Selasa, 25 September 2012

Tugas 4 - Solusi Labsky untuk Kemanusiaan


“Krisis kemanusiaan bangsa Indonesia yang makin sering terjadi”



Krisis kemanusiaan merupakan suatu peristiwa ancaman kritis terhadap kesehatan, keamanan, dan keberadaan atau eksistensi suatu komunitas dalam suatu wilayah yang luas. Bencana kelaparan, bencana alam, epidemik maupun konflik bersenjata dapat memicu terjadinya krisis kemanusiaan. Krisis kemanusiaan masih menjadi sorotan bagi dunia internasional dan masih sulit untuk diatasi.

Suatu bangsa dikatakan beradab, belum tentu terlepas dari masalah krisis kemanusiaan, contohnya bangsa Indonesia. Bangsa Indonesia merupakan bangsa besar yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. Hal ini tercantum dalam dasar ideologi Negara, yakni sila ke-2 Pancasila dan alinea ke-4 UUD 1945. Namun, masih banyak peristiwa-peristiwa di tanah air yang memakan korban jiwa, contohnya seperti kerusuhan di Ambon, Poso, dan lain-lain. Hal ini membuktikan bahwa krisis kemanusiaan masih bisa terjadi di Negara beradab. Lantas, mengapa hal ini masih bisa terjadi?

Coba lihat disekitar anda, mengapa banyak masalah-masalah kemanusiaan khususnya yang melanda Indonesia? Apa karena kemerosotan moral manusia atau dari faktor alam dan lingkungan? Ya, setiap masalah pasti mempunyai penjelasan yang tersendiri. Berikut ini saya akan menjelaskan masalah-masalah apa saja yang menjadi faktor penyebab krisis kemanusiaan serta solusi dari saya yang barangkali dapat membantu.

Masalah kemanusiaan yang sering terjadi di Indonesia antara lain adalah :

1.            Kemiskinan

Kemiskinan merupakan salah satu masalah kemanusiaan yang sangat sering terjadi. Angka kemiskinan yang selalu meningkat berdampak kepada kecemburuan sosial yang dialami dalam masyarakat kita sehingga hal ini mengakibatkan adanya jurang pemisah antara si miskin dengan si kaya. Kemiskinan juga berdampak buruk pada segala aspek. Khususnya dalam aspek pendidikan. Jika masyarakat miskin terlalu banyak dan pendidikannya buruk, apakah Indonesia bisa menjadi Negara yang maju?
Solusi dari saya adalah, sebaiknya pemerintah atau lembaga yang baik memberikan subsidi yang tepat bagi masyarakat dengan jalan menciptakan lapangan pekerjaan untuk mereka sehingga mereka pun bisa menjadi manusia yang produkif yang dapat menghasilkan sesuatu sehingga tingkat kemiskinan dari pengangguran pun dapat berkurang.
Jika tingkat kemiskinan berkurang, semuanya akan senang bukan?

2.            Korupsi

Korupsi sudah bukan merupakan suatu hal yang dianggap tabu oleh masyarakat karena korupsi secara terang-terangan sering terjadi di negara kita. Mengapa korupsi susah untuk diberantas? Karena baik para birokrat maupun masyarakatnya sendiri sudah terbiasa melakukan hal tersebut dan bahkan sudah menjadi kebudayaan yang negatif. Padahal, korupsi sangat merugikan Negara kita, bayangkan saja jika di Jakarta terdapat pembangunan jembatan yang diberi budget sekitar 2 Milyar, tetapi yang dipakai untuk pembangunan jembatan hanya setengahnya. Apakah setengah uangnya kembali ke kas Negara? Atau dipakai untuk foya-foya oleh para pejabat?
Solusi dari saya adalah, kita senantiasa harus waspada dan juga sadar, tidak semua hal yang ada di dunia ini dapat kita miliki dan kita harus senantiasa introspeksi diri. Serta kita juga harus mendukung dan membantu pemerintah dalam pemberantasan korupsi.

DIsamping masalah-masalah yang sering terjadi seperti yang saya sebutkan diatas, di Indonesia juga terdapat masalah nilai-nilai kemanusiaan. Nilai-nilai kemanusiaan disini maksudnya adalah suatu keyakinan yang berhubungan dengan cara bertingkah laku dan tujuan akhir yang diinginkan individu dan digunakan sebagai prinsip dalam hidup. Contoh masalah nilai-nilai kemanusiaan antara lain adalah :

A.            Pencurian

Dalam hukum kriminal, pencurian adalah pengambilan properti milik orang lain secara tidak sah tanpa seizin pemilik. Tindakan seperti ini memiliki beberapa alasan bagi si pelaku yaitu ada yang berdasarkan faktor kebutuhan ekonomi yang mendesak, iseng atau bahkan ada juga yang ikut-ikutan. Tetapi faktor yang dominan adalah kebutuhan ekonomi yang mendsak yang mengakibatkan orang mencuri barang milik orang lain.
Tipe-tipe pencuri antara lain :

1. Pencuri Profesional / Sindikat Yaitu Pencuri yang melakukan kegiatannya secara berkelompok dengan     susunan organisasi. Ada ketua, Pengawas, Pelaksana, serta Pengawal
2. Pencuri Amatir 
Yaitu pencuri yang melakukan kegiatan nya sendiri dengan berbagai modus
3. Pencuri Cleptomania
 Yaitu pencuri yang melakukan kegiatan nya karena menderita penyakit,  dimana hal ini tidak terbatas pada strata sosial yang bersangkutan. Bisa dari     golongan orang biasa - orang berada sampai dengan orang miskin. dalam hal     ini yang dapat mendiagnosa/menentukan hanyalah dokter physiology
4. Pencuri Iseng
  Yaitu pencuri yang melakukan kegiatan nya karena keinginan hatinya sehingga sifatnya spontanitas. Sifat spontanitas biasanya di lakukan oleh anak anak,     remaja, mahasiswa maupun karyawan/i
5. Pencuri Yang menjadi kebiasaan
Yaitu Orang yang mencuri sebagai mata pencaharian untuk hidup
Solusi dari saya adalah, Pemerintah hendaknya menyediakan lapangan pekerjaan yang layak dan seluasnya kepada masyarakat. Karena sempitnya lapangan pekerjaan mengakibatkan banyaknya pengangguran sehingga dari pengangguran tersebut menimbulkan tindakan kriminalitas ekonomi yaitu pencurian. Selain itu, masyarakat atau siapapun harus selalu waspada. Ingat, kejahatan terjadi bukan hanya karena niat, melainkan juga karena ada kesempatan.

B.   Penganiayaan

Penganiayaan sering terjadi disekitar masyarakat kita padahal ini termasuk pelanggaran HAM. Dan juga memiliki sanksi yang berat bagi pelaku penganiayaan tersebut. Tapi mengapa hal ini terus terjadi. Bagaimana masyarakat sekitar dapat mengatasi masalah sosial tersebut ? Saat ini, kasus yang sedang marak terjadi adalah penganiyayaan atau kekerasan terhadap anak.
 Kekerasan terhadap anak adalah tindak kekerasan secara fisik, seksual, penganiyaan emosional, atau pengabaian terhadap anak. Di Amerika Serikat, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) mendefinisikan penganiayaan anak sebagai setiap tindakan atau serangkaian tindakan wali atau kelalaian oleh orang tua atau pengasuh lainnya yang dihasilkan dapat membahayakan, atau berpotensi bahaya, atau memberikan ancaman yang berbahaya kepada anak.Sebagian besar terjadi kekerasan terhadap anak di rumah anak itu sendiri dengan jumlah yang lebih kecil terjadi di sekolah, di lingkungan atau organisasi tempat anak berinteraksi. Ada empat kategori utama tindak kekerasan terhadap anak: pengabaian, kekerasan fisik, pelecehan emosional/psikologis, dan pelecehan seksual anak.
Solusi dari saya adalah, masyarakat perlu mempunyai moral dan akhlak manusia yang baik karena hal ini sangat mempengaruhi lingkungan serta Negara kita. Hal itu pun tidak luput dari masalah pendidikan juga, karena bila masyarakat mempunyai pendidikan yang baik juga, otomatis Negara menjadi lebih bisa diatur.
Berikut saya terangkan lagi contoh atau bukti nyata tentang krisis kemanusiaan yang benar benar ada di sekeliling kita, yaitu :

1.      Sekian banyak aliran Agama dan Kepercayaan yang telah dibimbing oleh para Dewa, para Nabi, para Rasul, para Pemuka Agama dan para Ahli Kitab diseluruh bumi ini untuk ’menuntun’ umat manusia agar dapat menjalani kehidupan yang sesuai Kehendak Penciptanya.

2.      Sekian banyak Sekolah-sekolah Tinggi Ilmu ke-Agama-an untuk menggali ’Pengetahuan’ akan Kuasa Penciptanya.

3.      Sekian banyak Kitab-kitab Suci yang diproduksi oleh umat manusia sebagai ’Pedoman’ bagi kebenaran perilaku hidup manusia.

4.      Sekian banyak para Raja, para Perdana Menteri, para Presiden, para Menteri dan para Pejabat yang disumpah untuk menjalani roda pemerintahan yang adil dan bijaksana selama peradaban manusia.

5.      Sekian banyak para Jendral, para Komodor, para Marsekal yang mengerti secara konkrit dan konstruktif tentang kedaulatan setiap negara.

6.      Sekian banyak para Hakim, para Jaksa dan para Jendral Polisi yang ditugaskan untuk menegakkan Keadilan.

7.      Sekian banyak orang-orang Jenius, Profesor, Doktor, Master, Pakar dan Orang–orang Sakti sebagai pelengkap yang diharapkan dapat menunjang terwujudnya Kedamaian Hidup umat manusia di bumi.

Namun kesemua itu tak memiliki arti yang signifikan (tidak memenuhi kapasitas) bagi terwujudnya dunia yang aman dan damai untuk menjalani kehidupan ini, terbukti dari semakin merajalelanya penyimpangan hidup manusia, seperti : saling membenci antar umat beragama, perang antar umat beragama, keserakahan, meraih keuntungan menggunakan tipu-daya, korupsi, perampasan harta, yang benar disalahkan, yang salah membenarkan diri, manipulasi data, penindasan, pemaksaan kehendak, pelanggaran Hak Azasi Manusia, intervensi, opini palsu, kebohongan publik, adu-domba, dendam, teror, kejahatan terselubung, rekayasa, fitnah, menciptakan kedamaian dengan kekerasan, pembunuhan massal dan peperangan, yang semua itu terjadi tak ada hentinya selama peradaban manusia, tanpa disadari poin-poin tersebut diatas justru telah melahirkan ’Multi Dimensi Problema Hidup yang telah mencapai titik ’Krisis Kemanusiaan’ dan ta’kan pernah, atau bahkan mustahil mampu diselesaikan dengan menggunakan akal pikiran manusia.
 

Manusia adalah buatan Sang Pencipta, maka tidak dapat terlawan oleh Konsep-konsep Agama, Kitab-kitab, Perundangan, Hukum Perdata, Hukum Pidana, Aturan dan Peraturan serta Jabatan dan Gelar-gelar seperti tersebut diatas, karena semua itu adalah Konsep-konsep yang tercipta dari Institusi-institusi buatan manusia, dengan kata lain : ”Konsep-konsep Buatan Manusia tidak akan mampu melawan buatan Sang Pencipta yaitu Manusia, karena buatan manusia bila dibandingkan dengan buatan Sang Pencipta adalah Bukan Peringkatnya”.


Krisis kemanusiaan yang saat ini sedang dihadapi umat manusia telah mengakibatkan kebuntuan untuk mewujudkan Perdamaian Dunia dan Kedamaian Hidup bagi manusia, baik secara individu, secara kelompok maupun secara universal, yang ada umat manusia hanya terbelenggu dan tidak mampu menyelesaikan ”Multi Dimensi Problema Hidup” yang timbul akibat :

1.      Saling Membenci Antar Umat Beragama, Perang Antar Umat Beragama
2.      Penipuan, Korupsi, Keserakahan, Perampasan Harta
3.      Perbudakan, Penjajahan Terselubung
4.      Opini Palsu, Fitnah,  Teror, Adu Domba
5.      Amarah, Konflik antar Golongan/Kelompok
6.      Pelanggaran Hak Azasi Manusia, Dendam, Peperangan, Pembunuhan Massal
7.      Manusiapun disatu sisi bertambah brutal dan disisi lain mengalami frustrasi, Lemah, Rapuh dan mengalami penderitaan yang berkepanjangan
                                                 
Bila hal ini dibiarkan terus-menerus terjadi, maka dalam waktu yang tidak begitu lama akan mencapai Klimaks-nya dan berdampak fatal bagi kelangsungan hidup seluruh manusia yaitu : gagalnya umat manusia yang ada di bumi ini.

Oleh sebab itu, untuk mencegah Krisis Kemanusiaan mencapai titik Klimaks-nya, kita sebagai manusia harus mengharagai dan menghormati satu sama lain. Kegiatan rohani keagamaan juga harus ditingkatkan. Solidaritas juga perlu ditingkatkan karena akan menambah rasa kebersamaan antar sesama manusia. Pemerintah juga harus berperan dalam meningkatkan nilai kemanusiaan di indonesia sesuai dengan sila ke dua yaitu ’kemanusiaan yang adil dan beradab’ dengan cara memperbarui sanksi-sanksi atas perbuatan yang tidak ber-keprikemanusiaan agar tercipta suasana yang damai, aman dan sejahtera bagi kita semua.


sumber :

http://www.detik.com/info-kemiskinan-indonesia
http://www.indonesiakrisis.blogspot.com
http://www.scribd.com/kemanusiaan-indonesia
http://www.wikipedia.com/krisisindonesia
http://yudhim.blogspot.com/2008/01/masalah-kemanusiaan.html





Tidak ada komentar:

Poskan Komentar