Sabtu, 22 September 2012

Tugas 4 - Solusi Labsky Untuk Kemanusiaan


Mengasah sifat belas kasih

                Manusia diciptakan oleh Tuhan diberikan sifat menyayangi satu dengan yang lainnya. Saling menjaga dan saling mengasihi. Namun yang terjadi saat ini adalah sebaliknya. Individualisme membuat belas kasih seperti menjadi malfungsi dan tidak bekerja. Dan membuat sebuah kecacatan dalam kemanusiaan. Sebenarnya agama – agama didunia ini seluruhnya mengajarkan belas kasih dalam kehidupan terutama agama Budha. Dalam agama Budha kita mengenal Welas Asih yang mengajarkan agar kita selalu berbuat baik kepada sesama. Dalam Agama Islam kita mengetahui bahwa setiap insan harus berbuat baik kepada sesama manusia (Hablum Minannas) dan beribadah kepada Allah SWT (Hablum MinAllah). Namun mengapa dunia yang telah modern malah mengabaikannya? Mengapa disaat suatu masyarakat bersusah payah keluar dari garis kemiskinan sementara kalangan pejabat malah berwisata keluar negeri seolah tidak ada apa apa?
Berikut adalah masalah dan penyelesaian dari Labsky untuk kemanusiaan dalam segi belas kasih.
               
Permasalahan:
                Dalam dunia modern saat ini, Individualisme telah menjadi seperti budaya manusia yang berakar di tempat – tempat yang dianggap telah maju, dari mulai suatu daerah, kota, maupun negara. Individualisme sendiri muncul dari dunia barat dimana Liberalisme membuat manusia menjadi serigala bagi manusia lainnya. Seiring dengan globalisasi dan gencarnya kebudayaan barat masuk ke penjuru dunia, sifat Individualisme pun menyusup dan ikut masuk kepada Negara Negara didunia, tidak hanya yang berideologi Liberal, namun hampir semua Negara masyarakatnya bersifat begitu. Di Indonesia sekalipun, kita dapat melihat sifat gotong royong mulai luntur dalam kultur. Terutama pada kaum “priyai” yang tinggal dalam kemewahan. Sebagai contoh dan refleksi kepada anda, Apakah anda mengenal tentangga anda? Jika tidak, artinya sikap Individualisme telah merekat kepada anda. Pernahkah anda mengikuti kegiatan bakti sosial? Jika tidak pernah, artinya belas kasih telah hilang dalam diri anda.
                Belas kasih merupakan suatu perbuatan yang sangat mulia dan sangat membantu memulihkan kemanusiaan saat ini. Lalu mengapa saat ini sifat itu menjadi langka? Itu karena setiap orang telah sibuk memikirkan urusannya sendiri. Pada kota kota besar terutama, ketika kebutuhan ekonomi semakin berat, ketika pekerjaan semakin sulit didapat, boro boro berfikir untuk berderma, berfikir untuk diri sendiri saja sudah makan hati. Disaat orang orang sudah berfikir seperti itu, Sikap belas kasih lepas dari dirinya, ketika dihadapi masalah ia sudah tidak lagi berfikir akan orang lain dan egoisme pun muncul.
                Kekerasan menjadi solusi bagi masalah – masalah sepele, anarkisme merebak dan merugikan orang – orang. Seperti ketika dua klub sepak bola bermain dan salah satu klub kalah, bukan hanya rusuh yang diakibatkan namun nyawapun ikut melayang. Tidak hanya itu, banyak kerusuhan terjadi terutama di negeri ini, dari mulai perang antar keyakinan, perang antar suku, perang antar geng, bahkan kerusuhan dapat terjadi hanya karena warisan.
                Perang merebak dimana-mana karena satu dan lain hal, kelaparan juga meningkat tanpa ada yang memperhatikannya. Semua orang sibuk menimbun kekayaan dan tidak berbuat kebaikan.
Lalu apa yang harus kita lakukan? Bagaimana cara kita membangkitkan sifat belas kasih yang dapat memperbaiki kemanusiaan saat ini?

Contoh kasus:
SENGKANG, FAJAR -- Buronan kasus pembunuhan yang terjadi di Kecamatan Majauleng, Wajo, medio 2006 silam, La Tiro, 50 tahun, dibekuk tim khusus Reskrim Polres Wajo, Sabtu, 8 September. Dalam kasus ini, tersangka membunuh mertuanya diduga karena sakit hati.
                Tersangka ditangkap di Siwa,  Kecamatan Pitumpanua atas laporan dari masyarakat. Selanjutnya, polisi yang mendapat informasi keberadaan buronan tersebut segera bergerak dan melakukan penangkapan.                Kasat reskrim Polres Wajo, AKP Aska Mappe, Minggu, 9 September, membenarkan penangkapan tersebut. Menurut Aksa, saat ini, tersangka  sudah ditahan di Polres Wajo untuk selanjutnya dilakukan penyidikan.
                Dari pengakuan awal tersangka, kata dia, motif pembunuhan yang dilakukan tersangka adalah sakit hati, sebab sering dimarahi oleh korban. Karena merasa jengkel, akhirnya tersangka tidak tahan dan melakukan pembunuhan kepada mertuanya.
                Meski begitu, Aska Mappe mengaku, terus melakukan pendalaman terhadap kasus tersebut untuk mengungkap motif sesungguhnya.                Terpisah, Kapolres Wajo, AKBP Masrur, mengatakan biasanya untuk kasus pembunuhan, diancam di atas 10 tahun. Tapi, kata dia, kasus ini masih sementara dalam penyidikan untuk memastikan apakah pembunuhan tersebut direncana atau tidak dengan sengaja.



Penjelasan Kasus:
                Dari kasus diatas kita dapat melihat bahwa amarah dan dengki dapat menyulut kepada pembunuhan, sungguh perbuatan yang tidak berprikemanusiaan dan kejam. Seorang tersangka bernama La Tiro membunuh mertuanya hanya karena sering dimarahi. Pembunuhan akhir ini semakin marak karena hilangnya rasa saling memahami, menyayangi, dan memaafkan dalam diri manusia, lalu apa yang harus kita lakukan?

Solusi:
                Banyak hal yang bisa kita lakukan untuk membangkitkan rasa belas kasih dan saling menyayangi sesama manusia. Mulailah dari hal hal yang kecil dan kita akan merasakan dampak positifnya. Sebuah kebaikan yang dilakukan seorang manusia, akan merembet seperti efek domino jika ditanggapi dengan benar.
                Hal termudah yang dapat dilakukan sebenarnya tidak memerlukan modal apapun, dan dimulai dari sebuah gerakan pada mimik wajah. Tersenyumlah kepada sesama, karena tersenyum membawa banyak dampak positif. Para psikologis mengatakan bahwa senyum itu menular, ketika seseorang tersenyum dan orang lain melihatnya, maka otomatis otot diwajahnya akan menaikkan pipinya dan tersenyum, dan ingat, tersenyum adalah bahasa universal akan kebahagiaan, jadi mulailah senyum dan sebarkan rasa kebahagiaan kepada orang lain.
                Jika kita telah mengambil langkah pertama, langkah kedua ini dilakukan bagi masyarakat perkotaan. Langkah ini adalah masyarakat kota belajar dari kearifan orang pedesaan. Seperti yang telah dilakukan SMA Labschool Kebayoran dalam program Trip Observasi, kita dapat belajar tentang kesederhanaan dan kearifan orang orang desa. Masyarakat pedesaan masih menjunjung tinggi budaya gotong royong dalam kesehariannya. Mereka juga sangat sopan dan friendly kepada sesama penduduk maupun kepada para pendatang. Ketika musim panen tiba, kebanyakan masyarakat pedesaan juga mengadakan syukuran dengan makan bersama satu desa, mereka mengenal baik warganya dan tetangganya, dan ketika dalam kesulitan, mereka bahu membahu saling menolong satu sama lain, setidaknya itulah yang penulis rasakan ketika mengikuti program TO oleh SMA Labschool Kebayoran. Banyak yang bisa kita pelajari dan ambil dari mereka, dan banyak yang bisa kita ajarkan kepada mereka. Ambillah sifat positif mereka dan tularkanlah sifat positif kita.
                Solusi berikutnya untuk meningkatkan rasa belas kasih dan rasa kasih saying adalah belajar dari agama. Agama merupakan ajaran – ajaran yang berisikan kebaikan di setiap ayatnya. Dalam Agama Islam, diajarkan rasa cinta dan kasih sayang terhadap sesama manusia. Agama Buddha mengajarkan kita tentang Cinta Kasih dan Welas Asih. Cinta Kasih adalah kemampuan untuk memberikan kebahagiaan kepada makhluk hidup, dan Welas Asih merupakan kemampuan untuk membebaskan segala penderitaan makhluk hidup. Dalam agama Kristen juga diajarkan Kasih sayang dan Cinta dalam ajarannya. Dan saya yakin, semua agama mengajarkan kebaikan dan kasih sayang. Dengan mendalami agama artinya kita dapat mengetahui ilmu ilmu dan mempraktekan kasih sayang dalam kehidupan sehari hari.
                Saling menghargai antar manusia juga menjadi solusi berikutnya. Mulailah menghargai orang disekitar anda jika anda ingin dihargai oleh orang disekitar anda. Walaupun seseorang telah membuat anda kesal jangan terpancing akan amarah dan main hakim sendiri. Jangan sekali kali anda menyimpulkan hal yang belum benar adanya. Hargailah orang lain yang berbeda kultur, agama, ras dan sebagainya. Banyak kasus dimasa lampau maupun hari ini, orang berkulit putih merendahkan dan tidak menghargai orang berkulit hitam, mereka dianggap rendahan dan dilakukan layaknya orang yang hina, hingga akhirnya berakhir dengan kerusuhan, saling memaki, bahkan pembunuhan oleh KKK di amerika yang membakar orang – orang kulit hitam. Semua itu diawali karena tidak menghargai antar manusia. Saat ini juga sedang marak masalah sexism atau perbedaan gender yang dianggap merendahkan kaum wanita. Kita semua harus saling menghargai satu sama lain, caranya mudah, contohnya adalah ketika teman anda minta izin untuk beribadah, persilahkan dan jika bisa fasilitasi. Dengan menghargai satu sama lain, persoalan persoalan kemanusiaan sebagian besar akan terselesaikan.
                Meningkatkan rasa simpati juga dapat meningkatkan taraf kemanusiaan saat ini. Simpati adalah proses seseorang merasa tertarik akan pihak lain, sehingga mampu merasakan apa yang ia alami, dilakukan, dan diderita oleh orang lain. Rasa simpati berujung kepada tolong menolong antar umat manusia. Saat ini tentunya banyak yang harus ditolong oleh umat manusia, kelaparan di Afrika, korban perang di Timur Tengah, korban bencana, dan orang yang hidup dibawah garis kemiskinan. Daripada kita menghabiskan uang kita untuk hal yang tidak jelas dan tidak karu karuan lebih baik kita menolong saudara saudara kita. Lembaga dunia seperti UNESCO, WFP, Dan WHO telah berusaha untuk meningkatkan kehidupan saudara kita yang kurang beruntung, dan kita sebagai umat manusia seharusnya juga ikut membantu.
                Saatnya kita mulai memperbaiki rasa kemanusiaan yang telah lumpuh saat ini, bagi orang awam, mulailah dari hal hal yang kecil. Tersenyum. Karena dengan tersenyum artinya kita telah membagi kebahagiaan, karena tersenyum merupakan bahasa universal akan bahagia. Langkah berikutnya adalah belajarlah dari mereka yang menjunjung tinggi kebersamaan dan gotong royong, karena belajar tidak hanya dapat dilakukan disekolah atau diajarkan oleh seorang guru. Hargai antar sesama manusia, apakah ia berbeda keyakinan, Negara, gender, ras, suku, dia tetap seorang manusia yang memiliki hati,dengan menghargai sesame kita dapat mencegah perang dan menyebarkan kebaikan. Yang terakhir adalah meningkatkan rasa simpati dan tolong menolong. Dengan rasa simpati yang tinggi yang berujung kepada tolong menolong, manusia akan bertahan hidup tanpa istilah “dunia itu kejam”.
                Semua sifat sifat tersebut terdapat dalam Welas Asih, Belas Kasih, Cinta, atau apapun kita menyebutnya. Dan jika kita semua melakukannya maka akan tercipta keadaan yang didambakan oleh seluruh dunia, oleh seluruh kemanusiaan, oleh siapapun yang membaca artikel ini, yaitu satu kondisi Perdamaian Dunia (World Peace), dimana seluruh umat manusia tidak perlu khawatir sebuah mortir akan menerjangnya, atau peluru melesat diatas kepalanya, atau melesatnya bom bom nuklir. Perdamaian dunia adalah hasil dari hal hal diatas jika dilakukan oleh seluruh manusia, saling menghargai akan membuat mereka yang terlibat dalam pertentangan membuat mereka memilih jalur musyawarah daripada perang. Rasa simpati akan membuat manusia membantu mereka yang kurang mampu atau menyuarakan perdamaian karena nasib orang orang yang dalam keadaan perang. Ajaran agama akan membawa cinta kepada sesama, dan kearifan masyarakat pedesaan, akan menyingkirkan individualisme yang terasa dingin di perkotaan dan menggantinya dengan kehangatan cinta dan kasih sayang. Oh, jangan lupa, tetap tersenyum sebagai lambang dari kebahagiaan.
                Apakah benar semua hal diatas dapat meningkatkan taraf kemanusiaan dan dapat menimbulkan Perdamaian dunia? Saya rasa benar adanya dan dapat terjadi, namun masih banyak orang yang sibuk sendiri menimbun kekayaan, mencari kebahagiaan padahal kebahagiaan terletak ketika kita membahagiakan orang lain. Jika anda tidak percaya, silakan coba lakukan hal diatas, dan lihatlah hasilnya, paling tidak akan terasa pada diri anda, dan orang disekitar anda.

Sumber:

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar