liar agar dapat mengurangi potensi terjadinya banjir. Selain itu dari diri kita sendiri haru menanamkan rasa kesadaran akan pentingnya hutan bagi kelangsungan hidup manusia dan seluruh makhluk hidup yang hidup di bumi ini.

AKIBAT DARI TERJADINYA BANJIR

1. Banjir dapat Merusak Sarana dan Prasarana yang Telah ada

Sarana yang dimaksud adalah sarana umum yang telah ada sejak sebelum terjadinya banjir seperti sekolah, masjid, rumah sakit, puskesmas, dll

2. Pemutusan Jalan Transportasi

Dampak paling umum dari banjir adalah memutuskan jalur transportasi darat. Akibat genangan air pada jalan yang cukup tinggi, motor, mobil atau bahkan truk puso / container tidak bisa melewati jalan tersebut. Selain motor dan mobil, lalu lintas kereta api pun dapat terganggu.

3. Hilangnya Nyawa Korban

Dampak negatif yang paling buruk adalah dimana saat terjadi banyaknya nyawa korban yang melayang.

4. Terjadinya Pemadaman Listrik

Listrik sudah menjadi kebutuhan sehari-hari. Karena tingginya air / luapan banjir, listrik harus kita padamkan atau bahkan dipadamkan oleh pihak PLN. Bayangkan betapa terbatasnya aktifitas keseharian kita bila aliran listrik padam.

5. Menghanyutkan Harta Benda

Kerugian yang disebabkan banjir diantaranya adalah kerusakan benda, alat elektronik, mesin, surat-surat berharga (sertifikat, ijazah, dll), perlengkapan rumah tangga, rumah, gedung, dll.

6. Mengganggu Aktifitas Sehari-hari

Dengan adanya banjir, otomatis akan menganggu aktifitas sehari-hari. Sekolah terganggu, kerja terganggu, bersantai pun terganggu. Karena air banjir, semua aktifitas pun terganggu atau bahkan harus dihentikan untuk sementara waktu. 

7. Merusak Perekonomian Negara

Selain memiliki dampak negatif bagi masyarakat, banjir juga memiliki dampak bagi negara yaitu harus memperbaiki sarana dan prasarana yang sudah dibangun kembali dan secara spontan membutuhkan dana yang tidak dapat dibilang kecil. Dan selain itu, Perekonomian juga dapat terganggu karena banjir merendam sawah sehingga panen/ produksi padi terganggu, karena transportasi terputus bahan makanan yang diangkut oleh truk dapat membusuk atau mungkin membutuhkanbiaya tambahan karena harus mencari jalan alternatif walaupun lebih jauh, Produksi pabrik dihentikan sementara karena mesin produksi terendam air atau listrik dipadamkan sehingga mesin produksi tidak dapat dijalankan, dan masih banyak lagi sebab kerugian tidak berasal hanya dari rusaknya mesin tetapi juga bisa dari sisi terhambatnya / terganggunya produktifitas.
 
8. Mencemari Lingkungan

Saat banjir datang tidak hanya air, tetapi juga membawa serta sampah, kotoran, limbah pabrik / kimia, minyak (oli, bensin, solar, minyak tanah, dsb), dan masih banyak lagi. Selain dapat mencemari sumber air bersih, banjir juga akan mengotori, halaman atau bahkan rumah kita sehingga menjadi tidak hiegienis.


9. Terjangkitnya Banyak Penyakit

Banjir menyebabkan lingkungan menjadi kurang atau tidak bersih, sehingga nyamuk dan bibit kuman penyakit mudah berkembang biak. Selain itu umumnya makanan dan minuman yang sehat akan lebih susah ditemukan (terjadi kerawanan pangan) dan juga karena terlalu sering kena air maka dapat menyebabkan kondisi tubuh menurun.

Penyakit yang bisanya menjangkit saat musim hujan atau pada saat banjir datang, diantaranya:

1) Leptospirosis

Dikenal juga dengan penyakit kencing tikus, penyakit ini disebabkan oleh bakteri Leptospira sp. yang ditularkan dari hewan ke manusia, dan sebaliknya. Bakteri ini dengan mudah berkembang biak pada lingkungan yang becek, berlumpur, dan kotor. Urine (air kencing) dari individu yang terkena penyakit ini merupakan sumber utama penularan. Saat banjir, air kencing tikus terbawa melalui banjir dan dapat masuk ke tubuh manusia melalui permukaan kulit yang terluka, selaput lendir mata, dan hidung. 
2) Cikungunya 
 
Penyakit ini sudah ada sejak dulu, namun kini marak lagi setiap musim hujan. “Penyakit ini disebabkan oleh virus cikungunya, juga ditularkan ke manusia oleh nyamuk Aedes aegypti. Gejalanya demam mendadak, nyeri pada persendian --terutama sendi lutut, pergelangan, jari kaki dan tangan serta tulang belakang--, serta ruam (kumpulan bintik-bintik kemerahan) pada kulit,” papar dr. Mitaning. 

Gejala lainnya adalah nyeri otot, sakit kepala, menggigil, kemerahan pada selaput mata, pembesaran kelenjar getah bening di bagian leher, mual, muntah, dan kadang-kadang disertai gatal pada ruam. Demamnya sering rancu dengan penyakit demam dengue, demam berdarah dengue, dan campak. Tetapi, nyeri sendi merupakan gejala yang menonjol.

3) Penyakit Kulit

Kutu air adalah penyakit yang kelihatannya sepele, tetapi sangat mengganggu dan ‘memalukan’. Perhatikan sela-sela jari kaki Anda. Apakah ada pengelupasan atau kerusakan di bagian tersebut? Ditambah rasa nyeri, gatal, berbau, juga panas seperti terbakar? Jika ya, kemungkinan besar Anda sudah terjangkit! 

Penyakit ini tidak disebabkan oleh kutu, melainkan infeksi jamur, umumnya jenis Trycophyton, yang banyak ditemukan di lingkungan yang  lembap dan basah. Termasuk, lantai di pusat kebugaran, ruang ganti baju, kolam renang, salon yang menyediakan jasa pedicure, dan sebagainya. Di lingkungan tersebut, jamur dapat menyebar secara langsung dari satu orang ke orang yang lain atau saat melakukan kontak dengan objek-objek yang disebutkan di atas.

Infeksi jamur dapat terjadi di semua bagian tubuh, termasuk lengan, kaki, tangan, area lipatan payudara, selangkangan, dan area tertutup lainnya. Pakaian tidak kering betul alias masih lembap bisa menjadi ‘rumah’ yang sempurna bagi jamur untuk berkembang subur dan kemudian kontak dengan kulit manusia. 
SOLUSI 

Sebagai pengobatan pertama, gunakan salep yang mengandung antijamur miconazole, clotrimazole, atau cetoconazol. Kebanyakan keluhan gatal karena jamur bisa berkurang atau bahkan hilang sama sekali dalam waktu 3-5 hari. Namun, sebaiknya pengobatan dilanjutkan 1-2 minggu sebagai pencegahan agar infeksi jamur tidak datang lagi. 

Selain itu saat banjir datang kita juga dapat mencegah agar kita tidak terkena jangkitnya penyakit, diantaranya:



Tips Mencegah Terjangkit Penyakit Saat Banjir Datang:
  1. Sediakan air bersih khusus untuk minum dan mandi.
  2. Jika persediaan air bersih hanya sedikit, prioritaskan air bersih itu untuk minum dan mencuci tangan.
  3. Jika tidak tersedia air bersih dalam kemasan, air dari sumber air di sekitar tempat banjir harus dimasak terlebih dahulu hingga mendidih sebelum diminum.
  4. Jauhkan lingkungan pengungsian atau tempat yang terkena banjir dari tumpukan sampah dan gengangan air.
  5. Khusus  untuk anak-anak, jangan dibiarkan bermain-main dengan air banjir.
  6. Tetap menjaga pola makan, meskipun hanya dengan roti.
  7. Jangan membuang air atau kotoran di air genangan banjir.
  8. Segera bersihkan bekas genangan air banjir saat banjir mulai surut.
  9. Segera bersihkan sampah-sampah bekas banjir atau yang terbawa arus banjir dengan cara membakar atau menguburnya.
 Dan sebenarnya pemerintah dapat melakukan pencegahan terjadinya banjir sejak awal. Menurut saya, seharusnya para petugas pemerintah  melakukan hal-hal sebagai berikut:
 1. Memperbaiki jalanan yang rusak

Para petugas pemerintah secara rutin mengawasi keadaan jalan setiap bulan. Jika terjadi kerusakan, mereka langsung memperbaikinya sehingga tidak terjadi kerusakan yang lebih parah. biasanya kerusakan kecil dianggap remeh dan membiarkannya sampai kerusakan tersebut menjadi sangat parah dan dapat membahayakan para pengendara motor khususnya. Kecelakaan besar pun bisa terjadi hanya karena jalanan yang rusak.

2. Memperbaikan aliran air agar lancar

Kegiatan perbaikan saluran air dapat dilakukan oleh warga sekitar dengan cara bergotong royong setiap dua minggu sekali. Kenapa dua minggu sekali? Karena warga sering memakai air untuk keperluan sehari terutama para ibu rumah tangga dan tidak menutup kemungkinan jika limbah rumah tangga juga ikut terbuang pada selokan tiap rumah. Limbah rumah tangga dapat menyumbat saluran air sehingga aliran air tersebut tidak lancar dan dapat menyebabkan  air menggenang di sekitar rumah warga.

3. Menyediakan tempat penyerapan air

Pembangunan gedung-gedung besar di ibukota Jakarta, sebaiknya diimbangi dengan sarana penyerapan air yang efektif seperti menanam pohon, menyediakan waduk atau sungai kecil.

4. Menyediakan tempat pembuangan sampah

Tempat pembuangan sampah sangat penting. Tempat sampah biasanya terbagi dua yaitu organik dan non organik. Pemungutan sampah sebaiknya dilakukan sacara rutin yaitu setiap hari. Tidak hanya di daerah perumahan elit saja tetapi juga di daerah perkampungan. Banyak warga yang memandang sebelah mata pada rumah-rumah di daerah perkampungan. Padahal mereka juga layak mendapatkan perhatian pemerintah. Jika kegiatan tersebut dilakukan dengan tertib, warga pun tidak perlu khawatir akan terjadinya banjir.

5. Penertiban rumah tinggal yang berada diatas sungai secara bijaksana.

Sebelum mengusir mereka dari tempat tinggalnya, sebaiknya pemerintah memberikan rumah susun yang layak bagi warga sehingga tidak akan terjadi keributan pada saat dilaksanakan penertiban.
Sumber:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar