Kamis, 20 September 2012

Tugas 4 - Solusi Labsky untuk Kemanusiaan


"Generasi penerus yang terancam..."



Remaja adalah bagian penting dari masyarakat, mereka adalah penerus generasi saat ini. Tapi, saat ini banyak sekali kelakuan remaja yang memprihantinkan. Padahal, sebagai generasi penerus, seharusnya remaja dapat bersikap selayaknya penerus yang baik. Karena, jika remaja yang ada sekarang telah ‘rusak’, maka ke depannya pula suatu bangsa bisa menjadi ‘rusak’ pula.

Pada zaman sekarang ini, muncul banyak sekali kenakalan remaja di dunia ini. Tak hanya di negara-negara barat yang terkenal bebas, tapi di negara-negara timur pun, yang memiliki norma-norma yang ketat, banyak sekali kenakalan remaja terjadi setiap hari. Jikalau di seluruh dunia kenakalan remaja ini semakin berkembang dan tidak dibendung, bisa saja pemimpin-pemimpin di masa yang akan datang akan ‘rusak’ pula, karena tidak dibimbing ke jalan yang benar di kala remajanya.

Kenakalan remaja adalah semua perilaku yang menyimpang dari norma-norma hukum pidana yang dilakukan oleh remaja. Perilaku tersebut akan merugikan dirinya sendiri dan orang-orang di sekitarnya. Remaja disini adalah mereka yang berusia 13 – 18 tahun. Pada usia tersebut, seseorang sudah melampaui masa kanak-kanak namun belum dapat dikatakan sebagai orang dewasa, mereka sedang melewati masa transisi dari anak-anak ke dewasa.

Mengapa remaja banyak sekali melakukan kenakalan? Karena pada usia remaja, mereka masih labil dan suka mencoba hal-hal baru, tak peduli hal tersebut baik atau buruk. Selain itu, hormon-hormon dalam tubuh mereka yang mulai muncul, juga ikut berpengaruh di dalam faktor terjadinya kenakalan remaja ini. Maka dari itulah dibutuhkan support dari orangtua dan lingkungan sekitar agar remaja tidak terjerumus di jalan yang salah.

Selain hal-hal diatas, ada faktor-faktor lain yang menyebabkan kenakalan remaja. Diantarnya adalah, sebagai berikut:
1.       Reaksi frustasi diri
Hal ini terjadi karena stress dari lingkungan sekitar, atau sekolah. Terkadang, remaja tidak mempunyai tempat untuk melampiaskan segala beban dan kepenatan yang ditanggungnya sehari-hari. Melakukan kenakalan akhirnya menjadi pilihan bagi mereka.

2.       Kurangnya kasih sayang dari orangtua atau keluarga
Di era modern ini, banyak sekali orangtua yang sembari membina keluarga, juga membina karir mereka. Kadang, mereka kurang memberikan perhatian kepada anak-anak mereka. Mereka menganggap dengan mereka memberi uang jajan yang berlebih, atau hal-hal dalam bentuk harta, anak-anak mereka sudah bahagia. Padahal, remaja sangat membutuhkan kasih sayang dan perhatian dari orangtua mereka. Karena, mereka sedang melewati masa transisi, pastinya mereka membutuhkan orang untuk diajak berdiskusi, bertanya tentang perubahan-perubahan dalam diri mereka, atau hanya sekedar untuk bercerita mengenai kehidupan mereka sehari-hari. Peran orangtua disini sangat penting, karena mereka bisa menjadi orang yang mereka percaya untuk berbagi cerita. Akhirnya, kenakalan remaja pun terjadi sebagai bentuk protes atau mencari perhatian kepada orangtua.

3.       Kurangnya pengawasan dari orangtua
Karena sibuk, orangtua pun terkadang kurang mengawasi anak-anak remaja mereka. Mereka membebaskan kegiatan anak-anak mereka tanpa mengetahui kegiatan apa yang sebenarnya anak mereka lakukan. Hal ini menjadi celah bagi remaja untuk melakukan kenakalan. Karena mereka merasa orangtua mereka tidak akan marah atau bahkan tidak peduli sama sekali dengan mereka.

4.       Dampak negatif dari perkembangan teknologi modern
Modernisasi memiliki dampak yang baik dan juga buruk. Kenakalan remaja adalah salah satu dari dampak buruk modernisasi ini. Sekarang ini, mudah sekali bagi remaja untuk mengakses informasi apapun via internet, TV, dll. Di satu sisi, hal ini bagus, karena mereka dapat mengambil banyak info ilmu pengetahuan yang berguna untuk mereka. Tetapi, di sisi lain banyak sekali hal-hal negatif yang beredar di dunia maya. Contohnya adalah pornografi, kekerasan, dll. Para remaja, yang notabene tidak ‘gagap teknologi’, dapat dengan mudah mengakses hal-hal buruk tersebut. Lebih parahnya lagi, hal-hal buruk tersebut dapat dengan mudah mempengaruhi mereka dan tak jarang mereka contoh dalam kehidupan mereka sehari-hari, yang berujung kepada kenakalan remaja.

5.       Dasar-dasar agama yang kurang
Kuat atau tidaknya agama seseorang dapat mempengaruhi pengambilan keputusan dalam hidup mereka. Jika remaja-remaja ini memiliki dasar agama yang kuat, mungkin mereka tidak akan melakukan kenakalan-kenakalan, karena takut akan balasan dari Yang Maha Kuasa. Tapi, jika dasar agama mereka kurang kuat, mudah sekali bagi mereka untuk terjerumus ke dalam lubang kenakalan remaja, karena mereka merasa tidak takut akan balasan dari Tuhan Yang Maha Kuasa.

6.       Tidak adanya media penyalur bakat/hobi
Remaja saat ini termasuk sangat sibuk, kadang mereka tidak ada waktu untuk menyalurkan bakat dan hobi mereka. Dari kefrustasian inilah, mereka mulai melakukan kenakalan-kenakalan karena tidak adanya sarana untuk melaksanakan hobi mereka.

7.       Masalah yang dipendam
Di dunia ini, ada orang yang bersifat tertutup dan terbuka. Kadang, para remaja malu untuk menceritakan masalah yang mereka hadapi di lingkungan sekitarnya. Mereka merasa takut bahwa masalah mereka akan terkuak ke muka umum dan mereka akan menjadi buah bibir di lingkungan mereka. Masalah yang dipendam secara terus-menerus akan menimbulkan stress bagi remaja, karena mereka tidak bisa menceritakan masalahnya, mereka akan beralih ke kenakalan-kenakalan yang pada akhirnya merugikan diri mereka sendiri, keluarga, teman, dan lingkungan sekitar mereka.

8.       Keluarga broken home
Perceraian orang tua dapat menyebabkan stress pada anak. Kadang anak suka merasa bahwa merekalah salah satu dari penyebab perceraian orangtua mereka. Keadaan rumah pun menjadi tidak kondusif, mereka tidak ingin pulang karena pastinya dirumah akan mendengar pertengkaran orangtua mereka. Para remaja pun akhirnya akan mencari pelampiasan dari kepenatan mereka dirumah, mereka biasanya akan beralih ke narkoba, kebut-kebutan, dan kenakalan remaja lainnya. Hal ini mereka lakukan, selain untuk mencari pelampiasan, terkadang juga sebagai ajang mencari perhatian orangtua mereka.

9.       Pengaruh kawan sepermainan
Pengaruh kawan sepermainan atau peer pressure adalah tekanan sosial dari kelompok atau perseorangan yang mengharuskan seseorang untuk bertindak dan berpikiran dengan cara tertentu, agar dia dapat diterima oleh kelompok tersebut. Yang awalnya adalah seorang anak remaja yang baik, karena pengaruh buruk dari teman-teman disekitarnya, bisa menjadi seorang remaja yang nakal. Perasaan tidak enak untuk menolak permintaan teman, atau agar diterima dipergaulan banyak menjadi alasan seorang remaja terpengaruh oleh tekanan dari kawan sepermainannya.

Kenakalan remaja ini mempunyai banyak jenis, mulai dari yang ringan sampai berat. Beberapa dari kenakalan remaja ini adalah sebagai berikut:
1.       Membolos


Membolos dapat diartikan sebagai perilaku siswa yang tidak masuk sekolah dengan alasan yang tidak tepat. Atau bisa juga dikatakan ketidak hadiran tanpa alasan yang jelas. Membolos merupakan salah satu bentuk dari kenakalan remaja, yang jika tidak segera diselesaikan atau dicari solusinya dapat menimbulkan dampak yang lebih parah.

Membolos disebabkan oleh banyak faktor, diantarnya adalah sebagai berikut:
a.       Orangtua yang kurang peduli dengan pendidikan
Sikap orangtua yang kurang peduli dengan pendidikan, atau tidak menganggap pendidikan itu penting dapat mempengaruhi remaja untuk membolos. Penanaman sugesti positif kepada remaja bahwa mereka dapat sukses dengan bersekolah itu penting agar remaja tidak membolos
b.      Mengurangi uang saku
Meskipun tidak semua anak menginginkan uang saku yang banyak, namun tidak sedikit pula anak-anak yang merasa kurang percaya diri jika uang saku mereka sedikit dibanding dengan teman-temannya. Sehingga akibatnya pada anak tersebut ialah ia menjadi malas untuk masuk sekolah.
c.       Rendah diri
Remaja suka merasa tidak percaya diri dengan kemampuan mereka. Kadang saat mereka gagal dalam suatu pelajaran, di kedepannya dia akan merasa tidak percaya diri mengenai pelajaran tersebut. Pada akhirnya, mereka enggan masuk pada jam pelajaran tersebut, yang sama saja dengan membolos. Padahal remaja tidak menyadari, semakin ia menghindari pelajaran tersebut karena merasa tidak percaya diri, semakin tertinggal pula ia dalam pelajaran tersebut.
d.      Bullying
Perilaku bullying oleh teman-teman di sekolah dapat menurunkan minat remaja untuk pergi ke sekolah dan akhirnya membolos. Mereka merasa tidak diterima oleh teman-temannya dan akan merasa lebih aman jika berada dirumah. Mungkin awal dari bullying ini hanya ejekkan atau sekedar sindiran. Tapi terkadang bullying yang dibiarkan akan menjadi jauh lebih parah intensitasnya, tak jarang remaja yang di-bully sampai dipukuli, tidak diajak bicara oleh teman-temannya, dll. Hal ini mengakibatkan remaja tidak mau untuk membolos dari sekolah.
e.      Sekolah yang kurang menyenangkan
Materi bahan pelajaran yang membosankan, tidak menarik dan membuat tidak minat, kadang menjadi salah satu alasan mengapa remaja memilih membolos dari sekolah. Mereka berpikir bahwa karena pelajarannya tidak menarik, maka lebih baik bolos saja. Maka dari itulah suasana belajar-mengajar di kelas sangat berpengaruh terhadap remaja.
                Solusi bagi kenakalan membolos ini ada banyak. Diantaranya adalah sebagai berikut:
a.       Memberikan anak perhatian
b.      Menghargai pendapat dan perbuatannya
c.       Diberi kasih sayang
d.      Diberi tugas yang menantang
e.      Ditumbuhkan minatnya
f.        Orangtua lebih memberi motivasi bagi anaknya
g.       Orangtua lebih menjalin komunikasi dengan guru dan teman-teman anaknya
h.      Bagi guru, mulai memberi sanksi yang tegas bagi muridnya yang membolos
i.         Membuat kegiatan belajar-mengajar menjadi menyenangkan dan tidak membosankan
j.        Melakukan pendekatan individual terhadap remaja yang suka membolos
k.       Menghentikan bullying di sekolah

2.       Kebut-kebutan di jalan


Kebut-kebutan di jalan atau balapan liar adalah kegiatan adu cepat kendaraan bermotor, baik sepeda motor ataupun mobil, yang dilakukan diatas lintasan umum. Artinya, kegiatan ini tidak mendapat izin resmi ataupun penghargaan resmi. Biasanya, kegiatan ini dilakukan pada saat tengah malam sampai menjelang pagi saat keadaan jalanan masih terbilang sepi.

Kebut-kebutan ini sangat berbahaya, karena taruhannya nyawa. Tak sedikit remaja yang meninggal karena kecelakaan saat melakukan kebut-kebutan di jalan raya. Terkadang malah terjadi tawuran antar geng motor yang sering kebut-kebutan liar di jalanan. Hal ini tak hanya membahayakan sang pelaku, tapi juga membahayakan masyarakat sekitar.

Solusi untuk menanggulangi balapan liar ini adalah, dibuatnya sarana balapan resmi bagi remaja. Bisa saja, dari juara di balapan liar ternyata mempunyai bakat sebagai pembalap profesional. Pemerintah bisa saja membuat banyak trek balap untuk remaja-remaja, dan memberikan pelatihan mengenai balapan, agar bakat dan hobi para remaja ini bisa berakhir di jalan yang benar. Siapa tahu saja, dari pembalap-pembalap liar ini bisa lahir pembalap profesional yang meraih medali-medali di olimpiade olahraga.

3.       Penyalahgunaan narkoba


Penyalahgunaan narkoba adalah pemakaian obat-obatan atau zat-zat berbahaya dengan tujuan bukan untuk pengobatan dan penelitian serta digunakan tanpa mengikuti aturan atau dosis yang benar. Hal ini dapat berakibat kecanduan bagi para penggunanya. Jika sudah sangat kecanduan, para pecandu narkoba bisa berujung pada kematian.

Faktor-faktor mengapa banyak remaja menggunakan narkoba tidak jauh berbeda dari faktor-faktor mengapa mereka melakukan kenakalan remaja, tapi ditambah lagi dengan faktor mudahnya mendapatkan narkoba di jaman sekarang ini.

Saat ini banyak remaja yang sudah menggunakan narkoba. Tidak sedikit pula yang sudah meninggal karena overdosis atau penyakit lainnya yang diakibatkan dari kecanduan narkoba. Hal ini sangat memprihatinkan karena banyak generasi penerus yang rusak karena barang haram bernama narkoba tersebut.

Solusi agar remaja terhindar dari narkoba adalah dengan penyuluhan di sekolah, memilih teman yang baik agar tidak terjerumus ke dalam peer pressure, dukungan dari keluarga, dan para remaja yang masih bersifat labil ini harus lebih mendekat kepada Tuhan. Namun jika sudah kecanduan, remaja-remaja ini harus segera ditolong dengan dimasukkan ke program rehabilitasi narkoba, selain itu dukungan dari keluarga dan lingkungan sekitar juga penting agar remaja yang pernah terjerumus narkoba tidak kembali lagi kepada adiksi mereka tersebut.

4.       Perilaku seks diluar nikah


Seks diluar nikah atau seks bebas sekarang marak sekali dikalangan remaja. Hal ini tentu saja merugikan, karena remaja yang melakukan seks diluar nikah sama saja merusak masa depan mereka sendiri. Mereka bisa tertular penyakit menular seks, hamil diluar nikah, putus sekolah, dan akhirnya kehilangan kesempatan untuk mewujudkan masa depan yang mereka inginkan.

Solusi untuk menanggulangi seks bebas dikalangan remaja adalah sebagai berikut:
a.       Adanya kasih sayang, perhatian dari orang tua dalam hal apapun serta pengawasan yang tidak bersifat mengekang.
b.      Pengawasan yang terhadap media komunikasi.
c.       Menambah kegiatan yang positif di luar sekolah, misalnya kegiatan olahraga.
d.      Sikap tegas dari pemerintah dalam mengambil tindakan terhadap pelaku seks bebas.
e.      Penyuluhan mengenai bahaya seks bebas di sekolah


Sumber:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar