Rabu, 19 September 2012

Tugas 4 - Solusi Labsky Untuk Kemanusiaan


Perkembangan Westernisasi  yang tidak di dampingi oleh Modernisasi                   
        
Modernisasi yang sangat menguntungkan
Kebudayaan dalam hidup manusia sehari hari dapat berubah akibat adanya percampuran dari kebudayaan lain, khususnya dari kebudayaan barat. Faktor terbesar dalam perubahaan budaya/westernisasi saat ini yang paling terkenal adalah adanya modernisasi dan globalisasi. Adanya modernisasi dan globalisasi dalam budaya menyebabkan pergeseran nilai dan sikap masyarakat yang semua irasional menjadi rasional. Semakin majunya teknologi berkat modernisasi juga merubah gaya hidup masyarakat yang tadinya tradisional menjadi modern.
Dampak positif dari modernisasi dan globalisasi antara lain sebagai berikut:
  • Memudahkan untuk mendapatkan barang yang berkualitas bagus dengan harga yang paling murah.
  • Tersedianya lapangan pekerjaan bagi tenaga profesional.
  • Perkembangan teknologi untuk kesejahteraan masyarakat dunia.
  • Komunikasi tanpa dibatasi jarak dan waktu sehingga dapat memperlancar perdagangan internasional.
  • Terbukanya peluang bisnis dan kemudahan di bidang pendidikan, politik, pertahanan dan keamanan.
  • Pembangunan yang lebih terencana dan berorientasi pada kebutuhan hidup warga dunia.
  • Penanaman modal asing memicu pertumbuhan ekonomi negara berkembang.
  • Terjadinya migrasi yang tinggi dalam suatu negara maupun dari negara yang satu ke negara yang lain.
  • Bercampurnya berbagai kebudayaan dari berbagai daerah dan negara.
Sayangnya dari modernisasi dan globalisasi ini, muncul juga beberapa masalah dan dampak negatif. Salah satunya merupakan westernisasi tanpa modernisasi serta westernisasi yang belum di saring. Westernisasi yang merugikan tersebut adalah masalah kemanusiaan yang harus di solusikan dan dikurangi.


Masalah

Definisi dari Westernisasi adalah suatu perbuatan seseorang yang mulai kehilangan jiwa nasionalismenya, yang meniru atau melakukan aktivitas bersifat kebarat-baratan (budaya bangsa lain). Westernisasi sudah berkembang di masyarakat luas. Dan hal ini menuntut kita untuk mawaspadai manakah yang bisa diterima dan mana yang tidak perlu diikuti.
Mcdonalds yang didirikan di daerah arsitektur Cina tua
Menunjukan westernisasi yang terjadi di Cina
Sejarah Westernisasi berawal dari datangnya garnizun bangsa – bangsa Eropa seperti Spanyol dan Portugis yang membawa budaya mereka saat berdagang ke daerah Asia. Lalu mulai berdatangan bangsa yang mengkolonialisasi Negara – Negara di Asia seperti Belanda dan Inggris. Di Indonesia westernisasi budaya kita banyak yang meniru Belanda seperti gaya berbicara, pakaian, dan arsitektur. Westernisasi di Asia juga berkembang karena penjajahan Jepang pada tahun 1940-an. Pada zaman sekarang, Indonesia dan beberapa Negara lainnya lebih menyimpang ke kebudayaan Negara superior Amerika.
Westernisasi memberi dampak positif maupun dampak negatif. Dampak positif contohnya tentang pengaruh budaya lain dalam segi pakaian. Dulu bangsa kita, setiap hari memakai pakaian adat dalam melakukan aktivitas apapun. Kaum wanita di Jawa misalnya, memakai kebaya lengkap, tentu saja mebuatnya sangat sulit dalam melakukan aktivitas tertentu. Sehingga dari pengaruh westernisasi inilah di era baru ini kita dapat enggunakan pakaian biasa seperti kemeja, celana, rok, dan sebagainya.
Budaya Fashion dan Lifestyle Barat
(ex: Amerika dan Eropa)
Disisi lain pengaruh westernisasi dari segi pakaian juga membawa dampak negatif. Awalnya bangsa kita yang sopan, selalu berpakaian tertutup kini tidak lagi, karena pengaruh pakaian-pakaian yang tidak sesuai. Generasi muda yang tidak mau menyaring terlebih dahulu seringkali terkena pengaruh buruk fashion bangsa lain. Selain tidak sopan dan membuka aurat pakaian yang dipakai sekarang tidak sesuai dengan kegunaannya yang asli di Negara-negara barat. Misalnya tank top yang diluar negeri digunakan pada musim panas, akan tetapi di Indonesia malah digunakan untuk bergaya di depan umum. Inilah yang sering kali menjadi kontroversi.
Dari segi cara hidup kita tahu bahwa di negara-negara barat, iklimnya berbeda dari iklim di Indonesia. Negara barat lebih sering berhawa dingin daripada panas. Walaupun di Negara Indonesia juga ada dataran tinggi yang dingin,tetapi secara keseluruhan Indonesia beriklim panas. Kebiasaan orang barat adalah menghangatkan tubuh mereka dengan mengkonsumsi minuman yang mengandung alkohol. Orang Indonesia juga berlagak mengikuti kebiasaan orang barat ini, tetapi jika minuman ini dikonsumsi di tempat yang iklimnya panas tidak akan bermanfaat. Hanya untuk mabuk-mabukan dan kesenangan sesaat dan justru merusak tubuh orang yang mengkonsumsi minuman tersebut. Jelas, ini adalah dampak negatif masuknya budaya barat ke Indonesia. Kebiasaan orang barat yang bisa kita tiru adalah kepedulian terhadap sesama. Orang barat diwajibkan membayar uang pajak yang besar dalam satu kurun waktu tertentu. Mereka boleh tidak membayar pajak, dengan alternatif menyumbangkan sebagian pendapatnya untuk orang lain yang kekurangan. Mereka juga malu bila hanya menganggur, jadi semangat kerja merekapun tinggi. Jika orang Indonesia bisa menirukan kebiasaan ini, pasti akan jadi sisi positif dari westernisasi.
Konsumerisme di Indonesia
Dampak negatif lainnya adalah budaya konsumerisme. Konsumerisme adalah paham atau ideologi yang menjadikan seseorang atau kelompok melakukan atau menjalankan proses konsumsi atau pemakaian barang-barang hasil produksi secara berlebihan atau tidak sepantasnya secara sadar dan berkelanjutan. Hal tersebut menjadikan manusia menjadi pecandu dari suatu produk, sehingga ketergantungan tersebut tidak dapat atau susah untuk dihilangkan. Sifat konsumtif yang ditimbulkan akan menjadikan penyakit jiwa yang tanpa sadar menjangkit manusia dalam kehidupannya. Hal ini banyak terjadi karena pengaruh westernisasi. Contoh yang dapat dilihat adalah banyaknya Mall yang ada di Jakarta dan ramainya mall – mall tersebut saat hari libur dan musim diskon/sale. SIfat konsumerisme disebabkan oleh barang-barang branded dari barat serta restoran – restoran, bistro, dan Café mahal yang sangat disukai masyarakat Indonesia, yang padahal terdapat barang yang sama dan buatan Negara kita ini sendiri, Indonesia serta rumah makan masakan Indonesia yang tidak kalah lezatnya. Menurut saya konsumerisme ini boleh, asal tidak fanatic dan sering. Bila terjadi, kita akan termakan pengaruh westernisasi.
Artis Korea "PSY" yang terkenal dengan lagunya
"Gangnam Style" Yang mempunyai makna bahwa
 daerah gangnam merupakan salah satu contoh
daerah yang sudah terpengaruh westernisasi
Dampak negatif dari modernisasi dan globalisasi dikalangan remaja yang paling besar adalah gaya hidup yang kebarat baratan (westernisasi) seperti hilangnya sikap hormat terhadap orang tua, pergaulan bebas dan lain lain. Diantara dampak negatif yang terjadi dikalangan remaja tersebut yang paling mendominasi dan menurut saya terparah adalah pergaulan bebas. Seperti yang kita ketahui, belakangan ini banyak sekali terjadi pemerkosaan, sex bebas, hamil di bawah umur, dan hamil diluar nikah. Kepala Biro Operasi Polda Metro Jaya Kombes Sujarno mengatakan hingga pertengahan September 2011 saja telah terjadi 40 kasus pemerkosaan di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Sedangkan Kantor Kementrian Agama (Kemenag) kabupaten Klaten mencatat tiap bulan jumlah kasus remaja yang hamil sebelum menikah mencapai puluhan pasangan. Ini membuktikan bahwa dampak negatif dari modernisasi dan globalisasi dalam hal westernisasi berpengaruh besar akan rusaknya moral para remaja di Indonesia.

Dari contoh masalah - masalah diatas dapat dilihat bahwa westernisasi yang berdampak negatif merusak budaya dan moral bangsa, khususnya bangsa Indonesia. Sebagai rakyat dari bangsa Indonesia, kita harus menemukan solusi agar westernisasi yang berdampak negatif berkurang.

SOLUSI

               Untuk itulah diperlukan kesadaran bersama baik pemerintah maupun masyarakat, serta dilakukan penanaman, penghayatan, dan pengamalan lebih mengenai pengetahuan akan kepribadian ataupun jati diri bangsa kita sehingga nantinya budaya asli kita tidak akan hilang tergilas oleh perkembangan roda zaman yang diboncengi masuknya berbagai budaya asing ke dalam negara kita. Masyarakat harus bisa mengambil hal-hal yang baik dari suatu budaya asing serta membuang hal-hal yang buruk dari budaya asing yang tidak sesuai dengan kepribadian maupun jati diri bangsa kita. 
 
Contoh manfaat westernisasi yang harus kita ambil adalah :                         
 
1.             Perubahan Tata Nilai dan Sikap
·         Adanya modernisasi dan globalisasi dalam budaya menyebabkan pergeseran nilai dan sikap masyarakat yang semua irasional menjadi rasional.

2.             Berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi
·         Dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi masyarakat menjadi lebih mudah dalam beraktivitas dan mendorong untuk berpikir lebih maju.

3.             Tingkat Kehidupan yang lebih Baik
·         Dibukanya industri yang memproduksi alat-alat komunikasi dan transportasi yang canggih merupakan salah satu usaha mengurangi penggangguran dan meningkatkan taraf hidup masyarakat.

Selain itu, diperlukan sebuah upaya penanganan agar fenomena itu tak semakin menggejala dan merusak tatanan norma aturan, budaya, adat, dan hukum yang selama ini sudah dijadikan acuan masyarakat. Sehingga saya berharap kepada pemerintah dan pihak terkait supaya memberikan pendidikan kepada masyarakat agar sadar, karena sekarang ini Indonesia sudah dijajah secara tak langsung oleh negara barat melalui budaya gaya hidup.
Selain itu kita harus meningkatkan pendidikan kita dalam hal norma dan adat kesopanan serta melestarikan budaya-budaya khususnya budaya di Indonesia ini agar tidak hilang lenyap oleh budaya konsumerisme dan ke barat – baratan.  Contohnya dengan mengikuti pelajaran PKn serta mengikuti kursus – kursus les seni dan budaya Indonesia.
Dampak westernisasi juga dapat diminimalisir atau bahkan dihilangkan dengan cara para orang tua mengontrol kehidupan pergaulan dan pola hidup anak remajanya. Kontrol orang tua terhadap anak remajanya bepengaruh besar untuk meminimalisir atau menghilangkan dampak negatif tersebut.
Selain itu gunakanlah produk – produk dan makanlah masakan - masakan Indonesia yang tidak kalah bagus dengan produk dan masakan bangsa – bangsa barat. Itulah hal yang sudah mulai pemerintah sarankan serta laksanakan yang bernama “100% Indonesia”.
Saya mengharap keluarga, sekolah, pemerintah, tokoh masyarakat, media massa, dan seluruh masyarakat Indonesia dapat menyelesaikan masalah westernisasi, menemukan lebih banyak solusi, dan dapat memilih budaya positif westernisasi serta membuang yang buruk.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar