Selasa, 25 September 2012

Tugas 4 - Solusi Labsky untuk Kemanusiaan

Mereka Ada Bukan untuk Diperdagangkan






Semua orang yang terlahir ke dunia ini pasti memiliki Hak Asasi Manusia (HAM).  Seperti yang kita ketahui selama ini, HAM adalah hak-hak yang telah dipunyai seseorang sejak ia masih berada dalam kandungan dan berlaku secara universal seperti contohnya hak untuk hidup, hak untuk menerima pendidikan, dan hak untuk beribadah sesuai dengan kepercayaan/agama masing-masing.  Dasar-dasar HAM di Indonesia tercantum dalam UUD 1945 Republik Indonesia, seperti pada pasal 27 ayat 1, pasal 28, pasal 29 ayat 2, pasal 30 ayat 1, dan pasal 31 ayat 1.  Sayangnya, kesadaran setiap manusia untuk menjunjung tinggi HAM sesame masih sangat rendah.  Masih banyak orang yang merampas HAM milik orang lain.  Salah satu contohnya yang terkenal adalah dengan melakukan human trafficking atau yang lebih dikenal dengan perdagangan manusia.

Masalah:

Apa itu human trafficking?

Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) mendefinisikan human trafficking atau yang dalam bahasa Indonesia artinya perdangangan manusia sebagai perekrutan, pengiriman, pemindahan, penampungan atau penerimaan seseorang, dengan ancaman, atau penggunaan kekerasan, atau bentuk-bentuk pemaksaan lain, seperti penculikan, penipuan, kecurangan, penyalah gunaan kekuasaan, memberi dan menerima bayaran atau manfaat untuk memperoleh ijin dari orang yang mempunyai wewenang atas orang lain, untuk tujuan eksploitasi sedangkan, menurut UU No. 21 tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang (PTPPO), definisi perdagangan manusia adalah tindakan perekrutan, pengangkutan, penampungan, pengiriman, pemindahan, atau penerimaan seseorang dengan ancaman kekerasan, penggunaan kekerasan, penculikan, penyekapan, pemalsuan, penipuan, penyalah gunaan kekuasaan atau posisi rentan, penjeratan utang atau memberi bayaran atau manfaat, sehingga memperoleh persetujuan dari orang yang memegang kendali atas orang lain tersebut, baik yang dilakukan di dalam negara maupun antar-negara, untuk tujuan eksploitasi atau mengakibatkan orang tereksploitasi atau singkatnya pemaksaan yang dilakukan satu orang atau lebih kepada orang lain.  Eksploitasi meliputi setidak-tidaknya; pelacuran (eksploitasi prostitusi) orang lain atau lainnya seperti kerja atau layanan paksa, perbudakan atau praktek-praktek serupa perbudakan, perhambaan atau pengambilan organ tubuh.  Kegiatan perdagangan manusia tersebut semakin marak di seluruh dunia, tak terkecuali di Indonesia. Indonesia, selain merupakan sumber, dapat pula menjadi tempat transit araupun tujuan pedagangan manusia.  Sasaran/korban kegiatan ini biasanya adalah anak-anak/remaja perempuan.

Faktor Penyebab Trafficking

Tidak ada satupun yang merupakan sebab khusus terjadinya trafficking manusia di Indonesia atau di dunia.  Trafficking terjadi karena bermacam-macam kondisi serta persoalan yang berbeda-beda.  Terdapat banyak penyebab perdagangan manusia.  Sebab-sebab ini rumit dan seringkali saling memperkuat satu sama lain.  Tetapi dapat disimpulkan beberapa faktor, antara lain:

   1.       Kurangnya kesadaran ketika mencari pekerjaan dengan tidak mengetahui bahaya trafficking dan cara-cara yang dipakai untuk menipu atau menjebak korban.

   2.       Kemiskinan telah memaksa banyak orang untuk mencari pekerjaan ke mana saja, tanpamelihat risiko dari pekerjaan tersebut.

   3.       Kultur/budaya yang menempatkan posisi perempuan yang lemah dan juga posisi anak yang harus menuruti kehendak orang tua dan juga perkawinan dini, diyakini menjadi salah satu pemicu trafficking.  Biasanya korban terpaksa harus pergi mencari pekerjaan sampai ke luar negeri atau ke luar daerah, karena tuntutan keluarga atau orangtua.

   4.       Lemahnya pencatatan /dokumentasi kelahiran anak atau penduduk sehingga sangat mudahu ntuk memalsukan data identitas.

   5.       Lemahnya oknum-oknum aparat penegak hukum dan pihak-pihak terkait dalam melakukan pengawalan terhadap indikasi kasus-kasus trafficking.

   6.       Orang tua yang tega menjual anaknya sendiri dengan alasan kebutuhan akan uang yang sangat mendesak.

   7.       Kemerosotan etika, moralitas, spiritualitas, dan rasa kemanusiaan pada diri manusia.  Gejolak kemerosotan etika, moralitas, spritualitas, dan rasa kemanusiaan tersebut dapat mendorong makin meluasnya tindak kejahatan dan kekerasan, termasuk praktik-praktik perdagangan orang.


Tidak ada negara yang kebal terhadap perdagangan manusia.  Setiap tahunnya, diperkirakan 600.000 – 800.000 perempuan dan anak-anak diperdagangkan menyeberangi perbatasan-perbatasan internasional  (beberapa organisasi internasional dan organisasi swadaya masyarakat mengeluarkan angka yang jauh lebih tinggi), dan perdagangan terus berkembang.  Angka ini merupakan tambahan untuk angka lain yang jauh lebih tinggi yang belum  dapat dipastikan jumlahnya berkenaan dengan korban-korban  perdagangan manusia di dalam berbagai negara.  Para korban dipaksa untuk bekerja pada tempat pelacuran, atau bekerja di tambang-tambang dan tempat kerja buruh berupah rendah, di tanah pertanian, sebagai pelayan rumah, sebagai prajurit di bawah umur dan, dalam banyak bentuk perbudakan di luar kemauan mereka.  Pemerintah AS memperkirakan bahwa lebih dari separuh dari para korban yang diperdagangkan secara internasional diperjualbelikan untuk eksploitasi seksual.  Amerika Serikat memperkirakan bahwa keuntungan dari Perdagangan Manusia merupakan salah satu dari tiga sumber pendapatan teratas bagi kejahatan terorganisir setelah perdagangan narkotika dan perdagangan senjata.  Perbudakan modern  merupakan ancaman multidimensi bagi semua bangsa.  Selain penderitaan individu akibat pelanggaran hak asasi manusia, keterkaitan antara perdagangan manusia dengan kejahatan terorganisir serta ancaman-ancaman keamanan yang sangat serius seperti perdagangan obat-obatan terlarang dan senjata, menjadi semakin  jelas.  Begitu pula kaitannya dengan keprihatinan kesehatan masyarakat yang serius, karena banyak korban mengidap penyakit, baik akibat kondisi hidup yang miskin maupun akibat dipaksa melakukan hubungan seks, dan diperdagangkan ke komunitas-komunitas baru.  Sebuah negara yang memilih untuk mengebelakangkan masalah perdagangan manusia akan membahayakan bangsanya sendiri.  Tindakan cepat sangat dibutuhkan.


Dampak perdagangan manusia

Perdagangan manusia adalah pelanggaran Hak Asasi Manusia. Pada dasarnya, perdagangan manusia melanggar hak asasi universal manusia untuk hidup, merdeka, dan bebas dari semua bentuk perbudakan.  Perdagangan anak-anak merusak kebutuhan dasar seorang anak untuk tumbuh dalam lingkungan yang aman dan merusak hak anak untuk bebas dari kekerasan dan eksploitasi seksual.

Para korban perdagangan manusia mengalami banyak hal yang sangat mengerikan.  Perdagangan manusia menimbulkan dampak negatif yang sangat berpengaruh terhadap kehidupan para korban.  Tidak jarang, dampak negatif hal ini meninggalkan pengaruh yang permanen bagi para korban.   

Dari segi fisik, korban perdagangan manusia sering sekali terjangkit penyakit.  Selain karena stress, mereka dapat terjangkit penyakit karena situasi hidup serta pekerjaan yang mempunyai dampak besar terhadap kesehatan.  Tidak hanya penyakit, pada korban anak-anak seringkali mengalami pertumbuhan yang terhambat.

Dari segi psikis, mayoritas para korban mengalami stress dan depresi akibat apa yang mereka alami.  Seringkali para korban perdagangan manusia mengasingkan diri dari kehidupan sosial.  Bahkan, apabila sudah sangat parah, mereka juga cenderung untuk mengasingkan diri dari keluarga.  Para korban seringkali kehilangan kesempatan untuk mengalami perkembangan sosial, moral, dan spiritual.  Sebagai bahan perbandingan, para korban eksploitasi seksual mengalami luka psikis yang hebat akibat perlakuan orang lain terhadap mereka, dan juga akibat luka fisik serta penyakit yang dialaminya.  Hampir sebagian besar korban “diperdagangkan” di lokasi yang berbeda bahasa dan budaya dengan mereka. Hal itu mengakibatkan cedera psikologis yang semakin bertambah karena isolasi dan dominasi.  Ironisnya, kemampuan manusia untuk menahan penderitaan yang sangat buruk serta terampasnya hak-hak mereka dimanfaatkan oleh “penjual” mereka untuk menjebak para korban agar terus bekerja.  Mereka juga memberi harapan kosong kepada para korban untuk bisa bebas dari jeratan perbudakan.

Solusi:

Rendahnya tingkat ekonomi, pendidikan, dan situasi psikologis adalah penyebab utama terjadinya perdagangan manusia.  Ada beberapa solusi yang dapat dilakukan agar kasus perdagangan manusia dapat berkurang.   

Solusi pertama adalah dengan meningkatkan kesadaran masyarakat melalui penyuluhan pemuka agama dan pemerintah.  Apabila kesadaran masyarakat akan bahaya dari perdagangan manusia sudah muncul, maka diharapkan tingkat perdagangan manusia akan sedikit berkurang.

Solusi kedua adalah memperluas tenaga kerja, fokus pada program Usaha Kecil Menengah (UKM), serta pemberdayaan perempuan.  Apabila lapangan kerja di Indonesia sudah cukup memenuhi kebutuhan masyarakat, maka keinginan untuk bermigrasi dan bekerja di luar negeri akan berkurang dan resiko terjadinya perdagangan manusia pun diharapkan akan semakin berkurang juga.

Solusi selanjutnya adalah meningkatkan pengawasan di setiap perbatasan NKRI serta meningkatkan kinerja para aparat penegak hukum.  Hukum yang ada juga harus lebih ditegakkan agar terjadi keadilan.  Kejahatan seperti perdagangan manusia dapat saja terjadi.  Kemungkinan untuk terjadi akan semakin besar apabila tidak ada pengawasan yang ketat oleh aparat yang terkait.  Apabila pengawasan sudah ketat dan hukum sudah ditegakkan, maka kasus perdagangan manusia dapat berkurang.

kampanye melawan human trafficking
Solusi lainnya adalah memberikan pengetahuan dan penyuluhan seefektif mungkin kepada masyarakat.  Untuk dapat mencegah masalah ini, perlu diadakan penyuluhan dan sosialisasi masalah yang rutin mengenai perdagangan manusia kepada masyarakat.  Dengan sosialisasi secara terus-menerus, masyarakat akan mengetahui bahaya masalah ini dan bagaimana solusinya.  Pendidikan tentu saja tidak hanya diberikan kepada masyarakat golongan menengah ke atas.  Justru pendidikan tersebut harus diberikan kepada kaum kelas bawah, karena mereka rentan sekali menjadi korban praktik perdagangan manusia disebabkan oleh pengetahuan yang minim dan rendahnya tingkat ekonomi.  Perdagangan manusia seringkali terjadi pada masyarakat dengan taraf pendidikan yang cukup rendah sehingga pendidikan harus diberikan kepada masyarakat tersebut.  Pendidikan harus diberikan dengan bahasa yang mudah dimengerti oleh semua lapisan masyarakat.

Setelah masyarakat mengetahui masalah ini, saatnya mereka memberitahukannya kepada orang lain yang belum tahu.  Apabila informasi seperti ini tidak disebarluaskan, maka rantai masalah ini tidak akan pernah terputus.  Sudah menjadi kewajiban masyarakat untuk menyampaikan apa yang terjadi pada orang lain, terlebih lagi orang-orang yang dianggap berpotensi mengalami tindakan perdagangan manusia.  Sebab, orang yang tidak mengetahui adanya permasalahan ini tidak akan menyadari bahwa hal ini mungkin telah terjadi pada orang lain di sekitar mereka atau mungkin bahkan dapat terjadi pada diri mereka sendiri.

kampanye melawan human trafficking
Solusi terakhir adalah berperan aktif untuk mencegah.  Pemberantasan perdagangan manusia memang merupakan salah satu tugas pemerintah, tetapi kita sebagai masyarakat juga dapat turut berperan aktif dalam pemberantasan perdagangan manusia.  Setelah mengetahui dan berusahaa berbagi dengan masyarakat yang lain, kita juga dapat berperan aktif untuk menanggulangi permasalahan ini.  Berperan aktif dapat dilakukan dengan cara melaporkan kasus perdagangan manusia yang diketahui kepada pihak yang berwajib.  Masyarakat juga bisa mengarahkan keluarganya untuk lebih berhati-hati terhadap orang lain, baik yang tidak dikenal maupun yang sudah dikenal.  Atau mungkin, kita sebagai masyarakat dapat mengikuti kampanye-kampanye tentang pemberantasan perdagangan manusia atau bergabung dalam lembaga-lembaga kemanusiaan yang membantu para korban perdagangan manusia.  Mungkin hal yang dilakukan hanyalah sesuatu yang kecil dan sederhana, namun apabila semua orang bergerak untuk turut melakukannya, bukan tidak mungkin masalah ini akan teratasi.





Sumber:
http://id.wikipedia.org/wiki/Perdagangan_manusia
http://derliana.wordpress.com/2010/06/08/perdagangan-manusia
http://febrianipurba.blogspot.com/2012/02/makalah-perdagangan-manusia-di.html

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar