Sabtu, 22 September 2012

Tugas 3 - Solusi Labsky untuk Indonesia





MENUJU MASYARAKAT INDONESIA MUTIKULTURAL

Dinamika Masyarakat Indonesia


Sejarah perkembangan masyarakat Indonesia menunjukkan bajwa potensi konflik antar kelompok masyarakat di Indonesia cukuplah besar. Bahkan, di beberapa daerah, potensi itu muncul daam bentuk kekerasan yang berakibat pada kerusakan harta benda hingga ilangnya nyawa yang berakibat pada kerusakan harta benda hingga hilangnya nyawa manusia. Konflik tersebut dapat disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain:
1.       Harga diri dan kebanggaan kelompok terusik
2.       Perbedaan pendirian atau sikap
3.       Perbedaan kebudayaan yang dimiliki setiap etnis
4.       Benturan kepentingan (politik, ekonomi, dan kekuasaan)
5.       Perubahan yang terlalu cepat sehingga mengganggu keseimbangan sistem dan kemapanan
Pada masa Orde Baru, masalah-masalah hubungan antar kelompok  sosial diredam dengan berbagai kebijakan pemerintah. Masyarakat ditabukan untuk membicarakan masalah-masalah yang bersifat SARA . akibatnya, masalah menumpuk dan tidak terselesaikan. Banyak budaya lokal yang tidak diakomodasi sehingga menimbulkan kecemburuan. Masalah-masalah tersebut kemudian muncul di era reformasi ini, bahkan menimbulkan gejolak sosial yang besar. Di beberapa daerah, terjadi aksi kekerasan antarkelompok masyarakat yang berbeda. Di beberapa daerah, terjadi aksi kekerasan antar kelompok yang berbeda. Sebut saja di Sampit,Poso dan Maluku. Padahal, apabila dikaji secara mendalam, berbagai daerah di Indonesia memiliki banyak kearifan lokal yang dapat dijadikan pilar kehidupan masyarakat Indonesia.
Salah satu solusi mencegah dan,atau menghilangkan konflik SARA adalah mewujudkan masyarakat Multikultural. Apa itu masyarakat Multikultural? Akan saya bahas dibawah ini


Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar secara tidak langsung mempunyai berbagai suku dan etnis yang tersebar dari Sabang sampai Merauke dan tentunya memiliki sistem norma dan kebudayaan yang berbeda-beda. Masyarakat multikultural dapat dimengerti sebagai masyarakat modern yang anggotanya terdiri atas berbagai golongan,suku,etnis(suku bangsa),ras,agama dan budaya. Mereka hidup bersama dalam wilayah lokal maupun nasional. Bahkan,mereka juga berhubungan dengan masyarakat internasional, baik secara langsung maupun tidak langsung
Keanekaragaman dalam masyarakat ini memiliki beberapa karakteristik menurut Pierre L. Van den Berghe, karateristik keberagaman tersebut adalah sebagai berikut
1.       Terjadinya segmentasi atau  pembagian ke dalam kelomok-kelompok yang sering kali memiliki subkebudayaan yang berbeda satu sama lain
2.       Memiliki struktur sosial yang terbagi dalam lembaga-lembaga yang bersifat tidak saling melengkapi
3.       Kurang mengembangkan kesepakatan di antara anggotanya tentang nilai nilai yang bersifat dasar.
4.       Secara relatif, sering terjadi konflik antara kelompok yang satu dengan yang lain
5.       Secara relatif, integrasi sosial tumbuh di atas paksaan dan salng tergantung dalam bidang ekonomi
6.       Adanya dominasi politik oleh suatu kelompok atas kelompok lain
Multikulturisme tidak hanya bermakna keanekarangaman namun juga kesederajatan antarperbedaan. Maksudnya, dalam multikulturalisme tidak ada sistem norma dan budaya yang lebih tinggi dari budaya lainnya

Di dalam masyarakat multikultural, perbedaaan kelompok sosial, kebudayaan dan suku bangsa dijunjung tinggi. Masyarakat multikultural tidak mengenal perbedaan hak dan kewajiban antara kelomok minoritas dan mayoritas, baik secara hukum maupun sosial. Negara seperti Amerika Serikat  sudah mengadopsi paham multikulturalisme bisa terlihat dengan Presiden Barak Obama yang berhasil menjadi presiden Amerika Seerikat kulit hitam pertama kali dan juga banyaknya tokoh masyarakat atau ikon publik dari berbagai etnis di negeri paman Sam tersebut

Faktor yang memengaruhi perlunya masyarakat multikultural
Multikulturalisme menuntut masyarakat untuk hidup penuh toleransi,saling pengertian antarbudaya, dan antarbangsa dalam membina suatu dunia baru. Dengan demikian multikulturalisme dapat menyumbngkan rasa cinta dan peduli terhadap sesama manusia dan sebagai alat untuk membina dunia yang aman dan sejahtera.
Namun dalam kenyataannya idealisme masyarakat multikultural sering mengahadapi berbagai hambatan. Berikut ini sebagaian hambatan yang harus dihadapi manusia dalam menjunjung konsep multikulturalisme.
1.       Menganggap budaya sendiri yang paling baik. Sikap ini merupakan warisan dari kolonialisme yang menganggap bahwa budaya jajahannya lebih rendah dan inferior. Sebaliknya penjajah memiliki kebudayaan yang superior
2.       Pertentangan antara budaya barat dan timur. Dalam masyarakat dunia, ada pandangan yang menganggap budaya barat sebagai budaya progresif atau maju. Sebaliknya budaya timur diidentikan dengan budaya yang dingin dan statis. Pertentangan ini cenderung eropa-sentris sehinggan mengakibatkan westernisasi di berbagai bidang kehidupan.
3.       Pluralisme budaya dianggap sebagai sesuatu yang eksotis. Ini merupakan pandangan yang banyak dianut oleh para pengamat Barat terhadap pluralisme.  Mereka memandang budaya lain memiliki sifat eksotik dan menarik perhatian dan bukan dihargai sebagai budaya yang memiliki kekhasan yang berbeda dengan budayanya.
4.       Pandangan yang parernalistis. Hingga saat ini, masih banyak masyarakat yang memandang status perempuan sebagai sesuatu yang minor dan disubordinasikan dari peran laki-laki
5.       Mencari apa yang disebut indigenous culture,  yaitu mencari sesuatu yang diangga asli. Misalnya di Jakarta ada kencerendungan menamai gedung-gedung dengan nama dalam bahasa sanseskerta. Pada era globalisasi, pemujaan terhadap indigenous culture merupakan sikap yang mempertentangkan istilah barat dan non barat
6.       Pandangan negatif penduduk asli terhadap orang asing yang dapat berbicara mengenai kebudayaan penduduk asli. Walaupu masyarakat pemilik budaya tahu banyak tentang budayanya, bukan berarti orang lain tidak boleh mempelajari budaya mayaakat tersebut. Kenyataanya, banyak orang asing memiliki kemampuan lebih untuk menelaah budaya suatu masyarakat, bahkan mengkritisinya. Namun, prakteknya di dunia nyata banya orang tidak menyukai atau bahkan tidak mengakui pandangan orang lain terhadap kebudayaannya

Realitas Sosial Masyarakat Indonesia
Pengelompokkan Masyarakat Indonesia:
Indonesia merupakan negara kepulauan yang wilayahnya dihuni oleh berbagai etnis dengan ada istiadat yang beragam. Karateristik budaya tiap etnis tersebut pun sangat unik. Hidred Geertz menyebutkan bahwa di Indonesia terdapat lebih dari 300 suku bangsa yang berbeda-beda. Skiner menyebut lebih dari 35 suku bangsa. Sementara itu, Sutan Takdir Alisjahbana memperkirakan ada sekitar 200-250 suku bangsa. Selain suku bangsa, masyarakat Indonesia juga terdiri atas masyarakat dengan bahasa dan identitas agama yang berbeda-beda. Misalnya dalam hal agama, eberapa kelompok masih menganut animisme dan dinamisme. Smementara itu,sebagian besar masyarakat menganut agama seperti Islam,Katolik,Protestan,Hindhu,Budha, dan Konghuchu.
Masyarakat indonesia juga dapat dibagi atas kelompok-kelompok masyarakat kelas atas,menengah dan bawah setiap kelompok masyarakat memiliki pola perilaku dan budaya yang sedikit banyak berbeda. Bukan itu saja, kenyataan menunjukkan bahwa Indonesia juga didiami oleh para pendatang yang berasal dari berbagai ras dan suku bangsa yang berbeda dari penjuru dunia. Kehadiran mereka dengan berbagai macam udanya telah menghasilkan realitas sosial dam budaya yang beragam.
                Ada faktor yang mendorong keberagaman masyarakat Indonesia. Faktor-faktor tersebut adalah sebagai berikut
1.       Keadaan geografs Indonesia.  Dari jejak sejarah bangsa Indonesia, diketahui bahwa nenek moyang masyarakat Indonesia berasal dari Yunan, suatu wilayah tiongkok bagian selatan. Mereka kemudian mengembangkan pola perilaku,bahasa dan ikatan-ikatan kebudayaan lainnya yang berbeda.
2.       Pengaruh kebudayaan asing. Indonesia terletak pada posisi silang antaa dua samudra dan dua benua. Kondisi strategis ini merupakan daya tarik bagi bangs-bangsa lain untuk datang dan menetap di Indonesia. Dari pedagang berkebudayaan Hindu dan Budha yang datang dari China dan India lalu pengaruh muslim dibawa oleh pedagang dari gujarat dan india, pengaruh eropa mulai dibawa masu oleh pedagang Spanyol,Inggris dan Belanda. Dari interaksi mereka denan penduduk lokal terjadi asimilasi kebudayaan. Akibatnya terbentuklah ras,subras,agama dan kepercayaan yang berbeda-beda
3.       Iklim yang berbeda-beda. Kondisi ini membentuk pola-pola perilaku dan sistem mata pencaharian yang berbeda-beda. Akhirnya terjadi keragaman regional antara daerah-daerah di Indonesia
4.       Pembangunan. Pembangunan di berbgai sektor juga memberi andil bagi keragaman masyarakat Indonesia, khususnya secara vertikal.
Berdasarkan kondisi diatas, kita dapat membedakan masyarakat Indonesia atas beberapa kategori berikut.
1.       Ditinjau dari sikap pergaulannya terhadapa masyarakat lain, masyarakat Indonesia terbagi atas masyarakat Eksklusif dan Inklusif
2.       Ditinjau dari sikap terhadap perubahan, masyarakat Indonesia terbagi atas masyarakat Konservatif dan Modern
3.       Ditinjau dari lokalitasnya, masyarakat Indonesia dapat dibagi atas masyarakt desa dan masyarakat kota
4.       Ditinjau dari mata pencaharian penduduknya, masyarakat Indonesia terdiri dari masyarakat pertanian,nelayan dan industri
5.       Ditinjau dari segi laju perubahan, masyarakat Indonesia terdiiri dari masyarakat tradisional dan masyarakat modern .
Pengelompokkan masyarakat Indonesia tentu tidak sederhana seperti yang digambarkan sebelumya. Masyarakat Indonesia masih dapat dibagi lagi atas berbaagai kategori seperti suku bangsa,agama,kelompok mayoritas-minoritas dan sebagainya. Dalam kenyataan tersebut, dapat kita katakan bahwa Indonesia adalah sebuah masyarakat yang sistem nasionalnya (Bhineka Tunggal Ika) mempersatukan beraneka ragam masyarakat dan kebudayaannya sebagai bangsa dalam wadah negara.

Manfaat Masyarakat Multikultural
Dapat diidentifikasikan bahwa pengaruh yang paling dominan dalam terbentuknya sebuah masyarakat multikultural adalah sikap mental masyarakat itu sendiri. Sikap masyarakat yang cenderung primordial dan tidak adil akan menjadi faktor penghambat terciptanya masyarakat Multikultural. Kondisi itu dapat diminimalisi atau bahkan dihilangkan apabila manfaat dari terciptanya masyarakat Multikultural disadari oleh semua pihak. Beberapa manfaat yang dapat dipetik dari masyarakat multikultural adalah sebagai berikut.
a.       Melalu hubungan yang harmonis antarmasyarakat, dapat digali kearifan budaya yang dimiliki oleh setiap budaya.
b.      Memunculkan rasa penghargaan terhadap budaya lain sehingga muncul sikap toleransi yang merupakan syarat utama dari masyarakat.
c.       Menjadi benteng pertahanan terhadap ancaman yang timbul dari budaya kapital yang cenderung melumpuhkan budaya yang beragam. Paham kapitalisme cenderung diskirmanitf dan mengabaikan eksistensi budaya setempat.
d.      Menjadi alat untuk membina dunia yang aman dan sejahtera. Dengan multikulturalisme, bangsa-bangsa duduk bersama, saling menghargai dan saling membantu menylesaikan berbagai masalah yang dihadapi. Masalah yang dihadapi oleh suatu masyarakat secara langsung atau tidak langsung akan berpengaruh pada masyarakat lain pula.
e.      Mengajarkan suatu pandangan bahwa kebenaran itu tidak dimonopoli oleh satu orang atau kelompok saja, tetapi ada di mana-mana, tergantung dari sudut pandang setiap orang. Masyarakat multikultural menganggap bahwa dengan saling mengenal dan saling menghargai budaya orang lain , dapat tercipta kehidupan yang  penuh toleransi, sehingga tercipta masyarakat yang aman dan sejahtera.
Dari manfaat diatas, sudah selaytaknya kita menerima masyarakat multikultural tidak hanya sebagi realita sosial budaya saja. Yang lebih [enting adalah adanya pemahaman bahwa masyarakat mlltikultural merupakan konsep acuan berpikir dan bertindak dalam menapaki hidup di masa sekarang dan masa yang akan datang.
Bagaimana Cara Mewujudkan Masyarakat Multikultural?
Ada tiga dasar yang dapat dijadikan acuan untuk pendidikan multikultural, yaitu sebagai berikut.
         i.            Pengakuan terhadap identias budaya lain. Terkandung di dalamnya, suatu pengakuan terhadap kekuatan yang dimiliki, sehingga akan muncul sikap jujur untuk mengakui keunggulan yang dimiliki budaya tersebut
       ii.            Adat kebiasaan dan tradisi yang hidup dalam suatu masyarakat merupakan tali pengikat kesatuan perlaku di dalam masyarakat.
      iii.            Kemajuan-kemajuan yang diperoleh kelompok-kelompok tertentu di dalam masyarakat dilihat juga sebagai sumbangan yang besar bagi kelompok yang lebih luas, seperti negara.
Dengan dasar seperti itu, akan tercipta suatu masyarakat yang harmonis dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dalam hal inim sosialisasi masyarakat multikultural begitu strategis dan dibutuhkan dalam rangka mewujudkan masyarakat Indonesia yang ideal dan lestari.








Sumber:
Maryati, Kun. Suryawati, Ju. 2006. Sosiologi untuk SMA . Jakarta.  Esis .


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar