Sabtu, 22 September 2012

Tugas 3 - Solusi Labsky untuk Indonesia


... kita semua hidup di dunia ini memerlukan energi...

Sejak pagi hingga malam, pasti kita menggunakan energi. Mulai dari energi listrik, panas, dan lainnya. Apabila terdapat energi, tentu ada sumbernya. Contoh sumber energi yang sudah tidak asing lagi adalah minyak bumi dan batu bara. Di lain pihak, tingkat perkembangan energi di Indonesia sangatlah jauh berada di bawah negara maju. Untuk meningkatkan energi, tentu saja dibutuhkan pengeksplorasian dan pengeksploitasian sumber daya energi. Maka suatu saat sumber daya energi tersebut akan habis. Ditambah dengan rutinitas keseharian kita, bisa dibayangkan kekacauan yang akan timbul apabila sumber daya energi tersebut habis.

Sebelum jauh jauh membahas ketersediaan jumlah energi, tengoklah dulu keadaan bumi ini. Bumi sudah tidak sehat. Sumber daya energi yang selama ini kita gunakan tidaklah ramah lingkungan. Dampak yang dapat timbul diantaranya  efek rumah kaca dan pemanasan global yang lebih parah. Bahan bakar yang selama ini kita kenal sangat berkontribusi dalam penyumbangan gas karbondioksida.

Untuk mencegah keadaan seperti itu terjadi, satu-satunya solusi yang ada adalah dengan mencari sumber energi baru yang tidak merusak lingkungan. Pengembangan sumber daya energi baru ini diharapkan dapat mengurangi penggunaan sumber energi yang tidak ramah lingkungan dan tetap saja dapat menaikkan tingkat pengembangan energi di Indonesia. Energi baru ini sering disebut dengan energi hijau. Pemerintah menggunakan istilah energi hijau dengan istilah energi baru dan terbarukan.

Energi baru dan terbarukan ini masih asing bagi masyarakat. Sebenarnya mudah saja. Rakyat Indonesia ini sudah malas. Kita terbiasa menggunakan minyak yang memang sudah ada dan melimpah di Indonesia ini. Selain itu penggunaan minyak murah sehingga kita tidak perlu repot. Sekarang, ketika minyak sudah habis, kita masih tidak bisa tanggap berganti menjadi energi baru terbarukan. Fakta menyatakan bahwa energi baru terbarukan memang dibutuhkan biaya yang mahal dan di atas minyak. Tapi itu mestinya bukan menjadi halangan karena toh kita harus melewati fase ini dan untuk kehidupan yang lebih modern, energi baru terbarukan lah yang diperlukan di Indonesia ini.

Menurut Gipsy Queen, yang dapat dikategorikan sebagai energi baru terbarukan adalah tidak menghasilkan emisi karbon, tidak memberikan ancaman konservasi pemakaian lahan pertanian yang berlebihan, dan tidak dihasilkan dengan menghasilkan masalah baru. Misal merubah kawasan hutan.

Tujuan utama energi baru terbarukan ini adalah untuk mengurangi polusi udara dan meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan. Sangat cocok bukan untuk Indonesia? Isu polusi di negara ini sudah akrab di telinga. Ini bagaikan sekalu dayung 2 pulau terlampaui. Dengan menggunakan energi baru terbarukan, selain dapat digunakan sebagai energi alternatif sebagai pengganti minyak, juga dapat mengurangi polusi udara.

Potensi Energi Terbarukan


Potensi energi hijau di Indonesia sangat besar, tapi pemanfaatannya masih kecil. Beberapa di antara sumber energi hijau yang dapat diterapkan di Indonesia adalah
1. Matahari
2. Biomassa
3. Air
4. Angin
5. Panas Bumi
6. Nuklir

Matahari

Energi matahari bisa dikatakan sebagai sumber energi terbesar di alam semesta ini. Sel surya mengambil cahaya panas dari matahari sebagai sumber energi dan mengubahnya menjadi daya yang bisa digunakan untuk beraktivitas.

Every 15 minutes, the sun produces enough energy power to supply the earth for an entire year. The United Kingdom receives 60% of the solar energy received by the equator. Each square meter of the United Kingdom receives between 900-1200 kWh each year. This energy is equivalent to the production of 1000 power station

Perbandingannya, jika di Inggris yang beriklim dingin bisa mendapatkan cahaya matahari yang cukup besar, bagaimana dengan Indonesia yang beriklim tropis?

Sebagai negara tropis, Indonesia mempunyai potensi radiasi harian matahari rata-rata 4,8 kWh/m2. Pemanfaatan energi matahari sudah mencapai tahap semi komersial di Indonesia. Namun karena sarana yang digunakan yaitu solar sel di Indonesia masih mahal, dan kurang ekonomis untuk rumah tangga, penggunaan energi matahari belum bisa dimaksimalkan.

Biomassa

Biomassa dalam energi merujuk pada bahan biologis yang hidup ataupun baru mati yang dapat digunakan sebagai bahan bakar industrial. Dihasilkan dari bahan organik, baik secara langsung dari tanaman maupun secara tidak langsung dari industri, pertanian, atau domestik. Dalam penggunaan tidak langsung, biomassa diolah menjadi bahan bakar.

Sebagai negara agraris, Indonesia memiliki potensi biomassa yang besar. Pemanfataan energi ini sudah diterapkan khususnya di pedesaan. Manusia menggunakan biomassa sebagai bahan bakar sebelum minyak ditemukan. Namun sekarang setelah minyak ditemukan, penggunaan biomassa tergeser dari kehidupan. 

Persediaan bahab bakar fosil sangat terbatas. Sudah diperkirakan bahwa persediaan minyak akan terkuras habis. Karena itu, penggunaan energi biomassa seharusnya sekarang semakin digiatkan. Potensi biomassa di Indonesia tidak sebanding dengan kapasitas terpasang yang ada. Bila dimaksimalkan dengan cara  menambah jumlah kapasitas terpasang, maka akan membantu bahan bakar fosil yang selama ini menjadi tumpuan penggunaan energi.

Air

Tenaga air diperoleh dari air yang mengalir. Biasanya terdapat di sungai terbendung. Terdapat turbin yang berfungsi mengubah energi kinetik dari gerakan air menjadi energi mekanik yang dapat menggerakkan generator listrik. Energi ini dapat dimanfaatkan dan dikonversikan menjadi listrik, dan pembangkit listrik tenaga air tidak menghasilkan emisi gas rumah kaca. Ini juga merupakan jenis sumber energi terbarukan karena air secara terus menerus mengisi ulang melalui siklus hidrogi bumi.

Sebagai negara kepulauan terbesar, potensi tenaga air di Indonesia merupakan salah satu potensi yang sangat besar, tetapi pemanfaatan masih jauh dibawah potensinya. Oleh karena itu, seharusnya Indonesia bisa mengembangkan energi air ini jauh lebih optimal sehingga bisa mendapatkan hasil yang lebih maksimal. Energi air di Indonesia bisa diperoleh dari air terjun yang memanfaatkan energi potensial, dan ombak/arus yang hingga kini masih bersifat teori.

Angin

Energi angin merupakan salah satu sumber energi baru terbarukan yang sedang mandapatkan perhatian besar dari dunia dikarenakan sifatnya yang terbarukan dan ramah lingkungan. Energi angin ini tersedia di alam.

Pembangkit listrik tenaga angin mengkonversikan energi angin menjadi energi listrik dengan menggunakan turbin angin atau kincir angin. Menggunakan sumber energi tenaga angin untuk menggerakkan turbin dan menciptakan listrik.

Merupakan pemanfaatan energi terbarukan yang paling berkembang saat ini. Potensi energi angin di Indonesia secara umum kecil dikarenakan kecepatan angin yang rendah. Potensi angin melimpah di kawasan pesisir Indonesia.

Panas Bumi

Energi panas bumi adalah energi yang dienstraksi dari panas yang tersimpan dalam bumi. Berasal dari aktivitas tektonik di dalam bumi. Panas ini juga berasal dari panas matahari yang diserap oleh permukaan bumi. Energi panas bumi cukup ekonomis dan ramah lingkungan. Namun terbatas hanya pada dekat area tektonik.

Sebagai daerah vulkanik, potensi panas bumi di Indonesia termasuk besar. Sedangkan pemanfaatan energi panas bumi untuk saat ini masih tergolong rendah, karena hambatan terutama jarak sumber panas bumi yang jauh dari pusat pengguna.

Nuklir

Energi nuklir merupakan sumber energi potensial, berteknologi tinggi, berkeselamatan andal, ekonomis, dan berwawasan lingkungan. Namun masih banyak kalangan yang tidak menyadari keunggulannya dan masih menganggapnya berbahaya. Hingga saat ini, belum ada satupun pembangkit listrik tenaga nuklir di Indonesia. Wajar memang, dibayang-bayangi oleh peristiwa ledakan reaktor nuklir yang terjadi di fukushima, jepang.

Prinsip kerja PLTN serupa dengan pembangkit tenaga uap lainnya. Yang berbeda adalah untuk menghasilkan uap tekanan tinggi nya tidak dengan pembakaran fosil, melainkan dengan reaksi fisi uranium.

Setiap satu kilogram uranium dapat menghasilkan 50.000 kWh energi. Sementara 1 kilogram batu bara dan 1 kilogram minyak hanya menghasilkan 3 kWh dan 4 kWh

Terdapat sumber daya uranium di Kalan (kalimantan barat) dan kawat (kalimantan timur) sebesar 34.112 ton. Sebanyak itu, dapat dibayangkan betapa besarnya energi listrik yang akan tercipta apabila dilaksanakan pemanfaatan yang maksimal.

Saat Ini

Pemanfaatan energi nuklir di Indonesia masih terbatas untuk penelitian dan pengembangan iptek nuklir. Tetapi telah tersedia perencanaan energi jangka panjang dengan opsi nuklir. PLTN diharapkan bisa beroperasi untuk pertama kalinya pada tahun 2020 dan akan memberikan kontribusi minimal 2% dari sistem energi nasional pada tahun 2025.

Sebenarnya solusi energi hijau atau energi baru terbarukan ini sudah sejak lama ada di depan mata. Presiden susah membuat peraturan sejak tahun 2006 dan ia mengharapkan di tahun 2025 energi baru terbarukan bisa mencapai presentase 17%. Direktorat jenderal baru menetapkan sebesar 25%.

Selain itu sudah ada pula 2 kebijakan utama yang dilaksanakan pemerintah. Yaitu konservasi energi dan diversifikasi energi. Konservasi energi adalah penghematan energi dan paksaan terhadap rakyat untuk mengurangi penggunaan energi fosil dan beralih kepasa energi baru terbarukan. Diversifikasi energi maksudnya adalah meningkatkan pengembangan energi baru terbarukan.

Untuk itu, seharusnya pelaksanaan ini dimanfaatkan seoptimal mungkin untuk mencapai visi 25/25. Salah satu pemanfaatannya adalah dengan menjadikannya sebagai tenaga pembangkit listrik.

Mungkin beberapa pendapat masih meragukan kemampuan energi baru terbarukan tidak bisa sebesar energi fosil. Pendapat tersebut adalah salah besar, karena energi baru terbarukan memiliki kemampuan yang melebihi energi fosil.

Pasokan energi terbesar datang dari tenaga air dan tenaga panas bumi. Namun, di Pulau Jawa sungai yang digunakan sebagai pembangkit listrik sudah habis hanya untuk itu. Kemudian tenaga panas bumi memiliki hambatan letak. Terlalu banyak hambatan untuk memaksimalkan pemanfaatan tenaga tersebut.

Karena itu, energi nuklir merupakan satu-satu ya energi yang dapat menghasilkan pasokan energi yang besar dan tidak terpengaruh oleh letak. Tinggal saja, ketakutan akan energi nuklir harus dihilangkan sehingga kita tidak akan selamanya terjerat dalam ketakutan dan tidak berkembang.

Saat ini yang sangat diperlukan adalah pelopor pengebangan energi hijau dengan cara mengenal dan memasyarakatkan energi hijau. Dan apabila memungkinkan, ikut melakukan riset tentang energi hijau. Selain itu, juga harus menjadi pelopor untuk penggematan energi, bain listrik, transportasi, maupun lainnya. Let's go green!

Sumber: 
1. http://www.gipsyqueen.com
2. http://www.world-nuclear.org
3. http://www.greenenergy.uk.com
4. Green Energy-- An Alternative Definition - Lloyd Herfety
5. Energi Hijau - Rama Prihandana dan Roy Hendroko
6. Kebijakan Pengembangan Energi Terbarukan dan Konservasi Energi - Departemen Energi dan  Sumber Daya Mineral

Tidak ada komentar:

Posting Komentar