Minggu, 23 September 2012

Tugas 3 - Solusi Labsky untuk Indonesia


MASALAH KEPENDUDUKAN DI INDONESIA

Penduduk atau warga suatu negara atau daerah bisa didefinisikan menjadi dua:
  • Orang yang tinggal di daerah tersebut
  • Orang yang secara hukum berhak tinggal di daerah tersebut. Dengan kata lain orang yang mempunyai surat resmi untuk tinggal di situ. Misalkan bukti kewarganegaraan, tetapi memilih tinggal di daerah lain.

Kependudukan atau demografi adalah ilmu yang mempelajari dinamika kependudukan manusia. Meliputi di dalamnya ukuran, struktur, dan distribusi penduduk, serta bagaimana jumlah penduduk berubah setiap waktu akibat kelahiran, kematian, migrasi, serta penuaan. Analisis kependudukan dapat merujuk masyarakat secara keseluruhan atau kelompok tertentu yang didasarkan kriteria seperti pendidikan, kewargenageraan, agama, atau etnisitas tertentu.

Ada dua cara dalam pengumpulan data penduduk; langsung dan tidak langsung dengan beberapa metode yang berbeda dari masing-masing jenis.

  • Metode Langsung

Registrasi penduduk  yaitu pencatatan data penduduk yang dilakukan secara terus menerus di kelurahan. Misal: pencatatan peristiwa kelahiran, kematian, dan kejadian penting yang mengubah status sipil seseorang sejak lahir sampai mati.

Survai Penduduk adalah pengumpulan data yang sifatnya lebih terbatas dan informasi yang dikumpulkan lebih luas dan lebih mendalam. Pada umumnya survai kependudukan ini dilaksanakan dengan sistem sampel atau dalam bentuk studi kasus.

Sensus adalah cara lain dalam mengumpulkan data kependudukan. Sensus biasanya dilakukan oleh pemerintah dan mencoba untuk menghitung setiap orang di suatu negara. Namun, berbeda dengan data statistik vital, yang biasanya dikumpulkan terus menerus dan diringkas secara tahunan, sensus biasanya terjadi hanya setiap 10 tahun atau lebih, dan dengan demikian biasanya bukan sumber terbaik untuk data kelahiran dan kematian. Analisis dilakukan setelah sensus untuk memperkirakan berapa banyak kelebihan atau kekurangan perhitungan yang terjadi. Berdasarkan pelaksanaannya/metode pencatatannya, sensus dibedakan menjadi dua, yaitu:

  • Metode Householder: Pada metode ini, pengisian daftar pertanyaan tentang data kependudukan diserahkan kepada penduduk atau responden, sehingga penduduk diberi daftar pertanyaan untuk diisi dan akan diambil kembali beberapa waktu kemudian. Metode semacam ini hanya dapat dilakukan pada daerah yang tingkat pendidikan penduduknya relatif tinggi, karena mereka mampu memahami dan menjawab setiap pertanyaan yang diserahkan kepada mereka.
  • Metode Canvaser: Pada metode ini, pengisian daftar pertanyaan tentang data kependudukan dilakukan oleh petugas sensus dengan cara mendatangi dan mewawancarai penduduk atau responden secara langsung. Petugas sensus mengajukan pertanyaan-pertanyaan sesuai daftar dan penduduk yang didatangi menjawab secara lisan sesuai dengan keadaan atau kondisi yang sebenarnya.

Adapun berdasarkan status tempat tinggal penduduknya, sensus dapat dibedakan menjadi dua, yaitu:
  • Sensus De Facto: Pada metode ini, pencatatan dilakukan oleh petugas pada setiap orang yang ada di daerah tersebut pada saat sensus diadakan. Metode sensus ini tidak membedakan antara penduduk asli yang menetap ataupun penduduk yang hanya tinggal sementara waktu.
  • Sensus De Jure: Pada metode ini, pencatatan penduduk dilakukan oleh petugas hanya untuk penduduk yang secara resmi tercatat dan tinggal sebagai penduduk di daerah tersebut pada saat dilakukannya sensus, sehingga dapat dibedakan antara penduduk asli yang menetap dan penduduk yang hanya tinggal untuk sementara waktu atau yang belum terdaftar sebagai penduduk setempat.

  • Metode Tidak Langsung

Pengumpulan data dengan metode tidak langsung diperlukan di negara-negara dimana data lengkap tidak tersedia, seperti yang terjadi di banyak negara berkembang. Ada berbagai metode untuk proses pemodelan populasi, antara lain model mortalitas, kesuburan, perkawinan, kecacatan, proyeksi penduduk, dan momentum populasi.



KUANTITAS PENDUDUK

Jumlah Penduduk

Menurut sensus penduduk 2010, jumlah penduduk Indonesia adalah keempat terbanyak di dunia dengan 237,6 juta. 58% dari populasi penduduk hidup di pulau Jawa, pulau terpadat di dunia. Meskipun program keluarga berencana cukup yang telah ada sejak tahun 1960-an cukup efektif, populasi diperkirakan akan tumbuh menjadi sekitar 265 juta pada tahun 2020 dan 306 juta pada tahun 2050, jatuh ke posisi enam di belakang Pakistan dan Brazil suatu waktu sebelum tahun 2050.

Memiliki penduduk yang banyak bisa memberikan keuntungan yaitu dengan memberdayakannya untuk meningkatkan pembangunan akan tetapi nilai negatifnya juga ada, dengan jumlah penduduk yang besar maka pemerintah mempunyai tanggungan yang besar untuk mensejahterakannya dan apabila pemerintah tidak mampu maka akan ada peningkatan angka pengangguran dan kejahatan.

Pertumbuhan Penduduk

Pertumbuhan penduduk Indonesia tinggi dengan angka 1,9%. Kalau kita lihat angka tersebut sangat kecil bila dibandingkan dengan negara-negara tetangga, akan tetapi kalau kita melihat pertumbuhan penduduknya, maka tetap besar karena jumlah penduduknya yang sangat besar.

Kepadatan Penduduk

Kepadatan penduduk adalah jumlah penduduk dalam suatu wilayah dibagi luas wilayah tersebut. Pada tahun 2011, kepadatan penduduk Indonesia mencapai jumlah 123,76/km². Bisa dikatakan cukup padat, tetapi dengan luas wilayah daratan Indonesia yang sebesar 1,904,569 km² seharusnya kepadatan penduduk bukanlah masalah. Permasalahannya ada pada jumlah penduduk yang tidak merata. Contoh akibat dari tidak meratanya penduduk yaitu luas lahan pertanian di Jawa semakin sempit. Lahan bagi petani sebagian dijadikan permukiman dan industri. Sebaliknya banyak lahan di luar Jawa belum dimanfaatkan secara optimal karena kurangnya sumber daya manusia. Sebagian besar tanah di luar Jawa dibiarkan begitu saja tanpa ada kegiatan pertanian. Keadaan demikian tentunya sangat tidak menguntungkan dalam melaksanakan pembangunan wilayah dan bagi peningkatan pertahanan keamanan negara.



Susunan Penduduk

Susunan penduduk adalah pengelompokan seseorang berdasarkan umur, jenis kelamin, pekerjaan dan sebagainya. Susunan penduduk tersebut dapat digambarkan dalam bentuk suatu piramida yang disebut piramida penduduk. Piramida merupakan sebuah bangun ruang yang mempunyai alas lebar dan ujung kerucut, kalau kita terapkan dalam susunan penduduk berdasarkan pendidikan maka penduduk di Indonesia mempunyai penduduk yang paling banyak pada jenjang pendidikan rendah.

KUALITAS PENDUDUK

Kesehatan

Angka kematian yang tinggi menunjukkan tingkat kesehatan penduduk yang rendah. Angka harapan hidup yang tinggi menunjukkan tingkat kesehatan penduduk yang baik. Kualitas penduduk di suatu negara tercermin dari tingkat kesehatan penduduknya.  Makin tinggi harapan hidup disuatu negara, menunjukan bahwa mutu kesehatan penduduk tersebut makin tinggi pula. Tingkat kesehatan dijadikan sebagai indikator kualitas penduduk karena kesehatan merupakan modal manusia yang paling utama. Apabila penduduk suatu negara banyak yang sakit maka pembangunan tidak akan berjalan dengan baik. Kualitas kesehatan penduduk tidak dapat dilepaskan dari pendapatan penduduk. Semakin tinggi pendapatan penduduk maka pengeluaran untuk membeli pelayanan kesehatan semakin tinggi. Penduduk yang pendapatannya tinggi  dapat menikmati kualitas makanan yang memenuhi standar kesehatan.

Pendidikan

Tingkat pendidikan dapat  diukur dari lamanya pendidikan formal yang dienyam serta tingkat melek huruf. Tingkat pendidikan penduduk Indonesia tergolong rendah. Pada tahun 2002 jumlah penduduk usia sekolah yang masih bersekolah masih sekitar 60%, ini berarti pada tahun tersebut ada sekitar 40% penduduk usia sekolah yang tidak bersekolah. Hal ini disebabkan karena rendahnya kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan. Pendidikan di Indonesia tidak sepenuhnya gratis, tetapi wajib bagi anak-anak sampai kelas 9. Meskipun sekitar 92% dari anak-anak yang memenuhi syarat terdaftar di sekolah dasar, persentase yang jauh lebih kecil menghadiri full-time. Sekitar 44% dari  anak usia sekolah menengah masuk Sekolah Menengah Pertama, dan beberapa orang lain dari kelompok usia ini menghadiri sekolah kejuruan.

Tingkat pendidikan bukanlah satu-satunya indikator untuk mengukur kualitas SDM penduduk suatu negara. Kualitas SDM berhubungan dengan produktivitas kerja. Orang yang tingkat pendidikannya tinggi diharapkan punya produktivitas yang tinggi. Kenyataan yang terjadi di Indonesia adalah banyak orang berpendidikan tinggi (sarjana) tetapi menganggur. Keadaan demikian tentu sangat memprihatinkan. Orang yang menganggur menjadi beban bagi orang lain (keluarganya). Tingkat pendidikan diharapkan  berbanding lurus dengan tingkat kesejahteraan. Sehingga pembangunan dalam bidang pendidikan yang dilakuka oleh pemerintah membawa dampak positif yang  signifikan  terhadap kesejahteraan penduduk.

Kesejahteraan

Meskipun tidak termasuk negara miskin, jumlah penduduk Indonesia yang hidup di bawah garis kemiskinan cukup besar. Sebanyak 37,5 juta penduduk Indonesia hidup di bawah garis kemiskinan menurut standar yang ditetapkan PBB. Kemakmuran berbanding lurus dengan kualitas SDM. Semakin tinggi kualitas SDM penduduk, semakin tinggi pula tingkat kemakmurannya. Banyak negara yang miskin sumber daya alam tetapi tingkat kemakmuran penduduknya tinggi. Indonesia dikenal sebagai negara yang kaya sumber daya alam. Mengapa banyak penduduk Indonesia yang hidup miskin?

SOLUSI

Mengontrol Jumlah Penduduk dan Pemerataan Persebaran Penduduk

Populasi dapat berubah melalui tiga proses: fertilitas, mortalitas, dan migrasi. Fertilitas melibatkan jumlah anak-anak dan dibandingkan dengan potensi seorang wanita untuk melahirkan anak. Kematian adalah studi tentang penyebab, konsekuensi, dan pengukuran proses yang mempengaruhi kematian bagi anggota masyarakat tersebut. Migrasi adalah perpindahan penduduk dengan tujuan untuk menetap dari suatu tempat ke tempat lain melewati batas administratif (migrasi internal) atau batas politik/negara (migrasi internasional). Dengan kata lain, migrasi diartikan sebagai perpindahan yang relatif permanen dari suatu daerah (negara) ke daerah (negara) lain.

Untuk mengatasi masalah jumlah penduduk, dapat dilakukan program Keluarga Berencana (KB) dan membatasi serta mengatur usia perkawinan. Mula-mula, diperlukan sosialisasi atas program tersebut agar masyarakat mengetahuinya dan mengenalnya. Sedangkan untuk masalah persebaran penduduk dapat diatasi dengan melakukan transmigrasi. Transmigrasi adalah pemindahan penduduk dari suatu daerah yang padat penduduk (kota) ke daerah lain (desa) di dalam wilayah Indonesia. Penduduk yang melakukan transmigrasi disebut transmigran.

Peningkatan Pelayanan Kesehatan

Kesehatan adalah modal utama manusia dalam berdaya-upaya, oleh karena itu kesehatan sangat penting, dan karena pentingnya tersebut pemerintah mencanangkan  slogan makanan 4 sehat 5 sempurna dan mendirikan posyandu-posyandu di desa-desa. Selain itu masyarakat yang kurang mampu perlu diberikan kartu kesehatan/pengobatan gratis ke Puskesmas. Dengan itu, diharapkan tercapainya tujuan penduduk Indonesia yang sehat. Apabila generasi muda Indonesia sehat-sehat maka akan dapat bekerja, belajar, berkarya dan berjasa untuk bangsa.


Peningkatan Pelayanan Pendidikan

Setelah kesehatan terjamin, sekarang tinggal kepandaian. Kepandaian diperoleh dari pendidikan. Sekarang ini dunia pendidikan menjadi sorotan seluruh masyarakat Indonesia baik dari segi positif maupun dari segi negatifnya. Lepas dari itu semua, pemerintah sudah berupaya keras untuk meningkatkan pendidikan di Indonesia yaitu dengan memberikan bantuan kepada setiap sekolah lewat Bantuan Operasional Sekolah serta diselenggarakannya SMP dan SMA terbuka yang dikhususkan untuk mereka yang tidak mampu. Selain itu, sekarang pemerintah telah mencanangkan program 12 tahun wajib belajar atau hingga tamat Sekolah Menengah Atas, setelah sebelumnya hanya mewajibkan anak-anak Indonesia untuk bersekolah selama 9 tahun atau hingga tamat Sekolah Menegah Pertama.

Sumber:
1. http://marduta.com/rangkuman-materi-ips-kelas-8/permasalahan-kependudukan-di-indonesia-bagian-pertama
2. http://guruipssempol1.wordpress.com/2012/04/13/permasalahan-kependudukan-dan-dampaknya-terhadap-pembangunan/
3. http://id.wikipedia.org/wiki/Penduduk
4. http://en.wikipedia.org/wiki/Demography
5. http://blog.suhermanto.com/2012/01/permasalahan-kependudukan.html

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar